METODE PENELITIAN A.Jenis Penelitian
J. Pengujian Instrumen
Pengujian kuisioner ini dilakukan dengan cara :
1. Pengujian Validitas
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana
alat ukur mengukur apa yang ingin diukur (Siregar, 2010:162). Uji
validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel.
Jika r hitung > r tabel dan nilai positif maka butir atau pernyataan tersebut
digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel X terhadap Y.
Sebelum mengetahui besarnya koefisien determinasi, terlebih dahulu
ditentukan berapa koefisien korelasinya (r). Rumus koefisien korelasi dan
koefisien determinasi menurut Ridwan (1997:26) yaitu :
� = N Ʃxy − Ʃx Ʃy
√{N ∑X − ∑ X }{N ∑ − ∑ y y }
Keterangan :
rxy : koefisien korelasi r hitung
N : jumlah responden/sampel
X : nilau suatu butir/item
Y : skor total tiap butir.
2. Uji Reliabilitas
Apabila instrumen penelitian telah dinyatakan valid, selanjutnya
reliabilitas diuji. Reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen
penelitian dikatakan reliabel jika koefisien realibilitas � > , . Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus
Cronbach Alpha sebagai berikut :
� = [k − ] { −k Ʃσb
Keterangan :
r11 : reliabilitas instrumen k : banyaknya butir pertanyaan
Ʃσb : jumlah varian butir/item
vt: varian total K. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. analisis deskriptif
Analisis ini digunakan untuk mendapatkan gambaran tentang :
a. Deskripsi Responden
Analisis deskripsi responden digunakan untuk memisahkan
atau mengelompokan responden agar diperoleh gambaran mengenai
umur, jenis kelamin, pendapatan dan pekerjaan responden dalam
frekuensi (%).
b. Deskripsi Variabel
Analisis variabel digunakan untuk mendapatkan gambaran
tentang variabel melalui nilai mean, modus dan median. Prosedurnya
sebagai berikut :
1) Menghitung nilai mean, median, modus untuk setiap
variabel/obyek/item.
2) Membuat kategori nilai mean dengan langkah sebagai
a) Menentukan skor maksimum dalam hal ini 5
b) Menentukan skor minimum dalam hal ini 1
c) Menentukan rentang kategori dengan cara skor
maksimum – skor minimum dibagi dengan banyaknya alternatif jawaban (5). Dalam
penelitian ini maka rentang kategorinya adalah:
−
= ,
Untuk variabel persepsi, makin tinggi skor persepsi konsumen
pada promosi penjualan maka diartikan persepsi makin positif/bagus,
apabila skor persepsi konsumen pada promosi penjualan rendah maka
diartikan bahwa persepsi sangat negatif/buruk. Kategori skornya
adalah sebagai berikut :
Tabel III.2 Kategori Skor Variabel Persepsi
Rentang Skor Penjelasan
1,00 – 1,79 persepsi konsumen pada promosi penjualan sangat negatif/sangat buruk. 1,80 – 2,59 Persepsi konsumen pada promosi
penjualan negatif/buruk.
2,60 – 3,39 Persepsi konsumen pada promosi penjualan netral(tidak negatif/positif) 3,40 – 4,19 Persepsi konsumen pada promosi
penjualan positif/baik.
4,20 – 5,00 persepsi konsumen pada promosi penjualan sangat positif/sangat baik.
Untuk variabel kecenderungan pembelian tidak terencana,
makin tinggi skor maka diartikan kecenderungan pembelian tidak
diartikan bahwa kecenderungan pembelian tidak terencana makin
lemah/rendah. Kategori skornya adalah sebagai berikut :
Tabel III.3 Kategori Skor Kecenderungan
Rentang Skor Penjelasan
1,00 – 1,79 kecenderungan pembelian tidak terencana sangat lemah/rendah. 1,80 – 2,59 kecenderungan pembelian tidak
terencana lemah/rendah. 2,60 – 3,39 kecenderungan pembelian tidak
terencana netral(tidak kuat/lemah) 3,40 – 4,19 kecenderungan pembelian tidak
terencana kuat/tinggi.
4,20 – 5,00 kecenderungan pembelian tidak terencana sangat kuat/tinggi.
2. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda digunakan untuk menjawab
permasalahan yang ada pada penelitian. Analisis regresi linier berganda
dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
a. Uji Asumsi Klasik
1) Uji Normalitas
Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan melakukan
pengujian normalitas. Menurut Supardi (2013:129), pengujian
normalitas dilakukan untuk mengetahui normal atau tidaknya suatu
distribusi data. Metode yang dipakai peneliti untuk mengetahui
normalitas adalah One Sample Kolmogorof-Smirnov dengan
Angka signifikansi (Sig.) > alpha = 0,05 maka data berdistribusi normal.
Angka signifikansi (Sig.) < alpha = 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.
2) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu
adanya hubungan linear antar variable independen dalam model
regresi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas
maka dapat dilihat dari nilai Tolerance dan nilai Varians Inflation
Factor (VIF). Dengan menggunakan alpha 5% dikatakan tidak
terjadi multikolinearitas jika nilai Tolerance > 0,05 dan nilai VIF <
5. Terjadi Multikolinearitas atau variabel mempunyai persoalan
dengan variable bebas lainnya jika nilai Tolerance < 0,05 dan nilai
VIF < 5.
