HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5. Pengujian Hipotesis
a. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji Signifikansi Simultan atau serempak dilakukan untuk menguji variabel
independent mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau serentak terhadap variabel dependent. Langkah-langkah pengujian adalah sebagai berikut: menentukan model hipotesis untuk H0 dan H1, mencari nilai tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan, menentukan kriteria pengambilan keputusan, mencari nilai thitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 18.00, dan kesimpulan. Hasil pengujian adalah:
1) Model hipotesis yang digunakan dalam uji F ini yaitu: Ho : b1 = b2 = b3 = 0
Artinya, secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel independen yaitu Program kesejahteraan ekonomi karyawan (X1), Program hiburan (X2), dan Program tambahan fasilitas (X3) terhadap variabel dependen yaitu Semangat kerja karyawan (Y)
Artinya, secara bersama-sama (serentak) terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel independen yaitu Program kesejahteraan ekonomi karyawan (X1), Program hiburan (X2), dan Program tambahan fasilitas (X3) terhadap variabel dependen yaitu Semangat kerja karyawan (Y)
F tabel dapat dilihat pada α = 5%
Dengan derajat pembilang = k – 1 = 3 – 1 = 2 Dengan derajat penyebut = n – k = 187 – 2 = 185 maka F tabel 0,05 (2,185) = 3,04
1) Kriteria Pengambilan Keputusan:
Ho diterima (Ha ditolak) jika F hitung ≤ F tabel pada α = 5 % Ho ditolak (Ha diterima) jika F hitung ≥ F tabel pada α = 5 % 2) Hasil uji F hitung dapat dilihat pada Tabel 4.13.
Tabel 4.13
Hasil Analisis Instrumen Uji F (Uji Serempak) ANOVAb
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 303,867 3 101,289 147,180 ,000a
Residual 125,940 183 ,688
Total 429,807 186
a. Predictors: (Constant), P.T.Fasilitas.K, P.Ksjahtraan.E.K, P.Hiburan b. Dependent Variable: Smangat.K.K
Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013
Tabel 4.13 menyatakan bahwa nilai Fhitung sebesar 147,180 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 sedangkan Ftabel sebesar 3,04 dengan taraf signifikansi 0,05 (5%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai Fhitung > Ftabel, yaitu 147,180 > 3,04, sedangkan tingkat signifikansi dengan nilai sebesar 0,000 < 0,05. Hasil penelitian pada Uji Sigmultan (Uji F) menyatakan bahwa H0, ditolak, artinya
variabel-variabel independent, yaitu Program kesejahteraan ekonomi karyawan (X1), Program hiburan (X2), dan Program tambahan fasilitas (X3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependent, yaitu Semangat kerja karyawan (Y).
b. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independent menjelaskan variabel dependent. Koefisien determinasi, dalam output SPSS terletak pada tabel Model Summaryb dan tertulis
R square berkisar nol sampai satu. Nilai hubungan antar variabel dapat dilihat pada Tabel 4.14.
Tabel 4.14
Tabel Hubungan Antar Variabel
Sumber: Situmorang (2008:113)
Tabel 4.14 menjelaskan mengenai tipe hubungan antar variabel, semakin besar nilai R maka hubungan semakin erat. Nilainya adalah 0 – 1. Semakin mendekati nol berarti tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan amat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu model semakin baik. Hasil instrumen Koefisien Determinasi (R2) dapat dilihat pada Tabel 4.15.
