• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN

3.6 Pengujian Instrumen Penelitian

dalam kuesioner penelitian ini terdiri dari 4 komponen, yaitu (A) mengukur karakteristik petani dan sosial ekonomi petani. Data yang digunakan mencakup karakteristik petani yaitu variabel usia dan pendidikan petani terdiri dari 1-5 pertanyaan terbuka dan karakteristik sosial ekonomi dengan variabel luas lahan, status lahan dan pendapatan petani terdiri dari 6-11 pertanyaan terbuka. (B) mengukur pengetahuan petani mengenai penyuluhan terdiri dari 4 pertanyaan tertutup yang diberi 2 pilihan jawaban (Ya atau Tidak). (C) mengukur persepsi petani terhadap aplikasi Petani terdiri dari 17 pertanyaan tertutup yang diberi 2 pilihan jawaban (Ya atau Tidak). (D) mengukur uji adopsi aplikasi oleh petani terdiri dari 9 pertanyaan tertutup yang diberi 2 pilihan jawaban (Ya atau Tidak). Mengacu Simamora (2005:13) jenis skala yang digunakan dalam penelitian saya adalah skala gutman. Skala ini hanya menyediakan dua pilihan, yaitu Ya dan Tidak. Maka dengan sendirinya data yang dihasilkan adalah data nominal. Kuesioner yang telah disusun dan telah divalidasi disebarkan kepada petani responden. Teknik mengumpulkan data dengan kuesioner dilakukan dengan cara petani menuliskan jawaban pada lembar kuesioner yang telah disediakan.

3.6 Pengujian Instrumen Penelitian

Setelah kuesioner disusun maka perlu dilakukan pengujian kuesioner atau instrumen. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah instrumen atau pernyataan yang terdapat dalam kuesioner valid dan dapat digunakan dalam menjawab rumusan masalah. Uji instrumen dalam penelitian ini yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 responden di luar dari sampel dengan kriteria responden yang sesuai

39 dalam penelitian ini. Setelah mendapatkan data yang diperoleh dari jawaban atas kuesioner maka peneliti melakukan tabulasi data dengan menggunakan software Microsoft Excel. Setelah proses tabulasi selesai, kemudian data-data dalam tabel tersebut diolah dengan bantuan software statistik yaitu SPSS 20.

Mengacu Suliyanto (2009:145) uji instrumen yang dilakukan yaitu uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas berguna untuk mengetahui valid atau tidaknya instrumen atau pernyataan dalam kuesioner. Uji validitas product moment (Pearson Corrrelation) menggunakan prinsip mengkorelasikan atau menghubungkan antara masing-masing skor item dengan skor total yang diperoleh dalam penelitian. Dasar pengambilan keputusan uji validitas yaitu membandingkan rhitung dengan rtabel atau dengan melihat tingkat signifikansi yang dihasilkan dari olah data menggunakan SPSS 20. Setelah melakukan dan mendapatkan hasil dari uji validitas maka selanjutnya akan dilakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas berfungsi untuk mengetahui tingkat konsistensi dan keakuratan kuesioner yang digunakan dalam penelitian. Uji reliabilitas dalam hal ini mengacu pada nilai alpha cronbach’s.

Mengacu Widoyoko (2012:141) data yang baik adalah yang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya dan data tersebut bersifat tetap atau dapat dipercaya. Data yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya disebut data yang valid. Data yang dapat dipercaya disebut data yang reliabel. Agar dapat diperoleh data yang valid dan reliabel, maka kuesioner penelitian yang digunakan untuk mengukur subjek yaitu petani di Kampung Hidroponik Gang Hijau Asmat yang menggunakan Aplikasi Petani yang akan dinilai harus memiliki bukti validitas dan reliabilitas.

40 3.6.1 Uji Validitas

Validitas sebuah alat ukur ditunjukkan dari kemampuannya mengukur apa yang seharusnya diukur, validitas instrumen harus mengandung dua hal, faktor ketepatan dan faktor kecermatan. Suatu alat ukur mungkin tepat untuk mengukur besaran variabel, tetapi kurang cermat dalam melakukan pengukuran tertentu maka alat ukur tersebut dapat dikatakan tidak valid. Alat ukur dibuat dengan tujuan mengukur suatu obyek tertentu, dengan demikian validitas alat ukur hanya berlaku untuk tujuan yang spesifik (Suliyanto, 2009:146-149).

Uji validitas dilakukan dengan cara analisis butir yaitu membuat korelasi skor pada item dengan skor total itemnya. Skor item dianggap sebagai nilai X, sedangkan skor total dianggap sebagai nilai Y. Apabila skor item memiliki korelasi positif yang signifikan berarti item tersebut dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukur variabel tersebut. Kriteria pengujian tes validitas pada sebuah butir pertanyaan dapat dianggap valid dilakukan dengan cara berikut :

1. Jika koefisien korelasi product moment melebihi 0,3.

2. Jika koefisien korelasi product moment > r-tabel ( α ; n-2 ) dimana n = jumlah sampel.

3. Nilai Sig ≤ α.

Rumus nilai korelasi product moment menurut Effendi dan Tukiran (2012:139) sebagai berikut :

r = n ( Ʃxy ) – ( Ʃx Ʃy ) √ [nƩx² - (Ʃx)²][nƩy² - (Ʃy)²]

41 Keterangan :

r = koefisien korelasi n = jumlah sampel

X = skor pertanyaan setiap nomor Y = skor total

Uji validitas instrumen pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 20 dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Nilai r-tabel yang didapat dengan responden sebanyak 30 orang adalah 0,361, artinya apabila hitung > r-tabel (0,361) maka butir pertanyaan valid dan dapat digunakan. Hasil uji validitas pada penelitian ini terlampir di Lampiran 2. Pertanyaan berjumlah 30 unit dan terdapat 30 unit pertanyaan yang valid, semua butir pertanyaan valid karena memiliki nilai r-hitung > r-tabel.

3.6.2 Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih, dengan kata lain reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur suatu gejala yang sama (Effendi dan Tukiran, 2012:141). Hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (aspek yang diukur belum berubah) meskipun tetap ada toleransi bila terjadi perbedaan. Jika perbedaan tersebut sangat besar dari waktu ke waktu maka hasil pengukuran tidak dapat dipercaya (dikatakan tidak reliabel) (Suliyanto, 2009:149). Penelitian ini menggunakan jenis reliabilitas internal yaitu diperoleh dengan menganalisis data dari satu kali pengetesan. Metode yang digunakan adalah dengan rumus Cronbach Alpha (Suliyanto, 2009:152) dengan rumus berikut ini :

42 α = K [ 1 - Ʃ ᵏ ᴶ ˭ ¹ S²1 ]

( K – 1 ) S²T Keterangan :

α = koefisien reliabilitas Cronbach Alpha k = banyaknya butir pertanyaan

S²1 = ragam skor butir pertanyaan ke – j S²T = ragam skor total

Kuesioner dikatakan reliabel jika memiliki Cronbach’s Alpha lebih dari 0,60. Hasil uji reliabilitas pada penelitian ini (Lampiran 2) didapat dari 30 pertanyaan yang valid dengan nilai α sebesar 0,893 yang artinya kemampuan kuesioner menangkap jawaban responden sebesar 89,3%. Berdasarkan ketentuan uji statistik dengan nilai α di atas, berarti kuesioner dalam penelitian ini sudah reliabel untuk digunakan.