BAB III METODE PENELITIAN
3.10 Teknik Analisis Data
3.10.3 Pengujian Hipotesis
Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara stastistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya, disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah Ho diterima. Dalam analisisnya ada beberapa kriteria ketepatan, yaitu:
a. Uji Signifikasi Simultan (Uji F)
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
Kriteria pengujiannya adalah:
H0 : b1 = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
H0 : b1 0, artinya secara serentak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusannya adalah: H0 diterima jika F hitung < F tabelpada α = 5%
H0 ditolak jika F hitung > F tabel pada α = 5%
b. Koefisien Determinasi ( )
Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas Penerapan Good Corporate Governance terhadap
variabel terikat Kinerja Karyawan. Jika Koefisien Determinasi (R2) semakin besar (mendekati satu) menunjukkan semakin baik kemampuan X menerangkan Y dimana 0 < R2 < 1. Sebaliknya, jika R2 semakin kecil (mendekati nol), maka akan dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah kecil terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Sejarah Singkat PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Bahbutong
Perkebunan Bah Butong dibuka pada tahun 1917 oleh Nederland Handel Maskapai (NV.NHM). Pabrik pertama didirikan pada tahun 1927 dan mulai beroperasi sejak tahun 1931. Secara kelembagaan, tahun 1957 Pemerintah Indonesia melakukan pengambil alihan perusahaan yang dikelola bangsa asing, termasuk perusahaan NHM, melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 229/UM/57, Tanggal 10 Agustus 1957 yang diperkuat dengan Undang-Undang Nasionalisasi Nomor. 86/1958.
Tahun 1961, PPN Baru dan Pusat Perkebunan Negara dilebur menjadi Badan Pimpinan Umum PPN Daerah Sumatera Utara I-IX melalui U.U. Nomor. 141 Tahun 1961 Sumut III dan Jo PP Nomor 141 Tahun 1961. Tahun 1963 Perkebunan Teh Sumatera Utara dialihkan menjadi Perusahaan Aneka Tanaman IV ( ANTAN-IV ) melalaui PP Nomor. 27 Tahun 1963. Tahun 1968 terjadi perubahan menjadi Perusahaan Negara Perkebunan VIII (PNP VIII) melalui PP Nomor 141 Tahun 1968 Tanggal 13 April 1968.
Setelah mengalami beberapa kali pergantian nama perusahaan maka pada tahun 1974 nama perusahaan menjadi perusahaan negara PT. Perkebunan VIII (PTP VIII) mengusahakan 6 (Enam) Unit Usaha Teh yaitu Unit Balimbingan, Marjandi, Bah Birung Ulu, Sidamanik, Bah Butong, Toba Sari dan Sibosur. Pada tanggal 11 Maret 1996 terjadi restrukturisasi perusahaan perkebunan dimana perkebunan teh yang diusahakan PTP VIII masuk dalam lingkup PT.Perkebunan
Nusantara IV(Persero) melalui akte pendirian PTPN IV Nomor 37 tanggal 11 Maret 1996 yang mengatur peleburan PTP VI, VII dan VIII menjadi PT.Perkebunan Nusantara IV(Persero).
Didalam perjalanan waktu Unit Usaha Teh Marjandi, Balimbingan dan Bah Birung Ulu dikonversi dari tanaman Teh menjadi tanaman Kelapa Sawit. Untuk Unit Usaha Sibosur manajemen PT. Perkebunan Nusantara IV(Persero) mengambil kebijakan bahwa unit Usaha Sibosur di Kerja Sama Operasi (KSO) dengan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK).
Untuk Unit Usaha Sidamanik, Bah Butong dan Toba Sari manajemen PTPN IV mempertahankan komoditas teh tetap diusahakan dan mulai januari 2012 produksi dari Unit Tobasari dan Sidamanik diolah di pabrik unit usaha Bah Butong Kec. Sidamanik Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. Unit usaha Sidamanik, Bah Butong dan Tobasari merupakan 3 (tiga) unit usaha Teh di bawah BUMN PT Perkebunan Nusantara IV (Persero).
