• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Teori

1. Penguasaan Materi Bahan Ajar

a. Pengertian Penguasaan Materi Bahan Ajar

Penguasaan bahan ajar merupakan bagian dari kompetensi profesional guru. Menurut Usman (1997: 18), penguasaan bahan ajar merupakan kemampuan guru menguasai bahan pengajaran kurikulum dasar dan menengah serta bahan pengayaan. Kemapuan menguasai bahan pengajaran kurikulum pendidikan dasar dan menengah mencakup kemampuan mengkaji kurikulum dan menelaah buku teks pendidikan dasar dan menengah, menelaah buku pedoman khusus bidang studi, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dinyatakan dalam buku teks dan buku pedoman khusus. Sementara kemampuan menguasai bahan pengayaan mencakup kemampuan mengkaji bahan penunjang yang relevan dengan bahan bidang studi atau mata pelajaran serta profesi guru. Kemampuan penguasaan materi memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi.

Pengusaan bahan ajar dimaksudkan sebagai kemampuan guru untuk mengetahui dan menguasai bidang studi dalam kurikulum, tetapi juga menguasai bahan pendalaman atau aplikasi bidang studi.

Penguasaan bahan ajar bidang studi dimaksudkan bahwa guru benar-benar mengusai materi bidang studi yang diajarkannya sesuai dengan yang diatur dalam kurikulum sekolah. Penyampaian materi bidang studi dalam kurikulum dapat dilakukan secara lebih mantap, jelas dan dinamis apabila guru juga menguasai materi lain yang masih relevan seperti bahan pengayaan atau pendalaman.

Menurut Undang-Undang RI No.14 tahun 2005 seorang guru harus memiliki kompetensi yang berkaitan dengan tugasnya antara lain : Pertama, kompetensi pedagogik, maksudnya adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik. Kedua, kompetensi kepribadian, maksudnya adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik. Ketiga, kompetensi profesional, maksudnya adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam. Keempat, kompetensi sosial, maksudnya adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efesien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar guru profesional tidak akan bisa terus bertahan , bila ia tidak terus menerus memperdalam pengetahuannya, mengasah keterampilannya, dan memperkaya wawasan dan pengalamannya. Untuk itulah para profesional membutuhkan proses belajar yang berkesinambungan dengan bermacam-macam cara. Mulai dari membaca buku, menganalisa

pengalaman orang lain, mengikuti seminar atau diskusi (bukan untuk mencari sertifikat tapi cari ilmu), kerja praktek hingga mengikuti program reedukasi (retraining) mungkin juga melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi.

Kemampuan mengajar guru yang sesuai dengan tuntutan standar tugas yang diemban memberikan efek positif bagi hasil yang ingin dicapai seperti perubahan hasil akademik siswa, sikap siswa, keterampilan siswa, dan perubahan pola kerja guru yang makin meningkat, sebaliknya jika kemampuan mengajar yang dimiliki guru sangat sedikit akan berakibat bukan saja menurunkan prestasi belajar siswa tetapi juga menurunkan tingkat kinerja guru itu sendiri. Untuk itu kemampuan mengajar guru menjadi sangat penting dan menjadi keharusan bagi guru untuk dimiliki dalam menjalankan tugas dan fungsinya, tanpa kemampuan mengajar yang baik sangat tidak mungkin guru mampu melakukan inovasi atau kreasi dari materi yang ada dalam kurikulum yang akhirnya akan memberikan rasa bosan bagi guru maupun siswa untuk menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

Guru harus bersikap professional dalam arti memiliki ketrampilam dasar mengajar yang baik, memahami atau menguasai bahan dan memilliki loyalitas terhadap tugasnya sebagai guru. Dengan demikian guru dituntut harus memiliki kompetensi. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah kompetensi

professional. Kompetensi professional yang dimaksud adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing para peserta didik.

Menurut Sudrajad (2008) bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak tertulis sehingga tercipta lingkungan/ suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Menurut Majid (2007: 173) bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru/instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun bahan yang tidak tertulis.

