• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Data

2. Pengujian Hipotesis

Dalam penelitian ini terdapat tiga hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis pertama sampai dengan ketiga menggunakan rumus korelasi. Berikut ini disajikan hasil-hasil pengujian hipotesis:

a. Pengujian Hipotesis I 1) Rumusan Hipotesis

Ho : Tidak ada hubungan positif antara minat mahasiswa masuk prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Ha : Ada hubungan positif antara minat mahasiswa masuk prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntnasi.

2) Pengujian Hipotesis I

Hasil analisis data dari pengujian hipotisis I ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama adalah teknik analisis korelasi, yaitu untuk menentukan hubungan minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Berikut ini disajikan output hasil analisis dalam bentuk tabel.

Tabel 5.7

Hasil Pengujian Hipotesis I

Minat Motivasi

Minat Pearson Correlation 1 .680(**)

Sig. (2-tailed) . .000

N 79 79

Berdasarkan hasil uji korelasi minat mahasiswa masuk prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi diketahui bahwa rhitung (0,680) lebih besar dari rtabel (0,224). Hal ini berarti ha diterima. Bila dilihat dari probabilitasnya sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 yang berarti hubungan minat dan motivasi signifikan. Nilai r tersebut bertanda positif, sehingga korelasi tersebut memiliki arah positif.

Artinya, semakin tinggi minat mahasiswa masuk prodi P.Ak maka semakin tinggi pula motivasi menjadi guru Akuntansi dan sebaliknya semakin rendah minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak maka semakin rendah pula motivasi menjadi guru Akuntansi.

Hubungan antara minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi yang ditentukan oleh nilai r sebesar 0,680 tergolong kuat karena terletak pada kategori 0,60 - 0,799.

b. Pengujian Hipotesis II 1) Rumusan Hipotesis

Ho : Tidak ada hubungan positif antara prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Ha : Ada hubungan positif antara prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

2) Pengujian Hipotesis II

Hasil analisis data dari pengujian hipotesis II ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis kedua adalah teknik analisis korelasi, yaitu untuk menentukan hubungan prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Berikut ini disajikan output hasil analisis dalam bentuk tabel.

Tabel 5.8

Hasil Pengujian Hipotesis II

PrestasiAkt Motivasi

PrestasiAkt Pearson Correlation 1 -.009

Sig. (2-tailed) . .940

N 79 79

Berdasarkan hasil uji korelasi prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi diketahui. Nilai korelasi (rhitung) = -0,009 lebih kecil dengan rtabel (0,224), nilai r tersebut bertanda negatif sehingga korelasi tersebut memiliki arah negatif. Artinya, Ha ditolak atau menjelaskan tidak ada hubungan antara prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Hubungan antara prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi yang ditentukan oleh nilai r sebesar 0,009 tergolong sangat rendah karena terletak pada kategori 0,00 - 0,199.

c. Pengujian Hipotesis III 1) Rumusan Hipotesis

Ho : Tidak ada hubungan positif antara prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Ha : Ada hubungan positif antara prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

2) Pengujian Hipotesis III

Hasil analisis data dari pengujian hipotisis III ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis ketiga adalah teknik analisis korelasi, yaitu untuk menentukan hubungan Prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Berikut ini disajikan output hasil analisis dalam bentuk tabel.

Tabel 5.9

Hasil Pengujian Hipotesis III

PrestPPL2 Motivasi

PrestPPL2 Pearson Correlation 1 .094

Sig. (2-tailed) . .411

N 79 79

Berdasarkan hasil uji korelasi prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi diketahui nilai rhitung (0,094) lebih kecil dari rtabel (0,224) pada tingkat probabilitas 0,411 lebih besar dari 0,05. Artinya, Ha ditolak atau menjelaskan tidak ada hubungan antara prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Hubungan antara minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi yang ditentukan oleh nilai r sebesar 0,094 tergolong sangat rendah karena terletak pada kategori 0,00 - 0,199.

d. Pengujian hipotesis IV 1) Rumusan Hipotesis

Ho : Tidak ada hubungan positif antara minat mahasiswa masuk prodi P.Ak, prestasi belajar Akuntansi Keuangan, prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi

Ha : Ada hubungan positif antara minat mahasiswa masuk prodi P.Ak, prestasi belajar Akuntansi Keuangan, prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi

