HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
4.2.3 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara membandingkan rasio keuangan perusahaan asuransi dengan perbankan . rasio-rasio yang digunakan yaitu Current Ratio (CR), Total Debt to Total Assets (TDTA), dan Return On
49
Invesment (ROI). Langkah yang dilakukan untuk pengujian hipotesis yaitu dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel.
Hasil uji Independent Sample t-Test Sample dengan menggunakan data rata-rata pada perusahaan asuransi dan perbankan dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.8: Hasil Analisis Uji Beda Independent Sample t-Test
Rasio Jenis Perusahaan N Mean thitung ttabel Sig. (2
tailed) Keterangan CR Perusahaan Asuransi 5 184,1140 3,035 2,306 0,016 Ha1 diterima
Perusahaan Perbankan 5 110.3540
TDTA Perusahaan Asuransi 5 60,5280 -5,003 -2,306 0,001 Ha2 diterima Perusahaan Perbankan 5 88,9460
ROI Perusahaan Asuransi 5 5,2980 2,332 2,306 0,048 Ha3 diterima Perusahaan Perbankan 5 2,1840
Sumber: Lampiran 4,5,& 6
Setelah diketahui hasil uji analisis beda pada Tabel 4.9 maka pengujian hipotesis pada rasio CR menggunakan Independent Sample t-Test terhadap perusahaan asuransi dan perbankan menunjukkan bahwa rata-rata CR perusahaan asuransi sebesar 184,1140 sedangkan rata-rata CR perusahaan perbankan sebesar 110,3540. Data tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata CR perusahaan asuransi lebih tinggi dibanding perusahaan perbankan dengan demikian, terlihat bahwa kemampuan perusahaan asuransi dalam membayar kewajiban jangka pendek (hutang lancar) yang telah jatuh tempo lebih baik dibanding perusahaan perbankan. Untuk hasil pengujian dua sisi antara perusahaan asuransi dan
perusahaan perbankan dengan α= 0,025 (0,05/2) diperoleh nilai ttabel ±2,306 dan
nilai thitung sebesar 3,035. Karena thitung > ttabel maka nilai thitung berada pada daerah Ha1 diterima. Pengambilan keputusan apakah H0 diterima atau ditolak juga dapat dilakukan dengan cara lain yaitu dengan melihat nilai sig. (2 tailed) CR sebesar
0,016 dimana nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan α= 0,05 sehingga Ha1 diterima. Dengan mengetahi Ha1 diterima berarti kinerja keuangan perusahaan asuransi dan perusahaan perbankan dilihat dari rasio CR (Current Ratio) berbeda secara signifikan.
Pengujian hipotesis rasio TDTA dengan menggunakan Independent Sample t-Test terhadap perusahaan asuransi dan perusahaan perbankan menunjukkan bahwa rata-rata TDTA perusahaan asuransi sebesar 60,5280 sedangkan rata-rata TDTA perusahaan perbankan sebesar 88,9460. Dari nilai tersebut terlihat bahwa nilai rata-rata TDTA perbankan lebih besar dibanding nilai TDTA perusahaan asuransi maka hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan perbankan memiliki risiko yang lebih tinggi dalam membayar kewajibannya dibandingkan perusahaan asuransi. Hasil uji beda antara perusahaan asuransi dan perusahaan perbankan menunjukkan bahwa untuk pengujian dua sisi α = 0,025 (0,05/2) diperoleh nilai ttabel sebesar ±2,306 dan nilai thitung sebesar -5,003. Karena thitung ≤ -ttabel maka nilai thitung berada pada daerah Ha2 diterima. Pengambilan keputusan H0 diterima atau ditolak juga dapat dilakukan dengan cara lain yaitu dengan melihat nilai Sig. (2 tailed) TDTA sebesar 0,001dimana nilai ini
lebih kecil dibandingkan dengan α= 0,05 sehingga Ha2 diterima. Dengan
mengetahui Ha2 diterima berarti kinerja keuangan perusahaan asuransi dan perbankan dilihat dari rasio TDTA (Total Debt to Total Assets) berbeda secara signifikan.
