• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Summary b

2. Pengujian Hipotesis

1) Uji F

 Cara pertama perhitungan manual, yaitu sebagai berikut:

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .852a .726 .543 1225.06863

a. Predictors: (Constant), Suku_Bunga, T.Kesehatan

b. Dependent Variable: Harga_Saham

F = ��Reg /2

106 Dimana :

Untuk mencari nilaiF hitung adalah sebagai berikut : ��Reg = b1Σ X1Y + b2Σ X2Y = (-8,503)(57719,3)+ (-680,53)(-18238,5) = -490810,74 - 12411952,11 �����= 11921141,37 = 69,6% ��Res = ΣY²− ƩY ² n –��Reg = 91790225− 21265 ² 6 – 11921141,37 = 16423520,83 – 11921141,37 ���� = 4502379,46

F =

��Reg /2 ��Res/n−k−1

=

11921141,37 /2

4502379 ,46

/6−2−1

=

5960570 ,68 1500793 ,35

F

=

3,972

107

 Cara kedua perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu: Tabel 4.12

Statistik SPSS Uji ANOVA

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1.192E7 2 5960570.684 3.972 .144a

Residual 4502379.466 3 1500793.155

Total 1.642E7 5

a. Predictors: (Constant), Suku_Bunga, T.Kesehatan

b. Dependent Variable: Harga_Saham

Nilai F dihitung dibandingkan dengan nilai F tabel berdasarkan tingkat

signifikasi (α) = 5% dan derajat kebebasan pembilang = k dan derajat penyebut =

n – k- 1. Jadi pembilang = 2 dan derajat penyebut = 6 – 2 – 1 = 3, maka F tabel diperoleh sebesar 9,55.

Kriteria pengujian hipotesis secara simultan adalah sebagai berikut : Apabila Fhitung positif (+), maka :

 Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak  Fhitung < Fttabel maka H0 diterima Apabila Fhitung negatif (-), maka :

 Fhitung > Ftabel maka H0 diterima  Fhitung < Ftabel maka H0 ditolak

Maka diketahui bahwa Fhitung < Ftabel (3,97 < 9,55). Artinya Ho berada di daerah penerimaan dan H1 berada di daerah penolakan, dengan demikian Tingkat

108

Kesehatan dan Suku Bunga berpengaruh tidak signifikan terhadap Harga Saham secara simultan.

3,97(Fhitung) 9,55(Ftabel)

2) Uji t

Kriteria dari pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut : Apabila thitung positif (+), maka :

 thitung > ttabel maka H0 ditolak  thitung < ttabel maka H0 diterima Apabila thitung negatif (-), maka :

 thitung > ttabel maka H0 diterima  thitung < ttabel maka H0 ditolak

a. Pengaruh Tingkat Kesehatanterhadap Harga Saham

 Cara perhitungan manual, yaitu sebagai berikut:

=−0,046 . 1,733 � =� 1 n−k−1 1−�² 1 = −0,046 6−2−1 1−(−0,046 )²

= −0,046 3,00664013

= -0,081

109

 Cara perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu: Tabel 4.13 Statistik SPSS Koefisien Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10040.888 9500.968 1.057 .368 T.Kesehatan -8.503 104.353 -.043 -.081 .940 Suku_Bunga -680.534 408.993 -.887 -1.664 .195

a. Dependent Variable: Harga_Saham

Nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel. Ttabel diperoleh dari : Tingkat

kepercayaan dengan taraf nyata α = 0,05, dimana df = n-k-1, dan t (α; n-k-1) tabel distribusi t dengan uji satu pihak . α = 0,05 dan df = n – 2-1 = 3. Maka t (0,05;3) = 2,353.

Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui thitung < ttabel ( -0,081 < 2,353). Artinya Ho berada di daerah penolakan dan H1 berada di daerah penerimaan, menjelaskan bahwa Tingkat Kesehatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

110

b. Pengaruh Suku Bungaterhadap Harga Saham

 Cara perhitungan manual, yaitu sebagai berikut:

 Cara perhitungan menggunakan SPSS versi statistics 17,yaitu: Tabel 4.14 Statistik SPSS Koefisien Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10040.888 9500.968 1.057 .368 T.Kesehatan -8.503 104.353 -.043 -.081 .940 Suku_Bunga -680.534 408.993 -.887 -1.664 .195

a. Dependent Variable: Harga_Saham

Nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel. Ttabel diperoleh dari :Tingkat

kepercayaan dengan taraf nyata α = 0,05, dimana df = n-k-1, dan t (α; n-k-1) tabel distribusi t dengan uji satu pihak . α = 0,05 dan df = n – 2-1 = 3. Maka t (0,05;3) = 2,353. =−0,692 . 2,4018 � =� 2 n−k−1 1−�² 2 = −0,692 6−2−1 1−(−0,692)²

= −0,692 5,768657

= -1,664

111

Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui thitung < ttabel (-1,664 < 2,353). Artinya Ho berada di daerah penolakan dan H1 berada di daerah penerimaan, menjelaskan bahwa Suku Bunga secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham.

112 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pembahasan data yang ada pada bab sebelumya, yaitu mengenai pengaruh Tingkat Kesehatan bank dan Tingkat Suku Bunga terhadap Harga Sahampada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Nilai Tingkat kesehatan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dari periode tahun 2005 mengalami peningkatan sampai tahun 2010. Peningkatan ini disebabkan karena kinerja perusahaan yang terus mengalami kenaikan yang ditandai dengan semakin meningkatnya laba perusahaan, kemampuan dalam likuiditas dan kondisi manajemen perusahaan yang semakin membaik

2. Tingkat Suku Bunga adalah salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan harga saham. Suku Bunga yang digunakan adalah suku bunga yang dikeluarkan oleh kebijakan moneter Bank Indonesia (BI Rate). Perkembangan suku bunga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia mengalami fluktuasi dengan terjadinya penurunan yang signifikan dari tahun 2005 sampai 2007. Namun pada tahun 2008, tingkat suku bunga mengalami kenaikan kembali dikarenakan adanya krisis keuangan global yang mengharuskan pemerintah meningkatkan suku bunga (BI Rate) sehingga dapat mengatasi dampak dari krisis global tersebut.

3. Perkembangan harga saham yang terjadi pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk mengalami peningkatan yang signifikan dari periode tahun 2005 sampai dengan 2010. Namun pertengahan periode yaitu pada tahun 2008 mengalami penurunan harga saham disebabkan adanya krisis keuangan global yang terjadi sehingga sangat berpengaruh terhadap keadaan keuangan global. Juga mempengaruhi terhadap sikap para investor sehingga mereka khawatir dengan keadaaan ini dan beramai-ramai mengambil dana investasinya sehingga pada umumnya semua harga saham yang ada di bursa efek mengalami penurunan yang sangat signifikan. Begitu juga yang terjadi pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Selain tingkat kesehatan bank (faktor internal) dan tingkat suku bunga (faktor eksternal) yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhinya antara lain : hukum permintaan dan penawaran, Valuta Asing, dana asing di bursa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta

News dan Rumors.

4. Secara parsial, Tingkat kesehatan bank berpengaruh signifikan terhadap harga saham, begitu pula Tingkat Suku bunga berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Adapun secara simultan, tingkat kesehatan bank dan tingkat suku bunga berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham. Tingkat kesehatan bank (X1) dan tingkat suku bunga (X2) mempengaruhi harga saham (Y) selama tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 adalah sebesar 72,58%. Sedangkan sisanya sebesar 27,42% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya

seperti hukum permintaan dan penawaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Valuta Asing, dana asing di bursa efek serta News dan Rumors.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian dan kesimpulan di atas, penulis mencoba memberikan saran bagi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai bahan pertimbangan perusahaan maupun untuk pihak lainnya mengenai Tingkat Kesehatan Bank, Tingkat Suku Bunga dan Harga Saham, yaitu sebagai berikut :

1. Sebaiknya, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk selalu meningkatkan dan mempertahankan kinerja perusahaan, baik dari kecukupan modal, kualitas aset, pencapaian laba, kemampuan liquiditas, dan manajemen yang produktif agar tingkat kesehatan bank ada dalam posisi yang sehat.

