BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Hipotesis
Teknik analisis data untuk menguji hipotesis 1 penelitian ini menggunakan persamaan regresi sederhana. Dimana kita akan mencari pengaruh pengaruh yang signifikan motivasi (X1) terhadap kinerja guru (Y). Dalam hal ini untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
Output dari program SPSS versi 20 diperoleh nilai regresi yang terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.12
Regresi Linear Sederhana H1
Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 35,433 25,034 1,707 ,003
Motivasi ,544 ,361 ,456 2,232 ,852
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
Berdasarkan tabel 4.12 diatas out put hasil regresi linear sederhana, diperoleh arah regresi b sebesar 0,544 dan konstanta atau a sebesar 35,433. Maka dapat digambarkan bentuk hubungan antara kedua variabel tersebut oleh persamaan regresi:
̇= a + bX
̇= 35,433+ 0,544X
Arti dari persamaan regresi ini adalah sebagai berikut:
a. Nilai konstanta (a) adalah 35,433; artinya jika variabel independen yaitu motivasi nilainya adalah 0, maka kinerja guru adalah sebesar 35,433.
b. Nilai koefisien regresi variabel kinerja guru (b) adalah 0,544;
mengindikasikan bahwa adanya pengaruh positif motivasi terhadap
kinerja guru, dimana setiap peningkatan 1% motivasi akan mengakibatkan peningkatan kinerja guru sebesar 0,544.
Dapat dikemukakan bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja guru. Artinya, semakin tinggi motivasi semakin baik kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
2. Pengujian Hipotesis 2
Teknik analisis data untuk menguji hipotesis 2 penelitian ini menggunakan persamaan regresi sederhana. Dimana kita akan mencari pengaruh pengaruh yang signifikan kompetensi profesional (X2) terhadap kinerja guru (Y). Dalam hal ini untuk mengetahui pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Output dari program SPSS versi 20 diperoleh nilai regresi yang terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.13
Regresi Linear Sederhana H2
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) 23,577 23,720 ,994 ,333
Kompetensi
Profesional ,673 ,283 ,489 2,376 ,029
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
Berdasarkan tabel 4.13 diatas out put hasil regresi linear sederhana, diperoleh arah regresi b sebesar 0,673 dan konstanta atau a sebesar 23,577. Maka dapat digambarkan bentuk hubungan antara kedua variabel tersebut oleh persamaan regresi:
̇= a + bX
̇= 23,577+ 0,673 X
Arti dari persamaan regresi ini adalah sebagai berikut:
a. Nilai konstanta (a) adalah 23,577; artinya jika variabel independen yaitu kompetensi profesional nilainya adalah 0, maka kinerja guru adalah sebesar 23,577.
b. Nilai koefisien regresi variabel kinerja guru (b) adalah 0,673;
mengindikasikan bahwa adanya pengaruh positif kompetensi profesional terhadap kinerja guru, dimana setiap peningkatan 1%
motivasi akan mengakibatkan peningkatan kinerja guru sebesar 0,673.
Dapat dikemukakan bahwa kompetensi profesional berpengaruh terhadap kinerja guru. Artinya, semakin baik kompetensi profesional semakin baik kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
3. Pengujian Hipotesis 3
Teknik analisis data untuk menguji hipotesis 3 penelitian ini menggunakan persamaan regresi berganda. di mana penulis akan mencari pengaruh yang signifikan antara motivasi (X1) dan kompetensi profesional (X2) terhadap kinerja guru (Y). Dalam hal ini untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar. Output dari program SPSS 20 For Windows diperoleh nilai regresi yang terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.14
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
Berdasarkan tabel 4.14 output diatas, diperoleh konstanta sebesar 19,324 dan nilai koefisien regresi (a1) 0,252 dan (a2) 0,681 sehingga persamaan regresi linear berganda sebagai berikut:
Y = a1X1 + a2X2 + k
Y = 0,252X1 + 0,681 X2 + (19,324)
Dari persamaan di atas dapat diketahui bahwa koefisien X1 sebesar 0,252, yang berarti apabila nilai motivasi meningkat 1 poin maka kinerja guru akan meningkat 0,252 dengan asumsi X2 tetap. Nilai koefisien X2 sebesar 0,681, yang berarti apabila nilai kompetensi profesional meningkat 1 poin maka kinerja guru akan meningkat 0,681 dengan asumsi X1 tetap.