Nilai Interpretasi
0,0 - 0,19 Sangat Tidak Erat 0,2 - 0,39 Tidak Erat
0,4 - 0,59 Cukup Erat 0,6 - 0,79 Erat
Tabel 4.15
Hasil Instrumen Koefisien Determinan Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,841a ,707 ,702 ,82958
a. Predictors: (Constant), P.T.Fasilitas.K, P.Ksjahtraan.E.K, P.Hiburan b. Dependent Variable: Smangat.K.K
Sumber: Pengolahan Data Primer (kuesioner) dengan SPSS 18.00, 2013
Tabel 4.15 dapat dilihat bahwa R adalah sebesar 0,841 berarti keterkaitan (relation) antara variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan (X1), Program hiburan (X2), dan Program tambahan fasilitas (X3) terhadap Semangat kerja karyawan pada PTPN IV adalah sangat erat. Sementara nilai keterkaitan antara Program kesejahteraan ekonomi karyawan, Program hiburan dan Program tambahan fasilitas terhadap Semangat kerja karyawan kurang terjadi keterkaitan maupun keeratan dengan nilai sebesar 0,702 atau 70,2% saja. Dalam hal ini masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi Semangat kerja karyawan, ada sekitar 29,8%, dimana faktor-faktor tersebut tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
c. Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat. Penelitian uji t menggunakan tabel
coefficients. Pengujian dilakukan untuk mengetahui mengenai variabel bebas dengan variabel terikat mempunyai pengaruh yang positif atau tidak. Nilai t hitung selanjutnya akan dibandingkan dengan tabel dengan tingkat kesalahan (alpha) 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k). Uji t menunjukkan secara individual variabel independent (X), mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak dengan variabel dependent yaitu (Y).
Langkah-langkah pengujian adalah menentukan model hipotesis untuk H0
atau Ha, mencari nilai tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan, menentukan kriteria pengambilan keputusan, mencari nilai thitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 18.00, dan kesimpulan. Hasil pengujian dari Uji t (Uji Pengaruh Parsial) adalah:
1) Model hipotesis yang digunakan dalam Uji t adalah:
H0 : bi = 0, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Xdengan variabel Y.
H0 : bi ≠ 0, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dengan variabel Y.
2) Tingkat kesalahan (α) = 5% dan derajat kebebasan (df) = (n-k) n = jumlah sampel, n = 187
k = jumlah variabel yang digunakan, k = 4 maka, derajat bebas = n-k = 187 – 4 = 183 nilai ttabel 0,05(183) = 1,65322
Nilai t hitung untuk variabel konstanta yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 4.16.
Tabel 4.16
Hasil Analisi Instrumen Uji t (Uji Pengaruh Parsial) Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2,922 1,437 2,033 ,044 P.Ksjahtraan.E.K ,253 ,036 ,420 7,063 ,000 P.Hiburan ,872 ,058 1,018 15,122 ,000 P.T.Fasilitas.K ,119 ,059 ,097 2,010 ,046 a. Dependent Variable: Smangat.K.K
Tabel 4.16 menyatakan bahwa nilai t hitung pada variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan adalah 7,063 dan nilai ttabel adalah 1,65322 sehingga thitung < ttabel. Tingkat signifikansi pada variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan yaitu 0.000 kurang dari dari 0,05. Hal ini berarti menyatakan bahwa variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan pada penelitian ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Semangat kerja karyawan pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu.
Nilai t hitung pada variabel Program hiburan karyawan adalah 15,122 dan nilai ttabel adalah 1,65322 sehingga thitung > ttabel. Tingkat signifikansi pada variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan yaitu 0.000 kurang dari dari 0,05. Hal ini berarti menyatakan bahwa variabel Program hiburan karyawan pada penelitian ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Semangat kerja karyawan pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu.
Begitu juga nilai t hitung pada variabel Program tambahan fasilitas adalah 2,010dan nilai ttabel adalah 1,65322 sehingga thitung > ttabel. Tingkat signifikansi pada variabel Program tambahan fasilitas yaitu 0,046 lebih dari dari 0,05. Hal ini berarti menyatakan bahwa variabel Program tambahan fasilitas karyawan pada penelitian ini memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Semangat kerja karyawan pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu.