2. Sebaiknya, Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga (BI Rate) khususnya yang berkaitan dengan sektor perbankan sehingga dapat meringankan nasabah dalam berinvestasi di dunia perbankan yang pada akhirnya dapat meningkatkan laba pada perusahaan perbankan tersebut. 3. Sebaiknya, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk senantiasa selalu mengawasi

perkembangan saham yang beredar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik internal maupun eksternal agar pendanaan atau permodalan perusahaan dapat terjaga dengan baik.

4. Tingkat kesehatan bank dan tingkat suku bunga mempengaruhi harga saham, sehingga bagi manajemen perusahaan, variabel-variabel ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan harga saham bagi perusahaan sehingga

dapat menentukan besarnya harga saham yang sesuai agar dapat menghasilkan profit yang optimal bagi perusahaan.

116 Bandung: PT. Citra Adiya Bakto

Ali Arifin. (2007). Membaca Saham. Yogyakarta: Andi

Bambang Riyanto. (2001). Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi 4. Yogyakarta: BPEE

Bank mandiri. (2010). Prestasi Bank Mandiri. Melalui

<http://www.bankmandiri.co.id/article/prestasi.asp> (10 Februari 2011) Bank Indonesia. (2010). Laporan Keuangan Publikasi Bank Konvensional.

Melalui<http://www.bi.go.id/web/id/Publikasi/Laporan+Keuangan+Publik asi+Bank/Bank/Bank+Umum+Konvensional/>.(10 Februari 2011)

Dahlan Siamat. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan. Edisi ke Empat. Jakarta: Lembaga Penerbit FE UI

Djoko Retnadi. (2005). Memilih Bank Yang Sehat. Jakarta: Elex Komputindo Eduardus Tandelilin. (2010). Portofolio dan Investasi-Teori dan Aplikasi.

Yogyakarta: Kanisius

Januar Eko dan Ario Dananjaya. (2008). Analisis Kinerja Keuangan dan Harga Saham perbankan di Indonesia. Jurnal keuangan dan Perbankan, Vol 12, No 3. Yogyakarta

Jeni susyanti, Dkk. (2003). Indikasi Potensi Economic Value added dan Analisis Rasio Camel dalam Memprediksi Kesehatan Bank yang Listing di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Aplikasi Manajemen, Vol 1, No 3. Malang

Jonathan Sarwono. (2006). Panduan Cepat dan Mudah SPSS 14. Yogyakarta: Andi

Kasmir. (2000). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Linna Ismawati dan Victorius Montolalu. (2009). Pengaruh Kesehatan Bank terhadap Harga Saham pada PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Jurnal Riset Bisnis & Manajemen, Vol 1, No 1. Bandung

117

in the Post-2001 Period Through the CAMELS Approach. International Research Journal of Finance and Economics. Siptus Utara

R. Agus Sartono. (2001). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi Empat. Yogyakarta: Penerbir BP FE

Sugeng Mulyono. (2000). Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Tingkat Bunga terhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Vol 1, No 2. Malang

Sugiyono. (2010). “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D”. Bandung: Alfabeta

Tjiptono Darmadji & Hendy M.Fakhruddin. 2006. Pasar Modal Indonesia :

Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta: Salemba Empat

Tri setiyanto. (2008). Dampak Krisis Financial USA terhadap Indonesia. Melalui <http://trisetiyanto.wordpress.com/2008/10/15/dampak-krisis-financial- usa-terhadap-indonesia-kumpulan-artikel > (10 Februari 2011)

Umi Narimawati. (2008). Metodologi penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Bandung

Veithzal Rivai. (2007). Bank and Financial Institution Management. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada

Victorius Montolalu. (2009). Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Terhadap Harga Saham pada PT. Bank Negara Indonesia, Tbk. Skripsi. Bandung: FE UNIKOM

Y. Sri Susilo. (2000). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Salemba Empat

Dokumen terkait