Pada pengujian hipotesis rasio ROI dengan menggunakan Independent Sample t-Test terhadap perusahaan asuransi dan perbankan menunjukkan rata-rata
51
ROI perusahaan asuransi sebesar 5,2980 sedangkan rata-rata ROI perusahaan perbankan sebesar 2,1840. Nilai ROI perusahaan asuransi lebih besar dibanding ROI perusahaan perbankan meskipun perbedaan tersebut tidak begitu tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan asuransi dalam menggunakan modal yang ditanamkan lebih baik dibanding perusahaan perbankan. Hasil uji beda antara perusahaan asuransi dan perbankan menunjukkan bahwa untuk pengujian dua sisi atau α= 0,025 (0,05/2) diperoleh nilai ttabel sebesar ± 2,306 dan nilai thitung sebesar 2,332. Karena thitung > ttabel maka nilai thitung berada pada daerah Ha3 diterima. Pengambilan keputusan H0 diterima atau ditolak dapat dilakukan dengan cara lain yaitu melihat Asymp. Sig. (2tailed) ROI sebesar 0,048 dimana nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan α=0,05 sehingga Ha3 diterima. Dengan mengetahui Ha2 diterima berarti kinerja keuangan perusahaan asuransi dan perbankan dilihat dari rasio ROI (Return On Invesment) berbeda secara signifikan.
Ha3 diterima Ha2 diterima Ha1 diterima
-2,306 2,332(ROI) -5,003 (TDTA) 3,035(CR) 2,306 Gambar 4.1 Daerah Pengujian Uji Independent Sample t- Test Pada CR,
TDTA, dan ROI
Berdasarkan hasil analisis diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa data yang digunakan berupa data rata-rata menghasilkan kesimpulan yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perusahaan asuransi
dan perusahaan perbankan ditinjau dari rasio Current Ration (CR), Total Debt to Total Assets (TDTA), dan Return On Invesment (ROI).
4.3 Pembahasan
Hasil perhitungan terhadap rasio-rasio keuangan perusahaan asuransi dan perbankan periode 2009-2013 menunjukkan bahwa kinerja kedua jenis perusahaan mengalami peningkatan. Semakin besar nilai CR perusahaan menunjukkan perusahaan dalam keadaan likuid dimana perusahaan memiliki kemampuan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan (Gumanti, 2007:176). Secara umum nilai CR perusahaan asuransi dan perbankan mengalami peningkatan meskipun pada beberapa perusahaan terdapat penurunan meskipun tidak begitu signifikan. Peningkatan CR disebabkan adanya peningkatan permodalan dan peningkatan bidang usaha milik perusahaan .penilaian CR sangat bermanfaat bagi investor dan maupun calon investor dengan tujuan untuk mengetahui apakah layak melakukan investasi di perusahaan tersebut. Nilai TDTA yang fluktuatif dan cenderung menurun menunjukkan bahwa perusahaan lebih mampu dalam menggunakan aktivanya untuk menjamin keseluruhan hutangnya. Penurunan nilai TDTA dipengaruhi oleh adanya menambahan modal oleh investor serta adanya KMK 242/KMK.06/2003 mengenai batas tingkat solvabilitas sebesar 120% pada tahun 2003. Nilai ROI menunjukkan adanya peningkatan dimana perusahaan telah mampu mengelola perusahaan dengan baik. ROI merupakan nilai pengembalian atas modal yang telah di investasikan. Tambahan modal yang diberikan investor mampu dikelola dengan baik oleh manajemen perusahaan.
53
Dengan demikian berdasarkan pembahasan yang telah diuraiakan, hasil uji hipotesis dengan menggunakan alat Independent t-Test Sample terhadap Current Ratio (CR), Total Debt to Total Assets (TDTA), dan Return On Invesment (ROI) pada perusahaan asuransi dan perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2009 sampai dengan 2013 menunjukkan adanya perbedaan secara signifikan antara perusahaan asuransi dan perusahaan perbankan. Dari hasil penelitian perbandingan ketiga rasio keuangan tersebut menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan asuransi pada periode 2009-2013 lebih baik dari perusahaan perbankan.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurcholila (2005) yang meneliti perbandingan kinerja keuangan lembaga bank dan asuransi di BEJ periode 2003. Penelitiannya menggunakan rasio-rasio keuangan meliputi EP (Economic Profitability), NPM (Net Profit Margin), DTA (Debt to Total Assets), DTE (Debt to Total Equity), dan ROE (Return On Equity). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dari 3 rasio EP, DTA, dan DTE terdapat perbedaan antara perusahaan asuransi dan lembaga keuangan bank.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Ratri (2006) membandingkan kinerja keuangan perusahaan manufaktur sebelum dan sesudah go public di BEJ. Rasio yang digunakan antara lain ORA (Operating on Return Assets), OCFTA (Operating Cash Flow to Total Assets), TATO (Total Assets Turn Over). Hasil penelitiannya secara keseluruhan menunjukkan bahwa terdapat berbedaan kinerja keuangan perusahaan manufaktur sebelum dan sesudah go public.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN