• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

2. Pengujian Hipotesis II

Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis Mann-Whitney. Pengujian dengan tehnik ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua. Langkah-langkah pengujian sebagai berikut (Siregar, 2013:394):

a. Pengujian Hipotesis I

1) Perumusan hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah.

Ha : Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah.

Secara statistik hipotesis sebagai berikut :

Ho :

µ

1 =

µ

2 (Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah)

Ha :

µ

1 ≠

µ

2 (Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari tingkat latar belakang pendidikan ayah)

2) Hasil Pengujian Hipotesis

Taraf signifikansi yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah 0.05.

3) Daerah Kritis

Hoditerima jika – Ztabel ≤ Zhitung ≤ Ztabel atau jika nilai sig.> 0.05 Haditerima jika Zhitung > Ztabel atau jika nilai sig.< 0.05

4) Perhitungan

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 17 dengan alat uji Mann-Whitney.

5) Kesimpulan

Apabila Hoterbukti maka tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah, tetapi bila Ha terbukti maka ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah.

b. Pengujian Hipotesis II

1) Perumusan hipotesis

Ho : Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu.

Ha : Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu.

Secara statistik hipotesis sebagai berikut :

Ho :

µ

1 =

µ

2 (Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu).

Ha :

µ

1 ≠

µ

2 (Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu).

2) Hasil Pengujian Hipotesis

Taraf signifikansi yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah 0.05.

3) Daerah Kritis

Hoditerima jika – Ztabel ≤ Zhitung ≤ Ztabel atau jika nilai sig.> 0.05 Haditerima jika Zhitung > Ztabel atau jika nilai sig.< 0.05

4) Perhitungan

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 17 dengan alat uji Mann-Whitney.

5) Kesimpulan

Apabila Hoterbukti maka tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu, tetapi bila Ha terbukti maka ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu.

42

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. Sejarah SMA Negeri 1 Kasihan

SMA Negeri Kasihan didirikan atas gagasan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Yogyakarta melalui Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. SMA Negeri 1 Kasihan didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 0292/0/1978 pada tanggal 2 September 1978 dan TMT 1 pada bulan April 1978. Tujuan didirikannya sekolah adalah untuk menampung siswa/siswi lulusan SLTP yang berada di Yogyakarta khususnya di daerah Kabupaten Bantul.

Tanggal 1 Januari 1978, berdirilah SMA persiapan yang dalam pengelolaannya diserahkan kepada SMA Negeri 1 Yogyakarta. Selama kurang lebih 2 bulan proses belajar megajar dilakukan di dalam ruang laboratorium SMA Negeri 1 Yogyakarta. Jumlah siswa dan siswi angkatan pertama sebanyak 80 anak dan dibagi ke dalam 2 kelas, dengan guru tetap sebanyak 7 orang serta dibantu guru-guru dari SMA Negeri 1 Yogyakarta. Karena belum memiliki gedung sendiri, maka gedung SMA Persiapan berada di SMA Negeri 1 Yogyakarta.

Setelah memperoleh lokasi baru, maka tanggal 11 Maret 1979 SMA Persiapan mulai menempati gedung sendiri. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 035/O/1997

tanggal 7 Maret SMA Negeri 1 Tirtonirmolo berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Kasihan dan beralamat di Jalan Bugisan Selatan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul.

Dalam perjalanan mengarungi dunia ilmu, SMA Negeri 1 Kasihan telah banyak mengalami pergantian Kepala Sekolah. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kasihan dari waktu ke waktu sebagai berikut :

1. Drs. Soemadji : 1978-1979 2. Drs. A. Sulistyo : 1981-1984 3. Drs. Soetopo Darmosasmito : 1979-1981 4. Drs. Soekemi : 1984-1986 5. Drs. Soejadi : 1986-1989 6. Moch. Kukuh Hardjono : 1989-1990 7. Drs. Samidjo : 1990-1992 8. Drs. Ign. Ramelan : 1992-1993 9. Drs. Ngabdurrochmin : 1993-1995 10. R. Suhardjo B.A : 1995-1997 11. Dra. Sumarlinah : 1997-2001

12. Drs. HM. Edy Suhartoyo, MM : 2001 - Oktober 2008

13. Suwito, M.Pd : Oktober 2008 – Februari 2009 14. Drs. H. Suharja, M.Pd : Februari 2009 – Mei 2015 15. Drs. Isdarmoko, M.Pd., MM.Par : Juni 2015 sampai saat ini

