BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
D. Pengujian Instrumen
Uji Validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap kuisioner yang digunakan dalam penelitian, untuk mengetahui apakah kuisioner yang digunakan memiliki validitas dan reliabilitas pengukuran yang baik, sehingga layak digunakan sebagai alat pengambilan data.Untuk responden yang berjumlah 60, dapat diperoleh derajat bebas (df) sebesar N-2 (60-2=58). Untuk df = 58 dan nilai alpha 5% diperoleh nilai r table sebesar 0,254. Nilai r tabel selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas item-item kuisioner. Untuk dapat dinyatakan valid, maka r hitung harus lebih besar dari 0,254.
Tabel V.12
Hasil Uji Validitas Instrumen
Variabel Butir r (hitung) r (tabel) STATUS Tangible 1 0,750** 0,254 VALID 2 0,683** 0,254 VALID 3 0,754** 0,254 VALID 4 0,791** 0,254 VALID 5 0,691** 0,254 VALID Reliability 1 0,770** 0,254 VALID 2 0,759** 0,254 VALID 3 0,820** 0,254 VALID 4 0,855** 0,254 VALID Responsiveness 1 0,861** 0,254 VALID 2 0,813** 0,254 VALID 3 0,801** 0,254 VALID 4 0,861** 0,254 VALID Assurance 1 0,820** 0,254 VALID 2 0,793** 0,254 VALID 3 0,798** 0,254 VALID
4 0,690** 0,254 VALID Empathy 1 0,869** 0,254 VALID 2 0,765** 0,254 VALID 3 0,739** 0,254 VALID Kepuasan 1 0,767** 0,254 VALID 2 0,827** 0,254 VALID 3 0,809** 0,254 VALID 4 0,767** 0,254 VALID
Sumber : Data Primer yang diolah
Berdasarkan Tabel V.12 dapat diketahui bahwa seluruh item pernyataan memiliki r hitung > 0,254. Dengan demikian seluruh item pernyataan yang ada pada kuisioner adalah valid dan layak digunakan sebagai alat pengumpul data.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Untuk mengetahui tingkat reliabiltas, dalam penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alpha. Suatu kuisioner dapat dikatakan reliabel apabila mempunyai alpha ≥ 0,6. Tabel V.13 merupakan hasil dari perhitungan Cronbach’s Alpha ;
Tabel V.13
Rangkuman Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Status Tangible (X1) 0,758 RELIABEL
Reliability (X2) 0,807 RELIABEL
Responsiveness (X3) 0,849 RELIABEL
Assurance (X4) 0,763 RELIABEL
Empathy (X5) 0,695 RELIABEL
Kepuasan (Y) 0,781 RELIABEL
Berdasarkan tabel V.13 dapat diketahui bahwa butir pernyataan pada variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan kepuasan mempunyai nilai alpha ≥ 0,6 maka, dapat disimpulkan bahwa alat ukur tersebut dinyatakan reliabel.
E. Teknik Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Multikolinieritas
Pengujian multikolinieritas bertujuan untuk mengetahui hubungan yang sempurna antar variabel bebas dalam model regresi. Gejala multikolinieritas dapat dilihat dari nilai tolerance dan nilai Varian Inflation Factor (VIF). Bila nilai VIF lebih kecil dari 10 dan nilai toleransinya di atas 0,1 atau 10 % maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terjadi multikolinieritas. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS 20 For windows didapatkan nilai VIF (Varians Inflation Factor) dan Tolerance untuk masing-masing variabel bebas pada tabel berikut ini:
Tabel V.14 Hasil Uji Multikolinieritas Independent Variabel Collinearity Statistics Tolenrance VIF Tangible (X1) 0,604 1,656 Reliability (X2) 0,459 2,177 Responsiveness (X3) 0,316 3,164 Assurance (X4) 0,305 3,277 Empathy (X5) 0,470 2,128 Sumber : Data primer yang diolah
Dari tabel V.14 dapat diketahui bahwa nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0,1 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terjadi multikolinieritas.
b. Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan hasil pengolahan data (gambar scatterplot) menggunakan SPSS 20.0 For Windows sebagai berikut ;
Gambar : 5.1
Scatterplot Uji Asumsi Klasik Uji Heteroskedastisitas
Dari gambar 5.1 terlihat bahwa titik – titik menyebar dibawah maupun diatas angka 0 pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur. Maka dari itu dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.
c. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, residual terdistribusikan secara normal ataukah tidak. Normalitas data dalam penelitian dilihat dengan cara memperhatikan titik-titik pada Normal P-Plot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat. Persyaratan dari uji normalitas adalah jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. Berdasarkan hasil pengolahan data (gambar Normal P-Plot of Regresison Standardized Residual) menggunakan SPSS 20.0 For Windows sebagai berikut ;
Gambar 5.2
Berdasarkan gambar 5.2 menunjukkan distribusi normal karena titik–titik mengikuti garis diagonal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal.
2. Analisis Linier Berganda
Setelah semua uji asumsi klasik terpenuhi maka dapat dilanjutkan analisis regresi. Hasil uji pengaruh tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy terhadap kepuasan pasien ini diolah menggunakan SPSS 20.0 for Windows sebagai berikut ;
Y 0,164 + 0,222 X1– 0,132 X2 +0,90 X3 + 0,732 X4 + 0,011 X5 Dimana ; Y = Kepuasan Pasien X1 = Tangible; X2 = Reliability; X3 = Responsiveness; X4 = Assurance; X5 = Empathy; Standardi zed Coefficie nts B Std. Error Beta (Constant) .164 .582 .282 .779 TANGIBLE .222 .143 .186 1.554 .126 RELIABILITY -.132 .141 -.129 -.937 .353 RESPONSIVENESS .090 .182 .082 .496 .622 ASSURANCE .732 .190 .649 3.850 .000 EMPATHY .011 .172 .009 .064 .949 Tabel V.8
Sumber ; Data primer yang diolah
Coefficientsa
a. Dependent Variable: KEPUASAN 1
Model Unstandardized
Coefficients
a. Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen ( kualitas pelayanan yang terdiri dari berwujud (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) ) terhadap variabel dependen (kepuasan pasien) di Rumah Sakit Santa Elisabeth Ganjuran ;
Dari hasil analisi regeresi didapatkan koefisien determinasi yang disesuaikan sebesar 0,488 atau 48,8 %, hal ini menunjukkan bahwa 48,8% variasi dalam variabel dependen (kepuasan pasien) dapat dijelaskan oleh variasi dalam variabel independen (kualitas pelayanan yang terdiri dari berwujud (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) ). Sedangkan sisanya, yaitu 51,2 % dijelaskan oleh variabel lain.
b. Uji F
Uji statistika F pada dasarnya untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis dengan uji statistika F dapat
1 .729a .532 .488 .424
Hasil Koefisien Determinasi
Tabel V.16
Sumber : Data primer yang diolah
a. Predictors: (Constant), EMPATHY, TANGIBLE, RELIABILITY, RESPONSIVENESS, ASSURANCE b. Dependent Variable: KEPUASAN
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
dilakukan dengan membandingkan nilai F hitung dengan F tabel, maka Ho ditolak dan menerima Ha. Hasil dari uji statistika F ditunjukkan pada tabel V.17 berikut ;
Tabel V.17 Hasil Uji F Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 11.006 5 2.201 12.258 .000b Residual 9.697 54 .180 Total 20.703 59
a. Dependent Variable: KEPUASAN
b. Predictors: (Constant), EMPATHY, TANGIBLE, RELIABILITY, RESPONSIVENESS, ASSURANCE
Sumber : Data primer yang diolah
Langkah – langkah pengujian hipotesis : 1) Menentukan rumus hipotesis:
H0; b1=b2=b3=b4=b5 = 0 berarti tidak ada pengaruh secara bersama-sama antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien.
