• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Hipotesis

Dalam dokumen korelasi aktifitas siswa dengan hasil be (Halaman 45-53)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3. Pengolahan Data

4.3.6. Pengujian Hipotesis

Selanjutnya menginterpretasikan koefisien nilai r sesuai dengan tabel 3.1

interpretasi nilai r maka dengan ketentuan , berarti termasuk agak

rendah.

Table 3.1. Interpretasi Nilai r

Besarnya nilai r interpretasi

Antara 0,800 sampai 1,000 tinggi

Antara 0,600 sampai 0,800 cukup

Antara 0,400 sampai 0,600 Agak rendah

Antara 0,200 sampai 0,400 Rendah

Antara 0,000 sampai 0,200 Sangat rendah

(Sumber : Prosedur Penelitian dalam Arikunto, 2006: 276)

4.3.6. Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui signifikansi tidaknya koefisien korelasi. Dalam pengujian hipotesis ini peneliti menggunakan statistik uji-t, yaitu sebagaimana dikemukakan Sudjana (2002: 380) dengan rumus:

49

: tidak adanya korelasi metode kooperatif peta konsep dengan hasil belajar siswa di SMA Inshafuddin Banda Aceh

: adanya korelasi metode kooperatif peta konsep dengan hasil belajar siswa di SMA Inshafuddin Banda Aceh.

Untuk menguji hipotesis penelitian ini, digunakan taraf signifikan

, dan derajat kebebasan dk = ( n - 2 ). Kriteria pengujian hipotesis adalah

“terima jika , dalam hal lain tolak ”. Untuk

memperoleh nilai tersebut dihitung sebagai berikut:

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, diperoleh . Dengan

mengambil taraf signifikan 0,05 dan , maka dari daftar

distribusi t didapat . Maka maka

ditolak, karena dan diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat

korelasi antara metode kooperatif peta konsep dengan hasil belajar siswa di SMA Inshafuddin Banda Aceh.

Berdasarkan hasil analisis regresi linier yang telah dilakukan, penulis

memperoleh persamaan garis regresi linier yaitu: ̂ . Dari

persamaan garis regresi tersebut dapat dibuat suatu grafik regresi linier, dengan sumbu horizontal menunjukkan nilai aktivitas siswa (x) dan sumbu vertikal menunjukkan hasil belajar siswa. Penulis memperoleh grafik dari persamaan regresi yang diketahui dengan menggunakan microsoft office exel 2014. Grafik tersebut adalah sebagai berikut:

Dari grafik di atas diketahui bahwa:

a. Variabel-variabel tersebut mempunyai hubungan yang hampir cukup dekat. Hal

itu dikarenakan bahwa titik-titik pada grafik terletak hampir saling berdekatan dengan garis yang bisa ditarik melalui titik tersebut.

b. Variabel-variabel tersebut mempunyai hubungan positif, karena titik-titik pada

grafik menunjukkan dari kiri kekanan atas.

c. Variabel-variabel tersebut mempunyai hubungan korelasi linier karena titik-titik

pada grafik menunjukkan gejala garis lurus.

Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh angka koefisien korelasi atau nilai r yaitu 0,42. Berdasarkan indeks korelasi yang diperoleh tersebut dapat diketahui adanya tiga hal, yakni ada tidaknya korelasi, arah korelasi, dan interpretasi mengenai tinggi-rendahnya korelasi.

y = 0,3991x + 51,721 0 50 100 150 0 20 40 60 80 100 120

51

Ada tidaknya korelasi, dinyatakan dalam angka pada indeks. Betapapun kecilnya indeks korelasi, jika bukan 0,000, dapat diartikan bahwa antara kedua variabel yang dikorelasikan, terdapat adanya korelasi (Arikunto, 2006: 279). Dilihat dari pendapat tersebut, dapat dikatakan hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi metode kooperatif peta konsep dari nilai aktifitas belajar terhadap hasil belajar siswa.

Sudijono (2005: 186) menyatakan bahwa korelasi antara varibel X dan Y

disebut korelasi positif apabila angka indeks korelasinya bertanda “pluss” (+);

sebaliknya, apabila angka indeks korelasi variabel X dan variabel Y bertanda “minus” (-), maka korelasi yang demikian itu disebut korelasi negatif. Sedangkan

Sudjana (2002: 369) mengatakan, “harga-harga r bergerak antara -1 dan +1

dengan tanda negatif menyatakan adanya korelasi tak langsung atau korelasi negatif dan tanda positif menyatakan adanya korelasi langsung atau korelasi positif”. Berdasarkan nilai r yang diperoleh memperlihatkan bahwa nilai r bertanda (+). Artinya hal tersebut menunjukkan adanya korelasi positif (searah) antara nilai aktifitas siswa dan hasil belajar siswa. Selain itu, pengujian hipotesis

menperlihatkan hipotesis diterima, yakni terdapat korelasi positif motode

kooperatif peta konsep dari nilai aktifitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa di SMA Inshafuddin Banda Aceh.

