BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Hipotesis Penelitian
Pada penelitian ini ada empat hipotesis yang akan diuji. Hipotesis pertama, hipotesis kedua dan hipotesis ketiga diuji dengan menggunakan analisis korelaasi product moment yang dikerjakan dengan program SPSS 15.0. Sedangkan hipotesis keempat menggunakan analisis regresi linier ganda tiga variabel bebas yang dikerjakan dengan program SPSS 15.0.
Hasil perhitungan diperoleh korelasi antara masing-masing variabel bebas yaitu minat belajar akuntansi (X1), kedisiplinan belajar siswa (X2) dan persepsi siswa terhadap profesionalisme guru (X3) dengan variabel terikat yaitu prestasi belajar akuntansi (Y), seperti yang diterangkum dalam tabel berikut:
Tabel V.5
Hasil korelasi antara variabel-variabel bebas dengan variabel terikat
1. Hubungan antara minat belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi
a. Perumusan hipotesis
Rumusan hipotesis pertama menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara minat belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.
b. Menentukan koefisien korelasi antara minat belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi atau mencari nilai r hitungnya. Berdasarkan tabel output SPSS 15.0 diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,241 dan taraf signifikansinya 0,002. Karena taraf signifikansi hasil penelitian lebih rendah dari 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan ada korelasi yang signifikan antara minat belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.
Variabel Bebas
Variabel Terikat
N r hitung signifikansi kesimpulan
X1 Y 139 0,241 0,002 Signifikan
X2 Y 139 0,190 0,013 Signifikan
c. Interpretasi hubungan antara variabel minat belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi dengan menggunakan pedoman sebagai berikut:
Tabel V.6
Interpretasi Hubungan Antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 - 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Berdasarkan tabel output SPSS 15.0 (lihat lampiran VI) diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,241. Nilai korelasi dari hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa antara variabel minat belajar akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi mempunyai hubungan yang positif dan berada pada tingkat rendah.
2. Hubungan antara kedisiplinan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi
a. Perumusan hipotesis
Rumusan hipotesis kedua menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kedisiplinan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.
b. Menentukan koefisien korelasi antara kedisiplinan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi atau mencari nilai r hitung nya. Berdasarkan tabel output SPSS 15.0 diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,190 dan taraf signifikansinya 0,013. Karena taraf signifikansi hasil penelitian lebih rendah dari 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan ada korelasi yang signifikan antara kedisiplinan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.
c. Interpretasi hubungan antara variabel kedisiplinan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi dengan menggunakan pedoman sebagai berikut:
Tabel V.7
Interpretasi Hubungan Antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 - 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
Berdasarkan tabel output SPSS 15.0 (lihat lampiran VI) diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,190. Nilai korelasi dari hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa antara variabel kedisiplinan belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi mempunyai hubungan yang positif dan berada pada tingkat sangat rendah.
3. Hubungan antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi
a. Perumusan hipotesis
Rumusan hipotesis ketiga menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru dengan prestasi belajar akuntansi.
b. Menentukan koefisien korelasi antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi atau mencari nilai r hitungnya.
Berdasarkan tabel output SPSS 15.0 diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,183 dan taraf signifikansinya 0,016. Karena taraf signifikansi hasil penelitian lebih rendah dari 0,05 maka dapat ditarik kesimpulan ada korelasi yang signifikan antara persepsi siswa terhadap profesionalisme guru dengan prestasi belajar akuntansi.
c. Interpretasi hubungan antara variabel persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi dengan menggunakan pedoman sebagai berikut:
Tabel V.8
Interpretasi Hubungan Antara Variabel Bebas dengan Variabel Terikat
Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
0,20 - 0,399 Rendah
0,40 – 0,599 Sedang
0,60 – 0,799 Kuat
Berdasarkan tabel output SPSS 15.0 (lihat lampiran VI) diketahui bahwa nilai r hitung sebesar 0,183. Nilai korelasi dari hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa antara variabel persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi mempunyai hubungan yang positif dan berada pada tingkat sangat rendah.
4. Hubungan antara minat belajar akuntansi, kedisiplinan belajar siswa dan persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.
Hipotesis keempat menyatakan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara minat belajar akuntansi, kedisiplinan belajar siswa dan persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang dikeluarkan atau dengan kata lain ketiga variabel bebas yaitu minat belajar akuntansi (X1), kedisiplinan belajar siswa (X2) dan persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi (X3) dimasukkan dalam perhitungan regresi.
Dari hasil perhitungan nilai koefisien korelasi ganda (lihat lampiran VI) diperoleh nilai Ry123 sebesar 0,253. Untuk menguji signifikansi nilai koefisien korelasi Ry123 maka digunakan uji F pada taraf signifikansi 5%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa FHitung
demikian FHitung > FTabel (3,070 > 2,68). Taraf signifikansinya sebesar 0,030 jauh dibawah 0,05. Berarti hipotesis yang diajukan diterima, atau dengan kata lain ada hubungan yang positif (rendah) dan signifikan antara minat belajar akuntansi, kedisiplinan belajar siswa dan persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.
5. Penentuan Bobot Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif
Perhitungan bobot sumbangan relatif dan sumbangan efektif dilakukan secara manual. Perlu dilakukan penentuan bobot sumbangan relatif dan sumbangan efektif untuk mengetahui sumbangan setiap variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). a. Sumbangan Relatif
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil bahwa prestasi belajar akuntansi (Y) dipengaruhi oleh minat belajar akuntansi (X1) sebesar 63,90%, kedisiplinan belajar siswa (X2) sebesar 20,58%, persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi (X3) sebesar 15,52% (lihat lampiran VI).
b. Sumbangan Efektif
Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil bahwa prestasi belajar akuntansi (Y) dipengaruhi oleh minat belajar akuntansi (X1) sebesar 4,08%, kedisiplinan belajar siswa (X2) sebesar 1,31%, persepsi siswa terhadap profesionalisme guru akuntansi (X3) sebesar 0,99% (lihat lampiran VI). Jumlah sumbangan efektif
ketiga variabel adalah sebesar 6,39%. Artinya sebesar 93,61% perubahan prestasi belajar akuntansi ditentukan oleh variabel lain di luar penelitian ini.