Ha; tidak semua b = 0, berarti ada pengaruh secara bersama-sama antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien. 2) Menentukan tingkat signifikansi
Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% ( signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
3) Menentukan F tabel dan F hitung
F tabel dapat dicari pada tabel statistika pada signifikansi 0,05 df1 = k-1 ( 5-1= 4 ) dan df2 = n-k (60-5=55), maka didapat F tabel = 2,54. Sedangkan F hitung dapat dilihat pada tabel V.9 sebesar 12,258.
4) Kriteria Keputusan
diterima, jika F hitung ≤ F tabel ditolak, jika F hitung > F tabel 5) Pengambilan keputusan
Berdasarkan tabel V.9 di atas diperoleh nilai sig. = 0,000 dengan nilai F hitung = 12,258 dengan nilai df 55 maka F tabel = 2, 54. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F hitung (12,258) > F tabel (2,54) jadi hipotesis nol ditolak. Artinya ada pengaruh secara bersama-sama dari kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien.
c. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji apakah secara parsial suatu variabel bebas berpengaruh atau tidak berpengaruh terhadap variabel tidak bebas. Untuk mengetahui apakah suatu variabel secara parsial berpengaruh nyata atau tidak, digunakan uji-t. Dari hasil uji t hitung menggunakan SPSS 20.0 for Windows didapatkan hasil sebagai berikut ;
1. Variabel Tangible ( Berwujud ) a. Menentukan Hipotesis
Ho : b1 = 0, artinya tidak ada pengaruh tangible ( berwujud ) terhadap kepuasan pasien.
Ha : b1 ≠ 0, artinya ada pengaruh tangible ( berwujud ) terhadap kepuasan pasien
b. Menentukan level of significance (α):
Taraf signifikansi menggunakan 0,05 c. Menentukan t tabel
t tabel= t (a) ; (n – k – 1) atau 60-5-1 = 54 k = jumlah variabel independen
n = jumlah sampel
d. Kriteria Pengambilan Keputusan
Ho diterima, jika t hitung ≤ t tabel atau -t hitung ≥ -t tabel. Ho ditolak, jika t hitung >t tabel atau –t hitung < -t tabel. e. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 20 for Windows yang tertera pada Tabel V.10, diperoleh nilai t hitung untuk Tangible (X1) sebesar 1,554 dengan tingkat signifikansi 0.126. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk Tangible (X1)
Standardize d Coefficients B Std. Error Beta (Constant) .164 .582 .282 .779 TANGIBLE .222 .143 .186 1.554 .126 RELIABILITY -.132 .141 -.129 -.937 .353 RESPONSIVENESS .090 .182 .082 .496 .622 ASSURANCE .732 .190 .649 3.850 .000 EMPATHY .011 .172 .009 .064 .949 1
a. Dependent Variable: KEPUASAN
Sumber : Data primer yang diolah
Tabel V.18 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients t Sig.
lebih kecil dari pada 2,00 (t tabel) maka Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh tangible (berwujud) terhadap kepuasan pasien.
2. Variabel Reliabilty
a. Menentukan Hipotesis
Ho : b2 = 0, artinya tidak ada pengaruh reliability (keandalan) terhadap kepuasan pasien.
Ha : b2 ≠ 0, artinya ada pengaruh reliability ( keandalan ) terhadap kepuasan pasien.
b. Menentukan level of significance (α):
Taraf signifikansi menggunakan 0,05 c. Menentukan t tabel
t tabel= t (a) ; (n – k – 1) atau 60-5-1 = 54 k = jumlah variabel independen
n = jumlah sampel
d. Kriteria Pengambilan Keputusan
Ho diterima, jika t hitung ≤ t tabel atau -t hitung ≥ -t tabel. Ho ditolak, jika t hitung >t tabel atau –t hitung < -t tabel. e. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 20 for Windows yang tertera pada Tabel V.10, diperoleh nilai t hitung untuk reliability (X2) sebesar – 0,937 dengan tingkat signifikansi 0,353. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk reliability (X2) lebih kecil dari pada 2,00 (t tabel) maka Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh reliability (keandalan) terhadap kepuasan pasien.
