• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk menguji apakah variabel EPSdan ROEsecara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadapreturn saham, maka dilakukan pengujian hipotesis simultan sebagai berikut:

H01= β2 = 0,

Artinya, tidak terdapat pengaruh simultan yang signifikan dari EPS (X1) dan ROE (X2) terhadap return saham(variabel Y).

Ha : paling sedikit ada satu βi≠0,

Artinya, terdapat pengaruh simultan yang signifikan dari EPS (X1) dan

ROE (X2) terhadap return saham(variabel Y). Taraf signifikansi (α) : 0,05

Kriteria uji : tolak H0 jika nilai F-hitung > F-tabel, terima Ha jika nilai hitung < F-tabel

Hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS 19 for windows adalah sebagai berikut :

Tabel 4.11 Uji Statistik F

Berdasarkan tabel output di atas, dapat diketahui nilai F hitung sebesar 0,506. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai F tabel. Dengan α=0,05, db1=2 dan db2=97, diketahui nilai F tabel sebesar 3,09. Dari nilai-nilai di atas, diketahui nilai F hitung (0,506) < F tabel (3,09), sehingga H0 diterima dan Ha ditolak, artinya tidak terdapat

pengaruh simultan yang signifikan dari EPS (X1) dan ROE (X2) terhadap return

saham(variabel Y). Jika disajikan dalam gambar, maka nilai F hitung dan F tabel tampak sebagai berikut:

ANOVAb ,362 2 ,181 ,506 ,604a 34,677 97 ,357 35,039 99 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Const ant), ROE, EPS a.

Dependent Variable: RETURN b.

α

Daerah Penerimaan H0

Daerah Penolakan H0

Gambar 4.6

Kurva Uji Hipotesis Simultan X1 dan X2 terhadap Y

Untuk melihat lebih rinci pengaruh secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat, berikut disajikan uji hipotesis secara parsial menggunakan uji t. 2) Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji Statistik t)

Pengujian X1:

Ho : β1= 0 EPSsecara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return

sahamm

Ha : β1= 0 EPSsecara parsial berpengaruh signifikan terhadap return sahamm

Dengan taraf signifikansi 0,05

Kriteria : Tolak Ho jika t hitung lebih besar dari t tabel, terima dalam hal lainnya Dengan menggunakan SPSS 19 for windows, diperoleh hasil uji hipotesis parsial X1sebagai berikut:

Tabel 4.12

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai t hitung untuk EPS sebesar 0,719. Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t. Dengan α=0,05, df=n-k-1=100-2-1=97, untuk pengujian dua sisi diperoleh nilai t tabel sebesar ± 1,985. Diketahui bahwa t hitung untuk X1 sebesar 0,719berada di kedua nilai t tabel

(-1,985 dan 1,985), maka Ho diterima artinya EPS secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Jika digambarkan, nilai t hitung dan t tabel untuk pengujian parsial X1 tampak sebagai berikut:

Gambar 4.7

Kurva Uji Hipotesis Parsial X1 terhadap Y

Coeffi ci entsa ,178 ,078 2,294 ,024 ,0003 ,000 ,073 ,719 ,474 -,001 ,001 -,064 -,630 ,530 (Constant) EPS ROE Model 1 B St d. Error Unstandardized Coef f icients Beta St andardized Coef f icients t Sig.

Dependent Variable: RETURN a. Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel= -1.985 0 t tabel = 1.985 t hitung =0,719 Daerah penolakan Ho

Pengujian X2:

Ho : β2 = 0 ROE secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return

saham

Ha : β2 = 0 ROE secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return saham

Dengan taraf signifikansi 0,10

Kriteria : Tolak Ho jika t hitung lebih besar dari t tabel, terima dalam hal lainnya Dengan menggunakan SPSS 19 for windows, diperoleh hasil uji hipotesis parsial X2 sebagai berikut:

Tabel 4.13

Hasil Uji Hipotesis Parsial (Uji t) X2

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui nilai t hitung untuk ROE sebesar -0,001 Nilai ini akan dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t. Dengan α=0,05, df=n-k-1=100-2-1=97, untuk pengujian dua sisi diperoleh nilai t tabel sebesar ± 1,985. Diketahui bahwa t hitung untuk X2 sebesar -0,001 berada antara nilai t tabel

(-1,985 dan 1,985), maka Ho diterima artinya ROE secara parsial tidak berpengaruh

Coeffi ci entsa ,178 ,078 2,294 ,024 ,0003 ,000 ,073 ,719 ,474 -,001 ,001 -,064 -,630 ,530 (Constant) EPS ROE Model 1 B St d. Error Unstandardized Coef f icients Beta St andardized Coef f icients t Sig.