B. Visi dan Misi SMA Negeri 1 Kasihan

1. Visi Sekolah

Bertaqwa, Berprestasi, Berkepribadian dan Ramah Lingkungan.

a. Bertaqwa artinya meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa dan

mengamalkan perintahNya, menjauhi laranganNya sesuai dengan keyakinan agama yang yang dianut.

b. Berprestasi artinya memiliki keunggulan baik akademik maupun

non–akademik di tingkat nasional dan Global.

c. Berkepribadian artinya memilki sikap yang baik sesuai dengan 20

nilai akhlaq mulia baik di linngkungan sekolah maupun di masyarakat. d. Ramah Lingkungan artinya memiliki sikap yang peduli terhadap

lingkungan di sekitar sekolah maupun di masyarakat.

2. Misi Sekolah

Misi sekolah adalah tindakan atau usaha untuk mewujudkan visi dengan rumusan sebagai berikut :

a. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan agamanya, sehingga kehidupan beragama di Sekolah dapat tercipta manusia yang agamis penuh toleransi.

b. Menumbuhkan semangat berprestasi baik akademik maupun non akademik dengan pembinaan, pendampingan, pembimbingan dalam kegiatan intra kurikuler dan ekstrakurikuler sesuai dengan minat dan bakat siswa sehingga dapat bersaing di tingkat nasional maupun global.

c. Membina, mendidik, mengarahkan, dan memberi contoh implementasi 20 nilai-nilai akhlaq mulia dalam kegiatan sehari-hari di sekolah sehingga siswa dapat memiliki dan menerapkan nilai-nilai akhlaq mulia dalam kehidupan sehari-hari.

d. Membina, mendidik, mengarahkan dan memberi contoh implementasi sikap ramah lingkungan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah sehingga siswa dapat memiliki dan menerapkan sikap ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

C. Tujuan SMA Negeri 1 Kasihan

Tujuan SMA Negeri 1 Kasihan adalah pencapaian pendidikan optimal dalam peningkatan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih

lanjut. Hal ini sesuai dengan visi dan misi sekolah “Bertaqwa, Berprestasi, Berkepribadian, dan Ramah Lingkungan”, maka tujuan yang ingin dicapai

oleh SMAN 1 Kasihan :

1. Implementasi tujuan dari ”Bertaqwa”

a. Juara MTQ tingkat Kabupaten dalam 4 mata lomba. b. Juara MTQ tingkat DIY dalam 2 mata lomba. c. Juara Kemakmuran Masjid tingkat DIY.

d. Juara tingkat DIY bidang MTQ dalam FLSSSN. e. Mengikuti sholat Jumat 95% dari jumlah siswa.

2. Implementasi tujuan dari ”Berprestasi”

a. Juara OSN tingkat Kabupaten dalam 4 Mata Pelajaran. b. Mewakili OSN tingkat Nasional dalam 1 Mata Pelajaran. c. Melanjutkan ke PT favorit 97 % dari jumlah siswa. d. Diterima 40 siswa lewat jalur SNMPTN.

e. Diterima 100 siswa di PTN. f. Diterima 90 siswa di PTS favorit.

g. Masuk 3 besar tingkat Kabupaten dalam perolehan nilai UN (MIPA dan IPS).

h. Dua orang siswa masuk 10 besar perolehan nilai UN (MIPA dan IPS). i. Mendapatkan nilai 100 lebih dari 2 orang siswa untuk semua mata

pelajaran yang ada di Ujian Nasional. 3. Implementasi tujuan dari ”Berkepribadian”

a. Warga sekolah dengan jumlah tidak lebih dari 2 orang tidak mengikuti penerapan disiplin yaitu :

1) Saat masuk tidak boleh terlambat lebih dari 5 menit. 2) Kerapian rambut.

