• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUJIAN HIPOTESIS DESKRIPSI (SATU SAMPEL) 99

PENGUJIAN HIPOTESIS

DESKRIPSI (SATU SAMPEL)

P

engujian hipotesis deskriptif pada dasarnya merupakan proses pengujian generalisasi hasil penelitian yang didasarkan pada satu sampel. Kesimpulan yang dihasilkan nanti adalah apakah hipote-sis yang diuji itu dapat digeneralisasikan. Dalam pengujian ini variabel penelitiannya bersifat mandiri, dan sampelnya hanya 1, oleh karena itu hipotesis penelitian tidak berbentuk perbandingan ataupun hubungan antardua variabel atau lebih.

Terdapat beberapa macam teknik statistik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis tersebut yang mencakup statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Digunakan statistik parametrik bila data yang akan dianalisis berbentuk interval atau rasio, sedangkan bila da-tanya berbetuk nominal atau ordinal, maka dapat digunakan statistik nonparametrik. Statistik parametrik bekerja dengan asumsi bahwa data yang akan dianalisis berdistribusi normal, sedangkan untuk statistik nonparametrik distribusi data yang akan dianalisis adalah bebas. Baik statistik parametrik maupun nonparametrik, selalu berasumsi bahwa sampel yang digunakan sebagai sumber data diambil secara random.

A. STATISTIK PARAMETRIK

Statistik parametrik yang dapat digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif bila datanya interval atau rasio adalah t-test 1 sampel. Se-benarnya terdapat dua rumus yang dapat digunakan untuk pengujian,

yaitu rumus t dan z. Rumus z digunakan bila simpangan baku populasi diketahui, dan rumus t bila simpangan baku populasi tidak diketahui sehingga diduga dengan simpangan baku sampel.

Terdapat dua macam pengujian hipotesis deskriptif, yaitu dengan uji dua pihak (two tail test) dan uji satu pihak (one tail test). Uji satu pi-hak ada dua macam, yaitu uji pipi-hak kanan dan uji pipi-hak kiri. Jenis uji mana yang akan digunakan tergantung pada bunyi kalimat hipotesis.

Rumus yang digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif (satu sampel) data interval atau rasio adalah seperti yang tertera dalam ru-mus 5.1. 0 X − µ = t S n ...Rumus 5.1 Di mana:

t = Nilai t yang dihitung, selanjutnya disebut t hitung X = Rata-rata X

μ0 = Nilai yang hipotesiskan s = Simpangan Baku sampel n = Jumlah anggota populasi

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis deskriptif: 1. Buatlah Ha dan Ho dalam bentuk kalimat.

2. Buatlah Ha dan Ho dalam model statistik 3. Hitung rata-rata data.

4. Hitung simpangan baku dengan menggunakan rumus simpangan baku sampel.

5. Hitung harga t.

6. Melihat harga t-tabel dengan dk = n – 1 dan juga diketahui apakah pengujian dengan menggunakan uji pihak kiri, pihak kanan atau uji dua pihak

7. Bandingkan harga t-hitung dengan t-tabel dengan ketentuan jika t-hitung lebih besar dari t-tabel (t-hitung > t-tabel), maka Ho di-tolak atau Ha diterima dan jika t-hitung lebih kecil dari t-tabel (t-hitung < t-tabel), maka Ho diterima dan Ha ditolak.

8. Membuat keputusan pengujian hipotesis. 1. Uji Dua Pihak (Two Tail Test)

Uji dua pihak digunakan bila hipotesis nol (Ho) berbunyi “sama dengan” dan hipotesis alternatifnya (Ha) berbunyi “tidak sama dengan” (Ho =: Ha ≠)

Contoh Rumusan Hipotesis:

Hipotesis nol : Daya tahan berdiri guru SMA tiap hari sama de-ngan 8 jam

Hipotesis alternatif: Daya tahan berdiri guru SMA tiap hari tidak sama dengan 8 jam.

Ho: μ = 8 jam. Ha: μ ≠ 8 jam. Contoh Penerapan:

Dilakukan penelitian terhadap kualitas mengajar guru dengan kriteria standar kualitas mengajar guru adalah 70%. Jumlah sampel penelitian adalah 61 orang guru. Jumlah angket penelitian ada 15 butir dengan pilihan jawaban A,B,C dan D. pilihan ini kemudian diberi nilai sebagai berikut: pilihan A (sangat baik) diberi skor 4, pilihan B (Baik) diberi skor 3, pilihan C (cukup baik) diberi skor 2 dan pilihan D (kurang Baik) diberi skor 1. Adapun data yang diperoleh sebagai berikut.

59 60 58 59 60 58 60 59 50 60 59 50 60 59 58 50 59 60 59 60 59 50 60 60 60 60 60 50 59 60 60 60 59 60 60 60 60 60 60 60 50 60 60 60 59 60 60 60 60 58 60 58 50 58 60 60 58 60 60 60 60

Sebelum melakukan perumusan hipotesis, maka terlebih dahulu dihi-tung nilai rata-rata yang akan dihipotesiskan (μ0)

Jumlah nilai idea = jumlah butir angket × jumlah pilihan × jumlah sampel

= 15 × 4 × 61 = 3.660

Rata-rata ideal = Jumlah Nilai IdealJumlah Sampel = 366061

= 60

Jadi, 70% dari rata-rata skor ideal adalah = 70% × 60

= 0,7 × 60

= 42 atau μ0 = 42

Langkah-langkah menjawab:

1. Karena kita akan melakukan uji dua pihak, maka hipotesis yang

akan kita uji adalah hipotesis dua pihak sebagai berikut: Hipotesis penelitian:

Ha: Kualitas mengajar guru tidak sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal.

