BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Deskriptif
4.4.2 Pengujian Hipotesis Secara Parsial
Dalam penelitian ini, uji t digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh signifikan secara parsial dari masing-masing variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y), yaitu pengaruh struktur modal dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan secara parsial.
Adapun kriteria dari pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut: a. t hitung≥ t tabel, dengan α = 5 % maka H0 ditolak, artinya signifikan
b. t hitung ≤ t tabel ≤ t hitung, dengan α = 5 % maka H0 diterima, artinya tidak signifikan.
4.4.2.1Pengaruh Struktur Modal (X1) Terhadap Nilai Perusahaan (Y)
Pengujian parsial dilakukan dengan statitik uji t untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Daerah penerimaan H
Untuk melihat pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, hipotesis statistik yang digunakan adalah dengan langkah-langkah pengujian hipotesis sebagai berikut:
Merumuskan hipotesis statistik Rumusan Hipotesisnya :
1. H0:β1=0, struktur modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
2. H1:β1≠0, struktur modal memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Menentukan tingkat signifikansi
Pada penelitian ini diambil tingkat signifikansi adalah sebesar α = 5% atau α = 0,05. Dengan jumlah sampel (n) = 35; jumlah variabel X (k) = 2; taraf signifikan α = 5% diperoleh nilai ttabel untuk derajat bebas (db) = n-k-1 = 35-2-1 = 32. Maka t (0,05;32) =
Mencari nilai thitung
Untuk menguji hipotesis, statistik uji yang digunakan adalah nilai t. Nilai thitung yang diperoleh dari tabel Coefficients berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan IBM SPSS Statistics 20 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.15
Hasil Uji t Struktur Modal Terhadap Nilai Perusahaan Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 312.51 5 46.886 6.665 .000 Struktur Modal 7.496 10.783 .120 .695 .492 Profitabilitas -61.197 57.253 -.185 -1.069 .293 a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan
Sumber : Hasil Pengolahan Data
Nilai thitung untuk variabel Struktur Modal (X1) dari hasil perhitungan diperoleh sebesar 0,695 dengan nilai signifikansi (p-value) = 0,492
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Untuk mengetahui hasil pengujian hipotesis, penentuan hasil uji (penerimaan/ penolakan H0) dapat dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel atau juga dapat dilihat dari nilai signifikansinya.
Jika thitung > ttabel atau thitung < - ttabel, maka H0 ditolak (signifikan) Jika -ttabel <thitung < ttabel, maka H0 diterima (tidak signifikan)
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui thitung < ttabel (0,695 <1,672). Artinya H0 berada di daerah penerimaan dan H1 ditolak, menjelaskan bahwa struktur modal berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil ini juga ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji statistik (p-value) sebesar 0492.
Pengaruh positif yang tidak signifikan menandakan bahwa struktur modal berpengaruh terhadap nilai perusahaan, namun pengaruhnya sangat lemah. Dalam arti lain, tinggi rendahnya struktur modal tidak menjadikan alasan utama bagi kreditur yang akan memberikan pendanaan kepada perusahaan.
Gambar 4.16
Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 Secara Parsial Pada Uji t Variabel Struktur Modal (X1)
4.4.2.2Pengaruh Profitabilitas (X2) Terhadap Nilai Perusahaan (Y)
Pengujian parsial dilakukan dengan statitik uji t untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Untuk melihat pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, hipotesis statistik yang digunakan adalah dengan langkah-langkah pengujian hipotesis sebagai berikut:
Merumuskan hipotesis statistik Rumusan Hipotesisnya : Daerah penerimaan H0 Daerah penolakan H 0 ttabel =1,671 thitung = 0,695 Daerah penolakan H0
1. H0:β2=0, Profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan
2. H1:β2≠0, Profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Menentukan tingkat signifikansi
Pada penelitian ini diambil tingkat signifikansi adalah sebesar α = 5% atau α = 0,05. Dengan jumlah sampel (n) = 35; jumlah variabel X (k) = 2; taraf signifikan α = 5% diperoleh nilai ttabel untuk derajat bebas (db) = n-k-1 = 35-2-1 = 32. Maka t (0,05;32) = 1,671.
Mencari nilai thitung
Untuk menguji hipotesis, statistik uji yang digunakan adalah nilai t. Nilai thitung yang diperoleh dari tabel Coefficients berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan IBM SPSS Statistics 20 dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.16
Hasil Uji t Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 312.51 5 46.886 6.665 .000 Struktur Modal 7.496 10.783 .120 .695 .492 Profitabilitas -61.197 57.253 -.185 -1.069 .293 a. Dependent Variable: Nilai Perusahaan
Nilai thitung untuk variabel profitabilitas (X2) dari hasil perhitungan diperoleh sebesar -1,069 dengan nilai signifikansi (p-value) = 0,001
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Untuk mengetahui hasil pengujian hipotesis, penentuan hasil uji (penerimaan/ penolakan H0) dapat dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel atau juga dapat dilihat dari nilai signifikansinya.