3) Cara berpakaian. 4) Tertib seragam.

b. Warga Sekolah dengan jumlah tidak lebih dari 2 orang tidak mengikuti Pelaksanaan Upacara Bendera setiap hari Senin dan hari Nasional lainnya.

c. Tidak lebih dari 2 orang warga sekolah minta ijin untuk keluar jika pada jam kerja.

d. Guru dan karyawan 100% berperilaku yang sesuai dengan nilai-nilai akhlaq mulia.

e. Guru dan Karyawan 100% mengikuti Arisan Keluarga Besar SMA Negeri 1 Kasihan.

f. Rapat koordinasi rutin minimal 5 kali dalam setiap semester untuk memantau, memonitor, dan memutuskan tentang hasil rekapitulasi pelanggaran siswa serta memindaklanjuti hasil keputusan rapat.

g. Wali kelas melakukan pembinaan, pembimbingan siswa, dan bekerjasama dengan BK jika terjadi masalah dengan putra-putrinya. 4. Implementasi tujuan dari ”Ramah Lingkungan”

a. Juara 1 Lomba Sekolah Sehat tingkat DIY.

b. Warga sekolah melaksanakan hidup bersih di sekolah dan di masyarakat.

c. Kantin sekolah yang bersih dan sehat.

d. Jumlah tempat sampah yang memadai (dalam maupun luar ruang). e. Alat – alat kebersihan yang memadai terutama di tempat MCK. f. MCK dibersihkan sehari 2 kali (sebelum bel dan istirahat ke 2). g. Kegiatan ramah lingkungan secara rutin 1 kali seminggu.

h. Menempatkan slogan-slogan berupa tulisan/himbauan untuk ramah/peduli lingkungan.

j. Warga Sekolah melaksanakan kerja bakti bersama secara rutin di lingkungan sekolah 1 kali dalam seminggu.

k. Diadakan kegiatan pengolahan sampah. l. Mengadakan lomba 7K seminggu sekali.

m. Mengadakan kegiatan 3R (reused, recycle, reduce ).

D. Sistem Pendidikan SMA Negeri 1 Kasihan Bantul

Sistem pendidikan yang diterapkan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul sejak tahun 2006 adalah sistem KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) bagi siswa kelas X, XI dan XII. Pada tahun 2016 ini, sistem pendidikan untuk kelas X, XI, dan XII menggunakan Kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

E. Siswa SMA Negeri 1 Kasihan

Jumlah peserta didik di SMA Negeri 1 Kasihan pada tahun ajaran 2015/2016 adalah sebanyak 686 siswa. Pembagian jumlah peserta didik antar kelas yang satu dengan yang lain rata-rata hampir sama. Jumlah keseluruhan peserta didik di kelas X sebanyak 225 siswa. Jumlah keseluruhan peserta didik di kelas XI sebanyak 228 siswa. Sedangkan, jumlah keseluruhan peserta didik di kelas XII sebanyak 231 siswa.

F. Usaha-usaha Peningkatan Kualitas Lulusan

Usaha-usaha yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan mutu/kualitas lulusan setiap tahun antara lain:

1. Peningkatan Mutu

Dalam rangka mewujudkan lulusan yang berkualitas secara akademik, sekolah melaksanakan kegiatan peningkatan mutu (MPMBS) yaitu :

a. Pendalaman materi kelas X, XI, dan XII. b. Conversation kelas X, XI, dan XII.

c. Praktikum IPA kelas X, XI IPA, dan XII IPA. d. Praktikum lapangan kelas untuk XI IPS dan XII IPS. e. Praktik TIK dengan pedoman modul.

f. Sertifikasi kurikulum dengan kurikulum Cambridge.

g. Pendampingan siswa yang mengikuti sertifikasi mata pelajaran. h. Pengadaan buku dari Cambridge.

i. Mendatangkan dosen tamu dari UNY, UGM, PPPG dan PT lainnya utuk kelas Rintisan Internasional.

j. Pelatihan bahasa Inggris untuk guru dan karyawan. k. Pelatihan ITC untuk guru dan karyawan.

2. Peningkatan Iman dan Taqwa

a. Pengadaan buku pedoman siswa untuk kegiatan imtaq.

b. Pelaksanaan tadarus bersama setiap hari jumat untuk siswa yang beragama islam, sedangkan yang beragama lainnya dibina olah pembina agama masing-masing.

c. Tadarus bersama selama bulan Ramadhan setiap pagi, agama lainnya menyesuaikan.

d. Peringatan hari besar agama.

e. Pengajian rutin bulanan guru dan karyawan yang beragama Islam, agama lainnya menyesuaikan.

f. Pemetaan pengamalan agama (Praktek sholat dan baca Al Qur’an) dalam kehidupan sehari-hari untuk kelas X (minggu pertama KBM). g. Pendalaman Al Kitab tiap hari Jumat siang.

h. Kebaktian awal tahun ajaran.