Tinggi rendahnya korelasi dapat diinterprestasikan dengan melihat tabel yang dikemukakan oleh Arikunto (2006, 276), dengan memperhatikan besarnya nilai r yaitu 0,42, terletak antara 0,40 - 0,6. Berdasarkan interpretasi yang dikemukakan oleh Arikunto (2006, 276) dapat dinyatakan bahwa korelasi positif

metode kooperatif peta konsep dari nilai aktifitas belajar siswa dengan hasil belajar siswa adalah termaksud korelasi positif yang agak rendah.

Dari grafik linier juga dapat dilihat bahwa semakin tinggi aktifitas siswa maka semakin bagus hasil belajar siswa yang diperoleh. Oleh karena itu penting bagi seorang guru untuk meningkatkat aktifitas dalam proses pembelajaran, Karena semakin siswa itu aktif maka semakin baik pemahaman siswa terhadap materi yang telah diajarkan. Dalam meningkatkan aktifitas siswa guru harus lebih teliti dalam memilih metode pembelajaran. Salah satu alternatif yang bisa jadi pegangan guru adalah metode kooperatif peta konsep, sebagaimana yang telah peneliti lakukan.

Metode kooperatif sangatlah tepat dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat (Henny, 2003: 20) yaitu, “pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mendorong siswa aktif menemukan sendiri pengetahuannya melalui ketrampilan proses”. Sedangkan peta konsep sangatlah tepat untuk menanam konsep dasar (awal) dari pokok pembahasan. Hal ini juga sesuai dengan yang dikemukakan

oleh Ausabel (dalam Trianto, 2007: 94) yaitu,“faktor yang paling penting yang

mempengarui pembelajaran adalah apa yang telah diketahui siswa (pengetahuan awal)”. Sehingga dengan penggabungan dua metode ini dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal, karena kedua metode ini berhubungan positif terhadap hasil belajar siswa, seperti yang telah dikemukakan sebelumnya. Oleh karena itu belajar membutuhkan suatu metode yang tepat untuk bisa meningkatkan aktifitas siswa agar memperoleh hasil belajar yang maksimal.

53

Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode kooperatif peta konsep memiliki hubungan yang positif dengan hasil belajar siswa. Namun hubungan keduanya masih dalam katagori agak rendah, hal ini karena karena hasil belajar masih banyak dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti yang dikemukakan oleh Anneahira faktor yang mempengaruhi hasil belajar yaitu: “Faktor eksternal yang meliputi keadaan keluarga, kondisi sekolah, dan linkungan masyarakat. Sedangkan faktor internal yang meliputi kecerdasan, bakat, minat, dan motivasi”. Hal ini juga sesuai dengan

pendapat yang dikemukakan oleh Heski yaitu bahwa: “Penerapan pembelajaran

kooperati dengan mertode peta konsep berpengaruh poaitif dengan hasil belajar siswa”.

54

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Terdapat hubungan positif antara metode kooperatif peta konsep dan hasil belajar

siswa kelas XI IPA 1 di SMA Inshafuddin Banda Aceh tahun pelajaran 2013 /2014.

2. Aktifitas siswa pada saat pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif

peta konsep adalah tinggi dan hasil belajar siswa yang dilaksanakan setelah pembelajaran juga tinggi, hal ini bisa dilihat pada hasil penelitian BAB IV.

5.2 Saran

Dari kesimpulan di atas maka perlu kiranya penulis memberikan saran-saran yang bermamafaat dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, khusussnya mutu pendidikan di SMA Inshafuddin Banda Aceh. Adapun saran-saran yang peneliti uraikan sebagai berikut:

1. Guru hendaknya senantiasa memilih metode yang tepat yang bisa membuat siswa

itu aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang bisa dipilih adalah metode kooperatif peta konsep.

2. Guru diharapkan harus lebih memperhatikan siswa saat proses pembelajaran agar

55

3. Para siswa hendaknya membiasakan diri berkonsultasi dengan guru mengenai

permasalahan yang timbul saat proses pembelajaran.

4. Bagi peneliti berikutnya sebaiknya melakukan penelitian dengan menambah

faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa dengan cakupan yang lebih luas lagi. Dengan demikian hasilnya akan lebih beragam, guna menambah referensi dalam pemecahan masalah hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran matematika.

Dalam dokumen korelasi aktifitas siswa dengan hasil be (Halaman 45-53)

Dokumen terkait