• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2. Hasil Pengujian Kinerja Mesin

4.2.3. Pengujian Konsumsi Bahan Bakar

Dibawah ini ditunjukkan data hasil perhitungan dan pengujian konsumsi bahan bakar Pertalite terhadap variasi CDI Standar dengan Koil Standar, CDI Standar dengan koil KTC, CDI BRT dengan Koil Standar dan CDI BRT dengan Koil KTC menggunakan jenis kendaraan empat langkah 160 cc dengan kondisi mesin standar tanpa ada perubahan sama sekali. Pengujian ini dilakukan dengan cara uji jalan yaitu mengganti tangki bahan bakar standar dengan tangki mini yang telah dimodifikasi dengan volume 250 ml. Dapat dilihat dari data terlampir sebagaimana ditunjukkan pada tabel 4.3

Perhitungan Konsumsi Bahan Bakar Kbb =

v = volume bahan bakar yang digunakan (l) s = jarak tempuh Jika : v = 250 ml = 0.25 liter s = 11,43 km Maka : Kbb =

(data diambil dari lampiran) = 45,73 km/liter

52

Tabel 4.3. Perbandingan Konsumsi Bahan Bakar dengan Variasi CDI dan Koil

Pada Tabel 4.3 menunjukkan hasil pengujian konsumsi bahan bakar pertalite pada mesin 4 langkah 160 cc dengan menggunakan variasi CDI Standar dengan Koil Standar, CDI Standar dengan Koil KTC, CDI BRT dengan Koil Standar dan CDI BRT dengan Koil KTC. Volume bahan bakar yang digunakan yaitu 250 ml. Pengujian ini dilakukan dengan batas kecepatan 60 km/ jam pada putaran mesin sebesar 4500 rpm. Dari pengujian ini, didapatkan konsumsi bahan bakar dengan bahan bakar 1 liter didapatkan nilai konsumsi teririt pada variasi CDI Standar dengan Koil Standar yaitu sebesar 45,73 km/liter sedangkan yang paling boros pada variasi variasi CDI BRT dengan Koil KTC yaitu sebesar 42,26 km/liter. 45,73 43,73 42,93 42,26 5 15 25 35 45 55 ko n su m si B h a n a B a ka r (k m /l it e r)

CDI Standar dengan Koil Standar CDI Standar dengan Koil KTC CDI BRT dengan Koil Standar CDI BRT dengan Koil KTC

53 BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan

Dengan mengkaji kegiatan penelitian yang meliputi proses pengambilan data, hasil pengujian serta perhitungan menyeluruh dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pada pengujian percikan bunga api dilakukan pada putaran mesin 3900 RPM menggunakan 4 variasi. CDI standar dengan Koil Standar dan CDI BRT dengan Koil Standar adalah merupakan hasil dari percobaan yang paling baik, karena percikan bunga api yang dihasilkan stabil tidak berpindah-pindah. Sedangkan pada percobaan CDI standar dengan Koil KTC dan CDI BRT dengan Koil KTC percikan bunga api yang dihasilkan tidak stabil yaitu berpindah-pindah. Dengan suhu yang dihasilkan percikan bunga api 6000 K – 7000 K dengan warna biru. Hal ini disebabkan oleh hasil pengapian yang dihasilkan oleh variasi di atas mengalami ketidakcocokan yang mengakibatkan api busi yang dihasilkan tidak stabil. 2. Pada pengujian Daya motor mesin empat langkah 160 cc dengan variasi

CDI standar dengan Koil Standar, CDI standar dengan Koil KTC, CDI BRT dengan Koil Standar, dan CDI BRT dengan Koil BRT berbahan bakar premium. Dapat disimpulkan bahwa titik daya tertinggi didapat pada variasi CDI BRT dengan Koil Standar dengan daya sebesar 13,5 HP pada putaran mesin 7830 RPM dikarenakan proses pengapian dari variasi tersebut berlangsung baik mengakibatkan proses pembakaran yang dihasilkan juga baik yang menyebabkan didapatkanya daya tertinggi dibandingkan variasi yang lain.

3. Pada pengujian Pada pengujian Torsi motor mesin empat langkah 160cc dengan variasi CDI standar dengan Koil Standar, CDI standar dengan Koil KTC, CDI BRT dengan Koil Standar, dan CDI BRT dengan Koil BRT berbahan bakar premium. Dapat disimpulkan bahwa titik daya tertinggi

54

didapat pada variasi CDI BRT dengan Koil KTC dengan torsi maksimum sebesar 13,43 (Nm) pada putaran mesin 6320 RPM dikarenakan hasil dari variasi pengapian yang dihasilkan mempengaruhi proses pembakaran yang meningkatkan nilai Torsi dari motor tersebut.

4. Pada pengujian konsumsi bahan bakar didapatkan konsumsi bahan bakar dengan bahan bakar 1 liter didapatkan nilai konsumsi teririt pada variasi CDI Standar dengan Koil Standar yaitu sebesar 45,73 km/liter sedangkan yang paling boros pada variasi variasi CDI BRT dengan Koil KTC yaitu sebesar 42,26 km/liter. Hasil tersebut sama dengan penelitian sebelumnya yang didapatkan hasil penggunaan CDI racing dan Koil racing akan berpengaruh pada jarak tempuh lebih sedikit dikarenakan pengapian yang dihasilkan lebih baik mengakibatkan proses pembakarannya lebih baik sehingga bahan bakar yang dibutuhkan akan lebih banyak.

