• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH RAHMAD FADLY SIREGAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH RAHMAD FADLY SIREGAR"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH HARGA, KEPERCAYAAN, DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI SITUS BUKALAPAK

PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

OLEH

RAHMAD FADLY SIREGAR 140502082

PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2019

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

PENGARUH HARGA, KEPERCAYAAN, DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ONLINE DI SITUS

BUKALAPAK.CO.ID PADA MAHASISWA/I FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS

SUMATERA UTARA

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Harga, Kepercayaan dan Kualitas Informasi terhadap Keputusan Pembelian secara online di situs BukaLapak.co.id Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang masih aktif kuliah. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi linier berganda. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan daftar pertanyaan yang pengukurannya menggunakan skala Likert. Data diolah secara statistik dengan program SPSS for windows, yaitu model uji t, uji f dan koefisien determinan (R2).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara serempak Harga, Kepercayaan dan Kualitas Informasi berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian.

Secara parsial, variabel harga dan kepercayaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Kualitas Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian.

Kata kunci: Harga, Kepercayaan, Kualitas Informasi, Keputusan Pembelian

(6)

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF PRICE, TRUST, AND INFORMATION QUALITY ON THE DECISION TO PURCHASE ONLINE AT THE BUKALAPAK

WEBSITE IN COLLEGE STUDENTS OF THE ECONOMIC AND BUSINESS FACULTY OF UNIVERSITY

OF NORTH SUMATERA

The purpose of this study was to determine and analyze the influence of Price, Trust and information quality on the Decision to Purchase online at the BukaLapak website in College Students of the Faculty of Economics and Business, University of North Sumatra. This research was conducted at the Students of the Faculty of Economics and Business, University of North Sumatra.

The population in this study were students of the Faculty of Economics and Business, University of North Sumatra who were still actively studying. The sampling technique in this study was accidental sampling. The analytical method used is descriptive analysis method and multiple linear regression analysis method. This type of research is associative research and the data used are primary data and secondary data obtained through the study of documentation and a list of questions whose measurements use a Likert scale. Data is processed statistically using the SPSS for Windows program, namely the t test model, f test and determinant coefficient (R2). The results of this study indicate that simultaneously Price, Trust and Quality Information have a significant effect on Purchasing Decisions. Partially, Price and Trust variable has a positive and not significant effect on purchasing decisions. Quality Information have a positive and significant effect on Purchasing Decisions.

Keywords: Price, Trust, Information Quality, Purchasing Decision

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini guna memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Skripsi ini berjudul “Pengaruh Harga, Kepercayaan, dan Kualitas Informasi Terhadap Keputusan Pembelian Di Situs Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.”

Peneliti menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. Peneliti mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua peneliti, yakni Ayahanda Harris Muda Siregar dan Ibunda Emmina Sari Harahap yang telah memberikan masukan, dukungan, dan doa dalam penyelesaian skripsi ini. Peneliti juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE, M.Si, dan Bapak Doli Muhammad Jafar Dalimunthe, SE, M.Si, selaku Ketua/Sekretaris Departemen dan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Arlina Nurbaity Lubis, SE, MBA, selaku Dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan dan saran dalam penulisan skripsi ini.

4. Bapak Liasta Ginting, SE, M.Si, dan Ibu Dr. Beby Karina Fawzeea Sembiring , SE, MM, selaku Dosen Penguji I dan Dosen Penguji II yang telah membantu

(8)

dan memberikan saran untuk kesempurnaan dalam pengerjaan skripsi ini 5. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas

Sumatera utara untuk segala jasa-jasanya selama masa perkuliahan.

6. Kepada saudara-saudara terkasih, yaitu kakak Khairun Nisyah Siregar, adek Rizky Andika Siregar yang senantiasa mendoakan, memberi semangat, sehingga peneliti dapat menyelesaikan perkuliahan.

7. Sahabat-sahabat terbaik peneliti: Fachrul Husyairy, Sonia Nadia Aisyah, Ihsanul Anhar Tanjung, Muhammad Zulfikar, Seka Widiarti, Welly Agganda, Reza Arisandy Sinaga, M. Igo, Ahmad Riza Siregar, Khairul Arifanto, Ainun Najib, Abang Alfifto, Aziz dan Denis

8. Terima kasih kepada teman-teman seperjuangan jurusan Manajemen stambuk 2014 yang telah memberikan semangat dan dukungan kepada peneliti yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat memberikan balasan atas kebaikan-kebaikan yang telah diberikan kepada peneliti baik di dunia maupun di akhirat kelak. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu peneliti mengharapkan saran dan masukan yang membangun dari pembaca untuk perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang.

Medan, Maret 2019 Peneliti,

Rahmad Fadly Siregar 140502082

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 9

1.3 Tujuan Penelitian ... 9

1.4 Manfaat Penelitian ... 10

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 11

2.1 Uraian Teoritis ... 11

2.1.1 Pemasaran Online ... 11

2.1.2 Belanja Online ... 12

2.1.3 Media Belanja Online ... 13

2.2 Harga ... 15

2.2.1 Pengertian Harga ... 15

2.2.2 Strategi Penetapan Harga ... 16

2.2.3 Tujuan Penetapan Harga ... 17

2.2.4 Indikator Harga ... 19

2.3 Kepercayaan ... 19

2.3.1 Pengertian Kepercayaan ... 19

2.3.2 Faktor yang mempengaruhi Kepercayaan ... 21

2.4 Kualitas Informasi ... 23

2.5 Keputusan Pembelian ... 26

2.5.1 Pengertian Keputusan Pembelian ... 26

2.5.2 Proses Keputusan Pembelian ... 27

2.6 Penelitian Terdahulu ... 29

2.7 Kerangka Konseptual ... 31

2.8 Hipotesis ... 32

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

3.1 Jenis Penelitian ... 34

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 34

3.3 Batasan Operasional ... 34

3.4 Operasionalisasi Variabel ... 34

3.5 Skala Pengukuran Variabel ... 36

3.6 Populasi dan Sampel ... 37

3.6.1 Populasi ... 37

3.6.2 Sampel ... 37

(10)

3.7 Jenis Data Penelitian ... 39

3.8 Metode Pengumpulan Data ... 39

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 40

3.9.1 Uji Validitas ... 40

3.9.2 Uji Reliabilitas ... 42

3.10 Analisis Regresi Linier Berganda ... 43

3.11 Uji Asumsi Klasik ... 43

3.11.1 Uji Normalitas ... 43

3.11.2 Uji Heteroskedatisitas ... 44

3.11.3 Uji Multikolineritas ... 44

3.12 Uji Hipotesis ... 45

3.12.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik-F) ... 45

3.12.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik-t) ... 46

3.12.3 Koefisien Determinasi ... 46

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Gambaran Umum Bukalapak ... 47