2) Pengujian Hipotesis IV

Hasil analisis data dari pengujian hipotisis IV ini dilakukan dengan menggunakan SPSS 12. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis IV adalah teknik analisis regresi ganda, yaitu untuk menentukan hubungan minat mahasiswa masuk prodi P.Ak, prestasi belajar Akuntansi Keuangan dan prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Berikut ini disajikan hasil analisis data:

Berdasarkan pengujian regresi berganda ini diperoleh data konstanta (a) sebesar 10,994, sedangkan koefisien regresi X1 (b1) sebesar 0,570, koefisien regresi X2 (b2) sebesar -0,066 dan koefisien X3 (b3) sebesar 0,020. Dari data tersebut dapat disusun dengan persamaan regresi Y = 10,994 + 0,570X1 - 0,066X2 + 0,020X3. Angka koefisien regresi X1 dan X3 tersebut menunjukkan bahwa hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah positif. Artinya semakin tinggi minat mahasiswa masuk prodi P.Ak, semakin tinggi prestasi

PPL II dan semakin tinggi pula motivasi menjadi guru Akuntansi. Namun koefisien regresi X2 tersebut menunjukkan bahwa variabel bebas terhadap variabel terikat adalah negatif. Artinya semakin rendah prestasi belajar Akuntansi Keuangan, semakin tinggi motivasi menjadi guru Akuntansi.

Berdasarkan analisis, selanjutnya diperoleh harga koefisien korelasi ganda (Ry123) sebesar 0,686 dengan koefisien determinasi R2 sebesar 0,471. Untuk menguji signifikansi harga koefisien korelasi ganda (R) dilakukan dengan uji F dengan mengambil taraf signifikansi 5% atau 0,05. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh harga Fhitung sebesar 22,238, sementara Ftabel pada df (3:75) sebesar 2,73 (Fhitung > Ftabel). Dengan demikian hipotesis keempat yang menyatakan minat mahasiswa masuk prodi P.Ak, prestasi belajar Akuntansi Keuangan dan prestasi PPL II secara bersama-sama berhubungan positif dan signifikan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Tabel 6

Rangkuman hasil perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan efektif

No. Nama Variabel Sumbangan Relatif Sumbangan Efektif 1. 2. 3.

Minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak Prestasi belajar Akuntansi Keuangan Prestasi PPL II 84,59% 11,42% 3,99% 39,84% 5,38% 1,88%

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Hubungan minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan motivasi

menjadi guru Akuntansi

Dari hasil analisis, diketahui bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada hubungan positif antara minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi berhasil ditolak (Ha = diterima). Artinya ada hubungan antara minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Nilai rhitung sebesar 0,680 yang lebih besar dari rtabel sebesar 0,224 dan angka probabilitasnya sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 atau nilai signifikansinya < 5%. Nilai r bernilai positif, artinya semakin tinggi minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak maka semakin tinggi pula motivasi menjadi guru Akuntansi, sebaliknya semakin rendah minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak maka semakin rendah pula motivasi menjadi guru Akuntansi. Hal ini berarti tinggi atau rendahnya motivasi menjadi guru Akuntansi berhubungan dengan tinggi atau rendahnya minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak.

Deskripsi minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dikategorikan memiliki minat yang tinggi (36 mahasiswa atau 45,57%). Minat merupakan keinginan siswa untuk mengetahui sesuatu hal. Secara sederhana, minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu hal. Minat pada hakekatnya merupakan perhatian, keinginan, rasa suka dan rasa terikat dengan suatu obyek walaupun tidak ada yang menyuruh.

Minat diartikan sebagai kecenderungan subyek yang menetap, untuk merasa tertarik pada bidang studi/pokok bahasan tertentu dan senang mempelajari materi tersebut (Winkel (1991:105). Dengan adanya minat, mahasiswa berusaha untuk tertarik pada bidang Akuntansi dan terdorong untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Mahasiswa yang mempunyai rasa suka terhadap pelajaran Akuntansi maka minat muncul dengan sendirinya didasari rasa suka atau rasa senang terhadap pelajaran tersebut dan mahasiswa akan memilih jurusan yang sesuai dengan bidangnya yaitu bidang Akuntansi. Mahasiswa yang berminat masuk FKIP khususnya Program Studi Pendidikan Akuntansi dan memiliki keinginan untuk bergelut dalam bidang keguruan maka akan memotivasinya untuk menjadi seorang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai keinginan untuk masuk Prodi P.Ak, mempunyai perasaan tertarik untuk masuk ke Prodi P.Ak, dan mempunyai perasaan suka untuk masuk ke Prodi P.Ak.

