Untuk melihat lebih rinci pengaruh secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat, berikut disajikan uji hipotesis secara parsial menggunakan uji t.
Pengujian X1:
Ho : β1 = 0 Motivasi Konsumen secara parsial tidak berpengaruh positif yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Ha : β1 ≠ 0 Motivasi Konsumen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Rumus uji t yang digunakan adalah :
Pengujian hipotesis X1 :
1 1 1 hitungX b t se b 1 0,319 0,064 hitungX t 1 4,981 hitungX t Pengujian hipotesis X2 :
2 2 2 hitungX b t se b 1 0,516 0,083 hitungX t 2 6, 230 hitungX t Kriteria dari pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut : Apabila thitung positif (+), maka :
thitung > ttabel maka H0 ditolak
thitung < ttabel maka H0 diterima
Apabila thitung negatif (-), maka :
thitung > ttabel maka H0 diterima
thitung < ttabel maka H0 ditolak
Dengan menggunakan SPSS, diperoleh hasil uji hipotesis parsial X1 sebagai berikut:
Tabel 4.39
Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji t) X1
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai t hitung untuk Motivasi Konsumen sebesar 4,981. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t. Dengan α=0,05, df=n-k-1=90-2-1=87, untuk pengujian dua sisi diperoleh nilai t tabel sebesar ± 1,988. Diketahui bahwa t hitung untukX1 sebesar 4,981 berada lebih dari nilai t tabel (1,988), maka Ho ditolak artinya Motivasi Konsumen secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan
Coeffi ci entsa 3,488 1,752 1,991 ,050 ,319 ,064 ,392 4,981 ,000 ,516 ,083 ,490 6,230 ,000 (Constant) Motiv asi (X1) Persepsi (X2) Model 1 B St d. Error Unstandardized Coef f icients Beta St andardized Coef f icients t Sig.
Dependent Variable: Pengambilan Keputusan (Y ) a.
Pembelian Konsumen. Jika digambarkan, nilai t hitung dan t tabel untuk pengujian parsial X1 tampak sebagai berikut:
Gambar 4.33
Kurva Uji Hipotesis Parsial X1 terhadap Y
Pengujian X2:
Ho : β2 = 0 Persepsi Konsumen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Ha : β2 = 0 Persepsi Konsumen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen
Dengan taraf signifikansi 0,05
Kriteria : Tolak Ho jika t hitung lebih besar dari t tabel, terima dalam hal lainnya Dengan menggunakan SPSS, diperoleh hasil uji hipotesis parsial X2 sebagai berikut: Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel = -1,988 0 t tabel = 1,988 t hitung = 4,981 Daerah penolakan Ho
Tabel 4.40
Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji t) X2
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai t hitung untuk Persepsi Konsumen sebesar 6,230. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t. Dengan α=0,05, df=n-k-1=90-2-1=87, untuk pengujian dua sisi diperoleh nilai t tabel sebesar 1,988. Diketahui bahwa t hitung untuk X2 sebesar 6,230 berada lebih dari nilai t tabel (1,988), maka Ho ditolak artinya Persepsi Konsumen secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Jika digambarkan, nilai t hitung dan t tabel untuk pengujian parsial X2 tampak sebagai berikut:
Gambar 4.34
Kurva Uji Hipotesis Parsial X2 terhadap Y
Coeffi ci entsa 3,488 1,752 1,991 ,050 ,319 ,064 ,392 4,981 ,000 ,516 ,083 ,490 6,230 ,000 (Constant) Motiv asi (X1) Persepsi (X2) Model 1 B St d. Error Unstandardized Coef f icients Beta St andardized Coef f icients t Sig.