4.2 Hasil Penelitian ... 47

4.2.1 Analisis Desktiptif Responden ... 47

4.3 Analisis Regresi Linier Berganda ... 62

4.4 Uji Asumsi Klasik ... 63

4.4.1 Uji Normalitas ... 63

4.4.2 Uji Multikolinearitas ... 65

4.4.3 Uji Heteroskedastisitas ... 66

4.5 Pengujian Hipotesis ... 67

4.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ... 67

4.5.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) ... 68

4.5.3 Uji Koefisien Determinan (R2) ... 69

4.6 Pembahasan ... 70

4.6.1 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian 70 4.6.2 Pengaruh Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian 71 4.6.3 Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Keputusan Pembelian 73 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 75 5.1 Kesimpulan ... 75

5.2 Saran ... 75

DAFTAR PUSTAKA ... 78

DAFTAR LAMPIRAN ... 80

(11)

DAFTAR TABEL

No.Tabel Judul Halaman

1.1 Top Brand Index Kategori Situs Jual Beli Online

Tahun 2016-2018 ... 4

1.2 Tabel Prasurvey ... 7

2.1 Penelitian Terdahulu ... 29

3.1 Tabel Operasionalisasi Variabel ... 36

3.2 Tabel Instrumen Skala Likert ... 37

3.3 Hasil Uji Validitas ... 41

3.4 Hasil Uji Reliabilitas ... 42

4.1 Distribusi Frekuensi dan Persentase Jenis Kelamin.... ... 48

4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Usia... ... 49

4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Program Studi ... 50

4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Stambuk ... …. 50

4.5 Distribusi Frekuensi dan Persentase Barang yang dibeli pada Situs Bukalapak ... 51

4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Media Elektronik yang Digunakan ... …. 52

4.7 Distribusi Jawaban Terhadap Variabel Harga ... …. 53

4.8 Distribusi Jawaban Terhadap Variabel Kepercayaan ... …. 55

4.9 Distribusi Jawaban Terhadap Variabel Kualitas Informasi ... 58

4.10 Distribusi Jawaban Terhadap Variabel Keputusan Pembelian ... 60

4.11 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda ... 62

4.12 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov ... 65

4.13 Hasil Uji Multikolinearitas... ... 65

4.14 Hasil Uji Glejser... ... 67

4.15 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji –F)... ... 68

4.16 Hasil Uji Signifikansi Parsial (uji-t)... 68

4.17 Hasil Koefisien Determinasi... 69

(12)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Halaman

2.1 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian ... 27

2.2 Kerangka Konseptual ... 32

4.1 Histogram Uji Normalitas ... 63

4.2 Plot Uji Normalitas ... 64

4.3 Scatterplot Heteroskedastisitas ... 66

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Judul Halaman

1. Kuisioner ... 80

2. Uji Validitas dan Reliabilitas ... 83

3. Tanggapan Responden ... 84

4. Distribusi Frekuensi dan Persentase Jenis Kelamin ... 88

5. Distribusi Frekuensi dan Persentase Usia ... 88

6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Program Studi ... 88

7. Distribusi Frekuensi dan Persentase Stambuk ... 89

8. Distribusi Frekuensi dan Persentase Barang yang dibeli pada Situs Bukalapak ... 89

9. Distribusi Frekuensi dan Persentase Media Elektronik yang Digunakan ... 89

10. Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Variabel Harga 90 11. Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Variabel Kepercayaan ... 90

12 Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Variabel Kualitas Informasi ... 90

13. Distribusi Frekuensi dan Persentase Berdasarkan Variabel Keputusan Pembelian ... 91

14. Analaisis Regresi Linear Berganda ... 91

15. Uji Histogram ... 91

16. Uji Normalitas dengan Pendekatan Grafik ... 92

17. Uji Kolmogorov Smirnov ... 92

18. Uji Multikolinearitas ... 93

19. Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot ... 93

20. Uji Glejser ... 93

21. Uji Signifikansi Serempak (Uji F) ... 94

22. Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ... 94

23. Koefisien Determinasi (R2) ... 94

(14)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi saat ini, perkembangan teknologi internet sudah sangat pesat, salah satunya adalah perkembangan dunia digital khususnya sektor e-commerce. Internet mampu mendobrak tatanan suatu bangsa, menembus jangkauan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, mampu membentuk sebuah dunia tersendiri yang disebut sebagai dunia maya. Dengan adanya teknologi internet informasi menjadi murah dan bebas, tidak memandang golongan, usia, pangkat, gender, status, semua dapat mengakses informasi tanpa ada batasan.

Perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat telah membawa dunia memasuki era baru yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya.

Fenomena ini ditunjukkan dengan makin banyaknya toko online, tidak hanya toko online lokal saja, namun juga adanya perusahaan asing yang menggeluti di dunia e-commerce dengan alasan menambah jaringan di negara lain, dan Indonesia adalah salah satu negara yang dianggap pasar yang besar dan menjanjikan. Kita tahu bahwa bisnis online shop saat ini sudah menjadi salah satu jenis usaha yang sangat bonefit dan menjanjikan. Berbagai keuntungan bisa didapatkan jika pengelolaan online shop dilakukan dengan tepat. Jika diperhatikan, dari waktu ke waktu potensi bisnis online shop di Indonesia semakin berkembang. Itulah sebabnya berbagai online shop Indonesia terus menerus bermunculan.

Pada umumnya, online shop merupakan salah satu bentuk kegiatan

(15)

meliputi jual beli dan marketing barang atau jasa melalui sistem elektronik.

Pembayaran dilakukan dengan sistem pembayaran yang telah ditentukan dan barang akan dikirimkan melalui jasa pengiriman barang. Melalui online shop pembeli dapat melihat berbagai produk yang ditawarkan melalui web yang dipromosikan oleh penjual. Online shop memungkinkan pembeli dan penjual untuk tidak bertatap muka secara langsung, sehingga hal ini memungkinkan penjual memiliki kesempatan mendapatkan pembeli dari luar negeri. Di awal tahun 2012 trend Online Shop tampaknya semakin meningkat, mungkin karena lebih praktis dan lebih nyaman. Karena barang yang dibeli akan dikirim melalui jasa pengiriman barang setelah kita melakukan pembayaran di karenakan barang yang dibeli akan dikirim melalui jasa pengiriman barang setelah kita melakukan pembayaran di online shop atas barang yang kita pesan melalui situs web yang telah disediakan para pedagang online shop tersebut.

Berdasarkan sumber terpercaya mengungkapkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan perkembangan industri sektor e-commerce paling potensial di Asia bahkan dunia. Alasannya adalah populasi sebesar 253 juta penduduk dan Indonesia menempati posisi keenam jumlah pengguna internet paling banyak di dunia.hal ini dapat dilihat dari banyaknya toko online seperti Lazada.co.id, olx.co.id, Bukalapak.com, Shopee.co.id, JD.id, Zalora.com dan masih banyak lagi yang bisa ditemukan dengan mudah sesuai kategori barang dagangan yang akan dicari atau dibeli. Salah satu online shop yang cukup populer di Indonesia adalah Bukalapak.

Bukalapak merupakan salah satu pasar daring (online market place)

(16)

terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko daring ) yang didirikan pada 10 Januari 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho dan Fajrin Rasyid dan dijalankan oleh PT Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual-beli daring (online) dengan model bisnis customer-to-customer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko daring untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak.

Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gawai (gadget), aksesori gawai, komputer, sabak (tablet), perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain. Walaupun e-commerce yang didirikan oleh anak bangsa namun dapat bersaing dengan online shop yang dikelola pihak asing. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya sumber yang terpercaya yaitu Top Brand Index yang memberikan informasi tentang peringkat website toko online di Indonesia, yang didasarkan pada jumlah traffic pengunjung yang mengunjungi website tersebut.

Tabel 1.1

Top Brand Index Situs Jual Beli Online

No Merek 2016 2017 2018

1 Olx.co.id 44.5 28.9 -

2 Lazada.co.id 19.9 18.0 31.8

3 Tokopedia.com 12.1 13.4 18.5

4 Bukalapak.com 11.6 6.8 8.7

5 Elevenia.co.id 1.60 1.2 -

Sumber: www.topbrand-award.com

Berdasarkan Tabel 1.1 kita bisa melihat dan mengetahui e-commerce yang paling sering dikunjungi maupun membeli melaui situs tersebut, karena e- commerce tersebut sudah memiliki tingkat kepercayaan dari konsumen.

(17)

Bukalapak.com hanya mampu menduduki peringkat keempat yang ini memperlihatkan jumlah pengunjung relatif sedikit dibandingkan dengan online shop yang lain.

Seiring dengan semakin banyaknya bisnis online yang bersaing untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, maka yang perlu diperhatikan perusahaan adalah bagaimana menciptakan keunikan dari produk dan jasa yang ditawarkan, serta dapat memberikan kepuasan kepada para konsumennya.Untuk memenangkan persaingan perusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada para pelanggannya, misalnya dengan memberikan produk yang mutunya lebih baik, harganya lebih murah, penyerahan produk yang lebih cepat dan pelayanan yang lebih baik daripada para pesaingnya. Produk dengan mutu yang kurang baik, harga yang mahal, penyerahan produk yang lambat bisa membuat pelanggan merasa tidak puas, walaupun dengan tingkatan yang berbeda.

Pelangganharus dipuaskan, sebab kalau mereka tidak puas akan meninggalkan perusahaan dan menjadi pelanggan pesaing hal ini akan menyebabkan penurunan penjualan dan pada gilirannya akan menurunkan laba dan bahkan kerugian. Maka dari itu, pimpinan perusahaan harus berusaha melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelanggan agar segera mengetahui atribut dari suatu produk yang bisa membuat pelanggan tidak puas.

Kotler & Armstrong (2012) mendefinisikan keputusan pembelian sebagai sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing- masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya yang kemudian

(18)

mengarah kepada keputusan pembelian. Apabila suatu produk baik di mata konsumen, maka konsumen akan melakukan pembelian terhadap produk tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap suatu produk diantaranya adalah harga, Kepercayaan, dan kualitas informasi. Fungsi dari variabel-variabel ini adalah sebagai tolak ukur sejauh mana keefektifan variabel yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian nantinya. Menurut Kotler & Armstrong (2012) harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk sejumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Pengaruh harga suatu produk juga penting, jika harga rendah maka permintaan produk yang ditawarkan akan meningkat dan jika harga produk tinggi maka permintaan produk akan rendah. Penetapan harga yang tepat akan mendapatkan perhatian yang besar dari konsumen, jika harga yang ditetapkan oleh perusahaaan tepat dan sesuai dengan daya beli konsumen maka pemilihan suatu produk akan dipusatkan kepada produk tersebut .

Harga menjadi ukuran bagi konsumen dimana ia mengalami kesulitan dalam menilai mutu produk yang kompleks yang ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan apabila barang yang diinginkan konsumen adalah barang dengan kualitas atau mutu yang baik maka tentunya harga tersebut mahal sebaliknya bila yang diinginkan kosumen adalah dengan kualitas biasa-biasa saja atau tidak terlalu baik maka harganya tidak terlalu mahal. Strategi penentuan harga sangat signifikan dalam pemberian value kepada konsumen dan mempengaruhi image produk, serta kepuasan konsumen dalam keputuasan pembelian.

Faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian adalah kepercayaan.

(19)

Menurut Setiadi (2010) kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu” Kepercayaan merupakan salah satu dari faktor psikologis dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Dalam transaksi secara online, kepercayaan muncul ketika salah satu pihak yang terlibat telah mendapat kepastian dari pihak lainnya, serta mau dan bisa memberikan kewajibannya. Maka peran Kepercayaan ini sangat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Kepercayaan ini timbul apabila situs Bukalapak membuat informasi mengenai produk yang mereka jual secara benar dan barang yang mereka kirimkan harus sesuai dengan informasi yang mereka buat pada situs mereka.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian adalah kualitas informasi (information quality). Kualitas Informasi adalah sebagai persepsi pelanggan terhadap kualitas informasi tentang produk atau layanan yang disediakan oleh sebuah website. Semakin berkualitas informasi yang diberikan kepada pembeli online, maka akan semakin tinggi minat pembeli online untuk membeli produk tersebut. Pada website kualitas informasi yang disajikan juga dapat menentukan konsumen untuk melakukan pembelian. Informasi tersebut sebaiknya berguna dan relevan dalam memprediksi kualitas dan kegunaan produk atau jasa. Untuk memuaskan kebutuhan informasi konsumen atau pembeli online, informasi produk dan jasa harus up-to-date, membantu pembeli online dalam membuat keputusan, konsisten, dan mudah dipahami. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dalam menggunakan layanan e-Commerce, yakni mudah dan dapat bertransaksi di mana saja serta pilihan barang lebih bervariasi. Barang lama sampai, produk tidak sesuai keinginan dan penipuan menjadi salah satu kerugian

(20)

dan masalah yang di hadapai layanan belanja online. Pada e-commerce Bukalapak tidak membuat deskripsi produk secara detail yang menyebabkan konsumen merasa ragu melakukan pembelian pada situs Bukalapak. Hal itu juga bisa berdampak pada kepercayaan konsumen.

Untuk mencari informasi yang lebih, maka peneliti telah melakukan wawancara pada bulan Oktober kepada 30 orang mengenai situs ecommerce Bukalapak. Wawancara dilakukan di fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara angkatan 2015-2017 yang masih aktif kuliah hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.2 berikut ini:

Tabel 1.2 Tabel Prasurvei

Merek Responden (orang)

Bukalapak 21

Lazada 5

Shoppe 2

Tokopedia 2

Total 30

Sumber: Hasil Prasurvei (2018)

Dilihat dari Tabel 1.2 terdapat 21 orang yang membeli melalui ecommers Bukalapak dan selebihnya menggunakan e-commers lain. Walaupun dengan berbagai kendala yang ada yang mengakibatkan berkurangnya jumlah pembeli , namun nyatanya Bukalapak menjadi e-commers yang digemari banyak konsumen dan masih menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian online. Namun demikian ada juga yang menyatakan bahwa e-commerce Bukalapak masih memiliki kekurangan.

