IV. PEMBAHASAN
4.3 Analisa Data Hasil Pengujian
4.3.9 Pengujian Keseluruhan
Untuk mengetahui keberhasilan dari rancangan prototipe pengendali motor induksi 3 fasa dengan android smartphone ini maka perlu dilakukan pengujian secara keseluruhan. Pengujian keseluruhan dilakukan dengan melihat keberhasilan prototipe mengendalikan motor induksi 3 fasa sesuai dengan instruksi yang telah diberikan. Instruksi yang diberikan yaitu berupa instruksi pengaturan nilai duty
cycle serta perintah pengereman motor induksi.
Pengujian dilakukan dengan tujuan mengetahui kecepatan yang dihasilkan dari setiap duty cycle yang diberikan, tegangan serta arus yang dihasilkan untuk selanjutnya dicari besarnya torsi yang dibutuhkan motor untuk mengangkat beban. Adapun beban yang dipakai yaitu beban yang dikopel pada ssi rotor dengan beberapa variasi berat. Tabel beban dengan beratnya dapat dilihat pada tabel 4.10
Tabel 4. 10 Beban Motor Induksi dan Variasi Beratnya
Beban Berat Beban
A 0,15 Kg
B 0,30 Kg
C 0,45 Kg
D 0,57 Kg
E 0,65 Kg
a. Pengujian tanpa beban/ beban nol
Hasil pengujian prototipe pengendali motor induksi 3 fasa tanpa menggunakan kopel beban dapat dilihat pada tabel 4.11 dibawah ini:
Tabel 4. 11 Hasil Pengujian Prototipe Tanpa Beban Duty
cycle
Vin Vmotor Ist Kecepatan (%) (V) (V) (A) (Rpm) 10 300 7.4 0.2 0 20 300 34.3 0.15 0 30 300 60.2 0.25 0 40 300 181.7 0.4 875 50 300 233.4 0.25 935 60 300 254.8 0.25 1090 70 300 261.1 0.2 1165 80 300 273.7 0.2 1285 90 300 285.4 0.2 1355 100 300 290.1 0.15 1380
Dari tabel hasil pengujian beban nol diatas dapat dilihat pada duty cycle 10% hingga 30% motor belum berputar dikarenakan tegangan masukan yang diberikan ke motor masih kecil . Dapat dilihat pula pada duty cycle 40% hingga 100% bahwa semakin besar tegangan masukkan maka kecepatan yang dihasilkan semakin besar juga (berbanding lurus). Berbeda halnya dengan arus yang mengalami penurunan pada saat duty cycle 40 %. Hal ini dikarenakan motor memerlukan torsi yang besar pada putaran awal sehingga akan menyedot arus yang besar sampai setelah mendapat kecepatan yang cukup, maka arus motor akan menurun dan kembali normal sering dengan pertambahan tegangan sumber.
b. Beban A (0, 15 Kg)
Hasil pengujian prototipe pengendali motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kopel beban 0, 15 Kg dapat dilihat pada tabel 4.12 dibawah ini:
Tabel 4. 12 Hasil Pengujian Prototipe Dengan Beban 0,15Kg
Duty Vin Vmotor Ist Kecepatan
(%) (V) (V) (A) (Rpm) 10 300 7.9 0.02 0 20 300 32.6 0.15 0 30 300 61.2 0.25 0 40 300 183.8 0.4 845 50 300 245.4 0.5 910 60 300 257.9 0.3 1135 70 300 263.4 0.2 1250 80 300 275.3 0.15 1320 90 300 285.1 0.15 1380 100 300 290.8 0.15 1380
Dari hasil pengujian prototipe dengan menggunakan beban 0, 15Kg dapat dilihat bahwa beratnya beban yang kecil tidak terlalu berpengaruh terhadap perubahan yang dialami oleh motor. Kenaikan arus starting pun hanya terjadi sesaat hingga arus kembali normal ketika mencapai kecepatan nominalnya . Dari tabel diatas juga dapat dilihat bahwa putaran motor mengalami perubahan seiring pertambahan tegangan. Kecepatan motor juga mengalami penurunan sedikit dari sebelumnya dikarenakan beban yang diangkat motor.
c. Beban B (0,3 Kg)
Hasil pengujian prototipe pengendali motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kopel beban 0, 3 Kg dapat dilihat pada tabel 4.13 dibawah ini:
Tabel 4. 13 Hasil Pengujian Prototipe dengan Beban 0,3 Kg Duty
cycle
Vin Vmotor Ist Kecepatan (%) (V) (V) (A) (Rpm) 10 300 7.8 0.05 0 20 300 32.5 0.15 0 30 300 60.4 0.45 0 40 300 189.8 0.5 830 50 300 247.4 0.4 890 60 300 259.5 0.35 1105 70 300 263.4 0.25 1235 80 300 283.3 0.25 1270 90 300 288.1 0.15 1305 100 300 290.8 0.2 1380
Dari hasil pengujian prototipe dengan menggunakan beban 0, 3Kg dapat dilihat bahwa beratnya beban belum memberi pengaruh besar terhadap perubahan yang dialami oleh motor. Kenaikan arus starting terjadi sesaat selama kurang dari 1 detik. Dari tabel diatas juga dapat dilihat bahwa putaran juga mengalami penurunan sesaat saat starting.
