• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Data

4.3.3 Pengujian Hipotesis

4.3.3.1 Uji Hipotesis Secara Simultan

Untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji F dengan langkah – langkah sebagai berikut :

Tabel 9: Analisis Varian (ANOVA) Sumber

Varian

Jumlah Kuadrat Df Kuadrat Tengah F hitung F tabel Regresi 3792286 3 1264095,316 5,567 4,76 Sisa 1362376 6 227062,654 Total 5154662 9

Sumber: Lampiran 2 dan 4

1. Untuk menguji pengaruh secara simultan (serempak) digunakan uji F dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Ho : 1 = 2 = 3 = 0

Secara keseluruhan variabel bebas tidak ada pengaruh terhadap variabel terikat.

Secara keseluruhan variabel bebas ada pengaruh terhadap variabel terikat.

b.  = 0,05 dengan df pembilang = 3 df penyebut = 6 c. F tabel ( = 0,05) = 4,76 d. F hitung = Rata - rata kuadrat regresi

Rata - rata kuadrat sisa 1264095,316

= --- = 5,567 227062,654

e). Daerah pengujian

Gambar 6.

Distribusi Kriteria Penerimaan/Penolakan Hipotesis Secara Simultan atau Keseluruhan

Ho diterima apabila F hitung ≤ 4,76 Ho ditolak apabila F hitung > 4,76 f) . Kesimpulan

Oleh karena F hitung = 5,567 > F tabel = 4,76 maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa secara keseluruhan

5,567

4,76

Daerah Penerimaan H0

Daerah Penolakan H0

variabel bebas yaitu Kurs Valas (X1), Tingkat Suku Bunga SBI

(X2), dan Penanaman Modal Asing (X3), berpengaruh secara

simultan dan nyata terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y).

4.3.3.2 Uji Hipotesis Secara Parsial

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas Kurs Valas (X1), Tingkat Suku Bunga SBI (X2), Penanaman Modal

Asing (X3),. Hasil penghitungan tersebut dapat dilihat dalam analisis

sebagai berikut :

Tabel 10 : Hasil Analisis Variabel Kurs Valas (X1), Tingkat Suku Bunga

SBI (X2), dan Penanaman Modal Asing (X3), terhadap Indeks

Harga Saham Gabungan.

Variabel Koefisien Regresi t hitung t tabel r

2 Parsial

Kurs Valas (X1) -0,057 -0,294 2,447 0,014

Tingkat Suku Bunga SBI (X2) -95,745 -1,633 2,447 0,308

Penanaman Modal Asing (X3) 0,047 2,468 2,447 0,504

Variabel terikat : Indeks Harga Saham Gabungan Konstanta : 1838,558

Koefisien Korelasi ( R ) : 0,858 R2 : 0,736 Sumber: Lampiran 3

Selanjutnya untuk melihat ada tidaknya pengaruh masing- masing variabel terhadap variable terikatnya, dapat dianalisa melalui uji t dengan ketentuan sebagai berikut :

a) Pengaruh secara parsial antara Kurs Valas (X1) terhadap

Indeks Harga Saham Gabungan (Y)

i. Ho : 1 = 0 (tidak ada pengaruh) Hi : 1 0 (ada pengaruh) ii.  = 0,05 dengan df = 6 iii. t hitung = ) (β Se β 1 1 = -0,294

iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,447 v. pengujian

Gambar 7

Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Faktor Kurs Valas (X1) terhadap

Indeks Harga Saham Gabungan(Y)

Sumber : lampiran 3

Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar -0,294 < t-tabel sebesar -2,447 Ho diterima dan Hi ditolak, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Kurs Valas (X1)

tidak berpengaruh secara nyata dan negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y). Hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Kurs Valas (X1) sebesar 0,779 yang lebih besar

dari 0.05.