Dependent Variable: Pengambilan Keputusan (Y ) a. Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel = -1,988 0 t tabel = 1,988 t hitung = 6,230 Daerah penolakan Ho
130
Masalah yang menjadi dasar penelitian ini adalah adanya penurunan penjualan sepeda motor Honda jenis Supra pada PD. Subur Motor Raya Bandung dalam kurun waktu 2006-2010. Penurunan penjualan ini menunjukkan adanya penurunan keputusan pembelian konsumen pada produk sepeda motor Honda jenis Supra pada PD. Subur Motor Raya Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh motivasi dan persepsi, konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda Jenis supra pada PD. Subur Motor Raya Bandung.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Motivasi Konsumen terhadap Produk Honda Supra di PD Subur Motor Raya tergolong baik (76,3%). Skor yang paling rendah yaitu 65,8% dimana motor Honda Supra membantu dalam sehari-hari. Dan skor yang paling tinggi yaitu 90,4% tentang daya beli sesuai dengan kemampuan responden.
2. Persepsi Konsumen terhadap Produk Honda Supra di PD Subur Motor Raya tergolong sangat baik (86,6%). Skor yang paling rendah yaitu 79,3% dimana motor Honda Supra model dan bentuknya menarik. Dan skor yang paling tinggi dari indikator am yaitu 91,6% tentang Honda Supra lebih unggul dibandingkan dengan motor sejenisnya.
3. Keputusan Pembelian Konsumen terhadap Produk Honda Supra di PD Subur Motor Raya tergolong baik (83,1%). Skor yang paling rendah yaitu 77,8% dimana motor Honda Supra adalah satu-satunya alat tranportasi. Dan skor yang paling tinggi yaitu 87,3% tentang merek Honda memberikan hadiah yang menarik.
4. Persamaan regresi yang terbentuk adalah: Yˆ= 3,488 + 0,319 X1 + 0,516 X2. Berdasarkan analisis koefisien determinasi (KD), Motivasi Konsumen dan Persepsi Konsumen secara simultan memberikan pengaruh terhadap Keputusan Pembelian Konsumen sebesar 52,0% sedangkan sisanya sebesar 48,0% merupakan pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan uji hipotesis secara simultan, pengaruh sebesar 52,0% dinyatakan signifikan (F hitung 47,176 > F tabel 3,101). Berdasarkan uji hipotesis secara parsial, Motivasi Konsumen memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (t hitung berada di wilayah penolakan H0) dengan pengaruh sebesar 21,7%, demikian pula Persepsi Konsumen berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen terhadap Produk Honda Supra di PD Subur Motor Raya (t hitung berada di wilayah penolakan H0) dengan pengaruh sebesar 30,3%. Dan sisanya 48% dijelaskan oleh variabel-variabel aspek-aspek lain.
5.2 Saran
Setelah dilakukan penelitian yang dilaksanakan penulis pada PD Subur Motor Raya Bandung mengenai Motivasi dan persepsi konsumen terhadap keputusan pembelian. Penulis memberikan saran kepada PD Subur Motor Raya Bandung, semoga saran tersebut dapat bermanfaat sebaik-baiknya untuk kemajuan PD. Subur Motor Raya Bandung. Saran dari penulis adalah sebagai berikut :
1. Untuk mendapatkan hati para pembeli atau konsumen yang akan membeli produk sepeda motor di PD. Subur Motor Raya hendaknya memperkenalkan produk dengan jelas dan ramah sehingga konsumen termotivasi untuk membeli produk yang ditawarkan.
2. Produk yang ditawarkan sebaiknya lebih ditingkatkan, baik itu di media cetak maupun media elektronik. Sehingga konsumen akan sering melihat dan mendengar produk tersebut di masyarakat dan membuat persepsi konsumen terhadap produk tersebut semakin baik.
3. Sebaiknya dibuat lagi suatu program khusus mengenai sepeda motor Honda jenis Supra untuk merangsang konsumen agar mereka memutuskan untuk membeli Honda jenis Supra, seperti melakukan program promosi yaitu memberikan potongan harga, atau pemberian hadiah menarik bagi setiap pembelian sepeda motor Honda jenis Supra pada PD. Subur Motor Raya Bandung. Diharapkan melalui pendekatan tersebut calon konsumen yang memutuskan untuk membeli sepeda motor Honda jenis Supra pada PD. Subur Motor Raya bandung akan meningkat.