Deskripsi motivasi menjadi guru Akuntansi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dikategorikan memiliki motivasi menjadi guru Akuntansi yang tinggi (32 mahasiswa atau 40,51%). Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984 dalam Ali Imron, 1996:87).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak berhubungan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Artinya, bahwa tinggi rendahnya minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak akan berpengaruh dengan tinggi rendahnya motivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi.

2. Hubungan prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi

menjadi guru Akuntansi

Dari hasil analisis, diketahui bahwa hipotesis kedua yang menyatakan ada hubungan antara prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi berhasil ditolak (Ha = ditolak). Artinya tidak ada hubungan antara prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Nilai rhitung sebesar -0,009 lebih kecil dari rtabel sebesar 0,224 dan angka probabilitasnya sebesar 0,940 lebih besar dari 0,05 atau nilai signifikansinya > 5%.

Deskripsi prestasi belajar Akuntansi Keuangan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dikategorikan memiliki prestasi belajar Akuntansi Keuangan yang baik (35 mahasiswa atau 44,30%). Prestasi belajar merupakan suatu kecakapan nyata yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan dalam rangka menyiapkan diri untuk menambah pengetahuan yang hasilnya digunakan secara nyata dan dapat diukur dengan menggunakan alat yaitu tes. Hasil yang diperoleh merupakan aktualisasi diri yang dinyatakan dalam nilai hasil studi. Dengan demikian dari nilai hasil studi dapat diketahui tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai mahasiswa. Dari prestasi belajar,

mahasiswa itulah dapat diketahui tinggi rendahnya kemampuan mahasiswa dalam mata kuliah Akuntansi. Hal tersebut tercermin dari nilai rata-rata Akuntansi Keuangan yaitu dari AKD I, AKD II, AKM I dan AKM II.

Deskripsi motivasi menjadi guru Akuntansi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dikategorikan memiliki motivasi menjadi guru Akuntansi yang tinggi (32 mahasiswa atau 40,51%). Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984 dalam Ali Imron, 1996:87).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Prestasi belajar Akuntansi Keuangan mahasiswa tidak berhubungan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Artinya, bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar Akuntansi Keuangan mahasiswa belum tentu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi. Ada faktor-faktor lain selain prestasi yang menyebabkan hubungan prestasi belajar Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi sangat rendah antara lain:(1) Kebutuhan pemenuhan diri bila menjadi guru sangat kurang misalnya gaji, gaji guru yang rendah menyebabkan mahasiswa lebih memilih bekerja di perusahaan dari pada menjadi guru Akuntansi walaupun kemampuan mengajar tinggi bahkan gaji guru kadangkala lebih rendah dari UMP meskipun guru S1 bahkan S2 tetapi gaji guru tetap kecil (sinar harapan, 21 november 2005 dalam sungkawati (2007:55), (2) Kebutuhan

memperoleh kekuasaan sangat kurang misalnya peluang kecil bagi peningkatan karir, peningkatan karir guru tidak secepat bila bekerja di perusahaan (http//:mentawai.org/pot9.htm), (3) Penghargaan terhadap guru sangat kurang, dahulu guru sangat dihormati namun terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat dimana segala amalan dinilai dari materi. Hal ini secara tidak langsung mengikis penghargaan terhadap guru (Pikiran Rakyat, 13 Juli 2004 dalam sungkawati (2007:55), (4) Tuntutan terhadap guru yang semakin tinggi, guru dituntut untuk menguasai banyak pengetahuan, tanggap terhadap perubahan misalnya guru harus selalu mengikuti perkembangan teknologi (Penabur Jakarta, 1 April 2004 dalam Sungkawati (2007:56).

3. Hubungan prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi

Dari hasil analisis, diketahui bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan ada hubungan antara prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi berhasil ditolak (Ha = ditolak). Artinya tidak ada hubungan antara prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Nilai rhitung sebesar 0,094 lebih kecil dari rtabel sebesar 0,224 dan angka probabilitasnya sebesar 0,411 yang lebih besar dari 0,05 atau nilai signifikansi < 5%. Hal ini berarti motivasi menjadi guru Akuntansi berhubungan dengan tinggi rendahnya prestasi PPL II.

