ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Statistik dan Pembahasan
5. Pengujian Hipotesis
a. Uji Parsial (Uji t)
Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen (kualitas pelayanan dan suku cadang) secara individual dalam menerangkan variabel dependen (loyalitas pelanggan). Berikut adalah hasil Analisis regresi secara parsial:
Tabel 4.14 Hasil Uji t Secara Parsial
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.094 1.273 1.645 .103 Kualitas Pelayanan .068 .024 .282 2.842 .005 Suku Cadang .294 .097 .300 3.025 .003
Perumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut: 1) Variabel Kualitas Pelayanan (X1)
Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh signifikan kualitas pelayanan pada loyalitas pelanggan.
Ha : Secara parsial ada pengaruh signifikan kualitas pelayanan pada loyalitas pelanggan.
Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan cara membandingkan t
hitung dan t tabel dengan tingkat kesalahan yang digunakan peneliti adalah 5% atau 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan tabel diperoleh t hitung sebesar 2,842 dengan tingkat signifikansi 0,005. Tabel distribusi t dapat dicari pada = 5% (uji 2 sisi) dengan (df) n-k-1 atau 100-2-1 = 97 hasil yang diperoleh untuk t
tabel sebesar 1,984.
Kaidah pengambilan keputusan: - Terima Ho, jika thitung < ttabel - Tolak Ho, jika thitung > ttabel
Oleh karena nilai thitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan dengan loyalitas pelanggan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan.
2) Variabel Suku Cadang (X2)
Ho : Secara parsial tidak ada pengaruh signifikan suku cadang pada loyalitas pelanggan.
Ha : Secara parsial ada pengaruh signifikan suku cadang pada loyalitas pelanggan.
Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan cara membandingkan t
hitung dan t tabel dengan tingkat kesalahan yang digunakan peneliti adalah 5% atau 0,05 pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan tabel diperoleh t hitung sebesar 3,025 dengan tingkat signifikansi 0,003. Tabel distribusi t dapat dicari pada = 5% (uji 2 sisi) dengan (df) n-k-1 atau 100-2-1 = 97 hasil yang diperoleh untuk t
tabel sebesar 1,984.
Kaidah pengambilan keputusan: - Terima Ho, jika thitung < ttabel
- Tolak Ho, jika thitung > ttabel
Oleh karena nilai thitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara suku cadang dengan loyalitas pelanggan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa suku cadang berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan. b. Uji Silmutan (Uji F)
Pengujian hipotesis secara bersama-sama dilakukan dengan menggunakan Uji F. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah
signifikan terhadap variabel independen (Y). Hasil pengujian diperoleh sebagai berikut:
Tabel 4.15 Hasil Analisis Regresi Secara Simultan
ANOVAb
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 46.587 2 23.293 15.951 .000a
Residual 141.653 97 1.460
Total 188.240 99
a. Predictors: (Constant), Suku Cadang, Kualitas Pelayanan b. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan
Sumber: Pengolahan data statistik
Perumusan hipotesis untuk Uji F adalah sebagai berikut:
Ho : Secara simultan tidak ada pengaruh signifikan dari variabel kualitas pelayanan dan suku cadang pada loyalitas pelanggan. Ha : Secara simultan ada pengaruh signifikan kualitas pelayanan dan
suku cadang pada loyalitas pelanggan.
Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan cara membandingkan F hitung dan F tabel dengan tingkat kesalahan yang digunakan peneliti adalah 0,05 atau 5% pada tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan tabel diperoleh F hitung sebesar 15,951 dengan tingkat signifikansi 0,000. -Tabel distribusi F dapat dicari pada = 5%, df1= 2, dan df 2 (n-k-1) atau 100-2-1 = 97 hasil yang diperoleh untuk F tabel sebesar 3,090. Kaidah pengambilan keputusan:
Oleh karena nilai Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh signifikan dari variabel kualitas pelayanan dan suku cadang secara bersama-sama atau simultan terhadap loyalitas pelanggan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan dan suku candang berpengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan.
c. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi merupakan besaran yang menunjukkan besarnya
variasi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel
independennya. Dengan kata lain, koefisien determinasi ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh variabe-lvariabel bebas dalam
menerangkan variabel terikatnya. Nilai koefisien determinasi ditentukan
dengan nilai adjusted R square sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.16 Keofisien Determinasi (R2)
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .497a .247 .232 1.20845
a. Predictors: (Constant), Suku Cadang, Kualitas Pelayanan b. Dependent Variable: Loyalitas Pelanggan
Sumber: Pengolahan data statistik
Berdasarkan tabel diatas diperoleh R2 sebesar 0,247 atau 24,7%. Hal ini menunjukkan persentase sumbangan pengaruh variabel kualitas pelanggan dan suku cadang terhadap variabel
independen yang digunakan dalam model (kualitas pelayanan dan suku cadang) mampu menjelaskan sebesar 24,7% variasi variabel dependen (loyalitas pelanggan). Sedangkan sisanya 75,3% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
C. Pembahasan
Hasil penelitian setelah melakukan penyebaran kuesioener dari 100 responden, uji validitas menunjukkan bahwa nilai r hitung dari masing-masing variabel lebih besar dari r tabel sebesar 0,198 dan tingkat signifikansi dari masing-masing variabel kurang dari 0,05. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.8 Hasil Uji Validitas, untuk lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran.