Hasil analisis penelitian menyatakan bahwa pengaruh Program
keselamatan kerja dan Program kesehatan kerja terhadap Semangat kerja karyawan pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu dapat dilihat pada bentuk
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e
Y = 2,922 + 0,253X1 + 0,872X2 + 0,119X3 + e
4.2. Pembahasan
Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini menyatakan bahwa: 1. Pelaksanaan program pelayanan kesejahteraan karyawan memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap peningkatan semangat kerja karyawan pada PTPN IV Unit Kebun Pabatu dengan nilai 147,180 dan tingkat signifikan sebesar 0,00. Artinya ketiga variabel ini memiliki pengaruh terhadap peningkatan semangat kerja karyawan, yang dilihat dari pengaruh simultan atau serempak (Uji F). Hal ini sesuai dengan teori Hasibuan (2000) bahwa kesejahteraan karyawan bertujuan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya meningkat. Pelayanan kesejahteraan juga merupakan penghargaan bagi karyawan dalam organisasi perusahaan, sehingga loyalitas pada perusahaan semakin tinggi.
2. Jika ditinjau dari pengaruh parsial bahwa:
a. Program ekonomi kesejahteraan karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan, dengan nilai 7,063 dan tingkat signifikan sebesar 0,000. Hal ini dikarenakan program kesejahteraan ekonomi karyawan dapat melindungi keamanan ekonomi karyawan dalam mengatasi hal- hal yang tidak pasti. Bentuk-bentuk program tersebut menyangkut dalam masalah pensiun, asuransi, pemberian
bahwa semua variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja karywan. Dalam hal ini program kesejahteraan ekonomi karyawan hendaknya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan karyawan perusahaan tanpa melihat lama kerja maupun latar belakang pendidikan karena menyangkut hak akiki karyawan.
b. Program hiburan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan dengan nilai sebesar 15,122 dengan tingkat signifikan sebesar 0,000. Hal ini sesuai dengan penelitian Pratomo (2008), yang menyatakan bahwa semua variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja karywan Program hiburan atau rekreasi karyawan sudah dilaksanakan dan diterapkan oleh manajemen perusahaan sebagai bentuk program pelayanan kesejahteraan karyawan, dan merupakan salah satu fungsi pemeliharaan karyawan dalam hal menjaga kondisi fisik dan mental dari para karyawan untuk penghargaan untuk meningkatkan loyalitas karyawan pada perusahaan.
c. Program tambahan fasilitas karyawan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja karyawan dengan nilai sebesar 2,010 dengan tingkat signifikan sebesar 0,046. Hal ini sesuai dengan penelitian Pratomo (2008), yang menyatakan bahwa semua variabel memiliki pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja karywan Artinya bahwa Pelayanan yang bersifat memberikan fasilitas adalah kegiatan-kegiatan yang secara normal perlu diberikan kepada karyawan dalam kehidupan sehari-hari. Program tersebut terdiri dari fasilitas kantin, perumahan,
fasilitas pembelian, fasilitas kesehatan, penasehat keuangan dan fasilitas pendidikan.
3. Berdasarkan koefisien determinan (R2) bahwa nilai 0,841 berarti keterkaitan (relation) antara variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan (X1), Program hiburan (X2), dan Program tambahan fasilitas (X3) terhadap Semangat kerja karyawan pada PTPN IV adalah sangat erat. Sementara nilai keterkaitan antara variabel Program kesejahteraan ekonomi karyawan, Program hiburan dan Program tambahan fasilitas terhadap Semangat kerja karyawan dengan nilai sebesar 0,702 atau 70,2% saja. Dalam hal ini masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi Semangat kerja karyawan, ada sekitar 29,8%, dimana faktor-faktor tersebut tidak dijelaskan dalam penelitian ini, seperti loyalitas karyawan, kepuasan karyawan, kompensasi, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan teori Nitisemito (2002) semangat kerja adalah melakukan pekerjaan yang secara lebih giat, sehingga pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan lebih baik. Oleh karena itu perlu ditingkatkan semangat kerja para karyawan demi peningkatan produktivitas suatu perusahaan agar lebih baik.
BAB V