Deskripsi prestasi PPL II menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dikategorikan memiliki prestasi PPL II yang baik (53

mahasiswa atau 67,09%). Prestasi belajar merupakan suatu kecakapan nyata yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil dari proses yang dilakukan dalam rangka menyiapkan diri untuk menambah pengetahuan yang hasilnya digunakan secara nyata dan dapat diukur dengan menggunakan alat yaitu tes. Hasil yang diperoleh merupakan aktualisasi diri yang dinyatakan dalam nilai hasil studi. Dengan demikian, dari nilai hasil studi dapat diketahui tinggi rendahnya prestasi belajar yang dicapai mahasiswa. Sebelum mahasiswa menjadi tenaga kependidikan yang professional, mahasiswa diberi bekal melalui latihan keterampilan yang disebut PPL. PPL ini bertujuan membentuk keterampilan mahasiswa dalam bidang keguruan. Mahasiswa yang memiliki keterampilan yang baik dalam mengajar dan memiliki kesiapan baik itu penguasaan materi maupun adanya sikap kependidikan yang mantap maka prestasi yang diperolehnya pun akan baik. Hal tersebut tercermin dari nilai PPL II mahasiswa yang sebagian besar dikategorikan baik.

Deskripsi motivasi menjadi guru Akuntansi menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dikategorikan memiliki motivasi menjadi guru Akuntansi yang tinggi (32 mahasiswa atau 40,51%). Motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan (Suryabrata, 1984 dalam Ali Imron, 1996:87).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Prestasi PPL II mahasiswa tidak berhubungan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi.

Artinya, bahwa tinggi rendahnya prestasi PPL II mahasiswa belum tentu meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi. Ada faktor-faktor lain selain prestasi yang menyebabkan hubungan prestasi Akuntansi Keuangan dengan motivasi menjadi guru Akuntansi sangat rendah antara lain:(1) Kebutuhan pemenuhan diri bila menjadi guru sangat kurang misalnya gaji, gaji guru yang rendah menyebabkan mahasiswa lebih memilih bekerja di perusahaan dari pada menjadi guru Akuntansi walaupun kemampuan mengajar tinggi bahkan gaji guru kadangkala lebih rendah dari UMP meskipun guru S1 bahkan S2 tetapi gaji guru tetap kecil (Sinar Harapan, 21 november 2005 dalam Sungkawati (2007:55), (2) Kebutuhan memperoleh kekuasaan sangat kurang misalnya peluang kecil bagi peningkatan karir, peningkatan karir guru tidak secepat bila bekerja di perusahaan (http//:mentawai.org/pot9.htm), (3) Penghargaan terhadap guru sangat kurang, dahulu guru sangat dihormati namun terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat dimana segala amalan dinilai dari materi. Hal ini secara tidak langsung mengikis penghargaan terhadap guru (Pikiran Rakyat, 13 Juli 2004 dalam Sungkawati (2007:55), (4) Tuntutan terhadap guru yang semakin tinggi, guru dituntut untuk menguasai banyak pengetahuan, tanggap terhadap perubahan misalnya guru harus selalu mengikuti perkembangan teknologi (Penabur Jakarta, 1 April 2004 dalam Sungkawati (2007:56).

4. Hubungan minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak, prestasi belajar Akuntansi Keuangan dan prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi

Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa ada hubungan antara variabel minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak, prestasi belajar Akuntansi Keuangan dan prestasi PPL II dengan motivasi menjadi guru Akuntansi. Hal ini didukung hasil perhitungan dari analisis regresi linier ganda yang menunjukkan nilai koefisien korelasi ganda (Rxy 123) = 0,686 sedangkan koefisien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,471.

Untuk mengetahui signifikan atau tidak, harga koefisien korelasi ganda (Rxy 1,2,3), maka digunakan uji F pada taraf signifikansi 5%. Harga Fhitung diperoleh sebesar 22,238 sedangkan Ftabel dengan df (3:75) pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,73. Dengan demikian Fhitung sebesar 22,238 lebih besar dari harga Ftabel sebesar 2,73.