Nilai r2 parsial untuk variabel Kurs Valas sebesar 0,014 yang artinya bahwa Kurs Valas (X1) secara parsial mampu

menjelaskan variabel terikat Indeks Harga Saham Gabungan(Y)

2,447 -2,447

Daerah Penerimaan Ho

Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho

sebesar 1,4 %, sedangkan sisanya 98,6 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.

b) Pengaruh secara parsial antara Tingkat Suku Bunga SBI (X2)

terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y)

Langkah-langkah pengujian :

i. Ho : 2 = 0 (tidak ada pengaruh)

Hi : 2 0 (ada pengaruh) ii.  = 0,05 dengan df = 6 iii. t hitung = ) (β Se β 2 2 = - 1,633

iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,447 v. pengujian

Gambar 8

Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Faktor

Tingkat Suku Bunga SBI (X2) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan(Y)

Sumber : Lampiran 3

Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar -1,633 < t tabel sebesar -2,447 maka Ho diterima dan Ha di tolak, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Tingkat Suku Bunga SBI (X2) tidak berpengaruh secara nyata negatif terhadap

Indeks Harga Saham Gabungan (Y).hal ini didukung juga dengan

Daerah Penerimaan Ho

Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho

nilai signifikansi dari Tingkat Suku Bunga SBI (X2) sebesar 0, 154

yang lebih besar dari 0.05.

Nilai r2 parsial untuk variabel Tingkat Suku Bunga SBI sebesar 0,308 yang artinya bahwa Tingkat Suku Bunga SBI (X2)

secara parsial mampu menjelaskan variabel terikat Indeks Harga Saham Gabungan (Y) sebesar 30,8 %, sedangkan sisanya 69,2 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.

c) Pengaruh secara parsial antara Penanaman Modal Asing (X3)

terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y)

Langkah-langkah pengujian :

i. Ho : 3 = 0 (tidak ada pengaruh)

Hi : 3 0 (ada pengaruh) ii.  = 0,05 dengan df = 6 iii. t hitung = ) (β Se β 3 3 = 2,468

iv. level of significani = 0,05/2 (0,025) berarti t tabel sebesar 2,447 v. pengujian

Gambar 9

Kurva Distribusi Hasil Analisis secara Parsial Penanaman Modal Asing (X3)

terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y)

Sumber : Lampiran 3 2,447 2,468 - 2,447 Daerah Penerimaan Ho Daerah Penolakan Ho Daerah Penolakan Ho

Berdasarkan pehitungan diperoleh t-hitung sebesar 2,468 > t tabel sebesar 2,447 maka Ho ditolak dan Ha diterima, pada level signifikan 5 %, sehingga secara parsial Faktor Penanaman Modal Asing (X3) berpengaruh secara nyata positif terhadap Indeks Harga

Saham Gabungan (Y). hal ini didukung juga dengan nilai signifikansi dari Penanaman Modal Asing (X3) sebesar 0,049 yang

lebih kecil dari 0.05.

Nilai r2 parsial untuk variabel Penanaman Modal Asing sebesar 0,504 yang artinya Penanaman Modal Asing (X3) secara

parsial mampu menjelaskan variabel terikat Indeks Harga Saham Gabungan (Y) sebesar 50,4 %, sedangkan sisanya 49,6 % tidak mampu dijelaskan oleh variabel tersebut.

Kemudian untuk mengetahui variabel mana yang berpengaruh paling dominan tiga variabel bebas terhadap Indeks Harga Saham Gabungan: Kurs Valas (X1), Tingkat Suku Bunga

SBI (X2), dan Penanaman Modal Asing (X3) dapat diketahui

dengan melihat koefisien determinasi parsial yang paling besar, dimana dalam perhitungan ditunjukkan oleh variabel Penanaman Modal Asing dengan koefisien determinasi parsial (r2) sebesar 0,504 atau sebesar 50,4 %.

4.3.4 Pembahasan

Dengan melihat hasil regresi yang didapat maka peneliti dapt mengambil kesimpulan bahwa untuk Indeks Harga Saham Gabungan:

Kurs Valas tidak berpengaruh secara nyata (tidak signifikan) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kurs valas akan mengurangi kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indeks Harga Saham Gabungan sehingga Investor akan cenderung mengalihkan investasinya dalam bentuk lain seperti tingkat suku bunga.