4.1.1 Job Description
1. Manajer Unit, wewenang:
a. Merumuskan serta menjelaskan sasaran Unit Kebun kepada semua bagian untuk membuat program kerja melalui rapat kerja dengan mempedomani ketentuan-ketentuan yang berlaku
b. Bersama dengan Kepala-Kepala Dinas Menyusun RKAP dan RKO Kebun c. Melaksanakan instruksi Direksi dengan membuat petunjuk pelaksanaan
d. Mengendalikan pemakaian biaya dengan jalan membandingkan dengan biaya yang telah ditentukan di RKAP & RKO
e. Melaksanakan pengawasan melekat dengan menilaihasil kerja setiap bagian secara terus menerus dengan membandingkan hasil nyata terhadap norma kerja serta melakukan tindakan pemulihan untuk menhindari deviasi yang melebihi batas toleransi
f. Menciptakan iklim kerja yang serasi dengan memperhatikan hubungan kedalam dan keluar, kehidupan social bawahan dan masyarakat sekitarnya agar kegairahan kerja tetap terpelihara
g. Mengawasi pelaksanaan setiap kebijakan manajemen baik dari kantor pusat maupun dari unit.
2. Kepala Dinas Tanaman, wewenang :
a. Mengawasi pelaksanaan pemeliharaan tanaman supaya efektif dan efisien sesuai dengan standar yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dan terus menerus
b. Mengawasi pelaksanaan panen sesuai criteria dan pusingan petik yang benar c. Mengendalikan biaya operasional secara cermat dan terus menerussupaya
realisasi tidak melebihi RKAP dan RKO
d. Membina keterampilan para Asisten Afdeling melalui rapat dan diskusi serta bimbingan langsung dilapangan agar kemampuan mereka meningkat. e. Membina kesadaran lingkungan pada masyarakat Afdeling
f. Membina dengan baik pengertian dari masyarakat sekitar kebun melalui hubungan informal agar pandangan masyarakat sesuai dengan tujuan perusahaan.
3. Kepala Dinas Teknik, wewenang :
a. Mengawasi dan memastikan pengoprasian semua mesin dan peralatan sesuai petunjuk pengoperasian yang benar
b. Membuat dan mengajukan program kerja, RKAP dan RKO
c. Menyiapkan rencana kegiatan rutin di bidang perawatan dan pemeliharaan prasarana jalan dan bangunan
d. Memantau adanya kerusakan alat transportasi serta mengkoordininasi perbaikan segera mungkin
e. Memantau pengaturan penggunaan kendaraan untuk kelancaran operasional perusahaan
f. Menyiapkan rencana kegiatan rutin di bidang perawatan dan pemeliharaan peralatan pabrik
g. Memantau pelaksanaan jadwal peralatan dan pemeliharaan mesin serta instalasi pabrik
h. Melaksanakan fungsi bengkel untuk perawatan dan pemeliharaan dan pengadaan suku cadang mesin dan peralatan pabrik
i. Memantau adanya kerusakan mesin pabrik alat transportasi serta mengkoordinasi perbaikan segera mungkin
j. Meminimalkan breakdown mesin dan peralatan pabrik
4. Kepala Dinas Pengolahan, wewenang :
a. Mengkoordinir asisten pengolhan dalam pelaksanaan pengolahan berpedoman pada taksasi penerimaan DTB seiap hari
b. Mengawasi dan mengontrol penyimpanan proses pengolahan (mutu dan kehilangan) berpedoman pada standar yang telah ditetapkan
c. Mengevaluasi hasil kerja pengolahan setiap hari dan segera menginstruksikan tindakan koreksi kepada asisten pengolahan bila terjadi penyimpangan proses pengolahan
d. Memberi bimbingan dan petunjuk tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
e. Bersama-sama dengan asisten pengolahan membuat RKAP dan RKO dan melakukan pengawasan efektifitas dan efisiensi biaya
5. Kepala Dinas Tata Usaha/Asisten Tata Usaha, wewenang:
a. Melaksanakan dan mengawasi system Administrasi Keuangan dan Akutansi sesuai Kode Rekening yang berlaku serta pengarsipan surat-surat secara terpusat
