HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Frekuensi Jawaban Responden
4.5 Pengujian Hipotesis
4.5.1 Uji Signifikansi Serempak (Uji-F)
Berdasarkan Tabel 4.15 diketahui bahwa nilai fhitung sebesar 18,773 > dari
ftabel 2,723 dan dengan nilai Sig. Yang lebih kecil dari nilai alpha (0,000 , 0,05), berdasarkan kriteria pengujian hipotesis jika fhitung > ftabel maka H0 ditolak dan H1
diterima, artinya variabel bebas yang terdiri dari Harga (X1), Kepercayaan (X2) dan Kualitas informasi (X3) secara serempak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) di situs online Bukalapak.
Tabel 4.15
Uji F Signifikansi Serempak (Uji - F)
ANOVAa
b. Predictors: (Constant), Kualitas_Informasi, Kepercayaan, Harga Sumber: Lampiran 21
4.5.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji – t) Tabel 4.16
Berdasarkan Tabel 4.16 dapat dilihat bahwa:
1. Diketahui nilai koefisien regresi Harga (X1) adalah 0,305 bernilai positif, hal ini berarti variabel Harga berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian.
Nilai probabilitas dan koefisien regresi harga adalah 0,056. Karena nilai
probabilitas dan koefisien produk besar dari 0,05 (0,056 > 0,05 ) maka variabel Harga berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
2. Diketahui nilai koefisien regresi Kepercayaan (X2) adalah 0,191 bernilai positif, hal ini berarti variabel kepercayaan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Nilai probabilitas dan koefisien regresi produk adalah 0,196. Karena nilai probabilitas dan koefisien produk besar dari 0,05 (0,196 >
0,05) maka variabel kepercayaan berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
3. Diketahui nilai koefisien regresi Kualitas Informasi (X3) adalah 0,484 bernilai positif, hal ini berarti variabel kepercayaan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Nilai probabilitas dan koefisien regresi produk adalah 0,001. Karena nilai probabilitas dan koefisien produk kecil dari 0,05 (0,000 <
0,05) maka variabel kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
4.5.3 Uji Koefisiensi Determinasi (R2) Tabel 4.17 Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .650a .422 .400 1.77089
a. Predictors: (Constant), Kualitas_Informasi, Kepercayaan, Harga Sumber: Lampiran 23
Berdasarkan Tabel 4.17 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square 0,400 berarti 40,0 persen variasi faktor – faktor keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel harga, kepercayaan, kualitas informasi. Sedangkan
sisanya 60,0 persen dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.
4.6 Pembahasan
4.6.1 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koefisien X1 = 0,305. Ini menunjukkan bahwa variabel Harga (X1) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian BukaLapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Jika variabel Harga (X1) meningkat maka Keputusan Pembelian juga akan meningkat sebesar 0,305. Secara parsial variabel Harga berpengaruh tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian, hal ini terlihat dari signifikan (0,056) ≥ 0,05. Hasil analisis pernyataan sebagian besar responden setuju bahwa harga yang ditawarkan Bukalapak sesuai dengan manfaat. Hal itu sesuai yang dikemukakan oleh ahli. Menurut Kotler & Armstrong (2008) pengertian harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk sejumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Harga merupakan salah satu faktor penentu yang mempengaruhi pilihan pembelian oleh konsumen. Apabila harga yang ditawarkan sesuai dengan manfaat dan kualitas yang di harapkan konsumen, maka semakin tinggi minat konsumen dalam melakukan pembelian.
Berdasarkan hasil penelitian, harga yang tidak lebih murah dibandingkan e-commerce lain merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan karena cukup banyak responden yang tidak setuju pada pertanyaan mengenai harga produk pada situs BukaLapak lebih murah dibandingkan dengan harga pada e-commerce lain, mengingat banyaknya saingan dari Bukalapak saat ini, kebanyakan responden
yang merupakan mahasiswa lebih memilih Shopee sebagai e-commerce dengan harga yang lebih murah dibandingkan Bukalapak. Harga digunakan konsumen untuk memutuskan cara mendapatkan manfaat dan nilai dari daya belinya. Oleh karena itu, harga yang ditawarkan harus terjangkau oleh konsumen terutama pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, mengingat untuk standar mahasiswa sendiri umumnya lebih memilih e-commerce yang menawarkan harga yang murah dan memberikan diskon pada pembelian produk.
