• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.3. Pengujian Model

Setelah melakukan pengujian tentang uji normalitas data dan berbagai pengujian untuk menjamin kualitas dari model yang diajukan, dimana semua pengujian sudah memberikan kesimpulan bahwa model penelitian telah dapat digunakan dalam pengujian hipotesa. Untuk memberikan kemudahan analisa, hasil yang diperoleh diringkaskan di dalam tabel 6.

Cara memperoleh nilai nilai dalam tabel 6 :

1. Nilai FHitung dan tHitung diperoleh dari output SPSS.

2. Nilai FTabel diperoleh untuk = 5% untuk k sebanyak variabel bebas yang dimasukkan ke dalam model yaitu 2 Variabel serta derajat kebebasan sebesar n-k-1, yaitu 75-2-1=72.

3. Nilai ttabel diperoleh dari nilai = 5% dan derajat kebebasan n-k-1.

Berdasarkan ringkasan hasil pengolahan data dalam tabel diatas, kesimpulan terkait hipotesa penelitian dapat disampaikan sebagai berikut :

Tabel 6. Pengujian Model

Variabel Dependen

Variabel Independen

R2

(%) FHitung FTabel Koefisien tHitung tTabel Sig Keterangan Return Saham ROA EVA 9.1 3.598 1.47 1.131 0.47 2.463 1.425 1.993 1.993 0.032 0.016 0.158 Menolak H0 Menolak H0 Menerima H0 Diolah dari lampiran 10 - 13

1. H1 : b1 = b2 ≠ 0, ROA dan EVA secara simultan berpengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengembalian saham. berdasarkan sampel penelitian terbukti. Hal ini terlihat dari nilai FHitung<FTabel serta nilai signifikansi 0.032<0.05.

2. H1 : bi = 0, Hipotesa yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel fundamental secara parsial terhadap harga saham. Dapat dinyatakan sebagai berikut :

• Variabel ROA mempengaruhi tingkat pengembalian saham secara individual berdasarkan nilai thitung>ttabel serta tingkat signifikansi koefisien yang lebih kecil dari 0.05 (0.016<0.05)

• Variabel EVA secara individual berdasarkan penelitian ini terbukti tidak berpengaruh secara signifikan terhadap return saham karena thitung<ttabel serta tingkat signifikansi selalu lebih besar dari 0.05. (0.158>0.5)

4.2.Pembahasan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan penarikan kesimpulan kesimpulan berdasarkan pengujian hipotesa diatas akan dilakukan pembahasan berikut ini. Secara keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini relatif sama dengan penelitian yang dilakukan di pasar modal, yaitu sebaran data yang sangat lebar. Hal ini diakibatkan oleh variasi return dan ukuran-ukuran lain yang memang menjadi karakteristik pasar saham Indonesia dan pasar saham di negara-negara yang belum memiliki tingkat efisiensi pasar yang tinggi. Kondisi data ini yang mengakibatkan penelitian ini harus menghapus beberapa data yang nilainya cukup ekstrem agar data yang digunakan di dalam penelitian dapat memenuhi asumsi distribusi normal.

Berdasarkan hasil regresi yang diringkaskan di dalam tabel 6 dapat disimpulkan bahwa variabel independen yaitu ROA dan EVA yang diajukan di dalam penelitian ini secara signifikan mempengaruhi return saham jika diuji secara simultan. Namun jika dianalisis lebih lanjut, maka pengaruh tersebut tidak besar karena koefisien determinasi hanya sebesar 9.1%, artinya kedua variabel independen tersebut hanya mempengaruhi return saham dengan besaran 9.1% sedangkan 90% lebih return saham merupakan pengaruh dari faktor lain. Pengaruh faktor yang tidak dimasukkan ke dalam persamaan sebesar 90% dapat dikatakan relatif besar. Pengaruh ini dapat berasal dari faktor-faktor non fundamental dari suatu perusahaan atau faktor fundamental lain diluar variabel yang telah dimasukkan ke dalam model.

Hal tersebut memberikan indikasi bahwa perhatian investor terhadap variabel fundamental tidak terlampau besar. Hasil ini sesuai dengan berbagai penelitian yang dilakukan sebelumnya yang memiliki hasil yang tidak konsisten. Misalnya penelitian Jogityanto (1999), Irwansyah (2005) dan Wibowo (2005) menunjukkan hasil yang berpengaruh secara signikan sebaliknya penelitian Pradono (2004), Purwanto (2005), dan beberapa penelitian lain memperoleh hasil yang berbeda. Penelitian ini sebenarnya mengkonfirmasi hasil yang bertolak belakang ini. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hubungan variabel tersebut tidak kuat dan tidak jelas. Hasil perhitungan statistik yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan hubungan yang lemah, walau hal tersebut secara statistik dapat dinyatakan signifikan. Hasil penelitian yang tidak secara kuat memberikan kesimpulan yang jelas memang memungkinkan diperolehnya hasil penelitian yang bervariasi jika dilakukan pada

berbagai periode penelitian, metode penelitian yang berbeda, penarikan sampel yang berbeda dan operasional penelitian yang lain yang berbeda akan dapat mengakibatkan hasil yang relatif berbeda.