b. Menyelesaikan Laporan-Laporan Unit Kebun antara lain, Laporan Keuangan (Neraca Percobaan) dan Laporan manajemen bulanan secara tepat waktu
c. Menyatukan (Kompilasi) RKAP tahunan dan RKO dari tiap-tiap bagian berdasarkan petunjuk dan pedoman pembuatan RKAP dari kantor Direksi, sehingga tergambar rencana pekerjaan dan biaya serta harga pokoksecara sistematis
d. Membantu mengawasi pengadaan dan persediaan material afdeling dan teknik
e. Berkoordinasi dengan Kepala-Kepala Dinas lainnya dalam pengontrolan dan pengendalian biaya
f. Menyusun dan membahas RKAP bidang yang brkaitan dengan Administrasi dan kesejahteraan karyawan serta tugas-tugas umum lainnya, meliputi:
1. Rencana tenaga kerja 2. Administrasi personalia 3. Asuransi tenaga kerja 4. Dana pensiun
g. Menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan: 1. Ketenaga kerjaan
2. Hukum 3. Pertanahan
4. Pengurusan izin-izin lainnya
h. Membina hubungan baik dengan instansi pemerintah dan masyarakat disekitar kebun
i. Menyusun laporan yang berkaitan dengan ketenaga-kerjaan, hokum dan masalah-masalah umum lainnya
6. Asisten Afdeling, wewenang:
a. Memimpin, mengendalikan secara langsung seluruh kegiatan operasonal afdeling setiap hari meliputi pembibitan, tanaman ulang, pemeliharaan tanaman, pemupukan dan panen (petik)
b. Membuat Rencana Kerja Harian, Rencana Kerja Bulanan dan mengefektifkan penggunaan tenaga kerja yang tersedia
c. Melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh penggunaan biaya operasional
d. Menggali segala potensi tanaman yang ada untuk mencapai produkifitas yang optimal
e. Berkonsultasi dengan Kepala Dinas Tanaman dan Manajer Unit untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul di afdeling
7. Asisten Pengolahan, wewenang:
a. Menyiapkan rencana dan melaksanakan seluruh kegiatan operasional rutin di bidang pengolahan
b. Mengontrol dan meminimalkan losses di pengolahan c. Mengawasi dan mengontrol proses pengolahan d. Meminimalkan jam stagnasi pabrik
e. Melaksanakan pengendalian biaya atas penggunaan tenaga kerja
8. Mandor Besar Pengolahan, wewenang:
a. Mengawasi proses pengolahan sesuai SPO b. Mengawasi pekerjaan mandor pengolahan
c. Mengawasi pembersihan instalasi pabrik dan lingkungan pabrik d. Memenuhi kebutuhan tenaga kerja di setiap stasiun
9. Kerani Produksi, wewenang:
a. Mengawasi pekerjaan kerani pengolahan b. Membuat laporan harian pengolahan
c. Membuat laporan bulanan pengolahan d. Membuat RKAP dan RKO
e. Mengarsip data-data pengolahan
f. Membuat data-data yang diperlukan di pengolahan
10.Kerani Upah, wewenang:
a. Membuat ikhtisar laporan pekerjaan harian-PB 10 b. Membuat daftar lembur-AU 20
c. Membayar upah karyawan d. Membagi catu beras karyawan
11.Kerani Timbang Daun Basah, wewenang:
a. Melakukan penimbangan daun basah yang dating dari Afdeling b. Mengerjakan formulir ISO PB 60
12.Mandor Daun Basah, wewenang:
a. Mengatur tenaga kerja di stasiun daun basah
b. Mengawasi proses penerimaan dau basah sesuai denga SPO dan instruksi kerja
c. Mengisi data pekejaan dalam formulir ISO d. Mengisi buku mandor-PB 73
13.Kerani Analisa, wewenang:
a. Menganalisa mutu daun the basah
b. Membuataporan hasil analisa mutu daun basah
14.Mandor Pelayuan, wewenang:
b. Mengawasi proses pelayuan sesuai SPO dan instruksi kerja c. Mengisi data pekerjaan dalam formulir ISO
d. Mengisi buku mandor-PB 73
15.Kerani Timbang Pucuk Layu, wewenang:
a. Melakukan penimbangan pucuk layu b. Mengerjakan formulir ISO PB 61
16.Mandor Penggulungan, wewenang:
a. Mengatur tenaga kerja di stasiun penggulungan