Ho: kualitas mengajar guru sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal.

Hipotesis statistik: Ho: μ0 = 42 Ha: μ0 ≠42

2. Menghitung standar deviasi dan rata-rata, dari perhitungan dengan menggunakan rumus standar deviasi sampel maka didapat standar deviasi sebesar 3,14 dan rata-rata sebesar 58,443.

3. Menghitung nilai t-hitung dengan rumus: 0 58,443 42 3,14 61 41,1075 41 − µ = − = = = X t S n

4. Dengan taraf signifikansi 0,05 dan db = n - 1; db = 61 - 1 = 60 dan uji dua pihak didapat t-tabel = 2,000.

5. Menentukan kriteria pengujian, adapun kriteria pengujian dua pi-hak sebagai berikut:

Jika, −ttabelthitung ≤ +ttabelmaka Ho diterima dan Ha ditolak. 6. Membandingkan antara t-hitung dan t-tabel.

ternyata: -2,000 < 41 > 2,000 , maka Ho ditolak dan Ha diterima.

7. Kesimpulan

Ha: Kualitas mengajar guru tidak sama 70% dari rata-rata nilai ideal diterima, sedangkan

Ho: Kualitas mengajar guru sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal ditolak.

2. Uji Satu Pihak (One Tail Test) a. Uji Pihak Kiri.

Contoh rumusan hipotesis:

Hiotesis nol : Kualitas mengajar guru paling tinggi 70% dari

rata-rata nilai ideal.

Hipotesis alternatif : Kualitas mengajar guru paling rendah atau sama dengan 70% dari rata-rata nilai ideal

Hipotesis statistiknya: Ho = 70%

Ha < 70% Contoh Penerapan:

Untuk data pada contoh uji dua pihak di atas, maka tentukan jawaban hipotesis untuk uji pihak kiri.

Langkah-langkah menjawab: 1. Hipotesis dalam uraian kalimat

Ho: Kualitas mengajar guru adalah 70% dari rata-rata nilai ideal Ha: Kualitas mengajar guru paling tinggi 70% dari rata-rata nilai

ideal.

2. Hipotesis model statistik Ho: μ0 = 70%

Ha: μ0 < 70%

3. Standar deviasi dan rata-rata dari perhitungan sebelumnya didapat s= 3,14 dan X= 58,443

4. Nilai t-hitung

Nilai t-hitung adalah sama untuk masing-masing uji, baik itu uji pi-hak kiri , kanan atau uji dua pipi-hak. Dari perhitungan uji dua pipi-hak di atas didapat nilai t-hitung adalah 41.

5. Dengan taraf signifikan 0,05, db = 60 dan uji pihak kiri maka di-dapat t-tabel sebesar 1,671

6. Kriteria pengujian.

Untuk uji pihak kiri kriteria pengujiannya adalah Jika −ttabelthitungmaka Ho diterima dan Ha ditolak 7. Membandingkan t-hitung dengan t-tabel

Didapat t-hitung = 41 dan t-tabel = 1,671 ternyata – ttabel < thitung atau –1,671< 41, maka Ho diterima dan Ha ditolak

8. Kesimpulan

Ha yang menyatakan kualitas mengajar guru paling tinggi 70% dari rata-rata niai ideal ditolak.

Adapun Ho yang menyatakan kualitas mengajar guru adalah 70% dari rata-rata ideal diterima.

b. Uji Pihak Kanan. Contoh Rumusan Hipotesis:

Hipotesis nol : Kualitas mengajar guru adalah 70% dari rata-rata nilai ideal

Hipotesis alternatif : Kualitas mengajar guru lebih dari 70% dari ra-ta-rata nilai ideal.

Ho: μ0 = 70% Ha: μ0 < 70% Contoh penerapan:

Untuk contoh penelitian pada uji dua pihak, ujilah hipotesis dengan menggunakan uji pihak kanan.

Langkah-langkah menjawab: 1. Hipotesis dalam bentuk kalimat

Ho: Kualitas mengajar guru adalah 70% dari rata-rata nilai ideal Ha: Kualitas mengajar guru paling rendah 70% dari rata-rata nilai

ideal 2. Hipotesis statistik

Ho: μ0 = 70% Ha: μ0 < 70%

3. Standar deviasi dan rata-rata dari perhitungan sebelumnya didapat s = 3,14 dan X = 58,443

4. Mencari t-hitung dari perhitungan sebelumnya didapat t-hitung = 41

5. Mencari t-tabel

Nilai t-tabel untuk uji pihak kanan dan uji pihak kiri adalah sama, jadi nilai t-tabel untuk uji pihak kanan adalah 1,671

6. Kriteria pengujian

Kriteria pengujian untuk uji pihak kanan adalah: Jika +ttabelthitung, maka Ho ditolak dan Ha diterima 7. Bandingkan t-hitung dengan t-tabel

Didapat t-hitung = 41 dan t-tabel 1,671, maka +ttabel <thitung atau +1671 < 41, maka Ho ditolak dan Ha diterima.

8. Kesimpulan

Ha: Kualitas mengajar guru lebih dari 70% dari rata-rata nilai ideal diterima, sedangkan

Ho: Kualitas mengajar guru adalah 70% dari rata-rata ideal dito-lak.

Dokumen terkait