5.2. Saran

Beberapa saran yang diperlukan dalam penelitian ini untuk masa yang akan datang adalah sebagai berikut:

1. Penggantian komponen CDI dan Koil dengan tipe Racing Menghasilkan beda daya dan torsi yang tidak berbeda jauh dikarenakan tidak adanya modifikasi pada timing pengapian dan setting karburator. Sehingga untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi diharuskan dilakukan setting pada hal tersebut.

2. Sebelum melakukan uji unjuk kerja motor harus dipastikan motor dalam keadaan kondisi yang baik.

3. Suhu kerja motor dapat menyebabkan penurunan performa motor sehingga akan lebih baik untuk menjaga suhu kerja motor agar didapatkan hasil yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

______. Cara Kerja Mesin Bensin 4 Langkah dan 2 Langkah. 26-02-1016. https://lihatdonk.wordpress.com/2013/04/09/cara-kerja-mesin-bensi-4- langkah-dan-2-langkah/. Diakses Pukul 13:52 WIB.

_____. Cara Kerja Motor 4 Tak dan Motor 2 Tak. 26-02-1016. http://riohandicha.blogspot.co.id/2014/12/cara-kerja-motor-4-tak-dan- motor-2-tak.html. Diakses pukul 14:02 WIB.

______. Premium. 26-02-20016. https://id.wikipedia.org/wiki/premium. Diakses Pukul 23:37 WIB

______.Cara Kerja Motor 4 Langkah. 02-03-2016. http://www.bisaotomotif.com/2015/10/cara-kerja-motor-4-langkah-4- tak.html. Diakses Pukul 11:40 WIB

_______. Mengenal Baterai dan Komponennya. 02-03-2016. http://dolanan- motor.blogspot.co.id/2011/12/mengenal-baterai-dan-komponennya.html. Diakses Pukul 12:40

______.Bagian-bagian Busi. 02-03-2016.

https://rengkodriders.wordpress.com/2012/05/25/bagian-bagian-busi/. Diakses Pukul 14:40 WIB.

Arismunandar.(2005). Motor Bakar Torak. Bandung. ITB

Asyahri.(2015). Perbandingan Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Campuran Premium – Etanol Terhadap Penggunaan Bahan Bakar Pertamax Pada Motor Bensin 4 Langkah 115 cc. Tugas Akhir.

Boentarto.(2003). Panduan Praktis tune-up mesin mobil.Jakarta:Kawan Pustaka Manggalasaputra .Sistem Pengapian Magnet. 02-03-2016.

http://azizptm12.blogspot.co.id/2014/05/sistem-pengapian- magnet_24.html. Diakses Pukul 12:05 WIB.

Marlindo.(2012). analisa penggunaan cdi racing programmable dan koil racing padamesin speda motor standar. Tugas Akhir

Novrizal.(2015). Studi Eksprimental Tentang Pengaruh Variasi Camshaft, Ignition Coil dan Muffler Terhadap Kinerja Motor Bensin 4 Langkah 100 cc. Tugas Akhir

Prihardintama, Sakti. 2010. Pengaruh Variasi Durasi Noken As Terhadap Unjuk Kerja Mesin Honda Kharisma Dengan Menggunakan 2 Busi. Tugas Akhir Qomarudin. (2013). Kajian Tentang penggunaan Bahan Bakar Premium -

Pertamax Dan Premium - Etanol Pada Motor 4 Langkah 110 cc. Tugas Akhir

Soenarta & Furuhama.(1995). Motor Serba Guna. Jakarta: Pradya Paramita Tristianto.(2014). kajian eksperimental tentang pengaruh komponen dan setting

terhadap kinerja motor 4 langkah 113 cc berbahan bakar campuran premium-ethanol dengan kandungan ethanol 25 %. Tugas Akhir.

Wibowo.(2015). Kajian Eksperimental Tentang Pengaruh Variasi Timing Pengapian Terhadap Kinerja Motor Bensin 4 Langkah Silinder tunggal 113 cc. Tugas Akhir.

No

Vol Bahan Bakar (ml)

CDI Standar dengan Koil Standar

CDI Standar dengan Koil KTC CDI BRT dengan Koil Standar CDI BRT dengan Koil KTC Keterangan Jarak (km) Waktu (menit) Jarak (km) Waktu (menit) Jarak (km) Waktu (menit) Jarak (km) Waktu (menit) 1 250 10,5 11,32 10,9 12,1 11,5 11 11,1 10,5 Untuk RPM dijaga pada 4500 RPM, kecepatan dijaga pada kecepatan 60 km/jam 2 250 11,7 12,5 11,1 11,56 10 11,5 10,5 11,55 3 250 12,1 13,22 10,8 14,55 10,7 12,58 10,1 12,1 Rata - Rata 11,43 12,35 10,93 12,74 10,73 11,69 10,57 11,38 Konsumsi Bahan Bakar Km/Liter 45,73 43,73 42,93 42,26

Dokumen terkait