• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV Hasil Penelitian Dan Pembahasan

C. Pengujian Hipotesis

1. Pengaruh Permodalan Terhadap Hubungan Antara Jiwa Kewirausahaan dan Efektivitas Mengelola Usaha

Untuk menguji hipotesis pertama yang menyatakan bahwa ada Pengaruh Permodalan Terhadap Hubungan Antara Jiwa Kewirausahaan dan Efektivitas Mengelola Usaha digunakan rumus regresi dengan memasukkan variabel dummy sebagai variabel moderator seperti yang dibahas pada bagian metode penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 diketahui bahwa nilai signadalah 0,251 atau probabilitas diatas 0,05. Dengan demikian Ho gagal ditolak karena probabilitas (0,251) > 0,05 berarti tidak ada pengaruh permodalan terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut.

Y = 21,432 + 13,730 Di+ 0,288 X1- 0,106 (DiX1)

Koefisien regresi interaksi variabel permodalan (D) dan variabel jiwa kewirausahaan (X1) sebesar -0,106 ternyata tidak signifikan (ρ=0,251>0,05) pada taraf signifikansi 5%, berarti tidak ada pengaruh permodalan terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha. (Hasil analisis selengkapnya terdapat pada lampiran 6 halaman 178).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa derajad hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha baik pada wirausaha yang bermodal besar maupun kecil tidak berbeda secara signifikan.

2. Pengaruh Permodalan Terhadap Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efektivitas Mengelola Usaha

Untuk menguji hipotesis kedua yang menyatakan bahwa ada Pengaruh Permodalan Terhadap Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efektivitas Mengelola Usaha digunakan rumus regresi dengan

memasukkan variabel dummy sebagai variabel moderator seperti yang dibahas pada bagian metode penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 diketahui bahwa nilaisignadalah 0,017 atau probabilitas dibawah 0,05. Dengan demikian Ho berhasil ditolak karena probabilitas (0,017) < 0,05 berarti ada pengaruh permodalan terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut.

Y = 9,470 + 24,552 Di+ 0,614 X2– 0,309 (DiX2)

Koefisien regresi interaksi variabel permodalan (D) dan variabel kecerdasan emosional (X2) sebesar -0,309 ternyata signifikan (ρ=0,017 < 0,05) pada taraf signifikansi 5%, berarti ada pengaruh permodalan terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha. Angka negatif (Adanya tanda negatif pada angka -0,309) antara koefisien regresi interaksi variabel permodalan (D) dan variabel kecerdasan emosional sebesar -0,309 menunjukkan bahwa ada pengaruh negatif permodalan terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha. (Hasil analisis selengkapnya terdapat pada lampiran 6 halaman 183)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada wirausaha yang bermodal besar derajad hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha lebih lemah. Demikian juga sebaliknya pada

wirausaha yang bermodal kecil derajad hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha lebih kuat.

3. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Hubungan Antara Jiwa Kewirausahaan dan Efektivitas Mengelola Usaha

Untuk menguji hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa ada Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Hubungan Antara Jiwa Kewirausahaan dan Efektivitas Mengelola Usaha digunakan rumus regresi dengan memasukkan variabel dummy sebagai variabel moderator seperti yang dibahas pada bagian metode penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 diketahui bahwa nilaisignadalah 0,398 atau probabilitas diatas 0,05. Dengan demikian Ho gagal ditolak karena probabilitas (0,398) > 0,05 berarti tidak ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut.

Y = 30,483 – 9,444 Di+ 0,217 X1+ 0,076 (DiX1)

Koefisien regresi interaksi variabel tingkat pendidikan (D) dan variabel jiwa kewirausahaan (X1) sebesar 0,076 ternyata tidak signifikan (ρ=0,398 > 0,05) pada taraf signifikansi 5%, berarti tidak ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha. (Hasil analisis selengkapnya terdapat pada lampiran 6 halaman 187)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa derajad hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha baik pada wirausaha dengan tingkat pendidikan tinggi maupun rendah tidak berbeda secara signifikan.

4. Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efektivitas Mengelola Usaha

Untuk menguji hipotesis keempat yang menyatakan bahwa ada Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efektivitas Mengelola Usaha digunakan rumus regresi dengan memasukkan variabel dummy sebagai variabel moderator seperti yang dibahas pada bagian metode penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 diketahui bahwa nilaisignadalah 0,521 atau probabilitas diatas 0,05. Dengan demikian Ho gagal ditolak karena probabilitas (0,521) > 0,05 berarti tidak ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut.

Y = 20,623 – 6,570 Di+ 0,474 X2+ 0,081 (DiX2)

Koefisien regresi interaksi variabel tingkat pendidikan (D) dan variabel kecerdasan emosional (X2) sebesar 0,081 ternyata tidak signifikan (ρ=0,521 > 0,05) pada taraf signifikansi 5%, berarti tidak ada pengaruh tingkat pendidikan terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan

efektivitas mengelola usaha. (Hasil analisis selengkapnya terdapat pada lampiran 6 halaman 191)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa derajad hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha baik pada wirausaha dengan tingkat pendidikan tinggi maupun rendah tidak berbeda secara signifikan.

5. Pengaruh Penerapan Business Entity Terhadap Hubungan Antara Jiwa Kewirausahaan dan Efektivitas Mengelola Usaha

Untuk menguji hipotesis kelima yang menyatakan bahwa ada Pengaruh Penerapan Business Entity Terhadap Hubungan Antara Jiwa Kewirausahaan dan Efektivitas Mengelola Usaha digunakan rumus regresi dengan memasukkan variabel dummy sebagai variabel moderator seperti yang dibahas pada bagian metode penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 diketahui bahwa nilaisignadalah 0,556 atau probabilitas diatas 0,05. Dengan demikian Ho gagal ditolak karena probabilitas (0,556) > 0,05 berarti tidak ada pengaruh penerapan business entity terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut.

Y = 22,929 + 6,975 Di+ 0,278 X1– 0,056 (DiX1)

Koefisien regresi interaksi variabel penerapan business entity (D) dan variabel jiwa kewirausahaan (X1) sebesar -0,056 ternyata tidak signifikan (ρ=0,556 > 0,05) pada taraf signifikansi 5%, berarti tidak ada

pengaruh penerapan business entity terhadap hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha. (Hasil analisis selengkapnya terdapat pada lampiran 6 halaman 195)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa derajad hubungan antara jiwa kewirausahaan dan efektivitas mengelola usaha baik pada wirausaha dengan penerapan business entity tinggi maupun rendah tidak berbeda secara signifikan.

6. Pengaruh Penerapan Business Entity Terhadap Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efektivitas Mengelola Usaha

Untuk menguji hipotesis keenam yang menyatakan bahwa ada Pengaruh Penerapan Business Entity Terhadap Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dan Efektivitas Mengelola Usaha digunakan rumus regresi dengan memasukkan variabel dummy sebagai variabel moderator seperti yang dibahas pada bagian metode penelitian.

Berdasarkan hasil analisis data dengan bantuan komputer program SPSS versi 11.5 diketahui bahwa nilaisignadalah 0,558 atau probabilitas diatas 0,05. Dengan demikian Ho gagal ditolak karena probabilitas (0,558) > 0,05 berarti tidak ada pengaruh penerapan business entity terhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha. Dari hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sebagai berikut.

Y = 14,286 + 5,833 Di+ 0,556 X2– 0,078 (DiX2)

Koefisien regresi interaksi variabel penerapan business entity (D) dan variabel kecerdasan emosional (X2) sebesar -0,078 ternyata tidak

signifikan (ρ=0,558 > 0,05) pada taraf signifikansi 5%, berarti tidak ada pengaruh penerapan business entityterhadap hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha. (Hasil analisis selengkapnya terdapat pada lampiran 6 halaman 199).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa derajad hubungan antara kecerdasan emosional dan efektivitas mengelola usaha baik pada wirausaha dengan penerapan business entity tinggi maupun rendah tidak berbeda secara signifikan.

Dokumen terkait