d. Beban C (0,45 Kg)
Hasil pengujian prototipe pengendali motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kopel beban 0, 45Kg dapat dilihat pada tabel 4.14 dibawah ini:
Tabel 4. 14 Hasil Pengujian Prototipe dengan Beban 0,45 Kg Duty
cycle
Vin Vmotor Ist Kecepatan (%) (V) (V) (A) (Rpm) 10 300 7.4 0.15 0 20 300 33.9 0.2 0 30 300 60.9 0.2 0 40 300 185.6 0.5 790 50 300 248.4 0.4 855 60 300 258.8 0.4 1175 70 300 263.5 0.35 1220 80 300 282.3 0.3 1250 90 300 289.1 0.25 1340 100 300 290.8 0.25 1380
Dari hasil pengujian prototipe dengan menggunakan beban 0, 45Kg dapat dilihat bahwa beratnya beban mulai memberi perubahan kepada motor. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnya arus starting yang mengalami peningkatan dari sebelumnya dikarenakan torsi yang dibutuhkan motor untuk dapat mengangkat
beban. Dapat dilihat juga mulai duty cycle 50% arus starting memulai mengalami penurunan dikarenakan kecepatan motor yang telah mendekati kecepatan nominalnya. Kenaikan arus yang terjadi diawal tersebut berlangsung selama ± 1detik.
e. Beban D (0,57 Kg)
Hasil pengujian prototipe pengendali motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kopel beban 0,57 Kg dapat dilihat pada tabel 4.15 dibawah ini:
Tabel 4. 15 Hasil Pengujian Prototipe dengan Beban 0,57 Kg Duty
cycle
Vin Vmotor Ist Kecepatan (%) (V) (V) (A) (Rpm) 10 300 7.9 0.2 0 20 300 34.6 0.3 0 30 300 60.7 0.25 0 40 300 183.5 0.5 745 50 300 247.3 0.75 820 60 300 259.5 0.7 1155 70 300 261.9 0.6 1205 80 300 283.3 0.55 1235 90 300 288.2 0.55 1350 100 300 290.8 0.4 1380
Dari hasil pengujian prototipe dengan menggunakan beban 0, 57Kg, dapat dilihat bahwa beratnya beban memberikan pengaruh yang besar pada kenaikan arus starting yang terjadi di motor. Kenaikan arus starting mulai terjadi pada duty
cycle 40%. Hal ini dikarenakan motor memerlukan torsi yang besar untuk
70%. Dari tabel diatas juga dapat dilihat bahwa putaran motor tetap mengalami peningkatan mulai dari duty cycle 40% hingga 100%. Arus starting terbesar terjadi pada duty cycle 100% yaitu sebesar 0.75A.
f. Beban E (0,65 Kg)
Hasil pengujian prototipe pengendali motor induksi 3 fasa dengan menggunakan kopel beban 0, 65 Kg dapat dilihat pada tabel 4.16 dibawah ini:
Tabel 4. 16 Hasil Pengujian Prototipe dengan Beban 0,65 Kg Duty
cycle
Vin Vmotor Ist Kecepatan (%) (V) (V) (A) (Rpm) 10 300 7.9 0.12 0 20 300 34.6 0.2 0 30 300 60.7 0.3 0 40 300 183.5 0.55 720 50 300 247.3 0.7 790 60 300 259.5 0.8 1130 70 300 263.9 0.6 1200 80 300 275.3 0.55 1210 90 300 286.2 0.5 1295 100 300 289.7 0.4 1380
Dari hasil pengujian prototipe dengan menggunakan beban 0, 65 Kg dapat dilihat bahwa beratnya beban memberikan pengaruh yang besar jua pada kenaikan arus starting yang terjadi di motor. Kenaikan arus starting mulai terjadi pada duty
cycle 30% yaitu sebesar 0,3A hingga puncaknya berada pada duty cycle 60%. Hal
yang berat tersebut. Dari tabel diatas juga dapat dilihat bahwa kecepatan motor mengalami peningkatan seiring pertambahan tegangan.
Gambar 4. 53 Grafik Hubungan Kecepatan terhadap Duty cycle
g. Pengujian Pengereman Plugging
Pengujian pengereman plugging dilakukan dengan melihat periode waktu yang dibutuhkan motor untuk berhenti total. Pengereman plugging ini dilakukan dengan membalikkan fasa dengan menggunakan relay. Pembalikkan fasa dilakukan dengan periode switching sebesar 500ms. Adapun hasil dari pengujian pengereman plugging ini dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini.
Tabel 4. 17 Hasil Pengereman Plugging
Waktu (ms) Status Motor
0 < T < 500 Tanpa Pengereman Dengan Pengereman 500 < T < 1000 Berputar Berputar
1000 < T <2000 Berputar Berputar 2000 < T < 3000 Berputar Berhenti 3000 < T < 4000 Berhenti Berhenti