• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Pengujian Hipotesis Penelitian

Berdasarkan hasil perhitungan normalitas dan homogenitas menggunakan bantuan program komputer SPSS versi 21 menunjukan bahwa tidak semua data berdistribusi normal dan berdasarkan uji homogenitas tidak semua data yang digunakan dalam penelitian ini memiliki varians yang sama. Oleh karena itu, analisis data selanjutnya untuk data yang berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama menggunakan uji parametrik, yaitu uji t untuk menguji dua sampel independen. Selanjutnya untuk data yang tidak berdistribusi normal dan tidak homogen menggunakan uji non-parametrik yaitu uji Chi-Square.

1. Pengujian Hipotesis Pertama

Perumusan hipotesis yang pertama yaitu ada perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Jenis Kelamin. Karena data variabel jenis kelamin tidak memenuhi persyaratan yaitu data tidak homogen, maka pengujian hipotesis yang pertama dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik dalam hal ini adalah uji Chi-square. Pengujian hipotesis dilakukan dengan bantuan SPSS for Windows versi 21 dengan menggunakan Uji Chi-Square. Langkah-langkah pengujian hipotesis yang pertama sebagai berikut:

Variabel Minat Berwirausaha dibagi menjadi dua kategori yaitu: kategori tinggi dan kategori rendah. Sedangkan untuk variabel jenis kelamin terbagi menjadi dua yaitu laki-laki dan perempuan. Berikut

tabel 4.10 yang berisi tentang hasil pengujian hipotesis perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Jenis Kelamin:

Tabel 4.10

Tabel Kontingensi dan Frekuensi Harapan Minat Berwirausaha ditinjau Dari Jenis Kelamin MINATBERWIRAUSAHA * JENISKELAMIN Crosstabulation

JENISKELAMIN Total LAKI-LAKI PEREMPUAN MINATB ERWIRA USAHA RENDAH Count 30 103 133 Expected Count 34,5 98,5 133,0 Adjusted Residual -1,3 1,3 TINGGI Count 37 88 125 Expected Count 32,5 92,5 125,0 Adjusted Residual 1,3 -1,3 Total Count 67 191 258 Expected Count 67,0 191,0 258,0

Tabel 4.10 menunjukan bahwa mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 67 mahasiswa. Dari 67 mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki, ada 30 mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha yang rendah, dan ada 37 mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha yang tinggi. Mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 191 mahasiswa. Dari 191 mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan, ada 103 mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha yang rendah, dan ada 88 mahasiswa yang mempunyai minat berwirausaha yang tinggi.

Berdasarkan tabel kontingensi diatas selanjutnya dilakukan pengujian Chi-Square yang terlihat pada tabel 4.11 sebagai berikut:

Tabel 4.11

Hasil Pengujian Hipotesis Pertama Dengan Menggunakan Uji Chi-Square

Chi-Square Tests Value df Asymp. Sig. (2-sided) Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square 1,663a 1 ,197 Continuity Correctionb 1,317 1 ,251 Likelihood Ratio 1,664 1 ,197

Fisher's Exact Test ,205 ,126

Linear-by-Linear Association

1,656 1 ,198

N of Valid Cases 258

a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 32,46.

b. Computed only for a 2x2 table

Pada tabel 4.11 di atas dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig sebesar 0,197 dan nilai Pearson Chi-Square sebesar 1,663. Karena nilai Asymp. Sig 0,197 > (0.05) maka hipotesis pertama ditolak yang berarti bahwa tidak ada perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Jenis Kelamin. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan adanya perbedaan minat berwirausaha ditinjau dari jenis kelamin tidak didukung oleh data. Berdasarkan hasil analisis

chi-square tentang perbedaan minat berwirausaha ditinjau dari jenis

kelamin di peroleh nilai Pearson Chi-Square sebesar 1,663 dan nilai

0,197>0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak, maka tidak ada perbedaan minat berwirausaha ditinjau dari jenis kelamin.

2. Pengujian Hipotesis Kedua

Perumusan hipotesis yang kedua yaitu ada perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Kreativitas Berwirausaha. Karena data variabel Kreativitas Berwirausaha memenuhi persyaratan yaitu data normal dan homogen, maka pengujian hipotesis yang kedua dilakukan dengan menggunakan uji parametrik dalam hal ini adalah uji independent sampel t-test. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 21 dengan menggunakan Uji independent sampel t-test. Langkah-langkah pengujian hipotesis yang kedua sebagai berikut:

Variabel Kreativitas Berwirausaha dibagi menjadi dua kategori yaitu: kategori tinggi dan kategori rendah. Berikut tabel 4.12 yang beisi tentang hasil pengujian hipotesis perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Kreativitas Berwirausaha:

Tabel 4.12

Hasil Uji T Variabel Minat Berwirausaha Ditinjau Dari Kreativitas Berwirausaha Group Statistics KREATIVITASBE RWIRAUSAHA N Mean Std. Deviation Std. Error Mean MINATBERWIR AUSAHA RENDAH 140 72,08 7,506 ,634 TINGGI 118 81,43 6,942 ,639

Berdasarkan tabel 4.12 diketahui bahwa jumlah mahasiswa yang mempunyai kreativitas berwirausaha yang rendah dan minat berwirausaha yang rendah sejumlah 140 mahasiswa dengan nilai rata-rata sebesar 72,08 dan mahasiswa yang mempunyai kreativitas berwirausaha yang tinggi dan minat berwirausaha yang tinggi sejumlah 118 mahasiswa dengan nilai rata-rata sebesar 81,43. Dengan demikian secara deskriptif statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata minat berwirausaha ditinjau dari kreativitas berwirausaha. Selanjutnya untuk membuktikan apakah perbedaan tersebut berarti signifikan (nyata) dapat diketahui pada tabel 4.13 sebagai berikut:

Tabel 4.13

Hasil Uji T Variabel Minat Berwirausaha Ditinjau Dari Kreativitas Berwirausaha

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t df Sig. (2-taile d) Mean Differe nce Std. Error Differ ence 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper MINATB ERWIRA USAHA Equal variances assumed ,654 ,419 -10,318 256 ,000 -9,354 ,907 -11,139 -7,568 Equal variances not assumed -10,387 253,775 ,000 -9,354 ,901 -11,127 -7,580

Tabel 4.13 diatas diketahui bahwa nilai hasil t hitung sebesar -10,318 dengan P value sebesar 0,000. Nilai P value 0,000 < dari 0,05, maka hipotesis diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan

bahwa ada perbedaan yang signifikan (nyata) minat berwirausaha ditinjau dari kreativitas berwirausaha.

3. Pengujian Hipotesis Ketiga

Perumusan hipotesis yang ketiga yaitu ada perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Pengetahuan Berwirausaha. Karena data variabel pengetahuan berwirausaha tidak memenuhi persyaratan yaitu data tidak normal, maka pengujian hipotesis yang ketiga dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik dalam hal ini adalah uji Chi-square. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS for Windows versi 21 dengan menggunakan Uji Chi-Square. Langkah-langkah pengujian hipotesis sebagai berikut:

Variabel Minat Berwirausaha dan Pengetahuan Berwirausaha dibagi menjadi dua kategori yaitu: kategori tinggi dan kategori rendah. Berikut tabel 4.14 yang beisi tentang hasil pengujian hipotesis perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari Pengetahuan Berwirausaha:

Tabel 4.14

Tabel Kontingensi dan Frekuensi Harapan Minat Berwirausaha ditinjau Dari Pengetahuan Berwirausaha

MINATBERWIRAUSAHA * PENGETAHUANBERWIRAUSAHA Crosstabulation PENGETAHUANBER WIRAUSAHA Total RENDAH TINGGI MINATBERWIRA USAHA RENDAH Count 89 44 133 Expected Count 71,1 61,9 133,0 Adjusted Residual 4,5 -4,5 TINGGI Count 49 76 125 Expected Count 66,9 58,1 125,0 Adjusted Residual -4,5 4,5 Total Count 138 120 258 Expected Count 138,0 120,0 258,0