Tingkat Suku Bunga SBI tidak berpengaruh secara nyata (tidak signifikan) negative terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Hal ini disebabkan karena Indeks Harga Saham Gabungan dipengaruhi oleh permintaan investor yang membeli saham di bursa saham. Investor lebih mengerti investasi apa yang lebih bagus dan tidak selalu melakukan satu investasi saja yakni melakukan investasi di bursa saham tetapi sekarang banyak pilihan untuk melakukan investasi dengan membeli perhiasan atau emas ini juga merupakan alternative lain untuk berinvestasi.

Penanaman Modal Asing berpengaruh secara nyata (signifikan) terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Hal ini disebabkan karena meningkatnya Penanaman Modal Asing akan meningkatkan kemampuan perusahan yang go publik di bursa saham untuk meningkatkan pembelian, perbelanjaan dan pertambahan stok barang – barang yang belum terjual, sehingga mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat dan berkembang yang berarti kemauan investor untuk menanamkan modalnya semakin meningkat.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Setelah dilakukan uji statistik untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel bebas Kurs Valas (X1), Tingkat Suku Bunga SBI (X2), dan

Penanaman Modal Asing (X3), dan terhadap variabel terikatnya Indeks

Harga Saham Gabungan(Y) diperoleh F hitung > F table, maka Ho ditolak dan Hi diterima, yang berati bahwa secara keseluruhan faktor- faktor variabel bebas berpengaruh secara simultan dan nyata terhadap Indeks Harga Saham Gabungan.

2. Pengujian secara parsial atau individu Kurs Valas (X1) terhadap Indeks

Harga Saham Gabungan (Y). Diketahui hasil perhitungan secara parsial diperoleh t hitung > t tabel , maka Ho diterima dan Hi ditolak pada level signifikan sehingga secara parsial Kurs Valas (X1) tidak berpengaruh

secara nyata dan negatif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y). Hal ini disebabkan karena meningkatnya kurs akan mengurangi kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indeks Harga Saham Gabungan sehingga Investor akan cenderung mengalihkan investasinya dalam bentuk lain seperti tingkat suku bunga.

3. Pengujian secara parsial atau individu Tingkat Suku Bunga SBI (X2)

terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y). Diketahui hasil perhitungan secara parsial diperoleh t hitung < t tabel , maka Ho diterima dan Hi ditolak, pada level signifikan sehingga secara parsial Tingkat Suku Bunga SBI (X2) tidak berpengaruh secara nyata negative terhadap Indeks Harga

Saham Gabungan (Y). Hal ini disebabkan karena Investor lebih mengerti investasi apa yang lebih bagus dan tidak selalu melakukan satu investasi saja yakni melakukan investasi di bursa saham tetapi sekarang banyak pilihan untuk melakukan investasi dengan membeli perhiasan atau emas ini juga merupakan alternative lain untuk berinvestasi.

4. Pengujian secara parsial atau individu Penanaman Modal Asing (X3)

terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (Y). Diketahui hasil perhitungan secara parsial diperoleh t hitung > t tabel , maka Ho ditolak dan Hi diterima pada level signifikan sehingga secara parsial Penanaman Modal Asing (X3) berpengaruh secara nyata positif terhadap Indeks Harga Saham

Gabungan (Y). Hal ini disebabakan karenameningkatnya Penanaman Modal Asing akan meningkatkan kemampuan perusahan yang go publik di bursa saham untuk meningkatkan pembelian, perbelanjaan dan pertambahan stok barang – barang yang belum terjual, sehingga mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin meningkat dan berkembang yang berarti kemauan investor untuk menanamkan modalnya semakin meningkat.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka berikut ini diketahui beberapa saran sebagai bahan pertimbangan sebagai berikut :

1. Pemerintah membuat kebijakaan moneter agar menjaga perkembangan ekonomi makro tetap stabil agar banyak investor yang masuk untuk menanamkan modalnya.

2. Pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan peraturan atau kebijakaan agar tidak mempersulit perizinan dan menetapkan Tingkat Suku Bunga agar lebih banyak lagi Investor maupun pengusaha untuk menanamkan modalnya dan memperoleh modal dengan mudah.

Pasar Modal Indonesia. Jakarta : P.T. Bursa Efek Jakarta.

Ajayi, R.A dan M. Mougoue. 1996. On The Dynamic Relation Between Stock

Process and Exchange Rate. Journal Of Finance Researc. 19:193-207.

Algifari. 2000. Analisis Statistik Untuk Bisnis Dengan Regresi, Korelasi dan Non

Parametrik. Edisi Pertama. Yogyakarta : STIE YKPN.

Anoraga, Panji dan Piji Pakarti. 2001. Pengantar Pasar Modal. Jakarta : PT.

Rineka Cipta.

Avonti, Amos Amoroso dan Hudi Prawoto. 2004. Analisis Pengaruh Nilai Tukar

Rupiah/US$ dan Tingkat Suku Bunga SBI Terhadap Indeks Harga Saham

Gabungan di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi Bisnis. Vol. III No. 5.

Budiono. 1998. Ekonomi Moneter. Seri Sinopsis. Pengantar Ilmu Ekonomi Edisi

3. Penerbit BPFE. Yogyakarta.

Fama, E.F. dan K.R. French. 1992. The Cross Section Of Expected Stock Returns.

Journal Of Finance. 47:427-465.

Gupta, Jyoti P., Alian Chevalier and Fran Sayekt. 2000. The Causality Between

Interest Rate, Exchange Rate and Stock Price in Emerging Market : The

Case Of The Jakarta Stock Exchange. Working Paper Series. EFMA 2000.

Athens.

Hasan, M. Iqbal. 2003. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 Z(Statistik inferensif).

Jakarta : Bumi Aksara.

Kuncoro, Mudrajad. 1996. Manajemen Keuangan Intenrasional. Yogyakarta :

BPFE.

Lee, SB. 1992. Causal Relations Among Stock Return, Interest Rate, Real

Activity, and Inflation. Journal Of Finance. 47 : 1591-1603.

Returns and Macroeconomic Variables in Emerging Markets. Russian and

East European Finance and Trade. 36 : 35-53

Nopirin. 1992. Ekonomi Moneter Edisi 4. Penerbit BPFE. Yogyakarta

Sa’adah, Siti dan Yunia Panjaitan. 2006. Interaksi Dinamis Antara Harga Saham

Dengan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika Serikat. Jurnal

Ekonomi dan Bisnis. Pp. 46-62.

Santoso, Singgih dan Flandy Tjiptono. 2004. Riset Pemasaran : Konsep dan

Aplikasi Dengan SPSS. Jakarta : PT. Elex Media Komputer.

Sitinjak, Elyzabeth Lucky Maretha dan Widuri Kurniasari. 2003. Indikator-

Indikator Pasar Saham dan Pasar Uang Yang Saling Berkaitan Ditinjau

dari Pasar Saham Sedang Bullish Dan Bearish. Jurnal Riset Ekonomi dan

Manajemen. Vol. 3 No. 3.

Sudjana. 2002. Metode Statistika. Bandung : Tarsito.

Sudjono. 2002. Analisis Keseimbangan dan Hubungan Simultan Antara Variabel

Ekonomi Makro Terhadap Indeks Harga Saham di BEJ dengan Metode

VAR (Vector Autoregression) dan ECM (Error Correction Model). Jurnal

Riset Ekonomi dan Manajemen. Vol. 3 No. 3.

Sugiyono. 2005. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Sukirno, Sardono, 1994, Pengantar Teori Makro Ekonomi, Edisi 3, PT Raja

Grafindo Persada, Surabaya.

Tandelilin, Eduardus, 2001, Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio, Edisi

Pertama, BPFE, Yogyakarta.

Website Bank Indonesia. www.bi.go.id

Dokumen terkait