Berdasarkan analisis data dengan menggunakan regresi linier ganda maka diperoleh persamaan regresi Y =10,994 + 0,570X1 – 0,066X2 + 0,020X3. Angka koefisien regresi tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel bebas (X1 dan X3) terhadap variabel terikat adalah positif. Artinya semakin tinggi minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak, semakin tinggi prestasi PPL II dan semakin tinggi pula motivasi menjadi guru Akuntansi. Sedangkan angka koefisien regresi menunjukkan bahwa hubungan variabel bebas (X2) dengan variabel terikat adalah

negatif. Artinya, semakin rendah prestasi belajar Akuntansi Keuangan mahasiswa, maka semakin tinggi motivasi menjadi guru Akuntansi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dengan sumbangan relatif sebesar 84,59%; kemudian diikuti dengan variabel bebas prestasi belajar Akuntansi Keuangan memberikan sumbangan relatif sebesar 11,42%; dan variabel bebas prestasi PPL II memberikan sumbangan relatif sebesar 3,99% terhadap variabel terikat motivasi menjadi guru Akuntansi sedangkan sumbangan efektif untuk variabel bebas minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak sebesar 39,84%; kemudian diikuti dengan variabel bebas prestasi belajar Akuntansi Keuangan memberikan sumbangan efektif sebesar 5,38%; dan variabel bebas prestasi PPL II memberikan sumbangan efektif sebesar 1,88% terhadap variabel terikat motivasi menjadi guru Akuntansi.

Berdasarkan deskripsi di atas mahasiswa perlu memperhatikan kedua variabel bebas yaitu minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak, dan prestasi PPL II. Kedua variabel tersebut dapat menunjang peningkatan motivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi. Dengan adanya minat, mahasiswa berusaha untuk tertarik pada bidang Akuntansi dan terdorong untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Mahasiswa yang mempunyai rasa suka terhadap pelajaran Akuntansi maka minat muncul dengan sendirinya didasari rasa suka atau rasa senang terhadap pelajaran tersebut dan mahasiswa akan memilih jurusan yang sesuai dengan bidangnya yaitu bidang Akuntansi. Mahasiswa yang berminat masuk

FKIP khususnya Program Studi Pendidikan Akuntansi dan memiliki keinginan untuk bergelut dalam bidang keguruan maka akan memotivasinya untuk menjadi seorang guru. Di FKIP, sebelum mahasiswa menjadi tenaga kependidikan yang professional, mahasiswa diberi bekal melalui latihan keterampilan yang disebut PPL. PPL ini bertujuan membentuk keterampilan mahasiswa dalam bidang keguruan. Mahasiswa yang memiliki keterampilan yang baik dalam mengajar dan memiliki kesiapan baik itu penguasaan materi maupun adanya sikap kependidikan yang mantap maka prestasi yang diperolehnya pun akan baik. Dengan adanya minat mahasiswa masuk Prodi P.Ak dan prestasi yang baik dalam PPL II akan memotivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi. Namun variabel prestasi belajar Akuntansi Keuangan tidak dapat menunjang peningkatan motivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi dimungkinkan karena adanya faktor lain yang menyebabkan prestasi Akuntansi Keuangan tidak dapat menunjang peningkatan motivasi mahasiswa untuk menjadi guru Akuntansi antara lain :(1) Kebutuhan pemenuhan diri bila menjadi guru sangat kurang misalnya gaji, gaji guru yang rendah menyebabkan mahasiswa lebih memilih bekerja di perusahaan dari pada menjadi guru Akuntansi walaupun kemampuan mengajar tinggi bahkan gaji guru kadangkala lebih rendah dari UMP meskipun guru S1 bahkan S2 tetapi gaji guru tetap kecil (Sinar Harapan, 21 november 2005 dalam Sungkawati (2007:55), (2) Kebutuhan memperoleh kekuasaan sangat kurang misalnya peluang kecil bagi

peningkatan karir, peningkatan karir guru tidak secepat bila bekerja di perusahaan (http//:mentawai.org/pot9.htm), (3) Penghargaan terhadap guru sangat kurang, dahulu guru sangat dihormati namun terjadi pergeseran nilai dalam masyarakat dimana segala amalan dinilai dari materi. Hal ini secara tidak langsung mengikis penghargaan terhadap guru (Pikiran Rakyat, 13 Juli 2004 dalam Sungkawati (2007:55), (4) Tuntutan terhadap guru yang semakin tinggi, guru dituntut untuk menguasai banyak pengetahuan, tanggap terhadap perubahan misalnya guru harus selalu mengikuti perkembangan teknologi (Penabur Jakarta, 1 April 2004 dalam Sungkawati (2007:56).

Dokumen terkait