Dependent Variable: RETURN a.

signifikan terhadap return saham . Jika digambarkan, nilai t hitung dan t tabel untuk pengujian parsial X2 tampak sebagai berikut:

Gambar 4.8

Kurva Uji Hipotesis Parsial X2 terhadap Y

Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan secara keseluruhan sebagai berikut : 1. Secara simultan bahwa earning per share dan return on equity tidak

berpengaruh signifikan terhadap return Saham. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan F hitung yang lebih besar dari Ftabel pada uraian diatas. Selain itu

juga berarti ada hubungan yang terjadi namun hubungannya tidak signifikan, ini ditunjukkan dengan angka probabilitas (sig) dalam perhitungan SPSS 19 for windows pada tabel coefficients sebesar 0,000. Dikatakan signifikan karena angka 0,000 lebih kecil dari 0,05. Serta memiliki nilai r sebesar 0,102 berarti bahwa hubungan antara variabel X dan Y bersifat positif. Nilai korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara earning per share dan return on

Daerah Penerimaan H0 Daerah penolakan Ho t tabel= -1,985 t tabel = 1,985 t hitung = -0,001 Daerah penolakan Ho

equity terhadap return saham searah, maksudnya jika semakin besar earning per share dan return on equity, maka return saham yang akan dihasilkan pada satu tahun kedepan diprediksi akan semakin besar pula. Hubungan antara

earning per share dan return on equity terhadap return saham ini dikatakan sangat lemah karena nilai korelasi sebesar 0,102 berada pada interval 0,00– 0,19 Selain itu juga besarnya persentase return saham satu periode ke depan dapat dipengaruhi oleh earning per share dan return on equity sebesar 1 % sedangkan 99 % lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti rasio keuangan lainnya sepeti PER, PBV, EVA dll juga dipengaruhi oleh keadaan makroekonomi seperti kenaikan suku bunga, inflasi, nilai tukar, juga faktor teknikal misalnya faktor sentimen pasar, spekulasi, rumor, situasi politik dan krisis global

2. Secara parsial terdapat dua asumsi yaitu sebagai berikut :

a. Bahwa earning per share berpengaruh positif terhadap return saham koefisien korelasi antara variabel EPS dengan return saham sebesar 0,079. Koefisien korelasi bertanda positif artinya terdapat kecenderungan berbanding lurus antara perubahan EPS dengan perubahan return saham, artinya peningkatan EPS cenderung diikuti oleh peningkatan returnsaham. Angka 0,079 menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara EPS dengan return saham adalah hubungan yang sangat lemah (dalam interval 0,000 – 0,199). Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,433 yang lebih

besar dari 0,05 menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara EPS dengan return saham adalah hubungan yang tidak signifikan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kecenderungan hubungan positif yang sangat lemah antara EPS dengan return saham, namun tidak signifikan.

b. variabel return on equitydengan return saham sebesar -0,071. Koefisien korelasi bertanda negatif artinya terdapat kecenderungan berbanding terbalik antara perubahan return on equity dengan perubahan return saham artinya peningkatan return on equity cenderung diikuti oleh penurunan return saham. Angka 0,071 menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara ROE dengan

returnsaham adalah hubungan yang sangat lemah (dalam interval 0,000 – 0,199). Sedangkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,482 yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa hubungan yang terjadi antara ROE dengan return saham adalah hubungan yang tidak signifikan. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kecenderungan hubungan negatif yang sangat lemah antara ROE dengan return, saham namun tidak signifikan.

140 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai earning per share dan

return on equity pengaruhnya terhadap return saham pada perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di BEI periode 2005-2009, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1) Perkembangan earning per share (EPS) dari tahun 2005 sampai dengan 2009 cenderung mengalami kenaikan, dimana kenaikan yang sangat tinggi terjadi dari tahun 2007 yang berarti bahwa kenaikan EPS akan berdampak pada kenaikan return saham sehingga return saham yang diperoleh meningkat. 2) Perkembangan return on equity (ROE) pada perusahaan subsektor perbankan

yang terdaftar di BEI dari tahun 2005 sampai dengan 2009 cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun, namun kenaikan terjadi yang sangat tinggi pada tahun 2008, yang berarti bahwa kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tahun 2008 sangat tinggi. Sementara itu, penurunan ROE hanya terjadi di tahun 2007 disebabkan oleh adanya tingkat bunga yang tinggi dan inflasi. sehingga kemampuan perusahaan menghasilkan laba mengalami penurunan di tahun 2007. Selanjutnya akan berdampak pada keputusan investor dalam melakukan keputusan investasi karena kemampuan

perusahaan dalam menghasilkan laba bagi pemilik bank mengalami penurunan.

3) Perkembangan return saham pada perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di BEI dari tahun 2005 sampai dengan 2009 cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, dimana kenaikan yang sangat tinggi terjadi dari tahun 2008 ke tahun 2009. Kenaikan return saham ini mengindikasikan pada tahun 2009, kondisi perekonomian mulai membaik setelah kondisi krisis global di tahun 2008. Dari segi mikro ekonomi yang dinilai dengan earning per share danreturn on equity mengalami kenaikan yang besar di tahun 2009, sehingga return saham perusahaan pun meningkat pula dan return juga meningkat. Sementara itu, penurunan yang sangat tinggi hanya terjadi dari tahun 2007 ke tahun 2008. Penurunan ini diakibatkan adanya krisis global di tahun 2008. Namun dari segi faktor mikro ekonomi yaitu return on equity, di tahun 2008 tidak mempengaruhi penurunan return saham. Dimana earning per share di tahun 2007 meningkat paling tinggi. Hal ini menandakan bahwa return saham tidak selalu dipengaruhi oleh faktor makro ekonomi dan faktor mikro ekonomi secara bersamaan. secara simultan earning per share dan