Uji Reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha dari tiap-tiap konstruk atau variabel lebih besar dari 0,60 yang berarti bahwa kuesioner yang merupakan indikator-indikator dari variabel tersebut adalah reliabel atau handal.Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 4.10.
Hasil dari uji t menunjukkan bahwa semua variabel mempunyai signifikansi kurang dari 0,05.
Hasil pengujian hipotesis di jelas kan sebagai berikut: 1. Kualitas Pelayanan Pada Loyalitas Pelanggan
Dari hasil pengujian variabel kualitas pelayanan dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan jasa perbaikan sepeda motor Sinar Mustika.
dengan nilai signifikansi 0,005 dengan menggunakan batas signifikansi 0,05 (Imam Ghozali, 2005). Pada variabel kualitas pelayanan diperoleh rata-rata skor jawaban sebesar 76,7 yang berada dalam kategori tinggi berdasarkan three box methode (Ferdinand, 2006). Pembuktian hipotesis 1 menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil ini menjelaskan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh jasa perbaikan sepeda motor Sinar Mustika berdasarkan hasil pengalaman konsumen terbukti dapat memberikan penilaian positif terhadap jasa perbaikan sepeda motor tersebut.
2. Suku Cadang Pada Loyalitas Pelanggan
Dari hasil pengujian variabel suku cadang dapat disimpulkan bahwa variabel suku cadang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan jasa perbaikan sepeda motor Sinar Mustika. Hal ini terbukti pada nilai t hitung (3,025) lebih besar dari t tabel (1,984) dengan nilai signifikansi 0,003 dengan menggunakan batas signifikansi 0,05 (Imam Ghozali, 2005). Pada variabel suku cadang diperoleh rata-rata skor jawaban sebesar 76,7 yang berada dalam kategori tinggi berdasarkan three box methode (Ferdinand, 2006). Pembuktian hipotesis 2 diperoleh bahwa variabel suku candang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Hasil ini menjelaskan bawah suku cadang yang dimiliki oleh jasa perbaikan bengkel Sinar Mustika dalam hal ini adalah
terbukti memberikan penilaian positif terhadap jasa perbaikan sepeda motor tersebut.
Kemudian dari hasil uji F memperlihatkan bahwa pengaruh secara bersamaan dari kedua variabel independen (kualitas pelayanan dan suku cadang) terhadap loyalitas pelanggan pada jasa perbaikan sepeda motor Sinar Mustika menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dari besarnya nilai F hitung sebesar 15,951 lebih besar dari F tabel sebesar 3,090 dengan tingkat signifikansi 0,000 (kurang dari 0,05).
Sementara itu, dari hasil perhitungan Koefisien Determinasi (R 2 ), dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini mampu menerangkan 24,7 % mengenai loyalitas pelanggan jasa perbaikan sepeda motor Sinar Mustika. Sedangkan sisanya 75,3 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner 100 responden maka dilakukan pengujian reliabilitas untuk mengetahui bahwa jawaban responden terhadap pernyataan konsisten dari waktu ke waktu. Dan dilakukan pengujian validitas untuk mengukur sah tidaknya suatu kuesioner. Hasil dari uji reliabilitas dan validitas menunjukkan bahwa seluruh pernyataan dalam setiap variabel reliabel dan valid.
Dalam uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolonieritas, uji heteroskedastisitas dan uji normalitas menunjukkan bahwa dalam model regresi tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas dan tidak terjadi heteroskedastisitas serta memiliki distribusi normal.
Berdasarkan pada hasil analisis regresi yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapat persamaan regresi sebagai berikut :
Y = 2,094 + 0,68 X1 + 0,294 X2
Dari pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil penelitian dari indeks jawaban variabel kualitas pelayanan diperoleh rata-rata skor jawaban sebesar 76,7 yang berada dalam kategori tinggi berdasarkan three box methode (Augusty Ferdinand, 2006). Pengujian hipotesis membuktikan bahwa kualitas pelayanan
diperoleh nilai t hitung sebesar 2,842 lebih besar dari t tabel sebesar 1,984 dengan taraf signifikansi hasil sebesar 0,005 tersebut lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho.
2. Berdasarkan hasil penelitian dari indeks jawaban variabel suku cadang diperoleh rata-rata skor jawaban sebesar 76,7 yang berada dalam kategori tinggi berdasarkan three box methode (Augusty Ferdinand, 2006). Pengujian hipotesis membuktikan bahwa suku cadang memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pelanggan, hal ini terbukti diperoleh nilai t hitung sebesar 3,025 lebih besar dari t tabel sebesar 1,984 dengan taraf signifikansi hasil sebesar 0,003 tersebut lebih kecil dari 0,05, yang berarti bahwa hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho.
Dalam penelitian ini variabel suku cadang lebih berpengaruh dibandingkan variabel kualitas pelayanan, hal ini dikarenakan suku cadang
yang ditawarkan mempunyai banyak variasi dengan berbagai merk yang
berbeda dan harga suku cadang yang ditawarkan sesuai kebutuhan pelanggan.
Dari penelitian ini mendapatkan hasil bahwa loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh faktor kualitas pelayanan dan suku cadang. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.15 diperoleh sebesar 24,7 % loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut.