PENGUATAN SIDa
3.1.5 Penguatan Sistem Inovasi dan Daya Saing Daerah
3.1.5 Penguatan Sistem Inovasi dan Daya Saing Daerah.
Menghadapi dinamika perubahan yang begitu cepat dan semakin kompleks, upaya peningkatan daya saing sangat bertumpu pada kemampuan berinovasi berbagai pihak pada berbagai dimensi dan tataran. Oleh karena itu, upaya peningkatan daya saing perlu semakin diprioritaskan melalui penguatan sistem inovasi.
Dalam kerangka holistik, keunggulan daya saing dalam berbagai perspektif dan konteksnya termasuk keunggulan daerah atau tata terpadu pengembangan kewilayah tertentu, diharuskan untuk dikembangkan secara lebih terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan. Namun, setiap keunggulan yang dimiliki daerah terutama bagi daerah di negara berkembang menghadapi beberapa keterbatasan dan kelemahan dalam berinovasi dikarenakan beberapa hal berikut, yaitu :
1. Keterbatasan SDM dan sarana prasarana IPTEK 2. Keterbatasan sumber daya keuangan
3. Sektor swasta yang tidak kompetitif di negara berkembang
4. Kelemahan dalam kemauan politik (potical will), kebijakan yang stabil dan penegakan hukum (law enforcement)
5. Kebutuhan jangka pendek yang selalu mendominasi investasi jangka panjang dalam IPTEK 3.2 PELUANG Peluang dalam penguatan sistem inovasi bagi Kabupaten Serang adalah sebagai berikut : 3.2.1. Pembangunan Berbasis Pengetahuan
Pengetahuan merupakan modal penting bagi suatu daerah dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi di zaman sekarang dan masa mendatang. Penerapan pengetahuan dalam pembangunan perekonomian suatu daerahakan memberi kesempatan tumbuhnya sistem ekonomiyang mempunyai daya saing dan inovatif.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐7 Bank Dunia pun telah merumuskan empat pilar penting yang dibutuhkan dalam menumbuh kembangkan ekonomi berbasis pengetahuan.
Pertama,sebuah rezim ekonomi dan kelembagaan yang memberikan insentif bagi efisiensi penggunaan pengetahuan yang ada dan baru dan berkembangnya kewirausahaan.
Kedua, populasi yang terdidik dan terampil yang dapat membuat, berbagi dan menggunakan pengetahuan dengan baik. Ketiga, sebuah sistem inovasi efisien perusahaan, pusat penelitian, universitas, konsultan dan organisasi lain Keempat, teknologi informasi dan komunikasi yang efisien dan fasilitatif. Salah satu prinsip dasar dari ekonomi berbasis pengetahuan adalah inovasi.2 Ekonomi di Kabupaten Serang sudah seharusnya bergerak dari ekonomi yang mendorong pada investasi menjadi inovasi. Pemerintah, swasta dan universitas di Kabupaten ini harus saling bersinergi guna mewujudkan sistem ekonomi inovatif di Kabupaten tersebut. Lembaga‐lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dan sekolah teknis, harus menghidupkan kembali perannya sebagai pemimpin penelitian dan inovasi, lebih proaktif dalam melayani penciptaan pengetahuan daripada sekedar transfer pengetahuan.
Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing dan telah terbukti berhasil diterapkan di banyak negara maju adalah memperkuat sistem inovasi. Sistem inovasi mampu membangkitkan kreativitas dan inovasi yang diperlukan agar produk‐produk sebuah daerah dapat bersaing secara langsung dengan produk daerah/negara lain, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dengan mencermati persoalan yang dihadapi oleh Kabupaten Serang dan memetik pelajaran berharga dari negara/daerah lain yang dinilai berhasil, dapat diidentifikasi empat elemen strategis yang perlu diperbaiki dalam penguatan sistem inovasi di Kabupaten Serang guna menghadapi tantangan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan, yaitu :
1. Perbaikan dalam kondisi dasar sebagai prasyarat penguatan sistem inovasi, yakni terkait hal‐hal berikut :
a. Masih terbatasnya pemahaman pembuat kebijakan dan para pemangku kepentingan di Kabupaten Serang tentang penguatan sistem inovasi.