return on equity tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. earning per share (X1) dan return on equity (X2) mempengaruhireturn Saham (Y)s elama tahun 2005 sampai dengan 2009 adalah sebesar 1% sedangkan sisanya sebesar 99% di pengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti rasio-rasio keuangan lainnya yang tidak diteliti seperti:PER,PBV, EVA dll. Dan analisis penilain

yang digunakan investor yaitu selama kurun waktu lima tahun kebanyakan investor menggunakan analisis teknikal sebagai analisis saham yang merupakan analisis pasar atau sekuritas yang memusatkan perhatian pada indeks saham, harga atau statistik pasar dan hanya mempertimbangkan pergerakan harga saja tanpa memperhatikan kinerja perusahaan yang mengeluarkan saham. Pergerakan harga saham tersebut dihubungkan dengan kejadian-kejadian pada saat itu, seperti adanya pengaruh ekonomi, pengaruh politik, pengaruh statement perdagangan, pengaruh psikologis, maupun pengaruh isu-isu lainnya.sebagai dasar pertimbangan penanaman modal terutama dalam bentuk saham. dan faktor ekonomi makro lainnya seperti kenaikan tingkat suku bunga dan inflasi. Adapun secara parsial bahwa

earning per share mempunyai hubungan positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham dan return on equity mempunyai hubungan negatif tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, analisis, dan pembahasan yang telah penulis lakukan, maka penulis ingin memberikan saran bagi perusahaan subsektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009, yaitu sebagai berikut:

1) Bagi perusahaan subsektor perbankan sebaiknya terus meningkatkan kinerja perusahaan dan kinerja keuangannya terutama yang berkaitan dengan rasio kemampulabaan sehingga dengan rasio kemampulabaan yang baik akan

menimbulkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan tersebut.

2) Bagi investor yang ingin berinvestasi di Bursa Efek Indonesia khususnya perusahaan subsektor perbankan hendaknya juga menggunakan dasar analisis fundamental khususnya dalam mencermati kinerja perusahaan dalam menentukan portofolio investasinya.

3) Perusahaan subsektor perbankan diharapakan memiliki kepekaan terhadap perubahan kondisi makroekonomi dan memiliki strategi-strategi baru untuk meningkatkan laba agar tidak terlalu terkena dampak dari perubahan makroekonomi tersebut. Selain itu perusahaan subsektor perbankan serbaiknya melakukan inovasi produk dan peningkatan kualitas manajemen yang mencakup segala aspek. Tujuan penyesuaian, perbaikan dan peningkatan kualitas manajemen tersebut adalah agar semakin mampu menjalankan fungsi intermediasinya dalam rangka memperoleh laba.

93 Jakarta.

Dahlan Siamat. (2005). Manajemen Lembaga Keuangan Kebijakan Moneter dan Perbankan. Edisi Kelima, Lembaga Penerbitan FEUI : Jakarta.

Damodar Gujarati. (2005). Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga : Jakarta.

Dewi Astuti. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Cetakan Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia : Jakarta.

Edi Subiyantoro dan Fransisca Andreani. (2003). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Kasus Perusahaan Jasa Perhotelan yang Terdaftar di Pasar Modal Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 5(2), 171-180.

Eduardus Tandelilin. (2010). Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Edisi Pertama, Penerbit Kanisius: Yogyakarta.

Jonathan Sarwono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Edisi Pertama, Cetakan Pertama. Graha Ilmu : Jakarta.

Jonathan Sarwono. (2005). SPSS 15 Teori dan Latihan, Edisi 11, PT. Danamartha Sejahtera Utama, Bandung.

Kamaruddin Ahmad. (2004). Dasar-dasar Manajemen Investasi dan Portofolio. Edisi Revisi, Cetakan Kedua, Penerbit PT. Rineka Cipta : Jakarta.

Lukman Dendawijaya. (2005). Manajemen Perbankan. Edisi Kedua, Cetakan Pertama. Penerbit Ghalia Indonesia : Bogor.

94 : Jakarta.

Sofyan Syafri Harahap. (2008). Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta.

Sugeng Mulyono. (2000). Pengaruh Earning Per Share (EPS) dan Tingkat Bunga Terhadap Harga Saham. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 1(2), 99-116.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Administrasi. Penerbit Alfabeta : Bandung.

Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian, Penerbit Alfabeta : Bandung.

Sutrisno. (2009). Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Edisi Pertama, Cetakan Ketujuh, Penerbit Ekonisia : Yogyakarta.

Tjiptono Darmadji & Hendry M. (2011). Pasar Modal di Indonesia. Edisi Tiga, Penerbit Salemba Empat : Jakarta.

Umi Narimawati, Sri Anggadini, & Linna Ismawati. (2010). Penuliisan Karya Ilmiah-Panduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir Aplikasi Pada Fakultas Unikom. Cetakan pertama, Penerbit Genesis: Bekasi.

Dokumen terkait