Bahan ajar atau materi pembelajaran (instructional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.

Secara terperinci, jenis-jenis materi pembelajaran terdiri dari pengetahuan antara lain :

1) Materi fakta

Materi fakta adalah nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, dan sebagainya. (Ibu kota Negara RI adalah Jakarta; Negara RI merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945).

2) Materi konsep

Materi konsep adalah pengertian, definisi, ciri khusus, komponen atau bagian suatu obyek (Contoh kursi adalah tempat duduk berkaki empat, ada sandaran dan lengan-lengannya).

3) Materi prinsip

Materi prinsip adalah dalil, rumus, postulat, teorema, atau hubungan antar konsep yang menggambarkan “jika..maka….”, misalnya “Jika logam dipanasi maka akan memuai”, rumus menghitung luas bujur sangkar adalah sisi kali sisi.

4) Materi jenis prosedur

Materi jenis prosedur adalah materi yang berkenaan dengan langkah-langkah secara sistematis atau berurutan dalam mengerjakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah mengoperasikan peralatan mikroskup, cara menyetel televisi. 5) Materi jenis sikap (afektif)

Materi jenis sikap (afektif) adalah materi yang berkenaan dengan sikap atau nilai, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar, semangat bekerja, dan sebagainya.

Ditinjau dari pihak guru, materi pembelajaran itu harus diajarkan atau disampaikan dalam kegiatan pembelajaran. Ditinjau dari pihak siswa bahan ajar itu harus dipelajari siswa dalam rangka

mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang akan dinilai dengan menggunakan instrumen penilaian yang disusun berdasarkan indikator pencapaian belajar.

Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2002 mendefinisikan penguasaan bahan ajar adalah penguasaan terhadap kemampuan yang berkaitan dengan keluasan dan kedalaman pengetahuan. Pengusaan bahan ajar ini mencakup pemahan terhadap wawasan pendidikan, pengembangan diri dan profesi, pengembangan potensi siswa dan penguasaan akademik.

Penguasaan bahan ajar menunjukkan penguasaan pengetahuan yang merupakan pilar penunjang bagi terwujudnya kepribadian yang efektif. Pengetahuan yang harus dukuasai oleh guru mencakup: (a) pengetahuan tentang diri sendiri yaitu pemahaman mengenai aspek dalam diri secara utuh dan benar; (b) pengetahuan tentang tugas atau pekerjaan yaitu pemahaman mengenai berbagai tugas yang harus dilaksanakan; (c) pengetahuan tentang organisasi yaitu pemahaman mengenai berbagai aspek organisasi tempat bertugas; (d) pengetahuan tentang bisnis utama yaitu pemahaman mengenai visi dan misi organisasi tempat bertugas; (e) pengetahuan tentang dunia yaitu pemahaman mengenai berbagai aspek lingkungan dan perkembangannya baik secara lokal maupun global.

Menurut Hamalik (2001), penguasaan bahan ajar merupakan keahlian guru untuk memahami dengan tepat mengenai pengetahuan

secara mendalam. Dari pengertian tersebut, guru harus benar-benar memahami tujuan pengajaran, cara merumuskan tujuan mengajar, memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, memahami bahan pelajaran sebaik mungkin dengan menggunakan berbagai sumber, cara memilih, menentukan, dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan cara menggunakannya serta pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Berkenaan dengan hal tersebut, guru dituntut menguasai secara mendalam bahan atau mata pelajaran yang diajarkannya dan metode pengajarannya sehingga dapat melakukan transfer ilmu kepada siswa dngan baik.