Jika thitung > ttabel atau thitung < - ttabel, maka H0 ditolak (signifikan) Jika -ttabel <thitung < ttabel, maka H0 diterima (tidak signifikan)
Dari hasil perhitungan dapat diketahui thitung < ttabel (-1,069 < 1,671). Artinya H0 berada di daerah penerimaan dan H1 ditolak, menjelaskan bahwa profitabilitas berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh positif yang tidak signifikan menandakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, namun pengaruhnya sangat lemah. Dalam arti lain, tinggi rendahnya profitabilitas tidak menjadi alasan utama bagi kreditur yang akan memberikan pendanaan kepada perusahaan.
Daerah penerimaan H0 Daerah penolakan H 0 ttabel =1,671 thitung = -3,576 Daerah penolakan H0
Gambar 4.17
Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 Secara Parsial Pada Uji t Variabel Profitabilitas (X2)
129 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dari pengaruh Struktur Modal dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan 2011, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Perkembangan struktur modal pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 mengalami fluktuasi. Adapun fluktuasi struktur modal kecenderungan menurun. Perubahan yang cukup signifikan pada tahun 2010 sebesar 1.05% dan 2011 sebesar -0.42%. Penurunan struktur modal tersebut ini diakibatkan oleh presentase kenaikkan atau penurunan hutang jangka panjang terhadap modal sendiri. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kemampuan perusahaan untuk bersaing, kemampuan untuk tumbuh dan kemampuan untuk berkembang.
2. Perkembangan profitabilitas pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 mengalami fluktuasi. Adapun fluktuasi profitabilitas kecenderungan turun. Namun perubahan yang cukup signifikan terjadi pada tahun 2010 sebesar 1.0% dan tahun 2011 sebesar 0.19%. Penurunan
ini disebabkan karena perusahaan tidak dapat mengelola perputaran total aktiva dengan baik yang menyebabkan turunnya keuntungan dari penjualan tersebut.
3. Perkembangan nilai perusahaan pada perusahaan farmasi yang terdaftar di BEI tahun 2008 sampai dengan tahun 2011 mengalami fluktuasi. Namun perubahan yang cukup signifikan terjadi pada tahun 2010 sebesar 139.63% dan tahun 2011 sebesar -106.87%. penurunan ini disebabkan oleh nilai buku per saham mengalami kenaikkan. Kenaikkan persentase terbesar menjadikan pertumbuhan pasar merupakan sinyal bahwa perusahaan mempunyai prospek bagus di masa yang akan datang. Sedangkan penurunan terjadi berarti meskipun nilai buku saham mengalami peningkatan namun pasar kurang percaya akan prospek perusahaan di masa yang akan datang sehingga harga pasar saham lebih kecil dari nilai instrinsiknya.
4. Hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh Antara struktur modal dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan sebagai berikut :
a. Secara parsial struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Untuk hubungan struktur modal dengan nilai perusahaan rendah dan searah, artinya jika struktur modal yang dihasilkan naik maka nilai perudahaan akan meningkat pula.
Secara parsial profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. untuk hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan adalah sangat rendah dan tidak searah, artinya jika profitabilitas yang dihasilkan naik maka nilai perusahaan akan menurun.
b. Secara simultan struktur modal dan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Artinya jika struktur modal dan profitabilitas perusahaan naik, maka nilai perusahaan akan meningkat.
5.2 Saran
Berdasarkan penelitian dan kesimpulan di atas, penulis memberikan saran bagi perusahaan farmasi sebagai bahan pertimbangan perusahaan maupun untuk pihak lainnya mengenai struktur modal, profitabilitas dan nilai perusahaan, yaitu sebagai berikut :
1. Sebaiknya perusahaan dapat tetap mempertahankan kondisi struktur modal yang optimal melalui adanya penggunaan pinjaman (hutang) yang menyebabkan timbulnya beban bunga dengan sebaik-baiknya sehingga akan meningkatkan laba yang lebih tinggi daripada beban bunga dan hutang yang harus dibayarkan dan perusahaan juga perlu memperhatikan besar kecilnya tingkat risiko keuangan yang dihadapi
2. Sebaiknya perusahaan harus lebih memperhatikan profitabilitas perusahaannya. Karena dengan adanya tingkat profitabilitas yang tinggi jalannya operasi di dalam suatu perusahaan akan mudah dan berjalan dengan baik. Selain itu dengan adanya profitabilitas yang tinggi perusahaan tidak lagi meminjam dana eksternal secara berlebihan dan laba perusahaan pun akan optimal.
3. Sebaiknya perusahaan harus memperhatikan nilai perusahaannya. Nilai perusahaan yang baik adalah nilai perusahaan yang tinggi, semakin tinggi nilai perusahaan maka semakin tinggi pula nilai jual perusahaan tersebut. Karena nilai perusahaan yang tinggi merupakan keinginan bagi para pemegang saham sebab dengan nilai yang tinggi menunjukan kemakmuran bagi para pemegang saham.
4. Struktur modal dan profitabilitas mempengaruhi nilai perusahaan. oleh karena itu bagi manajemen perusahaan variabel-variabel ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan nilai perusahaan agar dihasilkan kebijakan nilai perusahaan yang optimal bagi perusahaan, yaitu mempertimbangkan beberapa hal antara lain berapa besar kebutuhan dana tersebut, dalam bentuk apa sumber dana tersebut, dan berapa lama dana itu diguunakan akan berpengaruh pada nilai perusahaan yang menunjukkan komposisi perbandingan sumber dana permanen yang digunakan oleh perusahaan dalam membiayai investasinya.