(21)

Dalam penelitian ini, peneliti tertarik melihat objek yang diteliti adalah mahasiswa, khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang hampir melakukan aktivitas kuliah setiap harinya. Tentunya mereka merasa kesulitan dalam mencari tempat dimana mereka dapat menemukan kebutuhan yang mereka inginkan, karena tempat yang menjual kebutuhan yang jauh serta harganya relatif mahal. Maka mahasiswa menggunakan jasa e- commerce yang menawarkan berbagai macam perlengkapan yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa serta memberikan penawaran yang dapat menarik minat mahasiswa. Menurut pengamatan peneliti, e-commers yang sering digunakan mahasiswa adalah Lazada dan Bukalapak. Bukalapak menawarkan berbagai macam produk yang berkualitas dan menarik. Bukalapak juga menawarkan berbagai macam promo dan sistem pembayaran yang dapat mempermudah konsumen membeli produk melalui e-commerce. Hal tersebutlah mendasari mengapa penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Sumatera Utara.

Berdasarkan pentingnya harga, kepercayaan, dan kualitas informasi, terhadap keputusan pembelian pada situs online Bukalapak, maka perlu dilakukan penelitian tentang faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi keputusan pembelian secara online, oleh karena itu peneliti tertarik untuk menguji pengaruh yang terjadi antar variabel dengan judul “Pengaruh Harga, Kepercayaan, dan Kualitas Informasi Terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

(22)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Apakah Harga, Kepercayaan, dan Kualitas informasi secara serempak berpengaruh signfikan terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?

2. Apakah Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?

3. Apakah Kepercayaan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?

4. Apakah Kualitas Informasi berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui dan menganalisis secara simultan pengaruh Harga, kepercayaan, dan kualitas informasi terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Harga terhadap Keputusan

(23)

Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kepercayaan terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Kualitas Informasi terhadap Keputusan Pembelian Pada Situs Online Bukalapak Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara).

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi:

1. Perusahaan Online

Hasil penelitian diharapkan dapat memberi kontribusi dan manfaat bagi para pelaku bisnis online khususnya untuk Bukalapak.co.id, agar dapat merumuskan strategi pemasaran yang baik supaya Bukalapak.co.id semakin maju, ungul dan terus melakukan inovasi agar menjadi situs jual beli online nomor satu yang dapat dipercaya.

2. Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat memperluas pengetahuan serta menambah wawasan peneliti mengenai Manajemen Pemasaran pada umumnya dan penerapan strategi online shop pada khususnya

3. Peneliti selanjutnya

Diharapkan dapat menjadi masukan, referensi, dan bahan perbandingan bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dibidang yang sama.

(24)

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis 2.1.1 Pemasaran Online

Menurut Kotler & Keller (2013), Online Marketing is efforts to market products and services and build customer relationships over the Internet, yang dapat diartikan sebagai usaha-usaha untuk memasarkan produk dan jasa dan membangun hubungan dengan pelanggan melalui media Internet. Kemudian Kotler & Keller (2013) juga menjelaskan, “internet is a vast public web of computer networks that connects users of all types around the world to each other and an amazingly large information repository, yang maknanya adalah sebuah jaringan publik yang luas yang terdiri dari jaringan-jaringan komputer yang menghubungkan pengguna-pengguna dari seluruh dunia satu sama lain dan merupakan wadah informasi yang sangat banyak.

Pemasaran online yang lebih dikenal dengan istilah e-commerce adalah istilah yang menggambarkan penjualan barang dan jasa melalui internet. Jenis barang yang dibeli secara online adalah pakaian dan komputer. Cara pembayaran yang paling mereka sukai adalah pembayaran transfer melalui ATM atau COD (Cash on Delivery) dan keamanan adalah salah satu alasannya. Pemasaran melalui media internet memungkinkan suatu usaha untuk menjalankan praktek selfservice.

Hal ini berarti suatu usaha dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan tanpa membutuhkan tenaga SDM, mengurangi fasilitas dan layanan melalui telepon.

Kotler & Keller (2013), melihat perusahaan yang melakukan online marketing ada

(25)

dua perspektif, yaitu:

1. Perusahaan brick and click

Perusahaan brick and click artinya perusahaan yang melakukan transaksi di dua channel (offline dan online)

2. Perusahaan pure play

Artinya perusahaan yang benar-benar melakukan transaksi hanya di dunia maya. Diluar itu adalah perusahaan brick and mortar, yaitu perusahaan pada umumnya hanya ada di dunia nyata.

Kegiatan pemasaran internet umumnya meliputi atau berkisar pada hal-hal yang berhubungan dengan pembuatan produk periklanan, pencarian prospek atau pembeli dan penulisan kalimat-kalimat pemasaran atau copywriting. Pemasaran internet ini secara umum meliputi kegiatan pembuatan desain web (web design), periklanan dengan menggunakan banner, promosi perusahaan lewat mesin pencari informasi (search engine), surat elektronik atau e-surat (e-mail), periklanan lewat e-surat (email advertising), pemasaran afiliasi (affiliate marketing), advertensi interaktif (interactive advertising), dan lainnya.

2.1.2 Belanja Online

Belanja online adalah suatu bentuk perdagangan menggunakan perangkat elektronik yang memungkinkan konsumen untuk membeli barang atau jasa dari penjual melalui internet. Melalui online shop pembeli dapat melihat berbagai produk yang ditawarkan secara langsung terlebih dahulu melalui situs web yang dipromosikan oleh penjual sebelum pembeli tersebut memutuskan untuk membeli produk tersebut.

(26)

Online shopping memungkinkan kedua pembeli dan penjual untuk tidak bertatap muka secara langsung, sehingga hal ini memungkinkan penjual untuk mendapat pembeli dari luar negeri atau internasional. Kegiatan tersebut merupakan bentuk komunikasi baru yang tidak memerlukan komunikasi tatap muka secara langsung, melainkan dapat dilakukan secara terpisah dari seluruh penjuru dunia melalui media komputer, notebook, ataupun handphone yang tersambung dengan layanan akses Internet. Belanja daring adalah salah satu bentuk perdagangan elektronik yang digunakan untuk kegiatan transaksi penjual ke penjual ataupun penjual ke konsumen. (Wikipedia, 2018).

Belanja online di Indonesia semakin hari semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan. Melalui teknik e-banking pelanggan dapat melakukan kegiatan seperti transfer uang, membayar tagihan listrik, air, telepon, Internet, pembelian pulsa, pembayaran uang kuliah, tiket, asuransi, dan lain sebagainya.

2.1.3 Media Belanja Online 1. Blog

Salah satu media yang menampilkan belanja daring antara lain adalah blog.

Blog merupakan layanan web gratis dimana palaku usaha daring menggunakan blog sebagai toko online yang penjual miliki untuk menjual sekaligus mempromosikan barang dan jasa yang ditawarkan kepada calon konsumen. Karena sifatnya yang mudah di kustomisasi oleh penggunanya, maka belanja daring melalui media blog cukup riskan karena pembeli cukup sulit mengetahui reputasi dari penjual. Biasanya penjual mengunggah bukti-

(27)

bukti transfer yang dimiliki sebagai bentuk jaminan kepada pelanggan untuk menunjukkan toko online penjual tersebut terpercaya.