3. Penerapan PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup)

Penerapan pendidikan lingkungan hidup merupakan bagian dari pendidikan nasional baik yang bersifat pisik maupun non fisik. Kegiatan yang bersifat fisik antara lain dengan memfasilitasi kantin yang bersih dan sehat, pengaturan sanitasi yang baik, penghijauan, dan lain-lain.

G. Penerapan Pendidikan Nilai Karakter dan Kepribadian

Penerapan pendidikan sehingga siswa memiliki sikap yang baik sesuai dengan 20 nilai akhlaq mulya baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat karena perapan pendidikan tersebut merupakan bagian dari

pendidikan nasional. Kegiatan pendidikan yang memiliki sikap yang baik sesuai dengan 20 nilai akhlak mulia menghasilkan nilai-nilai karakter dan berkepribadian Indonesia dilakukan pada pengintegrasian materi pendidikan ke dalam semua mata pelajaran.

1. Keunggulan Global

SMA Negeri 1 Kasihan pada tahun 2005/2006 memenuhi syarat untuk dijadikan sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI), yang secara nasional pada angkatan pertama berjumlah 100 sekolah RSBI. Sekolah mengembangkan program kerja jangka pendek (1 tahun) dan jangka panjang (5 tahun ). Program kerja yang dibuat oleh sekolah berdasarkan pedoman pelaksanaan RSBI yang dikeluarkan oleh Direktorat Pembinaan SMA Departemen Pendidikan Nasional dengan Rincian Program sebagai berikut:

a. Penyusunan Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP, LKS, dan Bahan ajar) dalam bahasa Inggris.

b. Pembelajaran mata pelajaran MIPA dengan bilingual. c. Penggunaan software pembelajaran.

d. Mengadaptasikan Kurikulum Cambridge ke dalam kurikulum. e. Pembelajaran berbasis ICT.

f. Pendampingan siswa yang mengikuti Sertifikasi Cambridge. 2. Sumber Daya Manusia (SDM)

Pengembangan Sumber Daya Manusia di Sekolah agar sesuai dengan standar SBI yang telah ditentukan yaitu Pemberian Beasiswa

study lanjut S2 sehingga syarat 30% berijasah S2 dapat terpenuhi dan penguasaan Bahasa Inggris (Tes Toefl) dan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah dilaksanakan secara bertahap dari tahun pelajaran 2005/2006 dalam bentuk kursus/pelatihan/workshop yang diikuti oleh Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Pustakawan, dan Laboran.

3. Sarana Prasarana

Sarana prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional dilaksanakan secara bertahap menurut kemempuan sekolah. Sarana dan prasarana yang sudah dimiliki oleh sekolah antar lain:

a. Seluruh ruang kelas ber AC (24 ruang) dengan fasilitas pendukung LCD.

b. 1 Laboratorium Komputer. c. 1 Laboratorium Multimedia.

d. Fasilitas Internet (Speedy, Jardiknas, dan Kendil Net). e. Fasilitas Acsess Point dan Hotspots.

f. Laboratorium IPA. g. Laboratorium Bahasa.

h. Perpustakaan (tersedia internet dan buku-buku dari Cambridge). i. Guru Mata Pelajaran difasilititasi dengan 1 buah Laptop.

4. Manajemen dan Organisasi

Sekolah telah melakukan manajemen dan organisasi dalam hal struktur sekolah dengan tugas dan wewenang yang sesuai dengan Pedoman Tupoksi Kepegawaian. Pelaksanaan tugas kegiatan RSBI dikelola secara mandiri oleh Tim yang bertanggung jawab langsung kepada Kepala sekolah.

Manajemen pelaksanaan kegiatan dikoordinir oleh setiap koordinator pelaksana, yaitu: Kurikulum dan Sertifikasi, Pengembangan SDM, Sarana Prasarana dan ICT, Kerjasama antar lembaga (dengan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, Puskesmas, Media Massa, dan lain-lain). Manejemen dan administrasi yang akan dicapai oleh sekolah yaitu berbasis ICT.

5. Pengembangan Budaya

Kegiatan pengembangan budaya yang dilaksanakan sekolah, antara lain : a. Budaya tertib, yaitu mengikuti pelajaran, berpakaian, mengikuti

kegiatan sekolah, dan administrasi.

b. Budaya membaca, yaitu menyediakan buku-buku pelajaran, pendukung mata pelajaran, IPTEK, agama, sastra, dan lomba-lomba yang meningkatkan minat baca, antara lain: penulisan artikel, essai, pembuatan majalah sekolah, dan pembuatan majalah dinding, serta kegiatan karya ilmiah remaja (KIR).

c. Budaya tidak merokok dan bebas narkoba sudah ditanamkan kepada siswa sejak kelas X dan diadakan penyuluhan, pemasangan pamflet, razia secara berkala, dan lain-lain.

d. Budaya membuang sampah pada tempatnya, cinta dan ramah lingkungan baik di sekolah maupun di masyarakat.

