• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Instrumen Penelitian (Uji Validitas dan Realibilitas)

1. Uji validitas

Hasil uji validitas terhadap 28 butir item pertanyaan dengan 120 responden diketahui bahwa semua butir pertanyaan dapat dikatakan valid. Hasil perhitugan sesuai dengan Arikunto (1998) bahwa apabila rhitung > rtabel, maka dapat dikatakan bahwa suatu instrumen adalah valid. Dari hasil pengujian validitas keseluruhan item variabel penelitian mempunyai rhitung > rtabel yaitu pada taraf signifikan 95% ( a=0,05) dan n = 120 diperoleh rtabel = 0,5, maka dapat diketahui r hasil tiap-tiap item > 0,5 sehingga dapat dikatakan bahwa keseluruhan item variabel penelitian adalah valid untuk digunakan sebagai instrument dalam penelitian atau pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dapat digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.

2. Uji Reliabilitas

Tabel 2. Hasil Pengujian Reliabilitas

No Butir Dalam Kuesioner Nilai Alpha Status

1. X1 0,880 Reliabel

2. X2 0,778 Reliabel

3. X3 0,797 Reliabel

4. X4 0,797 Reliabel

5. Y 0,746 Reliabel

Sumber: Data primer terolah (2010)

Dari tabel 2 diketahui hasil pengujian item dalam kuesioner tersebut dapat dikatakan seluruhnya realibel, karena nilai alpha > 0,6. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka item pertanyaan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten dalam arti jika pertanyaan tersebut diajukan lagi akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban pertama.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user E. Analisis Data

a. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara faktor strategi pemasaran terhadap perilaku konsumen dalam membeli produk digunakan analisis regresi linier berganda. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, distribusi dan promosi terhadap perilaku pembelian. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan program komputer SPSS 16.0 for Windows, diperoleh hasil seperti pada Tabel 3 dengan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Y = 6,939 + 0,401 X1 + 0,261 X2 - 0,016 X3 + 0,174 X4 Tabel 3. Hasil Analisa Regresi Berganda

Variabel Koefisien

Regresi

t hitung Prob. (sig. t) (a = 0,05) X1 (Produk) X2 (Harga) X3 (Distribusi) X4 (Promosi) 0.401 0.261 -0.016 0,174 4,042 2,200 -0,198 2,396 0.000 0.030 0.844 0.018 Konstata F hitung Adjust R2 R Square (R2) R 6,939 18,705 0.373 0.394 0.628

Variabel terikat = Y (Keputusan Pembelian produk)

Sumber: Data primer olahan (2010)

Dari persamaan regresi tersebut nilai konstanta sebesar 6,939 yang berarti bahwa jika variabel bebas yang terdiri atas Produk (X1), Harga (X2), Distribusi (X3), dan Promosi (X4) sama dengan nol, maka nilai keputusan konsumen dalam melakukan pembelian ayam goreng tulang lunak (Y) akan terjadi peningkatan sebesar 6,939.

1) Koefisien Produk (X1)

Variabel Produk (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan konsumen untuk membelian ayam goreng tulang lunak (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,401 yang artinya apabila variabel produk meningkat 1 satuan, maka keputusan konsumen untuk membeli 15

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ayam goreng tulang lunak di King’s Fried Chicken akan meningkat sebesar 0,401 satuan dengan asumsi variabel Harga (X2), Distribusi (X3), dan Promosi (X4) tetap.

2) Koefisien Harga (X2)

Variabel harga (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan konsumen untuk membelian ayam goreng tulang lunak (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,261 yang artinya apabila variabel harga meningkat 1 satuan, maka keputusan konsumen untuk membeli ayam goreng tulang lunak di King’s Fried Chicken akan meningkat sebesar 0,261 satuan dengan asumsi variabel Produk (X1), Distribusi (X3), dan Promosi (X4) tetap.

