• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

D. Pengujian Hipotesis

Hipotesis yang dikemukakan oleh penulis yaitu “ROE, ROS, OPM, EVA, dan MVA mempunyai pengaruh terhadap Harga Saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

Dari hasil pengolahan data diperoleh hasil sebagai berikut :

1. Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)

Tabel 4.16 F Test

ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 105.777 5 21.155 5.433 .001a

Residual 175.209 45 3.894

Total 280.986 50

a. Predictors: (Constant), ln_mva, ln_ros, ln_eva, ln_roe, ln_opm b. Dependent Variable: ln_y

Sumber : SPSS 17.0 for windows (17 Januari 2011, data diolah)

Pada tabel 4.16 dapat dilihat bahwa nilai F hitung adalah 5,433 dengan tingkat signifikansi 0,001. Sedangkan Ftabel pada alpha 5% adalah 2,37. Oleh karena Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansinya 0,001 < 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen (ROE, ROS, OPM, EVA, dan MVA) secara serentak adalah positif dan signifikan terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan oleh penulis bahwa semua variabel bebas yaitu ROE, ROS, OPM, EVA, dan MVA mempunyai pengaruh terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia.

Hasil uji F (secara serentak) ini searah dengan teori oleh Brigham dan Houston (2006) yang menyatakan bahwa dimana setiap perubahan kinerja keuangan seperti ROE, ROS, OPM, EVA, dan MVA akan mengakibatkan perubahan harga saham. Hasil tersebut juga searah dengan yang ditulis oleh Simanjuntak (2005) yang menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara

kinerja keuangan yang terdiri dari ROE, ROS, EVA, dan MVA terhadap harga saham.

2. Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t)

Tabel 4.17 t-test Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.070 3.982 -.018 .986 ln_roe .736 .319 .300 2.309 .026 ln_ros .864 .378 .341 2.285 .027 ln_opm .406 .542 .119 .748 .458 ln_eva -.106 .227 -.057 -.468 .642 ln_mva .288 .273 .129 1.055 .297

a. Dependent Variable: ln_y

Sumber : SPSS 17.0 for windows (17 Januari 2011, data diolah)

Berdasarkan tabel 4.17 di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Variabel ROE berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, hal ini terlihat dari tingkat signifikansi (0,026) di bawah (lebih kecil dari) 0,05. Nilai thitung (2,309) > ttabel (1,658) artinya jika ditingkatkan variabel ROE sebesar satu satuan maka harga saham pada industri makanan dan minuman akan meningkat sebesar 0,736.

Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dinyatakan Brigham dan Houston (2006) dimana semakin besar ROE perusahaan, maka harga saham perusahaan akan semakin tinggi. Dimana ROE merupakan salah satu dari kinerja keuangan yang berpengaruh secara positif terhadap harga saham.

Hasil tersebut juga searah dengan yang ditulis oleh Simanjuntak (2005) yang menyatakan bahwa ROE mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham.

b. Variabel ROS berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, hal ini terlihat dari tingkat signifikansi (0,027) di bawah (lebih kecil dari) 0,05. Nilai thitung (2,285) > ttabel (1,658) artinya jika ditingkatkan variabel ROS sebesar satu satuan maka harga saham pada industri makanan dan minuman akan meningkat sebesar 0,864.

Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dinyatakan Brigham dan Houston (2006) dimana semakin besar ROS perusahaan dalam menghasilkan laba bersih pada penjualan, maka harga saham perusahaan akan semakin tinggi karena perusahaan tersebut menghasilkan laba. Dimana ROS merupakan salah satu dari kinerja keuangan yang berpengaruh secara positif terhadap harga saham. Hasil tersebut juga searah dengan yang ditulis oleh Simanjuntak (2005) yang menyatakan bahwa ROS mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham.

c. Variabel OPM berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, hal ini terlihat dari tingkat signifikansi (0,458) di atas (lebih besar dari) 0,05. Nilai thitung (0,748) < ttabel (1,658) artinya walaupun ditingkatkan variabel OPM sebesar satu satuan maka harga saham pada industri makanan dan minuman tidak akan meningkat sebesar 0,406.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan yang dinyatakan Brigham dan Houston (2006) dimana semakin besar OPM perusahaan dalam menghasilkan laba usaha terhadap penjualan, maka harga saham perusahaan akan semakin tinggi karena perusahaan tersebut menghasilkan laba. Dimana OPM yang merupakan salah satu dari kinerja keuangan berpengaruh secara positif tetapi tidak signifikan terhadap harga saham.

d. Variabel EVA berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia, hal ini terlihat dari tingkat signifikansi (0,642) di atas (lebih besar dari) 0,05. Nilai thitung (-0,468) < ttabel (1,658) artinya jika ditingkatkan variabel EVA sebesar satu satuan maka harga saham pada industri makanan dan minuman tidak akan berkurang sebesar 0,106.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan yang dinyatakan Young dan O’Byrne (2001) dimana semakin besar EVA perusahaan, maka akan memberikan nilai tambah kepada pemegang saham yang berarti harga saham perusahaan akan semakin tinggi karena perusahaan tersebut memperoleh nilai tambah. Dimana EVA merupakan salah satu dari kinerja keuangan yang tidak berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Hasil tersebut juga searah dengan yang ditulis oleh Simanjuntak (2005) yang menyatakan bahwa EVA tidak mempunyai pengaruh yang positif dan tidak signifikan terhadap harga saham.

e. Variabel MVA berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap harga saham pada industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia,

hal ini terlihat dari tingkat signifikansi (0,297) di atas (lebih besar dari) 0,05. Nilai thitung (1,055) < ttabel (1,658) artinya walaupun ditingkatkan variabel MVA sebesar satu satuan maka harga saham pada industri makanan dan minuman tidak akan meningkat sebesar 0,288.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan yang dinyatakan Young dan O’Byrne (2001) dimana semakin besar MVA perusahaan, maka akan meningkatkan tingkat pengembalian yang lebih besar kepada pemegang saham yang berarti harga saham perusahaan akan semakin tinggi karena perusahaan tersebut meningkatkan tingkat pengembalian. Dimana MVA merupakan salah satu dari kinerja keuangan yang berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap harga saham. Hasil tersebut juga tidak searah dengan yang ditulis oleh Simanjuntak (2005) yang menyatakan bahwa MVA mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap harga saham.

Dokumen terkait