2. Situs web

Ada banyak situs web yang menyediakan layanan belanja daring baik web lokal maupun web internasional. Biasanya terdapat keranjang belanja, dimana calon pembeli dapat memilih produk yang akan dibeli. Selain dengan keranjang belanja, pembeli juga dapat langsung menghubungi penjual agar transaksi langsung dapat dilakukan melalui telepon atau e-mail seperti yang dilakukan oleh jasa pembuatan toko online dan juga pembuatan toko online. Ada banyak hal yang dapat dilakukan dilayanan belanja daring melalui web, diantaranya yang terkenal adalah lelang. Lelang merupakan kegiatan belanja daring dimana pembeli menetapkan batas bawah suatu harga yang hendak dilelang, kemudian sang pembeli yang tertarik dapat menawar (biasa disebut bidding) sesuai kelipatan yang diajukan. Lelang biasanya dibatasi pada periode tertentu sehingga pembeli dengan nominal tertinggi dinyatakan berhak membeli barang yang diinginkan sesuai dengan harga yang pembeli ajukan.

3. Situs Jejaring Sosial

Seiring dengan maraknya pertumbuhan situs jejaring sosial di dunia, media social networking ini juga dilirik oleh pelaku belanja daring untuk memasarkan produknya. Penjual akan mengunggah barang yang ditawarkan kemudian disebarkan melalui messaging atau fitur photo sharing. Bentuk penawaran ini merupakan perkembangan dari media katalog yang tadinya

(28)

disebarkan dalam bentuk media cetak per bulan, kini disebarkan melalui media katalog online yang penawarannya dapat di update kapan saja.

2.2 Harga

2.2.1 Pengertian Harga

Harga adalah elemen yang paling tidak umum dari bauran pemasaran.

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia harga adalah jumlah uang atau alat tuka lain yang senilai yang harus dibayarkan untuk produk atau jasa, pada waktu tertentu dan di pasar tertentu. Menurut Kotler & Armstrong (2008) pengertian harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk sejumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa. Menurut Swastha &

Handoko (2010) harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang dan manfaat serta pelayanannya. Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan pembelian. Sebagian konsumen bahkan mengidentifikasikan harga dengan nilai.

Harga dapat menunjukkan kualitas merek dari suatu produk, dimana konsumen mempunyai anggapan bahwa harga yang mahal biasanya mempunyai kualitas yang baik. Pada umumnya harga mempunyai pengaruh yang positif dengan kualitas, semakin tinggi harga maka semakin tinggi kualitas. Konsumen mempunyai anggapan adanya hubungan yang positif antara harga dan kualitas suatu produk, maka mereka akan membandingkan antara produk yang satu dengan produk yang lainnya, dan kemudian konsumen mengambil keputusan untuk membeli suatu produk.

Menurut Tjiptono (2008) harga memiliki peranan penting bagi

(29)

perekonomian secara makro, konsumen dan perusahaan yaitu:

1. Bagi Perekonomian

Harga produk mempengaruhi tingkat upah, sewa, bunga dan laba. Harga merupakan dasar dalam sistem perekonomian, karena harga berpengaruh terhadap alokasi faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, tanah, modal, dan kewirausahaan.

2. Bagi Konsumen

Mayoritas konsumen sensitif terhadap harga, namun juga mempertimbangkan faktor lain (seperti citra merek, merek, lokasi toko, layanan, nilai dan kualitas). Selain itu, persepsi konsumen terhadap kualitas produk sering kali dipengaruhi oleh harga. Dalam beberapa kasus, harga yang mahal dianggap mencerminkan kualitas yang tinggi, terutama dalam kategori specialty products.

3. Bagi Perusahaan

Harga adalah determinan utama bagi permintaan pasar atas produk yang bersangkutan. Harga mempengaruhi posisi bersaing dan pangsa pasar perusahaan. Dampaknya adalah harga berpengaruh pada pendapatan laba bersih perusahaan.

2.2.2 Strategi Penetapan Harga

Menurut Kotler & Keller (2013) strategi penetapan harga digolongkan menjadi lima bagian yaitu penetapan harga geografis, diskon harga dan insentif, penetapan harga promosi, dan penetapan diskriminasi harga.

1. Penetapan harga geografis

(30)

Perusahaan memutuskan memberi harga produknya untuk konsumen yang berada dilokasi dan negara yang berbeda.

2. Diskon harga dan insentif

Perusahaan umumnya akan menyesuaikan harga, memberikan diskon, dan insentif untuk pembayaran dini, volume pembelian, dan pembelian diluar musim penjualan.

3. Penetapan harga promosi

Dalam kondisi tertentu perusahaan akan menetapkan harga sementara untuk produksinya di bawah daftar dan kadang-kadang di bawah biayanya.

Penetapan harga promosi menggunakan beberapa teknik yaitu penetapan harga pemimpin kerugian (loss-leader), penetapan harga acara khusus, pembiayaan berbunga rendah, jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, jaminan dan kontrak jasa, diskon psikologis.

2.2.3 Tujuan Penetapan Harga

Menurut Kotler & Keller (2013), perusahaan dapat mengharapkan salah satu dari lima tujuan utama melalui penetapan harga, yaitu: bertahan hidup (survival), laba saat ini yang maksimum (maximum curent profit), pemerahan pasar yang maksimum (maximum market skimming), pemimpin dalam perusahaan (product quality leadership) dan tujuan lain (other objective).

Tujuan penetapan harga menurut Harini (2008) adalah sebagai berikut:

1. Penetapan harga untuk mencapai penghasilan atas investasi

Biasanya besar keuntungan dari suatu investasi telah ditetapkan presentasenya dan untuk mencapainya diperlukan penetapan harga tertentu

(31)

dari barang yang dihasilkannya.

2 Penetapan harga untuk kestabilan harga

Hal ini biasanya dilakukan untuk perusahaan yang kebetulan memegang kendali atas harga. Usaha pengendalian harga diarahkan terutama untuk mencegah terjadinya perang harga, khususnya bila menghadapi permintaan yang sedang menurun.

3 Penetapan harga untuk mempertahankan atau meningkatkan bagiannya dalam pasar. Apabila perusahaan mendapatkan bagian pasar dengan luas tertentu, maka perusahaan harus berusaha mempertahankannya atau justru mengembangkannya. Untuk itu kebijaksanaan dalam penetapan harga jangan sampai merugikan usaha mempertahankan atau mengembangkan bagian pasar tersebut.

4 Penetapan harga untuk menghadapi atau mencegah persaingan

Apabila perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan mengetahui pada harga berapa perusahaan akan menetapkan penjualan. Ini berarti bahwa perusahaan belum memiliki tujuan dalam menetapkan harga coba-coba tersebut.