3) Koefisien Distribusi (X3)

Variabel Distribusi (X3) mempunyai pengaruh yang negatif terhadap keputusan konsumen untuk membelian ayam goreng tulang lunak (Y) dengan koefisien regresi sebesar - 0,016 yang artinya apabila variabel distribusi meningkat 1 satuan, maka keputusan konsumen untuk membeli ayam goreng tulang lunak di King’s Fried Chicken akan menurun sebesar -0,16 satuan dengan asumsi variabel Produk (X1), Harga (X2), dan Promosi (X4) tetap.

4) Koefisien Promosi (X4)

Variabel Promosi (X4) mempunyai pengaruh yang positif terhadap keputusan konsumen untuk membelian ayam goreng tulang lunak (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0,174 yang artinya apabila variabel promosi meningkat 1 satuan, maka keputusan konsumen untuk membeli ayam goreng tulang lunak di King’s Fried Chicken akan meningkat sebesar 0,174 satuan dengan asumsi variabel Produk (X1), Harga (X2), dan Distribusi (X3) tetap.

b. Uji F (Pengujian Hipotesis I)

Uji F adalah uji simultan yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel strategi pemasaran secara simultan terhadap keputusan pembelian.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

Hasil analisis data yang diolah menggunakan program SPSS 16.0 for

Windows yang disajikan dalam Tabel 4. Dari Tabel 4 didapatkan hasil Fhitung

sebesar 18,705 dengan tingkat signifikan 0.000, serta df penyebut 4 dan df pembilang sebesar 115.

Pengujian hipotesis pertama yaitu diduga bahwa faktor produk, harga, distribusi dan promosi secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak digunakan uji F. Uji F dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada taraf nyata a = 0,05.

Tabel 4. Anova Hasil Analisis Data

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1. Regression Residual Total 853,749 4 213,437 18,705 0,000(a) 1312,218 115 11,411 2165,967 119 a Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 b Dependent Variable: Y

Berdasarkan Tabel 4 dapat disimpulkan bahwa Fhitung sebesar 18,705 > dari Ftabel 2,63 yang berarti bahwa pada taraf nyata a = 0,05 variabel faktor produk (X1), harga (X2), distribusi (X3) dan promosi (X4) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf nyata a = 0,05. Selain itu untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel terikat terhadap variabel bebas secara bersama-sama dengan membandingkan antara probabilitas signifikan 0,001 dengan a = 0,05. Dimana, jika probabilitas < a maka variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, dengan demikian hipotesis I teruji secara statistik.

c. Uji t (Pengujian Hipotesis II)

Pengujian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa diduga variabel harga (X2) mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

pembelian produk ayam goreng tulang lunak (Y), maka dalam penelitian ini melihat besarnya masing-masing nilai thitung dari variabel bebas. Adapun signifikasi dari masing-masing koefisien diuji dengan menggunakan uji parsial t-test tampak pada Tabel 5.

Dari Tabel 5 dapat diketahui hasil koefisien thitung menunjukkan bahwa variabel produk (X1) mempunyai nilai thitung sebesar 4,342 lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf nyata sebesar 2,021, atau dapat dikatakan produk (X1) berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak (Y).

Tabel 5. Perbandingan thitung dengan Taraf Signifikan (α = 5%)

Variabel Nilai t-hitung Nilai t-tabel Prob. Sig. t Keterangan X1 X2 X3 X4 4,342 2,200 -0,198 2,396 2.021 2.021 2.021 2.021 0.000 0.030 0.844 0.018 Signifikan Signifikan Tidak signifikan Signifikan

Sumber: Data primer olahan, 2010.

Hasil koefisien thitung menunjukkan bahwa variabel harga (X2) mempunyai nilai thitung sebesar 2,200 lebih besar dibandingkan dengan

nilai ttabel pada taraf nyata sebesar 2,021, namun lebih kecil dibanding nilai thitung variabel produk (X1) atau dapat dikatakan variabel harga (X2) berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak (Y).