Analisa secara individual terhadap ROA menunjukkan secara statistik berdasarkan data di dalam penelitian ini dapat dinyatakan memiliki hubungan yang signifikan. Koefisien ROA sebesar 1.131 yang terbukti signifikan menyatakan bahwa setiap perubahan ROA sebesar 1% akan mengakibatkan perubahan pada return saham sebesar 1.131%. Hal ini cukup sesuai dengan teori bahwa return saham seharusnya berasal dari tingkat keuntungan perusahaan. Tingkat keuntungan ini dapat diukur dalam berbagai angka maupun berbagai bentuk rasio, dimana salah satunya adalah ROA. Hasil ini juga sesuai dengan penelitian Jogityanto (1999),Irwansyah (2005) dan Wibowo (2005). Signifikannya hubungan ini memiliki arti bahwa nilai laba akuntansi masih memiliki porsi yang signifikan di dalam pembuatan keputusan investasi oleh seorang investor. Namun hubungan ini juga tidak dapat dinyatakan benar-benar kuat karena nilai signifikansinya masih cukup besar 0.016, suatu pengaruh yang secara nyata sangat kuat akan memiliki nilai signifikansi sebesar 0 atau mendekati 0. Padahal jika pemahaman teori tentang laba yang akan tercermin pada harga saham, seharusnya pengaruh yang diperoleh lebih besar dari hasil penelitian ini.

Berdasarkan tabel 6 dapat dilihat bahwa hasil perhitungan regresi antara EVA dan Return saham menunjukan nilai koefisien sebesar 0,47. Nilai koefisien regresi tersebut tersebut tidak signifikan yang berarti bahwa pengaruh nilai EVA terhadap return saham sangat lemah. Kenaikan nilai EVA tidak diikuti dengan kenaikan harga

saham, begitu pula penurunan nilai EVA tidak diikuti dengan penurunan harga saham. Hasil regresi individual ini juga memberikan indikasi bahwa signifikannya model persamaan simultan diakibatkan oleh variabel ROA dan bukan variabel EVA.

Pengaruh EVA tidak signifikan terhadap return pemegang saham perusahaan kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor pertama adalah kemungkinan investor masih lebih memperhatikan ukuran yang secara langsung diperoleh dari laporan keuangan seperti angka laba dan rasio turunan dari harga laba. Hal ini sejalan dengan signifikannya pengaruh ROA terhadap return saham. Hal lain yang dapat mengakibatkan diperolehnya hasil tersebut adalah mekanisme perhitungan EVA secara praktis memiliki perbedaan dengan perhitungan akademis. Perhitungan secara praktis menggunakan tingkat biaya modal berdasarkan ukuran yang dijustifikasi oleh masing-masing investor tentang kelayakan tingkat pengembalian modal dibandingkan resiko, sedangkan pada penelitian ini disederhanakan dengan menggunakan proksi pembagian EPS dengan harga saham dimaksud.

Penyebab lain yang dapat menjadi dasar diperolehnya hasil penelitian diduga dari kondisi sosial, politik, serta ekonomi Indonesia yang tidak stabil sehingga mengakibatkan tingginya resiko bisnis serta ketidakpastian tingkat pendapatan yang akan diterima oleh investor, para pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi di Bursa Efek Jakarta kurang memperhatikan aspek fundamental perusahaan. Investor di Indonesia yang lebih mengharapkan mendapat keuntungan yang cepat dalam jangka pendek sehingga investasi yang dilakukannya lebih bersifat spekulatif dengan analisa teknikal atau berdasarkan rumor. Publikasi laporan keuangan tidak

direspon secara mencolok oleh investor. Selain karena perhatian investor yang terfokus pada faktor lain, hal ini juga diakibatkan karena informasi di dalam laporan keuangan kemungkinan besar telah diprediksi sebelumnya sehingga publikasi yang dilakukan tidak lagi memberikan perbedaan yang signifikan.

Indonesia dalam hal ini Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam berbagai penelitian masih berada pada kondisi weak from efficient sehingga harga saham yang terbentuk bukan berdasarkan informasi yang sebenarnya tentang kondisi perusahaan tetapi lebih dipengaruhi oleh gerakan harga historis (kekuatan permintaan dan penawaran saham). Informasi laporan keuangan tidak secara langsung direfleksikan pada harga saham. Kondisi pasar modal Indonesia yang berada pada kondisi efsien bentuk lemah senantiasa akan menghasilkan penelitian yang memiliki hubungan yang tidak kuat jika penelitian didasarkan pada informasi yang terkandung di dalam laporan keuangan.

BAB V

Dokumen terkait