Ada beberapa alat yang digunakan dalam pengolahan karet alam, dan alat alat ini tidak semuanya dingunakan dalam pengolahan setiap jenis karet. Ada alat-alat yang digunakan untuk pembuataan jenis karet tertentu saja. Selain alat, juga banyak bahan-bahan yang digunakan dalam pengolahan karet alam.
1. Mesin penggiling
Dalam pengolahan karet jenis sheet dan creepe biasanya digunakan mesin penggilingan. Dalam kalangan pengolah karet sheet mesin ini disebut sebagai baterai sheet. Kapasitas setiap baterai sheet berbeda dan tergantung pada ketebalan sheet yang akan dibuat. Mesin-mesin ini ada yang semi otomatis dan ada juga yang seluruhnya otomatis. Mesin penggiling otomatis lebih melancarkan pekerjaan penggilingan, namun karena faktor harga perkebunan-perkebunan kecil serta petani karet yang mengerjakan sendiri pengolahan lateksnya menggunakan mesin yang digerakkan oleh tangan.
22
2. Tangki Atau Bejana Koagulasi
Tangki yang banyak dipakai dibuat dari bahan aluminium. Ukuran tangki yang digunakan biasanya (10 x 3 x 16) kaki. Tangki yang berukuran besar ini kemudian disekat lagi menjadi 76 atau 91 ruang yang lebih kecil, dengan menggunakan pelat– pelat aluminium. Pada tempat pengolahan karet yang hanya sedikit kapasitas produksinya, fungsi bejana atau tangki digantikan oleh loyang-loyang yang mempunyai kapasitas olah antara 10-15 liter lateks.
3. Rumah Pengeringan
Pada pembuatan karet creepe, rumah pengeringan mutlak diperlukan. Rumah pengeringan menggunakan pemanas untuk mempercepat pengeringan. Cara pemanasan yang paling banyak dipakai adalah thermosifon atau pemanasan dengan air panas serta menggunakan uap air berteknan rendah. Bila tanpa pemanasan, waktu yang diperlukan untuk mengeringgkan creepe antara 2-4 minggu. Sedangakan dengan menggunakan pemanasan waktunya bisa dipersingkat menjadi 5-7 hari. Dinding pegeringan dibuat dari batu atau kayu , atap dan dinding harus rapat agar tidak ada udara dari luar yang merembes masuk.
4. Rumah Pengasapan
Rumah pengasapan digunakan dalam pembuatan karet sheet. Siarat rumah pengasapan yang baik adalah: suhu dalam harus dapat dipertahankan sehingga prakktis tidak berubah, ventilasi dari ruangan diatur sesuai dengan kebutuhan serta penambahn asap dan pemanasan dapat terjamin. Selain alat-alat yang disebutkan diatas, masih ada beberapa alat yng biasa digunakan dalam peengolahan karet, seperti alat penyaring, pemotong, meja sortasi, pengepres, dan pengepak.
5. Kayu Bakar Untuk Rumah Pengasapan
Ada beberapa pohon yang kayunya dapat digunakan sebagai bahan bakar ruang pengasapan. Pohon tersebut antara lain pohon karet, akasia, lomtorogung, dan glisiridia. Kayu yang panjang dibelah dan dipotong potong yang memiliki ukuran panjang 30 cm.
6. Air
Semakin tinggi kapasitas olah suatu pabrik, semakin besar jumlah air yang diperlukan. Air diperlukan untuk pengenceran lateks, pembuatan larutan kimia, pencucian hasil, pencuian alat, dan mendinginkan mesin. Air yang digunakan dalam pengolahan harus memenuhi syarat; jernih, tidak berbau, bereaksi normal dan tidak mengandung logam logam kimia seperti besi, tembaga dan bikarbonat. Asalkan memenuhi syarat ini maka air dari sumber manapun dapat dimanfaatkan.
7. Bahan-Bahan Kimia
Pengolahan karet banyak sekali digunakan bahan-bahan kimia. Sesuai dengan proses yang dibantunya bahan itu ada yang berfungsi sebagai bahan pembeku, pengelantang, vulkanissi, pencepat reaksi, penggiat, antioksidan dan antiozonan, pengisi pelunak, pewarna, pencegah pravulkanisasi, dan bahan pewangi.
a) Bahan Pembeku
Untuk proses pembekuan lateks ada beberapa macam jenis bahan kimia yang dapat digunakan. Biasanya adalah jenis asam, seperti asam format atau asam semut dan asam asetat atau asam cuka.