4. Mengitung Koefisien Determinan (R Square)
Koefisien determinan adalah suatu analisis untuk menguji (1) Seberapa besar pengaruh motivasi terhadap kinerja guru. (2) Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru. (3) Seberapa besar pengaruh simultan antara motivasi dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru. Berdasarkan tabel di bawah ini yang diolah dengan SPSS 20 For Windows maka dapat dilihat sebagai berikut:
a. Seberapa besar pengaruh motivasi terhadap kinerja guru Tabel 4.15
Koefisien Determinan H1
Berdasarkan tabel 4.15 diatas dapat dilihat bahwa nilai R menunjukkan korelasi sederhana antara variabel X1 terhadap Y.
Angka R didapat 0,456 artinya korelasi antara variabel motivasi degan kinerja guru sebesar 0,456%. Hal ini berarti terjadi hubungan yang erat karena mendekati 1. Sedangkan koefisien determinan sebesar 0,200. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya keterlibatan motivasi terhadap kinerja guru sebesar 20%, sedangkan sisanya 80% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
b. Seberapa besar pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru.
Tabel 4.16
Koefisien Determinan H2
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,456a ,200 -,053 4,479
a. Predictors: (Constant), Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Guru
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,489a ,239 ,196 3,912
a. Predictors: (Constant), Kompetensi Profesional b. Dependent Variable: Kinerja Guru
Berdasarkan tabel 4.16 diatas dapat dilihat bahwa nilai R menunjukkan korelasi sederhana antara variabel X2 terhadap Y.
Angka R didapat 0,489 artinya korelasi antara variabel kompetensi profesional degan kinerja guru sebesar 0,489%. Hal ini berarti terjadi hubungan yang erat karena mendekati 1. Sedangkan koefisien determinan sebesar 0,239. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya keterlibatan kompetensi profesional terhadap kinerja guru sebesar 23,9%, sedangkan sisanya 76,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
c. Seberapa besar pengaruh simultan antara motivasi dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru.
Tabel 4.17
Koefisien Determinan H3
Berdasarkan tabel 4.17 diatas dapat dilihat bahwa nilai R menunjukkan korelasi sederhana antara variabel X1 dan X2 terhadap Y. Angka R didapat 0,490 artinya korelasi antara variabel motivasi dan kompetensi profesional degan kinerja guru sebesar 0,490%. Hal ini berarti terjadi hubungan yang erat karena mendekati 1. Sedangkan koefisien determinan sebesar 0,240. Hal ini mengindikasikan bahwa adanya keterlibatan motivasi dan kompetensi profesional terhadap kinerja guru sebesar 24%, sedangkan sisanya 76% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,490a ,240 ,150 4,022
a. Predictors: (Constant), Kompetensi Profesional, Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Guru
5. Uji t
a. Uji Hipotesis Pertama (H1)
Uji t adalah pengujian signifikan untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap Y, apakah berpengaruh signifikan atau tidak. Variabel independen dikatan berpengaruh signifikan jika t hitung > dari t tabel dengan tingkat signifikan sebesar 0,05.
Pengujian hipotesi ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Ho = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
Ha = Terdapat Pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
Dasar pengambilan keputusan adalah bahwa diterima Ho jika nilai signifikasi > Alpha 0,05 dan Ha jika nilai signifikan <
Alpha 0,05 hasil perhitungan korelasi motivasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.18
Hasil Korelasi Variabel Motivasi terhadap Kinerja Guru
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
Motivasi Kinerja Guru
Motivasi
Pearson Correlation 1 ,456
Sig. (2-tailed) ,025
N 20 20
Kinerja Guru
Pearson Correlation ,456 1
Sig. (2-tailed) ,025
N 20 20
Dari tabel 4.18 diatas diperoleh sigifikansi (sig 2-tailed) sebesar 0,025. Karena signifikan < 0,05 maka Ho ditolak. Maka dapat dijelaskan bahwa motivasi berkorelasi secara signifikan terhadap kinerja guru.
Sesuai dengan pengambilan keputusan di atas maka Ho
ditolak dan Ha diterimah. Ini berarti terdapat korelasi yang signifikan antara motivasi terhadap kinerja guru, dengan korelasi sebesar 0,456 atau 0,456%. Maka dapat dikemukakan bahwa hubungan antara motivasi dengan kinerja guru cukup kuat.
Untuk melihat pengaruh variabel motivasi secara parsial terhadap variabel kinerja guru dan seberapa besar pengaruhnya akan dianalisis dengan regresi sederhana. Agar dapat menentukan pengaruh dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan model regresi (persamaan regresi).