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau
tidaknya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada
model regresi, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual
untuk semua pengamatan pada model regresi. Cara yang
menggunakan uji koefisien korelasi spearman’s rho. Bila nilai signifikansi (Sig.) > 0.05 maka tidak terjadi gejala
heterokedastisitas.
4) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk melihat apakah model regresi
linear terjadi korelasi antara suatu periode t dengan periode
sebelumnya (t-1). Metode pengujian menggunakan uji
Durbin-Watson (DW Test).
Tabel III.4 Tabel Uji Autokorelasi Durbin Watson
Kesimpulan DW
Ada autokorelasi >1,08
Tidak ada kesimpulan 1,08-1,66
Tidak ada autokorelasi 1,66-2,34
Tidak ada kesimpulan 2,34-2,92
Ada autokorelasi >2,91
b. Membuat Persamaan Regresi
Model regresi linier berganda bertujuan untuk memprediksi
besar variabel dependen dengan menggunakan variabel independen.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi pada potongan
harga(X1) , persepsi pada undian (X2), persespi pada paket harga (X3)
sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah kecenderungan
perilaku impulse buying (Y) dengan menggunakan persamaan sebagai
berikut :
Dimana :
Y = Kecenderungan Perilaku Impulse Buying a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
X1 = Persepsi konsumen pada potongan penjualan. X2 = Persepsi konsumen pada undian.
X3 = Persepsi konsumen pada paket harga. Uv = unidentified variabel
c. Uji F
Uji F digunakan untuk menguji ada tidaknya pengaruh
signifikan variabel bebas (x1, x2, x3) secara simultan terhadap
variabel terikat. Variabel bebas dikatakan berpengaruh secara
simultan terhadap variabel terikat apabila Fhitung ≤ Ftabel. Pengujian ini digunakan untuk menguji hipotesis 1. Mekanisme uji F antara
lain sebagai berikut:
1) Melakukan pembuatan hipotesis untuk pengujian F-test yakni
H0:b1;b2;b3 = 0
Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel
independen, persespi pada potongan harga (X1), persepsi pada
undian (X2), dan persepsi pada paket harga (X3) secara simultan
terhadap variable dependen yaitu kecenderungan perilaku
pembelian tidak terencana (Y).
Ha:b1;b2;b3 ≠ 0
Artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel-variabel
undian (X2), dan persepsi pada paket harga (X3) secara simultan
terhadap variable dependen yaitu kecenderungan perilaku
pembelian tidak terencana (Y).
2) Menentukan F table dan F hitung dengan tingkat kepercayaan 95%
atau taraf signifikansi 5% dengan asumsi sebagai berikut:
Jika F hitung > F table maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya
ketiga variable independen secara simultan mempunyai pengaruh
signifikan terhadap variable dependen.
Jika F hitung ≤ F table maka H0 diterima dan Ha ditolak, artinya ketiga variable independen secara simultan tidak mempunyai
pengaruh signifikan terhadap variable dependen.
3) Pengambilan Keputusan
a) H0 diterima, artinya bahwa persepsi pada potongan harga,
persepsi pada undian dan persepsi pada paket harga secara
simultan tidak berpengaruh terhadap kecenderungan perilaku
pembelian tidak terencana (Y).
b) Ha diterima, artinya bahwa persepsi pada potongan harga,
persepsi pada undian dan persepsi pada paket harga secara
simultan berpengaruh terhadap kecenderungan perilaku
d. Uji t
Uji t digunakan untuk mengetahui apakan dalam model regresi
variabel independen (X1, X2, X3) secara parsial berpengaruh signifikan
terhadap variabel dependen (Y). Pengujian ini digunakan untuk
menguji hipotesis 2. Mekanisme uji t antara lain:
1) Merumuskan hipotesis nol dan hipotesis alternative
H0:b1;b2;b3 = 0
H1:b1;b2;b3 ≠ 0
2) Menghitung nilai t dengan menggunakan rumus:
� � = �
3) Membandingkan nilai t hitung dengan nilai t table yang tersedia
pada taraf nyata tertentu.
4) Mengambil keputusan dengan kriteria:
a) -t table ≤ t hitung ≤ t table, maka H0 diterima dan H1 ditolak b) t hitung > t table, maka H0 ditolak dan H1 diterima
c) -t hitung < -t table, maka H0 ditolak dan H1 diterima
a. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada regresi linear berganda
digunakan untuk mengetahui prosentase sumbangan pengaruh variabel
independen (X1, X2, X3) secara serentak terhadap variabel dependen
kemampuan model dalam menerangkan variasi variable dependen.
Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang
kecil menunjukkan bahwa kemampuan variable-variabel independen
dalam menjelaskan variasi variable dependen amat terbatas. Nilai yang
mendekati satu berarti variable-variabel independen memberikan
hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi
BAB IV
GAMBARAN UMUM