Berdasarkan uraian tersebut, penguasaan materi bahan ajar dapat diartikan sebagai penguasaan bahan ajar ekonomi yang akan diajarkan guru ekonomi kepada siswa baik konsep maupun aplikasinya.

b. Tingkatan Penguasaan materi Bahan Ajar

Jalal dan Supriadi (2001: 68) mengungkapkan bahwa penguasaan bahan ajar dapat dibedakan menurut jenis pendidikannya yaitu pendidikan dasar, menengah dan tinggi. Penguasaan bahan ajar pada masing-masing pendidikan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Pendidikan dasar

Penguasaan bahan ajar pada pendidikan dasar ini menekankan pada penguasan kemampuan umum yang

diperlukan untuk hidup bermasyarakat dan bernegara. Dalam pendidikan dasar, materi-materi yang diutamakan yaitu pembekalan kemampuan yang fungsional untuk kehidupan dalam berbagai bidang sosial, budaya dan ekonomi dengan berbasis pada nilai-nilai moral. Materi-materi dalam pendidikan dasar diberikan selama sembilan tahun. Penentuan jangka waktu tersebut didasarkan pada asumsi apabila pendidikan minimal ini tidak dicapai, maka seseorang akan mengalami kesulitan dalam mengikuti perkembangan yang terjadi disekitarnya.

2) Pendidikan menengah

Pendidikan menengah dibedakan menjadi dua yaitu pendidikan menengah umun dan kejuruan. Pada kedua pendidikan menengah tersebut, terdapat kelompok mata pelajaran pokok yang wajib ditempuh oleh semua siswa dan terdapat pula kelompok mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa. Mata pelajran pilihan tidak bersifat paket tetapi fleksibel. Hal ini dimaksudkan agar para siswa dapat mebgemas mata pelajaran pilihan yang akan ditempuh siswa sesuai dengan antisipasi peran dan studi lanjutan setelah lulus. Berkenaan dengan hal tersebut, guru harus menguasai bahan ajar baik yang mencakup mata pelajaran yang bersifat poko atau wajib maupun mata pelajaran yang bersifat pilihan. Penguasaan bahn ajar pada pendidikan menengah ini

dapat membantu guru untuk lebih mudah melakukan transfer ilmu melalui materi-materi pelajaran sehingga siswa dapat memahami bahan ajar.

3) Pendidikan tinggi

Materi pelajaran pada pendidikan tinggi disebut dengan mata kuliah. Materi pelajaran da pendidikan ini ditekankan pada mutu dan relevansi baik untuk program-program yang bersifat akademik maupun keahlian atau profesional. Dalam pendidikan tinggi, materi pelajaran atau mata kuliah yang diberikan merupakan pendalaman dari mataeri pelajaran yang diberikan pada pendidikan menengah. Penguasaan bahan ajar pada pendidikan tinggi ini penting bagi guru yang disebut dosen. Hal ini disebabkan peserta didik pada pendidikan tinggi yang disebut dengan mahasiswa memiliki pola pikir yang semakin kritis. Oleh sebab itu, dosen harus menguasai bahan ajar yang disampaikan kepada mahasiswa sehingga dapat memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan setiap mahasiswa secara tepat.

Menurut Sardiman (1994: 131), penguasaan bahan ajar yang harus dikuasai guru mencakup tiga tingkatan yaitu capable personal, inovator, dan developer.

Ketiga tingkatan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Capable personal

Tingkatan ini dimaksudkan bahwa guru dituntut memiliki pengetahuan, kecakapan, dan ketrampilan serta sikap yang lebih mantap dan memadai sehingga mampu mengelola proses belajar mengajar secara efektif.

b) Inovator

Tingkatan penguasaan ini dimaksudkan bahwa guru harus memiliki komitmen terhadap upaya perubahan. Dalam tingkatan ini, guru dituntut memiliki pengetahuan, kecakapan, dan ketrampilan serta sikap yang tepat terhadap pembaharuan sehingga mampu menyebarluaskan ide pembaharuan yang efektif.

c) Developer

Tingkatan ini dimaksudkan bahwa guru harus memiliki visi keguruan perspektif yang mantap dan luas. Guru dituntut mampu dan bersedia melihat jauh ke depan dalam menjawab tantangan-tantangan yang dihadapi dalam sektor pendidikan sebagai suatu sistem.

c. Standar Kompetensi Guru Mata Pelajaran

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesian Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang dimaksud guru

adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Istilah profesional dalam pengertian tersebut merupakan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Pihak pihak penyelenggara pendidikan adalah Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur pendidikan formal.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.16 Tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru, standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK.