3. Variabel Responsiveness a. Menentukan Hipotesis
Ho : b3 = 0, artinya tidak ada pengaruh responsiveness (ketanggapan) terhadap kepuasan pasien.
Ha : b3 ≠ 0, artinya ada pengaruh responsiveness
(ketanggapan) terhadap kepuasan pasien. b. Menentukan level of significance (α):
Taraf signifikansi menggunakan 0,05 c. Menentukan t tabel
t tabel= t (a) ; (n – k – 1) atau 60-5-1 = 54 k = jumlah variabel independen
n = jumlah sampel
d. Kriteria Pengambilan Keputusan
Ho diterima, jika t hitung ≤ t tabel atau -t hitung ≥ -t tabel. Ho ditolak, jika t hitung >t tabel atau –t hitung < -t tabel. e. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 20 for Windows yang tertera pada Tabel V.10, diperoleh nilai t hitung untuk responsiveness (X3) sebesar 0,496 dengan tingkat signifikansi 0,622. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk responsiveness (X3) lebih kecil dari pada 2,00 (t tabel) maka Ho diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh responsiveness (ketanggapan) terhadap kepuasan pasien.
4. Variabel Assurance
a. Menentukan Hipotesis
Ho : b4 = 0, artinya tidak ada pengaruh assurance (jaminan) terhadap kepuasan pasien.
Ha : b4 ≠ 0, artinya ada pengaruh assurance (jaminan) terhadap kepuasan pasien.
b. Menentukan level of significance (α):
Taraf signifikansi menggunakan 0,05 c. Menentukan t tabel
t tabel= t (a) ; (n – k – 1) atau 60-5-1 = 54 k = jumlah variabel independen
n = jumlah sampel
d. Kriteria Pengambilan Keputusan
Ho diterima, jika t hitung ≤ t tabel atau -t hitung ≥ -t tabel. Ho ditolak, jika t hitung >t tabel atau –t hitung < -t tabel. e. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 20 for Windows yang tertera pada Tabel V.10, diperoleh nilai t hitung untuk assurance (X4) sebesar 3,850 dengan tingkat signifikansi 0,000. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitung untuk assurance (X4) lebih besar dari pada 2,00 (t tabel) maka Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh assurance (jaminan) terhadap kepuasan pasien
5. Variabel Empathy
a. Menentukan Hipotesis
Ho : b5 = 0, artinya tidak ada pengaruh empathy (empati) terhadap kepuasan pasien.
Ha : b5 ≠ 0, artinya ada pengaruh empathy (empati) terhadap kepuasan pasien.
b. Menentukan level of significance (α):
Taraf signifikansi menggunakan 0,05 c. Menentukan t tabel
t tabel= t (a) ; (n – k – 1) atau 60-5-1 = 54 k = jumlah variabel independen
n = jumlah sampel
d. Kriteria Pengambilan Keputusan
Ho diterima, jika t hitung ≤ t tabel atau -t hitung ≥ -t tabel. Ho ditolak, jika t hitung >t tabel atau –t hitung < -t tabel. e. Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan menggunakan SPSS 20 for Windows yang tertera pada Tabel V.10, diperoleh nilai t hitung untuk empthy (X5) sebesar 0,064 dengan tingkat signifikansi 0,949. Nilai signifikansi yang dihasilkan tersebut lebih besar dari 0,05 dan nilai t hitung untuk empathy (X5) lebih kecil dari pada 2,00 (t tabel) maka Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh empati (empathy) terhadap kepuasan pasien.