5 Penetapan harga untuk memaksimir laba.

Tujuan ini biasanya menjadi anutan setiap usaha bisnis. Kelihatannya usaha mencari untung mempunyai konotasi yang kurang enak seolah-olah menindas konsumen. Padahal sesungguhnya hal yang wajar saja. Setiap usaha untuk bertahan hidup memerlukan laba. Memang secara teoritis harga bisa berkembang tanpa batas.

(32)

2.2.4 Indikator Harga

Menurut Kotler & Armstrong (2008) harga adalah sejumlah uang yang ditagih atas sebuah produk atau jasa, atau sejumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Harga adalah satu-satunya elemen dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, selainnya melambangkan biaya. Harga menjadi salah satu yang paling penting dalam menentukan pangsa pasar dan keuntungan perusahaan. Harga erat kaitannya dengan kualitas produk.

Dalam penelitian ini menggunakan 2 dimensi yang mencirikan harga yaitu (Kotler & Armstrong, 2008):

1. Harga Produk

a. Keterjangkauan harga

b. Kesesuaian harga dengan manfaat 2. Harga Pesaing

a. Daya saing harga

b. Kesesuaian harga dengan kualitas produk

2.3 Kepercayaan

2.3.1 Pengertian Kepercayaan

Lubis & Lumbanraja (2018) berpendapat bahwa toko yang baik akan mencakup keamanan pihak ketiga di situsnya. Namun, informasi tersebut dapat disalahgunakan oleh orang lain yang memiliki kemampuan khusus untuk memproses informasi data di internet atau dengan phishing, menciptakan situs predator serupa yang tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan akses ke

(33)

informasi pribadi dan melakukan kejahatan lainnya. Dalam aspek ini, kepercayaan memainkan peran dalam kelancaran transaksi di toko online.

Menurut Setiadi (2010) kepercayaan adalah suatu gagasan deskriptif yang dimiliki seseorang terhadap sesuatu. Kepercayaan merupakan salah satu dari faktor psikologis dalam mempengaruhi perilaku konsumen. Dalam transaksi secara online, kepercayaan muncul ketika salah satu pihak yang terlibat telah mendapat kepastian dari pihak lainnya, serta mau dan bisa memberikan kewajibannya. Dari berbagai pengertian di atas, dapat disimpulkan pengertian kepercayaan adalah gagasan deskriptif yang dimiliki seseorang tentang objek, atribut dan manfaatnya.

Ketika seseorang berbelanja online, hal utama yang menjadi pertimbangan seorang pembeli adalah apakah website yang menyediakan online shop dan penjual online pada website tersebut dapat terpercaya. Kepercayaan pembeli terhadap website online shop terletak pada popularitas website online shop tersebut. Semakin popularitas suatu website, maka pembeli lebih yakin dan percaya terhadap reliabilitas website tersebut. Selanjutnya, kepercayaan pembeli terhadap penjual online terkait dengan kehandalan penjual online dalam menjamin kualitas informasi bertransaksi dan meyakinkan transaksi akan diproses setelah pembayaran dilakukan oleh pembeli. Kehandalah ini terkait dengan keberadaan penjual online. Semakin berkembangnya teknologi, semakin berkembang pula modus penipuan berbasis teknologi pada online shop.

Pada situs-situs online shop, tidak sedikit penjual online fiktif yang memasarkan produk fiktif juga. Seorang pembeli harus terlebih dahulu untuk

(34)

mengecek keberadaan penjual online. Biasanya pada situs online shop, situs akan menampilkan informasi tentang penjual-penjual yang “lapaknya” sering diakses oleh orang. Pembeli dapat memanfaatkan informasi ini ketika akan membeli online.

2.3.2 Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan

Untuk meningkatkan kepercayaan yang dirasakan dari situs web dan vendor online serta fungsi yang dirasakan dari sistem e-commerce terdapat tiga kategori instrumen yang dapat membantu untuk membuat hubungan kerjasama yang lebih efisien dengan menerapkan informasi yaitu:

1. Information Policies (Kebijakan Informasi) yaitu Kebijakan informasi bertujuan untuk mengurangi ketidaksamaan informasi antara penjual dan pembeli dengan menerapkan berbagai langkah-langkah komunikatif seperti periklanan, pemasaran langsung dan hubungan masyarakat. Dalam konteks internet, kebijakan informasi dapat berhubungan dengan karakteristik dari pedagang atau karakteristik website dan infrastruktur teknologi yang mendasari. Situs memediasi hubungan antara konsumen dan organisasi pedagang, desain situs web adalah sangat penting untuk mendorong kepercayaan. Website ini menyediakan petunjuk penting untuk konsumen online yang digunakan sebagai penilaian mereka tentang efisiensi dan keandalan pengecer online, yang didasarkan pada kualitas informasi tentang isu-isu kunci seperti biaya pengiriman, ketertiban dan kebijakan privasi, dan ganti rugi. Pada kepercayaan online termasuk direkomendasikan untuk mendesain homepage yang memadai dan informatif.

2. Guarantee Policies (Kebijakan Jaminan). Kebijakan Jaminan berhubungan

(35)

dengan janji untuk membatasi atau kompensasi untuk kerusakan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa negatif yang tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan oleh para pihak. Kebijakan jaminan tersebut dapat menutupi kemungkinan pengembalian, pengembalian uang, masalah kualitas informasi, kehilangan kartu kredit dan sebagainya. Menyediakan pilihan pengembalian, pengembalian uang dan uang kembali dapat membantu mengurangi risiko yang dirasakan transaksi online. Jaminan uang kembali bekerja lebih baik sebagai sinyal kepercayaan di toko-toko online daripada di dunia nyata.

Jaminan kebijakan lebih efektif untuk membangun kepercayaan dalam e- commerce yang berfokus pada faktor-faktor hukum, teknis dan organisasi pasar elektronik dan menentukan standar yang ketat untuk kualitas informasi, perlindungan data, transparansi penggunaan data dan sebagainya.

3. Reputation Policies (Kebijakan Reputasi). Reputasi dapat didefinisikan sebagai representasi kolektif dari tindakan masa lalu vendor yang mencakup kemampuan vendor untuk memberikan hasil yang berharga untuk stakeholder. Karena reputasi penjual dibentuk berdasarkan kinerja masa lalu dengan pembeli, maka hal ini dapat membantu konsumen untuk menilai kemungkinan perilaku vendor dalam transaksi di waktu lain. Penerbitan testimonial konsumen pada website dan mempertahankan komunitas virtual di mana pelanggan dapat berbagi pengalaman mereka juga dianggap sebagai sarana yang memadai untuk meningkatkan reputasi vendor online.

Perusahaan juga harus menyatakan sejarah mereka dan pengembangan website, misalnya 'Tentang Kami' bagian dari situs web yang menunjukkan

(36)

pelanggan bahwa mereka telah beroperasi untuk beberapa waktu di Internet.

Kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh informasi ataupun kebijakan yang diberikan oleh perusahaan. Kebijakan itu berupa informasi, jaminan dan reputasi dari produk yang ditawarkan. Dengan demikian, informasi sangat dibutuhkan oleh konsumen untuk melakukan pembelian, baik itu informasi mengenai harga, produk dan identitas dari perusahaan.