Hal ini dikarenakan kebanyakan mahasiswa saat ini masih belum memiliki pendapatan sendiri dan masih meminta kepada orang tua, sehingga harga yang mahal akan membuat mahasiswa menjadi enggan dalam membeli produk tersebut.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Sudjatmika (2017) dengan judul “Pengaruh Harga, Ulasan produk, Kemudahan dan Keamanan terhadap Keputusan Pembelian di Tokopedia.com. Dalam hal ini menunjukkan bahwa harga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
4.6.2 Pengaruh Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koefisien X2 = 0,191. Ini menunjukkan bahwa variabel Kepercayaan (X2) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian BukaLapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Jika variabel Kepercayaan (X2) meningkat satu satuan maka Keputusan Pembelian akan meningkat sebesar 0,191. Secara parsial variabel Kepercayaan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,196) > 0,05 . Menurut Setiadi (2010) Kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki
seseorang terhadap sesuatu. Kepercayaan merupakan salah satu dari faktor psikologis dalam mempengaruhi perilaku konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BukaLapak belum bisa memberikan rasa kepercayaan yang baik kepada pelanggannya. Pada e-commerce Bukalapak tidak membuat deskripsi produk secara detail yang menyebabkan konsumen merasa ragu melakukan pembelian pada situs Bukalapak. Hal itu juga bisa berdampak pada kepercayaan konsumen. Hal ini terlihat dari distribusi jawaban pada variabel kepercayaan dimana pada pertanyaan ketiga banyak responden yang adalah mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU tidak setuju bahwa BukaLapak memiliki tanggung jawab atas pengiriman produk sampai ke konsumen dengan tepat waktu. Hal ini menunjukkan bahwa masih belum bertanggung jawabnya BukaLapak dalam melakukan pengiriman secara tepat waktu sehingga membuat mahasiswa lebih memiliki e-commerce lain seperti Shopee yang umumnya pengiriman produk sesuai dengan waktu yang tertera pada aplikasinya. Begitu juga pada pertanyanyaan keempat yaitu produk yang dipesan di situs BukaLapak sesuai dengan harapan, dimana beberapa konsumen memiliki jawaban kurang setuju dengan pertanyaan tersebut, dikarenakan beberapa konsumen merasa kecewa dengan produk yang diterima karena tidak sesuai dengan yang diharapkan. dalam hal ini BukaLapak sendiri harus lebih meningkatkan bagaimana pelayanannya terhadap pelanggan karena dengan pelanggan tidak memiliki rasa percaya kepada Bukalapak maka akan menurunkan niatnya untuk melakukan pembelian produk pada Bukalapak. Hal ini tentunya akan merugikan Bukalapak sendiri karena di era sekarang ini dimana responden
yang adalah mahasiswa dan mahasiswi akan menyebarkan kekecewaannya jika tidak sesuai dengan harapan melalui media sosial dan ini akan berakibat buruk pada Situs Bukalapak sendiri. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam menggunakan layanan e-Commerce, yakni mudah dan dapat bertransaksi di mana saja serta pilihan barang lebih bervariasi. Barang lama sampai, produk tidak sesuai keinginan dan penipuan menjadi salah satu kerugian dan masalah yang di hadapai layanan belanja online.
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Baskara (2014) dengan judul “Pengaruh Kepercayaan, Keamanan, Kualitas pelayanan dan Persepsi akan Risiko terhadap Keputusan Pembelian melalui situs jejaring sosial pada mahasiswa di kota Semarang. Dalam hal ini menunjukkan bahwa kepercayaam berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
4.6.3 Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Keputusan Pembelian
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Koefisien X3 = 0,484. Ini menunjukkan bahwa variabel Kualitas Informasi (X3) berpengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian BukaLapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Jika variabel Kualitas Informasi (X3) meningkat satu satuan maka Keputusan Pembelian akan meningkat sebesar 0,484. Secara parsial variabel Kualitas Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,001) < 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Informasi yang baik akan meningkatkan keputusan pembelian pada Bukalapak karena dengan semakin jelas
informasi yang diberikan maka akan membuat konsumen paham bagaimana spesifikasi dan manfaat dari produk tersebut. Kualitas Informasi adalah sebagai persepsi pelanggan terhadap kualitas informasi tentang produk atau layanan yang disediakan oleh sebuah website. Semakin berkualitas informasi yang diberikan kepada pembeli online, maka akan semakin tinggi minat pembeli online untuk membeli produk tersebut. Pada website kualitas informasi yang disajikan juga dapat menentukan konsumen untuk melakukan pembelian. Informasi tersebut sebaiknya berguna dan relevan dalam memprediksi kualitas dan kegunaan produk atau jasa. Untuk memuaskan kebutuhan informasi konsumen atau pembeli online, informasi produk dan jasa harus up-to-date, membantu pembeli online dalam membuat keputusan, konsisten, dan mudah dipahami.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari (dalam Ilham, 2015) menemukan bahwa kualitas informasi mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil ini mengindikasikan bahwa dengan adanya informasi yang up-to-date, konsisten, mudah dipahami sangat membantu konsumen dalam melakukan keputusan pembelian secara online.