4. Pengaruh motivasi dan persepsi konsumen terhadap pengambilan keputusan membeli sepeda motor Honda jenis Supra di PD. Subur Motor Raya Bandung dapat ditingkatkan kembali, dengan cara lebih mengekpos kelebihan dan keunggulan Honda jenis Supra sehingga motivasi dan persepsi yang melekat pada konsumen menjadi lebih baik karena sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Kotler, 2007:226) satu perangkat proses psikologis berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Empat proses psikologis yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, dan memori secara fundamental mempengaruhi tanggapan konsumen tehadap berbagai rangsangan pemasaran. Namun masih terdapat faktor lain di luar motivasi dan persepsi konsumen yang mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian Sepeda motor Honda jenis Supra seperti faktor budaya, faktor sosial, dan faktor personal konsumen itu sendiri.
134
Basu Swastha dan Hani handoko, 2005 Azas-azas Marketing. Yogyakarta: Liberti. Dahmiri.2008. Analisis Persepsi Konsumen terhadap Keputusan membeli Perumahan Griya Kembar Lestari di Kota Jambi. Diakses pada 20 februari 2011
Durianto, Darmadi, et al. (2004). Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Engel, F.J., dkk., (2001). Consumen Behaviour. 9 th edition. Harcourt, Orlando. Ghozali, Imam. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
Husein Umar.(2005). Metode Penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Jakarta : PT. Gramedia Pusaka.
Jonathan, Sarwono. (2005). SPSS Teori dan Latihan. Bandung : PT. Dana Martha Sejahtera Utama.
Kotler dkk. (2001), Manajemen pemasaran di Indonesia: Analisis, Perencanaan, implementasi & Pengendalian, Jakarta: Salemba Empat.
_________. (2004). Dasar-dasar Pemasaran, edisi kesembilan. Jakarta : PT Indeks.
_________. (2007). Manajemen Pemasaran. Edisi kedua belas, Jakarta: PT Indeks.
Mowen, John C. dan Michael Minor, (2000) .Consumer behavior, Fifth Edition. New Jersey : Prentice hall, Inc.
Nazir, M. (2005). Metode Penelitian, Edisi Kedua. Jakarta : Ghalia Indonesia. Peter, J.P., Olson, J.C. (2002), Consumer Behavior & Marketing Strategy
International Edition (6th ed.), New York Irwin-McGrawHill.
Schiffman, l.G., & Leslie L.K., (2004). Consumer Behavior. 8th edition. Prentice Hall : New Jersey.
Setiadi, Nugroho J. (2003). Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Prenada Media.
Sigit Kumala (2011 20 April). Penjualan motor honda dekati satu juta unit.Tribun Jabar, hal.3
Sigit, Soehardi. (2002). Pemasaran Praktis, Edisi Ketiga. Yogyakarta: BPFE. Simamora, Henry. (2002). Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: STIE YKPN. Solomon, Michael R, (2004). Consumer Behaviour : Buying, Having, and Being,
Sixth Edition, New Jersey : Pearson Prentice Hall. Sugiyono. (2005). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. ________. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta
Sumarwan, Ujang. (2004). Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Sunarto. (2006). Perilaku Konsumen. Yogyakarta : Amus
Supranto, (2003). Metode Riset : Aplikasi dalam pemasaran, Edisi ketujuh/Revisi. Jakarta : Rineka Cipta.
_________(2000). Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta : Erlangga
Sutisna. (2003). Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ummi Narimawati. (2010). Metodologi Penelitian: Dasar penyusunan penelitian Ekonomi .Jakarta: Penerbit Genesis.
Wahyuni, D.U. 2008. Pengaruh Motivasi, Persepsi, dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek Honda di Surabaya Barat. Diakses pada 20 februari 2011
www.topbrand-award.com/tbi201001803198200000i.php
www.topbrand-award.com/tbi200901803198200000i.php
Yan Yanuar Akbar.2010. Analisis Pengaruh Motivasi Konsumen, Persepsi Kualitas, dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda (Studi pada konsumen Sepeda Motor di Semarang. Diakses pada 20 februari,