Adapun hasilnya sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel 4.19
Hasil Uji Pengaruh Variabel Motivasi
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
Berdasarkan tabel 4.19 di atas dapat diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,025 >
0,05 dan nilai t hitung > t tabel, dimana untuk menentukan t tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada signifikan 0,05/2 = 0,025 dengan derajat kebebasan:
df = N-2 df = 20-2 =18
Hasil diperoleh untuk t tabel yaitu 2,101. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa nilai t hitung 2,232 > t tabel 2,101. Disamping itu dengan menggunakan perbandingan Sig dengan α. Sig(0,025 < α) sehingga Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukan bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan demikian pengujian hipotesis pada penelitian ini dapat dikemukakan bahwa Ho ditolak dengan asumsi mativasi tidak berpengaruh terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas dan Ha diterima dengan asumsi motivasi berpengaruh terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas.
b. Uji Hipotesis Kedua (H2)
Uji t adalah pengujian signifikan untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap Y, apakah berpengaruh signifikan atau tidak. Variabel independen dikatan berpengaruh signifikan jika t hitung > dari t tabel dengan tingkat signifikan sebesar 0,05.
Pengujian hipotesi ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Ho = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi profesional terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
Ha = Terdapat Pengaruh yang signifikan antara kompetensi profesional terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar.
Dasar pengambilan keputusan adalah bahwa diterima Ho jika nilai signifikasi > Alpha 0,05 dan Ha jika nilai signifikan <
Alpha 0,05 hasil perhitungan korelasi kompetensi profesional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.20
Hasil Korelasi Variabel Kompetensi Profesional terhadap Kinerja Guru
Pearson Correlation 1 ,489*
Sig. (2-tailed) ,029
N 20 20
Kinerja Guru
Pearson Correlation ,489* 1
Sig. (2-tailed) ,029
N 20 20
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Dari tabel 4.18 diatas diperoleh sigifikansi (sig 2-tailed) sebesar 0,029. Karena signifikan < 0,05 maka Ho ditolak. Maka dapat dijelaskan bahwa kompetensi profesional berkorelasi secara signifikan terhadap kinerja guru.
Sesuai dengan pengambilan keputusan di atas maka Ho ditolak dan Ha diterimah. Ini berarti terdapat korelasi yang signifikan antara kompetensi profesional terhadap kinerja guru, dengan korelasi sebesar 0,489 atau 0,489%. Maka dapat dikemukakan bahwa hubungan antara kompetensi profesional dengan kinerja guru cukup kuat.
Untuk melihat pengaruh variabel kompetensi profesional secara parsial terhadap variabel kinerja guru dan seberapa besar pengaruhnya akan dianalisis dengan regresi sederhana. Agar dapat menentukan pengaruh dan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan model regresi (persamaan regresi). Adapun hasilnya sebagaimana pada tabel berikut:
Tabel 4.21
Hasil Uji Pengaruh Variabel Kompetensi Profesional
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
Berdasarkan tabel 4.21 di atas dapat diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0,029 >
0,05 dan nilai t hitung > t tabel, dimana untuk menentukan t tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada signifikan 0,05/2 = 0,025 2,101. Disamping itu dengan menggunakan perbandingan Sig dengan α. Sig(0,029 < α) sehingga Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukan bahwa kompetensi profesional berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru, dengan demikian pengujian hipotesis pada penelitian ini dapat dikemukakan bahwa Ho ditolak dengan asumsi kompetensi profesional tidak berpengaruh terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas dan Ha diterima dengan asumsi kompetensi profesional berpengaruh terhadap kinerja guru di SMPN 2 Tanjung Emas.
c. Uji Hipotesis ketiga (H3)
Pengujian hipotesis ketiga H3 dilakukan dengan uji f, yang mana uji f bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh simultan (bersama-sama) yang diberikan variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat Y. Variabel independen dikatan berpengaruh simultan jika nilai signifikan < 0,05 atau F hitung > F tabel maka terdapat pengaruh variabel X secara simultan terhadap variabel Y. Pengujian hipotesi ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Tabel 4.22 Hasil Uji F
Berdasarkan tabel 4.22 di atas dapat diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,021 < 0,05 dan nilai f hitung 3,867 > f tabel 3,59, dimana untuk menentukan f tabel dapat dilihat pada tabel statistik pada signifikan 0,05 dengan derajat kebebasan:
df1 = k - 1 = 3 - 1 = 2 df2 = n - k = 20 – 3 =17
ANOVAa
Model Sum of
Squares
df Mean Square F Sig.
1
Regression 86,797 2 43,399 3,867 ,021b
Residual 275,003 17 16,177
Total 361,800 19
a. Dependent Variable: Kinerja Guru
b. Predictors: (Constant), Kompetensi Profesional, Motivasi
Hasil diperoleh untuk f tabel yaitu 3,59. Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa nilai f hitung 3,867 > f tabel 3,59 sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y.