6. Kemitraan

Sekolah menjalin kerjasama dengan sekolah yang berada di luar negeri (Australia dan Thailand) serta dengan lembaga-lembaga untuk meningkatkan kualitas sekolah agar dapat mencapai SBI secara bertahap sesuai target yang telah ditentukan.

Kemitraan dengan Australia mulai dilakukan pada tahun 2009 dan pada tahun 2010 SMA Negeri 1 Kasihan mengirim guru dan siswa (6 orang) selama 1,5 bulan dengan sistem Home Stay. Pengiriman guru (2 orang) dan siswa (6 orang) menjadi program rutin SMA Negeri 1 Kasihan. Pengiriman siswa ke Australia dilakukan setiap bulan November hingga Desember.

Selain itu, kemitraan dilakukan dengan Thailand. Kemitraan ini telah dilakukan sejak tahun 2011 dengan MOU dalam bidang pertukaran guru, siswa, kurikulum, dan manajemen sekolah. Pihak sekolah mengirimkan guru (2 orang) dan siswa (4 orang). Pengiriman dilakukan pada bulan April hingga Mei.

55

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kasihan Bantul pada bulan September 2016. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas XI IPA dan IPS. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada 145 siswa kelas XI jurusan IPA dan IPS di SMA Negeri 1 Kasihan. Seluruh kuesioner yang dibagikan telah dikembalikan seluruhnya. Berikut ini disajikan hasil analisis deskripsi data karakteristik responden dan deskripsi variabel responden.

1. Deskripsi Karakteristik Responden

Hal yang akan dideskripsikan pada karakteristik responden adalah jumlah responden dan jenis kelamin.

a. Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Kelas XI Berdasarkan Jurusan IPA dan IPS

Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Kelas XI Berdasarkan Jurusan IPA dan IPS

No. Kelas Frekuensi Frek. Relatif (%)

1. XI IPS 1 20 13.79 2. XI IPS 2 19 13.10 3. XI IPA 1 20 13.79 4. XI IPA 2 21 14.48 5. XI IPA 3 20 13.79 6. XI IPA 4 16 11.03 7. XI IPA 5 15 10.34 8. XI IPA 6 14 9.66 Jumlah 145 100

Tabel 5.1 menunjukkan bahwa jumlah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kasihan yang menjadi responden adalah sebagai berikut: kelas XI IPS 1 sebanyak 20 siswa (13.79%), responden kelas XI IPS 2 sebanyak 19 siswa (13.10%), responden kelas XI IPA 1 sebanyak 20 siswa (13.79%), responden kelas XI IPA 2 sebanyak 21 siswa (14.48%), responden kelas XI IPA 3 sebanyak 20 siswa (13.79%), responden kelas XI IPA 4 sebanyak 16 siswa (11.03%), responden kelas XI IPA 5 sebanyak 15 siswa (10.34%), dan responden kelas XI IPA 6 sebanyak 14 siswa (9.66%).

b. Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 5.2

Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Frekuensi Frek. Relatif (%)

1. Laki-laki 53 36.55

2. Perempuan 92 63.45

Jumlah 145 100

Sumber : Data primer, diolah 2016

Tabel 5.2 menunjukkan jumlah responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 53 siswa (36.55%), sedangkan jumlah responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 92 siswa (63.45%). Berdasarkan tabel 5.2 mayoritas siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Kasihan yang menjadi responden adalah yang berjenis kelamin perempuan.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi data untuk masing-masing variabel tingkat pendidikan orang tua dan pola asuh anak disajikan sebagai berikut:

a. Variabel Tingkat Pendidikan Orang Tua

1) Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orang Tua

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Tingkat Pendidikan Orang Tua