Standar Kompetensi guru mata pelajaran SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK meliputi:

1) Kompetensi Pedagogik

Indikator kompetensi pedagogik guru mata pelajaran yang harus dikuasai antara lain:

a) Memahami karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.

b) Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

c) Mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

d) Mengidentifikasi kesulitan belajar peserta didik dalam mata pelajaran yang diampu.

e) Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang ampu.

f) Menerapkan berbagai pendekatan, stategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampu.

g) Memahami prinsip pengembangan kurikulum. h) Menentukan tyujuan pembelajaran yang diampu.

i) Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diampu.

j) Memilih materi pembelajaran yang diampu yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.

k) Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik. l) Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

m) Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.

n) Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.

o) Menyususn rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium maupun lapangan.

p) Melaksanakan pembelajaran yang mendidik dikelas, di laboratorium, dan dilapangan dengan memperhatikan standar keamanan yang dipersyaratkan.

q) Menggunakan media pembelajaran dan sumber belajar yang relevan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mecapai tujuan pembelajaran secara utuh.

r) Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yang diampu sesuai dengan situasi yang berkembang.

s) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran yang diampu.

t) Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal. u) Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk

mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.

v) Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empati dan santun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain.

w) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainan yang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) menyiapkan kondisi psikologis peserta didik untuk mengambil bagian dalam permainan melalui bujukan dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambil bagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakan guru, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya. x) Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses

dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu.

y) Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karaktewristik mata pelajaran yang diampu.

z) Menentukan prosesdur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

aa) Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.

bb) Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.

cc) Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.

dd) Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.

ee) Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.

ff) Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.

gg) Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.

hh) Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evalauasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. ii) Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah

jj) Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.

kk) Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu. 2) Kompetensi Kepribadian

Indikator kompetensi kepribadian guru mata pelajaran yang harus dikuasai antara lain:

a) Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat istiadat, daerah asal, dan gender. b) Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum

dan sosial yang berlaku dalam masyarakat, dan kebudayaan nasional indonesia yang beragam.

c) Berperilaku jujur, tegas dan manusiawi.

d) Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.

e) Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.

f) Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil. g) Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif dan

berwibawa.

h) Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi. i) Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.

j) Bekerja mandiri secara profesional. k) Memahami kode etik profesi guru. l) Menerapkan kode etik profesi guru.

m) Berperilaku sesuai dengan kode etik profesi guru. 3) Kompetensi Sosial

Indikator kompetensi sosial guru mata pelajaran yang harus dikuasai antara lain:

a) Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.

b) Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik, dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang orang tua, dan status sosial-ekonomi.

c) Berkominikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun, epatik dan efektif.

d) Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik.

e) Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

f) Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektifitas sebagai pendidik.

g) Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan damn meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.

h) Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunikasi ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran.

i) Mengkomunikasikan hasil-hasil inovsi pembelajaran kepada kominitas profesi sendiri secara lisan dan tertulis maupun bentuk lain.

4) Kompetensi Profesional

Indikator kompetensi profesional guru mata pelajaran yang harus dikuasai antara lain:

a) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. Kompetensi guru mata pelajaran ekonomi pada SMA/MA antara lain: (1) memahami materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran ekonomi; (2) Membedakan pendekatan-pendekatan ekonomi; (3) menunjukkan manfaat mata pelajaran ekonomi.

b) Memahami standar kompetensi mata pelajaran yang diampu.

c) Memahami kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu. d) Memahami tujuan pembelajaran yang diampu.

e) Memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

f) Mengolah materi pelajran yang diampu secara kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

g) Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus.

h) Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan.

i) Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keprofesionalan.

j) Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.

k) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi.

l) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.

Dokumen terkait