2.4 Kualitas Informasi (Information Quality)

Informasi yang di sajikan pada online shop sebaiknya mencakup informasi berkaitan dengan produk dan jasa yang ada pada online shopping. informasi tersebut sebaiknya berguna dan relevan dalam memprediksi kualitas dan kegunaan produk atau jasa. Untuk memuaskan kebutuhan informasi konsumen/pembeli online, informasi produk dan jasa harus up-to-date, membantu pembeli online dalam membuat keputusan, konsisten, dan mudah dipahami.

Menurut Kotler & Keller (2008) kualitas adalah keseluruhan fitur dan sifat produk atau pelayanan yang berpengaruh pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Menurut Mowen & Minor (2002), Informasi dapat didefinisikan sebagai isi dari segala sesuatu yang dipertukarkan dengan dunia luar dan mampu menyesuaikan diri di dalamnya.

Menurut Jogiyanto (2014) informasi merupakan data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata serta terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan yang akan datang. seberapa besar suatu informasi tentang produk dan jasa berguna dan relevan bagi pembeli online dalam memprediksi. Kualitas dari suatu

(37)

informasi terletak pada nilai dari informasi yang diberikan, informasi yang akurat dan bermanfaat merupakan tolak ukur dari kualitas informasi tersebut.

Dalam sistem penjualan internet dampak dari informasi dari orang ke orang akan lebih berdampak besar kepada tingkat penjualan.

Pemanfaatan teknologi menunjukkan keputusan individu untuk menggunakan atau tidak menggunakan teknologi dalam menyelesaikan serangkaian tugasnya. Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli dan mengkonsumsi suatu produk. Individu yang memiliki intesitas lebih besar dalam menggunakan internet didalam mencari informasi akan memiliki intensitas lebih besar dalam berbelanja menggunakan internet. Menurut Sutabri (2012), mengatakan bahwa kualitas informasi ditentukan oleh tiga hal sebagai berikut:

1. Akurasi (Accuracy)

Sebuah informasi harus akurat karena dari sumber informasi hingga penerima informasi kemungkinan banyak terjadi gangguan yang dapat mengubah atau merusak informasi tersebut. Informasi dikatakan akurat apabila informasi tersebut menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau mengubah data-data asli tersebut.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain adalah:

(38)

a. Informasi yang akurat harus memiliki kelengkapan yang baik, karena bila informasi yang dihasilkan sebagian tentunya akan memengaruhi dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan, sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau memecahkan suatu masalah dengan baik.

b. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut.

c. Informasi harus aman dari segala gangguan (noise) dapat mengubah atau merusak akurasi informasi tersebut dengan tujuan utama.

2. Tepat Waktu (Timeliness)

Informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai yang baik, karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan. Kesalahan dalam mengambil keputusan akan berakibat fatal bagi perusahaan. Mahalnya informasi disebabkan harus cepat dan tepat informasi tersebut didapat. Hal itu disebabkan oleh kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan teknologi-teknologi terbaru. Dengan demikian diperlukan teknologi-teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan informasi tersebut.

3. Relevansi (Relevancy)

Informasi dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Hal ini berarti bahwa informasi tersebut harus bermanfaat bagi pemakainya. Relevansi

(39)

informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan lainnya berbeda. Misalnya, informasi mengenai kerusakan infrastruktur laboratorium komputer ditujukan kepada rektor universitas. Tetapi akan lebih relevan apabila ditujukan kepada penanggung jawab laboratorium.

Sedangkan menurut Sarwono & Prihartono (2012) informasi yang dibutuhkan oleh pelanggan adalah informasi yang telah dievaluasi dengan menggunakan pertimbangan tertentu, setelah dievaluasi maka pelanggan dapat membuat keputusan dari informasi tersebut yang mengakibatkan tindakan, yaitu membeli atau tidak membeli produk.

Sarwono & Prihartono (2012) juga berpendapat bahwa pelanggan juga dapat melakukan pencarian informasi dengan cara mengenali terlebih dahulu masalahnya, setelah mengetahui masalah apa yang dihadapi pelanggan, maka pelanggan dapat melakukan pencarian secara internal dengan menggunakan ingatannya. Ketika pencarian secara internal belum dirasa puas, maka pelanggan bisa melakukan pencarian secara eksternal yang meliputi sumber pribadi, sumber umum, dan sumber komersial.

2.5 Keputusan Pembelian

2.5.1 Pengertian Keputusan Pembelian

Kotler & Armstrong (2008) mendefinisikan keputusan pembelian sebagai sebuah proses dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai produk atau merek tertentu dan mengevaluasi seberapa baik masing- masing alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya yang kemudian mengarah kepada keputusan pembelian.

(40)

Dalam keputusan pembelian, umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang. Kelima peran tersebut meliputi (Kotler dan Amstrong, 2008):

1. Pemprakarsa (Initiator)

Orang yang pertama kali menyadari adanya keinginan atau kebutuhan yang belum terpenuhi dan mengusulkan ide untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

2. Pemberi pengaruh (Influencer)

Orang yang memberi pandangan, nasihat, atau pendapat sehingga dapat membantu keputusan pembelian.

3. Pengambil keputusan (Decider)

Orang yang menentukan keputusan pembelian, apakah jadi membeli, apa yang dibeli, bagaimana cara membeli, atau dimana membelinya.

4. Pembeli (Buyer)

Orang yang melakukan pembelian secara aktual.

5. Pemakai (User)

Orang yang mengkonsumsi atau menggunakan barang atau jasa yang telah dibeli.

2.5.2 Proses Pengambilan Keputusan

Menurut Setiadi (2010) proses pembelian yang spesifik terdiri dari urutan kejadian sebagai berikut: pengenalan masalah kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.

Sumber : Kotler, Philip & Kevin Lane Keller (2013) Gambar 2.1

Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

Mengenali kebutuhan

Pencarian Informasi

Evaluasi Alternatif

Keputusan Pembelian

(41)

Secara rinci tahap-tahap tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Pengenalan masalah

Proses dimulai saat pembeli menyadari adanya masalah kebutuhan. Pembeli menyadari adanya perbedaan antara kondisi yang sesungguhnya dengan kondisi yang diinginkannya. Kebutuhan ini dapat berasal dari rangsangan internal ataupun rangsangan eksternal.

2. Pencarian informasi

Seseorang yang mulai timbul minatnya akan terdorong untuk mencari informasi lebih banyak. Pencarian informasi dapat dibedakan atas dua tingkatan yaitu keadaan tingkat pencarian informasi yang biasa–biasa saja yang disebut perhatian yang meningkat. Proses pencarian informasi aktif dimana ia akan mencari bahan-bahan bacaan, menelepon teman-temannya, dan melakukan kegiatan untuk mempelajari yang lain.

3. Evaluasi alternatif

Bagaimana konsumen memproses informasi tentang pilihan merek untuk membuat keputusan akhir. Ada beberapa proses evaluasi keputusan.