24
b) Bahan Pengelantang
Bahan ini digunakan untuk menndapatkan warna yang diinginkan dari karet. Biasanya warna lateks agak kekuningan sampai kuning. Bahan pengelantang seperti RPA-3 dapat menguranginya hingga sesuai dengan yang diinginkan pasar.
c) Bahan Vulkanisasi
Bahan kimia ini diperlukan dalam proses vulkanisasi agar komponen kretet cepat matang, yang biasa digunakn dalam proses ini adalah belerang. Selain vulkanisasi karet alam, belerang juga digunakan dakam vulkanisasi karet sintetis. Selain belerang, bahan-bahan seperti dammar fenolik, peroksida organic, radiasi sinar gamma, serta uretan juga dapat digunakan.
d) Bahan Pencepat Reaksi
Reaksi vulkanisasi biasanya berlangsung sangat lambat, dalam dunia industri hal ini kurang efesien karena menambah lama waktu produksi yang secra langsung juga menambah biaya. Berdasarkan jenisnya ada berapa macam jenis bahan pencepat reeaksi. Dari golongan thiozol contohnya MBT dan MBBTS. Dari golongan guanidine contohnya DPG dan DOTG. Dari golongan sulfenamida contohnya CBS, dan santocure NS. Satu atau beberapa kombinasi bahan pencepat tersebut bisa dipilih untuk digunakan.
e) Bahan Penggiat
Fungsi bahan penggiat adalah menambah cepat kerja bahan pencepat reaksi. Jadi, meskipun bahan ini tidak termsasuk bahan vital, tetapi cukup menentukan dalam pengolahan karet. Seng oksida dan asam stearat adalah contoh bahan penggiat yang paling banyak dipakai.
f) Bahan Antioksidan Dan Antiozonan
Fungsi bahan ini untuk melindungi karet dari kerusakan karena pengaruh oksigen maupun ozon yang terdapat di udara. Bahan kimia ini biasanya juga tahan terhadap pengaruh ion–ion tembaga, mangan, dan besi. Selain itu juga mampu melindungi terhadap suhu tinggi, retak–retak dan lentur. Golongan antioksidan difenil amina contohnya nonox OD, golongan kondensat aldehid amina contohnya agerite resin. Dari golongan venil sulvida contohnya santowhite crystals. Adapun antiozonan yang paling banyak digunakan adalah turunan parafenilen diamina seperti santo flex 13, nonox DPPD, dan UOP 88.
g) Bahan Pelunak
Bahan pelunak berfungsi memudahkan pembuatan karet dan pemberian bentuk. Karet yang diberi bahan pelunak bisa menjadi empuk. Penambahan bahan pengisi yang cukup banyak perlu diimbangi dengan penambahan bahan ini. Bahan pelunak yang banyak digunakan antara lain minak naftenik, minyak nabati, minyak aromatik, terpinus, lilin paraffin, faktis, damar, dan bitumen.
h) Bahan Pengisi
Bahan pengisi yang tidak aktif hanya menambah kekerasan dan kekakuan pada karet yang dihasilkan tetapi kekuatan dan sifat lainnya menurun. Bahan yang tidak aktif lebih banyak digunakan karena harga bahan ini murah contohnya kaolin, tanah liat, kalsium karbonat, magnesium karbonat, barium sulfat dan barit. Bahan pengisi aktif atau penguat contohnya karbon hitam, silika, aluminium silikat, dan magnesium silikat. Bahan ini mampu menambah kekerasan, ketahanan sobek, ketahanan kikisan, serta tegangan putus yang tinggi pada karet yang dihasilkan.
26
i) Bahan Pewarna
Jenis karet tertentu membutuhkan warna dalam pengolahannya. Untuk keperluan inilah bahan pewarna diberikan.
j) Bahan Peniup
Fungsi bahan ini membentuk pori halus yang menyebabkan karet menjadi ringan dan empuk. Bahn peniup ini terutama digunakan pada pembuatan karet mikroseluler, contohnya porafor BSH dan vucacel BN.
k) Bahan Pencegah Pravulkanisasi
Fungsi bahan ini mencegah terjadinya pravulkanisasi yang tidak diinginkan pada bagian ekstruder mesin acuan injeksi. Biasanya bahan ini ditambahkan pada komponen karet tertentu, misalnya komponen karet untuk acuan injeksi. Contohnyaadalah santogard PVI dan vulcalent A.
l) Bahan Pewangi
Bau karet yang khas serta bau bahan kimia yang tidak enak dapat dihilangkan dengan menambahkan bahan pewangi. Walaupun tidak semua jenis karet menggunakan bahan pewangi, tetapi ada beberapa jenis karet yang menggunakannya. Contoh bahan pewangi yang digunakan adalah rodo 10.