• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEM BAHASAN

D. Pengujian Hipotesis

Untuk menjawab masing-masing perumusan masalah yang memiliki beberapa tujuan. Pertama adalah membuktikan pengaruh tunjangan kinerja terhadap kepuasan kerja. Tujuan kedua adalah membuktikan pengaruh

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

tunjangan kinerja terhadap kinerja personil Polri di Sat Binmas Polres Purworejo, sedangkan tujuan ketiga adalah membuktikan pengaruh tunjangan kinerja terhadap kinerja dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. M aka didalam penelitian ini dilakukan tahapan pengolahan data sebagai berikut:

1. Pengujian Hipotesis I

Bunyi hipotesis pertama yang diajukan adalah "Tunjangan Kinerja berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja". Untuk menguji hipotesis tersebut dilakukan analisis regresi terlebih dahulu.

Analisis regresi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi adalah:

a. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima yang artinya variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

b. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak yang artinya variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi Standardized

Coefficients t Sig Konstanta 11,446 3,516 0,002 Tunjangan Kinerja 0,590 0,516 3,187 0,004 Fhitung = 10,160 R2 = 0,266

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

 

Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Kepuasan Kerja= 11,446 + 0,590 Tunjangan Kinerja

Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear berganda tersebut adalah:

a. a = 11,446 menyatakan bahwa jika Tunjangan Kinerjatetap (tidak mengalami perubahan) maka nilai konsistensi Kepuasan Kerja sebesar 11,446.

b. b1 = 0,590 menyatakan bahwa jika Tunjangan Kinerja bertambah, maka Kepuasan Kerja akan mengalami peningkatan sebesar 0,590. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel Employee_Engagement (b1) adalah sebesar 0,590 atau bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa Tunjangan Kinerja berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak, selanjutnya nilai koefisien regresi linear ganda dari b1 ini diuji signifikansinya.

Langkah-langkah uji signifikansi koefisien regresi atau disebut juga uji t adalah sebagai berikut.

a. Hipotesis

H0 = b1 = 0 = (Tunjangan Kinerja tidak berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja).

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

H1 = b1 # 0 = (Tunjangan Kinerja berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja).

b. Tingkat kepercayaan 95%,  = 0,05. c. Kriteria pengujian

H1 diterima atau H0 ditolak jika thitung > ttabel

atau signifikansi < 0,05

ttabel = t (α/2 : n-k-1) = t (0,025 : 28) = 2,0484 d. Perhitungan

Berdasarkan analisis memakai alat bantu SPSS diperoleh nilai thitung

sebesar 3,187 dengan signifikansi 0,004. e. Keputusan uji

H1 diterima atau H0 ditolak, karena nilai thitung 3,187 > ttabel 2,0484 dan nilai signifikansi 0,004 < 0,5

f. Kesimpulan: Tunjangan Kinerja berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja.

Berdasarkan analisis data menggunakan alat bantu program diperoleh nilai koefisien determinasi (R2/Adjusted R Square) sebesar 0,266. Arti dari koefisien ini adalah bahwa sumbangan relatif yang diberikan oleh kombinasi variabel Tunjangan Kinerja, terhadap Kepuasan Kerja adalah sebesar 26,6% sedangkan sisanya sebesar 73,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Didalam tahapan pengujian diperoleh nilai koefisien standardized coefficient sebesar 0,516 hasil tersebut memperlihatkan tunjangan kinerja

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat dalam mempengaruhi terbentuknya kepuasan kerja personil Polri di Sat Binmas Polres Purworejo. Secara model pengaruh langsung yang terbentuk antara tunjangan kinerja terhadap kepuasan kerja tergambar pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.3. M odel Pengaruh Langsung Tunjangan Kinerja terhadap Kepuasan Kerja

Pada tahapan pengujian hipotesis pertama diperoleh nilai signifikan sebesar 0,002 dalam tahapan pengujian data tingkat kesalahan yang digunakan adalah 0,05. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,002 < alpha 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tunjangan kinerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (H1diterima). 2. Pengujian Hipotesis II

Bunyi hipotesis kedua yang diajukan adalah "Tunjangan Kinerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja". Untuk menguji hipotesis tersebut dilakukan analisis regresi terlebih dahulu.

Analisis regresi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi adalah:

  Tunjangan Kinerja Kepuasan Kerja  1 2x Px   0,516

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

a. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka hipotesis diterima yang artinya variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

b. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka hipotesis ditolak yang artinya variabel bebas tidak berpengaruh terhadap variabel terikat.

Variabel Koefisien Regresi Beta t Sig Konstanta 2,184 0,655 0,518 Tunjangan Kinerja 0,445 0,375 2,415 0,023 Kepuasan Kerja 0,471 0,454 2,923 0,007 Fhitung = 14,760 R2 = 0,487  

 Berdasarkan tabel di atas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:

Kinerja Pegawai = 2,184 + 0,445 Tunjangan Kinerja + 0,471 Kepuasan Kerja

Adapun interpretasi dari persamaan regresi linear berganda tersebut adalah:

a. a = 2,184 menyatakan bahwa jika Tunjangan Kinerja dan Kepuasan Kerja tetap (tidak mengalami perubahan) maka Kinerja Pegawai sebesar 2,184.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

b. b1 = 0,445 menyatakan bahwa jika Tunjangan Kinerja bertambah, maka Kinerja Pegawai akan mengalami peningkatan sebesar 0,445, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstanta) Kepuasan Kerja. c. b2 = 0,471 menyatakan bahwa jika Kepuasan Kerja bertambah, maka

Kinerja Pegawai akan mengalami peningkatan sebesar 0,471, dengan asumsi tidak ada penambahan (konstanta) Tunjangan Kinerja.