b. Mengawasi proses penggulungan dan proses oksidasi enzymatic sesuai SPO dan instruksi kerja
c. Mengisi data pekerjaan dalam formulir ISO d. Mengisi buku mandor-PB 73
17.Mandor Pengeringan, wewenang:
a. Mengatur tenaga kerja di stasiun pengeringan
b. Mengawasi proses pengeringan sesuai SPO dan instruksi kerja c. Mengisi data pekerjaan dalam formulir ISO
d. Mengisi buku mandor-PB 73
18.Kerani Timbang Teh Kering, wewenang:
a. Melakukan penimbangan teh kering b. Mengerjakan formulir ISO PB 62
19.Mandor Sortasi, wewenang:
a. Mengatur tenaga kerja di stasiun sortasi
c. Mengisi buku mandor-PB 73
20.Kerani Timbang Teh Jadi, wewenang:
a. Melakukan penimbangan teh jadi b. Mengerjakan formulir ISO PB 63 c. Mengisi laporan persediaan teh jadi d. Membuat rencana pengepakan setiap hari
21.Mandor Pengepakan, wewenang:
a. Mengatur tenaga kerja di stasiun pengepakan
b. Mengawasi proses pengepakan sesuai SPO dan instruksi kerja c. Membuat laporan pengepakan
d. Mengisi buku mandor-PB 73
22.Tester, wewenang:
a. Melakukan analisa teh kering, analisa teh jadi dan analisa hasil pengepakan sesuai SPO dan instruksi kerja
b. Mengisi data pekerjaan dalam formulir ISO
23.Kerani Chop Sample, wewenang:
a. Membuat chop sample dan administrasinya b. Membuat rekaman chop sample
4.1.2 Visi Misi Perusahaan
VISI :
MISI :
1. Menjalankan usaha dengan prinsip-prinsip usaha terbaik, inovatif, dan berdaya saing tinggi.
2. Menyelenggarakan usaha agroindustri berbasis kelapa sawit, the, dan karet.
3. Mengintegrasikan usaha agroindustri hulu, hilir dan produk baru, pendukung agroindustri dan pendayagunaan asset dengan preferensi pada teknologi terkini yang teruji (Proven) dan berwawasan lingkungan.
4.1.3 Logo Perusahaan
Sumber: PT Perkebunan Nusantara IV (Persero)
Gambar 4.1 Logo Perusahaan
4.2 Hasil Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dalam penelitian ini untuk merumuskan dan menginterpretasikan hasil penelitian berupa identitas responden dan distribusi jawaban terhadap masing-masing variabel.
4.2.1 Karakteristik Responden
Berikut ini adalah tabulasi mengenai karakteristik responden yang berjumlah 91 orang, di distribusikan sebagai berikut :
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Presentase %
Laki-Laki 76 84
Perempuan 15 16
T O T A L 91 100
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah Laki - Laki dengan presentase sebesar 84%, dan Perempuan sebesar 16%.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Presentase %
21 – 30 Tahun 19 21
31 – 40 Tahun 36 39
41 – 50 Tahun 21 23
> 51 15 17
T O T A L 91 100
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.2 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah usia 31-40 Tahun dengan presentase sebesar 39%, 41 - 50 Tahun dengan presentase sebesar 23%, 21 - 30 Tahun dengan presentase sebesar 21%, dan > 51 Tahun sebesar 17%.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Lama Bekerja Jumlah Presentase %
1 – 5 Tahun 18 20
6 – 10 Tahun 35 38
> 11 Tahun 38 42
T O T A L 91 100
Pada Tabel 4.3 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah lama bekerja > 11 Tahun dengan presentase sebesar 42%, 6 - 10 Tahun dengan persentase sebesar 38%, dan 1 - 5 Tahun dengan persentase sebesar 20%.
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan Jumlah Presentase %
D-III 12 13
S-1 66 73
S-2 13 14
T O T A L 91 100
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.4 menunjukkan bahwa mayoritas pendidikan terakhir responden adalah S-1 dengan presentase sebesar 73%, S-2 dengan persentase sebesar 14%, dan D-III dengan persentase sebesar 13%.