2
Menurut Undang‐Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Penerapan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas P3 Iptek), inovasi adalah kegiatan penelitian, pengembangan, dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru,atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksI.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐8 b. Masih sedikitnya kepakaran, praktik atau contoh keberhasilan, dan praktisi
dalam mendorong gerakan yang dapat memberikan pengaruh signifikan pada penguatan sistem inovasi di berbagai bidang dan/atau tataran/konteks tertentu.
c. Belum adanyasinkronisasipenguatan sistem inovasi dalam pembangunan berbagai urusan wajib dan urusan pilihan yang diselenggarakan oleh OPD di Kabupaten Serang.
d. Keterbatasan basis data dan indikator sistem inovasi yang berkualitas sebagai landasan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pemantauandan evaluasi pembangunan daerah, serta proses pembelajaran dan perbaikan kebijakan.
2. Perbaikan dalam enam isu pokok kerangka kebijakan penguatan sistem inovasi, yaituperbaikan dalam hal :
a. Kerangka umum yang kondusif bagi pengembangan inovasi dan bisnis, terutama berkaitan dengan elemen basis data (database), regulasi, insentif,infrastrukturdasar pengembangan klaster industri, penembangan jaringan inovasi dan pengembangan teknoprener.
b. Kelembagaan iptekin/litbangyasa, daya dukung iptekin/litbangyasa serta kemampuan absorpsi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini masih terbatas.
c. Interaksi, jaringan dan pelayanan inovasi dan bisnisdalam pengembangan klaster industri dan pengembangan teknoprener yang hingga kini juga masih terbatas.
d. Pengembangan budaya kreatif‐inovatif dalam masyarakat Kabupaten Serang (pelaku bisnis, pembuat kebijakan, para pelaku litbang, lingkungan akademis dan masyarakat secara umum), terutama dalam mendukung pengembangan klaster industri, pengembangan teknoprener dan pengembangan tematik sistem inovasi.
e. Fokus dan keterpaduan kebijakan pembangunan daerah, terutama dalam hal pengembangan klaster industri (perikanan dan perbatikan) yang hingga kini belum berjalan sebagaimana diharapkan, pengembangan jaringan inovasi, pengembangan teknoprener (wirausaha baru) dan pengembangan tematik sistem inovasi.
f. Internalisasi dinamika global, terutama berkaitan dengan aspek lingkungan, standarisasi, HKI dan ketenagakerjaan.
3. Perbaikan dalam kepeloporan dan kepemimpinan (formal maupun nonformal) yang visioner dan transformasional dengan komitmen tinggi untuk melakukan perubahan dalam perspektif jangka panjang.
4. Perbaikan koherensi kebijakan di berbagai bidang pembangunan daerah, baik dalam konteks urusan wajib maupun urusan pilihan.
Road Map Penguatan Sistem Inovasi Daerah kabupaten Serang III‐9 3.2.2 Berkembangnya pembangunan yang berorientasi pada globalisasi
Globalisasi yang ditandai oleh meningkatnya perpindahan barang dan jasa, modal, dan informasi lintas daerah dan lintas negara secara bebas, serta interaksi pasar lokal, pasar daerah, pasar dalam negeri dan pasar internasional secara lebih terbuka memberi peluang bagi masa depan Kabupaten Serang, yaitu:
a. Perluasan pasar regional dan internasional akan meningkatkan kegiatan investasi, produksi dan perdagangan terutama komoditi yang dihasilkan Kabupaten Serang seperti pertanian konvensional dan organic serta hasil perkebunan.
b. Perluasan jaringan inovasi dan kerjasama internasional akan mendorong perubahan nilai, etos kerja dan budaya kerja yang lebih produktif, efisien dan efektif bagi masyarakat, pelaku usaha dan aparatur Pemerintah Kabupaten Serang
c. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi akan menciptakan berbagai kemudahan dan fasilitas dalam penyebaran informasi, ilmu pengetahuan teknologi, dan inovasi yang akan mendorong perbaikan manajemen pembangunan daerah Kabupaten Serang
d. Pengembangan klaster industri Agro – Mina ‐Wisata Berbasis Usaha Kreatif akan dapat menciptakan peluang bagi perluasan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat
e. Mendorong tumbuhnya usaha baru berbasis iptekin di kalangan muda dan komunitas melalui pengembangan incubator bisnis serta berkembangnya industry agroteknowisata termasuk pangan organic, produk kerajinan dan industry pendukung pariwisata lainnya.