Hasil koefisien thitung variabel distribusi (X3) mempunyai nilai thitung sebesar (-0,198) lebih kecil dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf nyata sebesar 2,021, atau dapat dikatakan variabel distribusi (X3) tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak (Y). Hasil analisis didapatkan thitung variabel distribusi (X3) tidak signifikan artinya adanya variabel ini menunjukkan adanya penurunan keputusan pembelian konsumen. Hal ini dapat disebabkan faktor dalam distribusi yang cenderung tidak disukai oleh konsumen, sehingga menyebabkan menurunya permintaan terhadap ayam goreng tulang lunak.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

Faktor distribusi yang kurang disukai oleh konsumen dapat berupa desain interior yang kurang mendukung. Selain desain interior pelayanan juga dapat mempengaruhi penurunan keputusan pembelian. Pelayanan yang buruk dapat menyebabkan konsumen tidak kembali membeli.

Hasil koefisien thitung variabel promosi (X4) mempunyai nilai thitung sebesar 2,396 lebih besar dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf nyata sebesar 2,021, atau dapat dikatakan variabel promosi (X4) berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak (Y).

Tabel 5 dapat menjelaskan bahwa variabel harga (X2) dan (X4) mempunyai nilai thitung yang lebih besar dibanding dengan ttabel, jika dibandingkan dengan nilai thitung variabel lainnya ternyata variabel produk (X1) yang paling besar. Variabel produk (X1) berpengaruh dominan terhadap keputusan konsumen, sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa variabel harga (X2) berpengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk ayam goreng tulang lunak tidak teruji secara statistik.

Hasil pengujian tersebut menyatakan bahwa keputusan konsumen lebih banyak dipengaruhi oleh produk ayam goreng tulang lunak terutama kualitas produk. Hal ini menunjukkan bahwa ayam goreng tulang lunak merupakan produk yang disukai oleh konsumen, selain produk yang unik, rasa menjadi pilihan utama konsumen dalam memutuskan pembelian, sehingga konsumen lebih mementingkan kualitas produk dalam memutuskan pilihan dari pada harga.

d. R square (R2)

Hasil analisis diperoleh nilai R square (R2) sebesar 0,394 yang berarti lebih dari 0, hal ini menunjukkan bahwa variabel bebas (X1, X2, X3, dan X4) secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap variabel terikat Y. Nilai R square (R2) menunjukkan variabel bebas hanya mempengaruhi sebesar 39,4 % terhadap variabel terikat. Hal ini berarti variabel-variabel dalam penelitian tidak dapat mempengaruhi secara dominan terhadap

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

keputusan konsumen, sedangkan sisanya sebesar 60,6% dipengaruhi oleh variabel-variabel diluar yang diteliti.

Variabel luar yang tidak diteliti diantaranya adalah tiga P yaitu: People (orang), Physical Avidence (bukti fisik), dan Procces (proses). Ketiga variabel tersebut merupakan perkembangan dari variabel 4”P” yaitu variabel yang diteliti. Selain ketiga faktor tersebut masih banyak lagi faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yang memiliki kontribusi yang berbeda- beda dalam melakukan pembelian.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan : 1. Konsumen King’s Fried Chicken didominasi oleh perempuan berumur

antara 20-25 tahun, berprofesi sebagai mahasiswa, tingkat pendidikan terakhir SMU dengan uang saku > Rp 500.000- Rp. 1.000.000. Konsumen paling banyak melakukan pembelian sekali dalam satu bulan bersama teman.

2. Faktor produk, harga, distribusi, dan promosi bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Sedangkan faktor produk mempunyai pengaruh dominan, dan faktor distribusi berpengaruh negatif terhadap perilaku konsumen.

B. Saran

Diharapkan produsen dapat meningkatan tampilan produk, perbaikan desain interior, dan meningkatan pelayanan untuk menarik minat konsumen.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Dokumen terkait