Kebanyakan model dari proses evaluasi konsumen sekarang bersifat kognitif 4. Keputusan pembelian

Pada tahap evaluasi, konsumen membentuk preferensi terhadap merek-merek yang terdapat pada perangkat pilihan. Konsumen mungkin juga membentuk tujuan membeli untuk merek yang paling disukai. Konsumen membentuk tujuan pembelian berdasarkan faktor-faktor seperti: pendapatan keluarga yang diharapkan, harga yang diharapkan, dan manfaat produk yang diharapkan.

(42)

2.6 Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Peneliti Judul Variabel Metode

Analisis Hasil Penelitian 1 Lubis, Arlina

Nurbaity &

Lumbanraja, Prihatin (2018)

Evaluating the Customers Preferences of Online Shopping:

Demographic Factors and Online Shop Application Issue

Demographic Factors (X1) Online Shop Application Issue (X2) Customers Preferences(Y)

Logistic Regression

The decision to choose the method of shopping from participants based on this research is partially affected by demographic factors and ownership of online shopping applications.

2 Ilham, Dino Achriza (2017)

Pengaruh Kepercayaan, Kualitas informasi, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Melalui Situs Online Store Lazada Sebagai E-Commerce Terpercaya di Indonesia

Kepercayaan (X1)

Kualitas informasi (X2) Kualitas Layanan (X3) Keputusan Pembelian (Y)

Analisis Regresi Linier Berganda

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua variabel independen yang di uji berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian

3 Mauludiyahwati, Septi

(2017)

Pengaruh Kepercayaan, Kualitas informasi, Kualitas Pelayanan dan Persepsi Risiko Menggunakan E- Commerce Terhadap Keputusan Pembelian Online ( Survei Pada Konsumen www.lazada.co.id

Kepercayaan (x1)

Kualitas informasi(x2) Kualitas Pelayanan (x3) Persepsi risiko (x4)

Keputusan Pembelian (Y)

Analisis Regresi Linier Berganda

Kepercayaan, Kualitas informasi, Kualitas Pelayanan dan Persepsi Risiko secara simultan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian,

4 Sudjatmika, Fransiska Vania (2017)

Pengaruh Harga, Ulasan produk, Kemudahan dan Keamanan terhadap Keputusan Pembelian di Tokopedia.com

Harga (X1), Ulasan produk (X2),

Kemudahan (X3),

Kemanan (X4) Keputusan Pembelian (Y)

Analisis Regresi Linier Berganda

Harga (X1), Ulasan Produk (X2),

Kemudahan (X3) dan Kemanan (X4) secara simultan berpengaruh

(43)

Lanjutan Tabel 2.1

No Peneliti Judul Variabel Metode

Analisis Hasil Penelitian positif terhadap keputusan pembelian di Tokopedia.

5 Alwafi, Fachrizi

& Magnadi, Rizal Hari (2016)

Pengaruh persepsi kualitas informasi, kemudahan bertransaksi, kepercayaan dan pengalaman berbelanja terhadap minat beli online pada situs

Tokopedia.com

Persepsi kualitas informasi (X1), kemudahan bertransaksi (X2), kepercayaan (X3), Pengalaman berbelanja (X4) Minat beli (Y)

Analisis Regresi Linier Berganda

persepsi tentang kualitas

informasi (X1), persepsi tentang kemudahan (X2), persepsi tentang pengalaman (X3) dan persepsi tentang pengalaman (X4) secara simultan berpengaruh positif terhadap variabel minat beli secara online pada konsumen (Y).

6 Mulyana, Yusuf Fitra

(2016)

Pengaruh Kepercayaan, Persepsi Risiko, dan Kualitas informasi Terhadap Minat Beli Konsumen Pada Toko Online ( Studi Pada Toko Online

OLX.Co.Id)

Kepercayaan (X1)

Persepsi Risiko (X2)

Kemanan (X3) Minat Beli (Y)

Analisis Regresi Linier Berganda

Kepercayaan, persepsi risiko dan kualitas informasi berpengaruh positif terhadap minat beli konsumen pada toko online.

7 Tugiso,Ilham & i Minarsih,Tri Haryono, Maria M (2016)

Pengaruh Relationship Marketing, kualitas informasi, Kepercayaan dan Kualitas

Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Online Shop

Relationship Marketing (x1) Kualitas informasi (x2) Kepercayaan (x3)

Kualitas Pelayanan (x4) Keputusan Pembelian (y)

Analisis Regresi Linier Berganda

Relationship marketing, kemanan, kepercayaan dan kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian 8 Rozieqy,

Ahmad (2013) (Rozieqi &

Arifin, 2013)

Pengaruh Kemudahan, Kepercayaan, Kualitas Informasi dan Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online pada

Shopee.co.id

kemudahan (X1) Kepercayaan (X2) kualitas informasi (X3) Media Sosial (X4) Keputusan Pembelian (Y)

Analisis Regresi Linier Berganda

Kemudahan, Kepercayaan, kualitasinformasi dan Media sosial berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian

Gambar

Tabel 1.2  Tabel Prasurvei
Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Gambar 2.2  Kerangka Konseptual
Tabel 3.3  Uji Validitas  Scale Mean if  Item Deleted  Scale Variance if Item Deleted  Corrected  Item-Total Correlation  Cronbach's  Alpha if Item  Deleted  VAR00001  52.6333  123.826  .695  .939  VAR00002  52.4333  120.806  .810  .936  VAR00003  52.4333
+4

Referensi

Dokumen terkait

Kelemahan formula perhitungan ini adalah pada ketidak akuratan data aktivitas yang dimiliki negara kita serta beberapa angka tetapan juga bukan hasil penelitian

Dengan memodelkan tujuan-tujuan tersebut dalam sebuah struktur hirarki keputusan, tim implementasi dapat lebih memahami harapan perusahaan terhadap sistem ERP yang akan dipilih.

Kualitas informasi dan persepsi resiko secara bersamaan berpengaruh sebesar 63,5% terhadap keputusan pembelian di Tokopedia, sedangkan 36,5% dipengaruhi variabel lain

Proses pengujian melalui praperadilan yang diajukan oleh pemohon praperadilan tersebut, hakim tunggal pra-peradilan akan segera memeriksa dan memutus sesuai fakta

Selanjutnya pihak pembeli mengunakan akad perbuatan (bil-isyarah) dengan cara menekan tombol-tombol yang tersedia untuk melakukan transaksi dengan toko online

Berdasarkan tabel uji simultan di atas menunjukkan nilai F sebesar 3,915 dengan angka probabilitas signifikan sebesar 0,032 atau < 0,05 maka dalam penelitian

Dalam naskah ini, ia terkesan egois karena ia benar-benar tidak ingin bertemu dengan sosok yang kerap kali menghantuinya, padahal sebenarnya sosok itulah yang terus berusaha

Dalam masyarakat komoditas atau konsumer terdapat suatu proses adopsi cara belajar menuju aktivitas konsumsi dan pengembangan suatu gaya hidup (Feathersone, 2005). Pembelajaran