Berdasarkan tabel 4.14 diketahui bahwa mahasiswa yang mempunyai Pengetahuan Berwirausaha yang rendah berjumlah 138 mahasiswa dan mahasiswa yang mempunyai Pengetahuan Berwirausaha yang tinggi berjumlah 120 mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai Pengetahuan Berwirausaha yang rendah dan mempunyai minat berwirausaha yang rendah berjumlah 89 mahasiswa. Sedangkan untuk mahasiswa yang mempunyai Pengetahuan Berwirausaha yang rendah dan mempunyai minat berwirausaha yang tinggi ada 49 mahasiswa. Mahasiswa yang mempunyai Pengetahuan Berwirausaha yang tinggi dan mempunyai minat berwirausaha yang rendah berjumlah 44 mahasiswa. Sedangkan untuk mahasiswa yang mempunyai Pengetahuan

Berwirausaha yang tinggi dan mempunyai minat berwirausaha yang tinggi berjumlah ada 76 mahasiswa. Berdasarkan tabel kontingensi diatas selanjutnya dilakukan pengujian Chi-Square dan pengujian koefisien kontingensi yang terlihat pada tabel 4.15 dan tabel 4.16 sebagai berikut:

Tabel 4.15

Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga Dengan Menggunakan Uji Chi-Square

Chi-Square Tests Value df Asymp . Sig. (2-sided) Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided) Pearson Chi-Square 19,899a 1 ,000 Continuity Correctionb 18,800 1 ,000 Likelihood Ratio 20,152 1 ,000

Fisher's Exact Test ,000 ,000

Linear-by-Linear Association

19,821 1 ,000

N of Valid Cases 258

a. 0 cells (0,0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 58,14.

b. Computed only for a 2x2 table

Pada tabel 4.15 di atas dapat diketahui bahwa nilai Asymp.

Sig sebesar 0,000 dan nilai Pearson Chi-Square sebesar 19,899.

Karena nilai Asymp. Sig 0,000< (0.05) maka hipotesis ketiga diterima yang berarti bahwa ada perbedaan Minat Berwirausaha ditinjau dari pengetahuan berwirausaha. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan adanya perbedaan minat berwirausaha ditinjau dari pengetahuan berwirausaha didukung oleh data. Berdasarkan hasil analisis chi-square perbedaan minat

berwirausaha ditinjau dari pengetahuan berwirausaha di peroleh nilai Pearson Chi-Square sebesar 19,899 dan nilai Asymp. Sig sebesar 0,000. Oleh karena nilai Asymp. Sig sebesar 0,000< 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, maka ada perbedaan minat berwirausaha ditinjau dari pengetahuan berwirausaha.

Karena hipotesisketiga diterima, maka selanjutnya mencari besarnya derajat asosiasi antara variabel minat berwirausaha dan pengetahuan berwirausaha, yaitu dengan cara membandingkan koefisein kontingensi (C) dengan koefisien kontingensi maksimum (Cmax). Nilai koefisien kontingensi terlihat pada tabel 4.16 sebagai berikut:

Tabel 4.16

Hasil Pengujian Koefisien Kontingensi Variabel Minat Berwirausaha ditinjau dari Pengetahuan Berwirausaha

Symmetric Measures Value Asymp. Std. Errora Approx. Tb Appro x. Sig. Nominal by Nominal Contingency

Coefficient

,268 ,000 Interval by Interval Pearson's R ,278 ,060 4,625 ,000c

Ordinal by Ordinal Spearman Correlation

,278 ,060 4,625 ,000c

N of Valid Cases 258

a. Not assuming the null hypothesis.

b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis. c. Based on normal approximation.

Pada tabel 4.16 diketahui bahwa nilai koefisien kontingensi (C) sebesar 0,268. Selanjutnya mencari nilai koefisien kontingensi maksimum (Cmax) dengan rumus sebagai berikut:

Cmax = √m − 1 m Cmax = √2 − 1 2 Cmax = √1 2 Cmax = √0,5 = 0,707

Setelah diketahui nilai koefisien kontingensi (C) dan koefisien kontingensi maksimum (Cmax), selanjutnya mencari rasio koefisien kontingensi terhadap koefisien kontingensi maksimum, dengan rumus sebagai berikut:

Rasio = C

Cmax Rasio =0,268 0,707 Rasio = 0,379

Berdasarkan hasil perhitungan diatas diperoleh nilai rasio sebesar 0,379. Nilai tersebut berada pada rentang skor 0,20-0,40. Maka dapat disimpulkan bahwa derajat hubungan antara minat berwirausaha dengan pengetahuan berwirausaha adalah rendah.

Dokumen terkait