No. Kelompok Pendidikan

Frekuensi Frek. Relatif (%) Ayah Ibu Ayah Ibu

1. Rendah 64 73 44.14 50.34

2. Tinggi 81 72 55.86 49.66

Jumlah 145 145 100 100

Tabel 5.3 menunjukkan bahwa ada 64 siswa (44.14%) yang ayahnya berpendidikan rendah dan 81 siswa (55.86%) ayahnya berpendidikan tinggi. Hasil lainnya diketahui bahwa ada 73 siswa (50.34%) yang ibunya berpendidikan rendah dan 72 siswa (49.66%) ibunya berpendidikan tinggi. Berdasarkan tabel 5.3 mayoritas siswa kelas XI di SMAN 1 Kasihan berasal dari ayah yang berpendidikan tinggi dan ibu yang berpendidikan rendah.

b. Variabel Pola Asuh Anak

Berikut disajikan tabel frekuensi kecenderungan pola asuh terhadap siswa:

Tabel 5.4

Distribusi Frekuensi Jumlah Siswa Berdasarkan Pola Asuh

No. Jenis Pola Asuh Frekuensi Frek. Relatif (%) 1. Demokratis 141 97.24

2. Otoriter 1 0.69

3. Permisif 3 2.07

Jumlah 145 100

Sumber : Data primer, diolah 2016

Tabel 5.4 menunjukkan sebanyak 141 siswa (97.24%) menerima pola asuh demokratis, 1 siswa (0.69%) menerima pola asuh otoriter, dan 3 siswa (2.07%) menerima pola asuh permisif. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang diterima oleh siswa cenderung Demokratis dengan persentase sebesar 97.24%.

B. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis Mann-Whitney. Pengujian dengan teknik ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan orang tua. Langkah-langkah pengujian sebagai berikut (Siregar, 2013:394):

1. Pengujian Hipotesis I

a. Perumusan hipotesis

Ho1 : Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah.

Ha1 : Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah.

Secara statistik hipotesis sebagai berikut :

Ho1 :

µ

1 =

µ

2 (Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah)

Ha1 :

µ

1 ≠

µ

2 (Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah)

b. Perhitungan

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 17 dengan alat uji Mann-Whitney. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel test statistics sebagai berikut:

Tabel 5.5

Hasil Uji Mann-Whitney Test Statisticsa

Pola Asuh Mann-Whitney U 2591.500 Wilcoxon W 4671.500

Z -.002

Asymp. Sig. (2-tailed) .998 a. Grouping Variable: Pendidikan_Ayah

Sumber: Data Primer 2016, Diolah

c. Kesimpulan

Kriteria pengujian berdasarkan perbandingan antara Zhitung dan Ztabel. Hoditerima jika nilai –Ztabel ≤ Zhitung ≤ Ztabel atau nilai sig.lebih besar dari 0.05, sedangkan Ha diterima jika Zhitung > Ztabel atau nilai

sig.kurang dari 0.05. Hasil dari tabel 5.12 menunjukkan nilai –Ztabel ≤ Zhitung ≤ Ztabel (-1.96 < -0.002 < 1.96) atau nilai sig. lebih besar dari 0.05 (0.998 > 0.05) maka Ho1 diterima dan Ha1 ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ayah.

2. Pengujian Hipotesis II

a. Perumusan hipotesis

Ho2 : Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu.

Ha2 : Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu.

Secara statistik hipotesis sebagai berikut :

Ho2 :

µ

1 =

µ

2 (Tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu).

Ha2 :

µ

1 ≠

µ

2 (Ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu).

b. Perhitungan

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 17 dengan alat uji Mann-Whitney. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel test statistics sebagai berikut:

Tabel 5.6

Hasil Uji Mann-Whitney Test Statisticsa

Pola Asuh Mann-Whitney U 2255.500 Wilcoxon W 4956.500

Z -1.474

Asymp. Sig. (2-tailed) .141 a. Grouping Variable: Pendidikan_Ibu Sumber: Data Primer 2016, Diolah

c. Kesimpulan

Kriteria pengujian berdasarkan perbandingan antara Zhitung dan Ztabel. Hoditerima jika nilai –Ztabel ≤ Zhitung ≤ Ztabel atau nilai sig.lebih besar dari 0.05, sedangkan Ha diterima jika Zhitung > Ztabel atau nilai sig.kurang dari 0.05. Hasil dari tabel 5.14 menunjukkan nilai –Ztabel ≤ Zhitung ≤ Ztabel (-1.96 < -1.474 <1.96) atau nilai sig. lebih besar dari 0.05 (0.141 > 0.05) maka Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan pola asuh anak ditinjau dari latar belakang pendidikan ibu.

Dokumen terkait