Berdasarkan analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien regresi dari variabel Tunjangan Kinerja (b1) adalah sebesar 0,445 atau bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa Tunjangan Kinerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Untuk mengetahui pengaruh tersebut signifikan atau tidak, selanjutnya nilai koefisien regresi linear ganda dari b1 ini diuji signifikasinya.

Langkah-langkah uji signifikasi koefisien regresi atau disebut juga uji t adalah sebagai berikut.

a. Hipotesis

H0 = b1 = 0 = (Tunjangan Kinerja tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai).

H1 = b1 # 0 = (Tunjangan Kinerja berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai).

b. Tingkat kepercayaan 95%,  = 0,05. c. Kriteria pengujian

H1 diterima atau H0 ditolak jika thitung > ttabel

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

atau signifikansi < 0,05

d. ttabel = t (α/2 : n-k-1) = t (0,025 : 27) = 2,0518 e. Perhitungan

Berdasarkan analisis memakai alat bantu SPSS diperoleh nilai thitung

sebesar 2,415 dengan signifikansi 0,023. f. Keputusan uji

H1 diterima atau H0 ditolak, karena nilai thitung 2,415 > ttabel 2,0518 dan nilai signifikansi 0,023 < 0,05.

g. Kesimpulan: Tunjangan Kinerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai.

Berdasarkan analisis data menggunakan alat bantu program diperoleh nilai koefisien determinasi (R2/Adjusted R Square) sebesar 0,487. Arti dari koefisien ini adalah bahwa sumbangan relatif yang diberikan oleh kombinasi variabel Tunjangan Kinerja, terhadap Kinerja adalah sebesar 48,7% sedangkan sisanya sebesar 58,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Didalam tahapan pengujian diperoleh nilai koefisien standardized coefficient sebesar 0,454 hasil tersebut memperlihatkan tunjangan kinerja memiliki pengaruh langsung yang sangat kuat dalam mempengaruhi terbentuknya kinerja personil Polri di Sat Binmas Polres Purworejo. Secara model pengaruh langsung yang terbentuk antara tunjangan kinerja terhadap kinerja tergambar pada gambar dibawah ini:

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

h. i. j.

Gambar 4.4. M odel Pengaruh Langsung Tunjangan Kinerja terhadap Kinerja

Pada tahapan pengujian hipotesis kedua diperoleh nilai signifikan sebesar 0,023 dalam tahapan pengujian data tingkat kesalahan yang digunakan adalah 0,05. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,023 < alpha 0,05 maka keputusannya adalah Ho ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tunjangan kinerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (H1 diterima).

3. Pengujian Hipotesis III

Bunyi hipotesis ketiga yang diajukan adalah "Kepuasan kerja dapat menjadi variabel intervening (mediasi) antara tunjangan kinerja dengan kinerja”.

Agar dapat membuktikan bahwa variabel kepuasan kerja mampu menjadi variabel yang memediasi antara tunjangan kinerja terhadap kinerja, maka akan dilakukan perhitungan pengaruh langsung dan tidak langsung antara tunjangan kinerja terhadap kinerja. Apabila pengaruh tidak langsung tunjangan kinerja terhadap kinerja melalui kepuasan kerja lebih besar dibanding pengaruh secara langsung tunjangan kinerja terhadap kinerja, maka kepuasan kerja bisa menjadi variabel yang memediasi antara tunjangan kinerja terhadap kinerja.

  Tunjangan Kinerja Kinerja 1 Pyx   0,454

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

Ghozali (2011) dalam Daryadi (2012, h. 9) menyatakan bahwa: analisis regresi dengan variabel intervening digunakan untuk mengetahui total pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang terdiri dari pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung , yakni melalui variabel intervening, dengan rumus:

Pengaruh langsung : p1 Pengaruh tidak langsung : p2p3 Total pengaruh : p1

p2p3

Apabila nilai total pengaruh lebih besar daripada pengaruh langsung berarti variabel tersebut merupakan variabel intervening.

Untuk melakukan perhitungan secara langsung dan tidak langsung dilakukan dari nilai standardized coefficients regresi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dan dapat dibuat gambar analisis jalur sebagai berikut :

 

Gambar 4.5. M odel Sruktural Analisis Jalur

a. p1pyx1  0,454, yaitu pengaruh langsung tunjangan kinerja terhadap kinerja.

b. p2px2x1 0,516, yaitu pengaruh langsung tunjangan kinerja terhadap kepuasan kerja.

  Tunjangan Kinerja Kepuasan Kerja Kinerja Pegawai 0,454 0,516 0,375

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

c. p3pyx2 0,375, yaitu pengaruh langsung kepuasan kerja terhadap kinerja.

d. p2p3 0,193, yaitu pengaruh tidak langsung tunjangan kinerja terhadap kinerja melalui kepuasan kerja.

e. p1

p2p3

0,647, yaitu total pengaruh.

f. p1

p2p3

p1 0,647 0,454, artinya nilai total pengaruh lebih besar daripada pengaruh langsung berarti variabel kepuasan kerja merupakan variabel intervening(mediasi) antara tunjangan kinerja dan kinerja personil Polri di Sat Binmas Polres Purworejo.

Dokumen terkait