• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.8 Perawatan Benda Uji Silinder

3.9.2 Pengujian Penetrasi Beton (Initial setting dan Final setting Time)

1. Pengukuran Penetrasi Beton dilakukan untuk mengetahui waktu pengikatan awal dan pengikatan akhir ditentukan dari grafik hubungan ketahanan penetrasi terhadap waktu tempuh dengan mengacu pada aturan yang ditetapkan dalam ASTM C403 yaitu:

a. Sebelum dilakukan pengujian penetrasi beton, mortar beton diambil dan di saring dari campuran beton.

b. Benda uji di letakan pada wadah yang kaku, kedap air dan tidak menyerap air, bebas dari minyak dan berpenampang silinder atau bujur sangkar.

c. Pengujian penetrasi beton dilakukan dengan menggunakan alat penetrasi beton berkapasitas 100KN yang digerakkan secara manual.

d. Alat pembebanan

Suatu alat pengukur harus dapat digunakan untuk mengukur gaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan penetrasi jarum. Alat tersebut juga harus mampu mengukur gaya penetrasi dengan tingkat ketelitian + 10 N.

e. Pada saat jarum penunjuk skala tidak naik lagi atau bertambah, maka catat skala yang ditunjuk oleh jarum tersebut yang merupakan beban maksimum yang dapat dipikul benda uji tersebut.

f. Dengan mengetahui besar beban maksimum tersebut di atas, maka nilai kuat tekan beton dapat ditentukan.

2. Berdasar Standar ASTM C403, pengukuran Penetrasi berdasar peraturan ini dilakukan dengan alat sebagai berikut :

a. Wadah uji mortar

Wadah harus kaku, kedap air, tidak menyerap air, bebas dari minyak atau pelumas, berpenampang silinder atau bujur sangkar.

b. Jarum Penetrasi

Jarum harus disediakan dan dapat dipasang pada peralatan pembebanan dan memiliki luas bidang tumpuan sebagai berikut: 645 mm2, 323 mm2, 161 mm2, 65 mm2, 32 mm2, dan 16 mm2.

c. Alat pembebanan

Suatu alat pengukur harus dapat digunakan untuk mengukur gaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan penetrasi jarum. Alat tersebut juga harus mampu mengukur gaya penetrasi dengan tingkat ketelitian + 10 N.

3. Prosedur Pengujian :

a. Benda uji diambil dan disaring dari adoan mortar.

b. Letakan Benda uji pada wadah kedap air dan berbentuk silinder atau berbentuk bujur sangkar.

c. Pasang alat uji dengan mengunakan jarum : 645 mm2, 323 mm2, 161 mm2, 65 mm2, 32 mm2, dan 16 mm2

d. Lakukan pengujian Penetrasi

e. Secara perlahan letakkan alat penetrasi beton diatas mortar beton yang telah diletakkan di dalam wadah tersebut pada posisi pertengahan wadah.

f. Perhatikan dial pembaca diatas mortar beton, atur dial pembaca.

g. Secara perlahan-perlahan beban ditekan dan diberikan pada alat dengan cara menekan jack penetrasi, lakukan penekanan sampai jarum terbenam.

h. Pada saat jarum penunjuk skala tidak naik lagi atau bertambah, maka ganti mata jarum dengan yang lebih kecil lagi, sampai jarum terkecil dan tidak mampu di tekan, catat skala beban yang ditunjuk oleh dial pembaca tersebut yang merupakan beban maksimum yang dapat dipikul benda uji tersebut.

i. Catat hasil pembacaan dial dari penetrasi mortar beton tersebut tersebut.

j. Percobaan diulang untuk setiap benda uji.

3.9.3 Pengujian Kuat Tekan

Pengujian kuat tekan perlu dilakukan untuk mengetahui besarnya nilai kuat tekan dari beton tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan acuan SNI 1974:2011, yaitu :

1. Sebelum dilakukan uji kuat tekan, benda uji dilap dari sisa air perendaman dan kemudian di jemur selama ± 24 jam.

2. Benda uji ditimbang beratnya.

3. Pengujian kuat tekan silinder dilakukan dengan menggunakan mesin kompres elektrik berkapasitas 200 ton yang digerakkan secara elektrik.

4. Pada saat jarum penunjuk skala tidak naik lagi atau bertambah, maka catat skala yang ditunjuk oleh jarum tersebut yang merupakan beban maksimum yang dapat dipikul benda uji tersebut.

5. Dengan mengetahui besar beban maksimum tersebut di atas, maka nilai kuat tekan beton dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan (2.3) di Bab II.

3.9.4 Pengujian Penetrasi Beton (Initial Setting dan Final Setting Time) 1. Peralatan yang diperlukan pada pengujian kuat tekan:

a. Alat uji Tekan Beton yang digunakan adalah Alat komperes Elektrik.

2. Prosedur Pengujian:

a. Benda uji dilap dari sisa air perendaman dan kemudian di jemur selama ± 24 jam.

b. Capping Beton agar permukaan rata dan dapat ditekan secara maksimal.

c. Pasang pelat besi dibawah silinder beton secara mendatar.

d. Secara perlahan alat lakukan penekanan alat kompress elektrik diatas silinder beton yang telah diletakkan pelat besi tersebut pada posisi pertengahan silinder beton.

e. Perhatikan dial pembaca pada alat kompres elektrik, atur dial pembaca.

f. Secara perlahan-perlahan beban tekan diberikan pada silinder beton dengan cara memutar jack elektrik agar tekanan meningkat, beban diberikan sampai benda uji runtuh.

g. Pada saat jarum penunjuk skala tidak naik lagi atau bertambah, maka catat skala beban yang ditunjuk oleh dial pembaca tersebut yang merupakan beban maksimum yang dapat dipikul benda uji tersebut.

h. Catat hasil pembacaan dial dari pembebanan silinder tersebut.

i. Percobaan diulang untuk setiap benda uji.

Gambar 3.2 Pengujian kuat tekan silinder beton

Adapun diagram alir yang merangkum keseluruhan tahapan penelitian, sebagai berikut:

Gambar 3.3 Diagram alir penelitian

Analisis dan pengolahan hasil pengujian, meliputi:

 Mengevaluasi hasil pengujian benda uji

Mengevaluasi hasil pengujian Slump

 Mengevaluasi hasil pengujian Penetrasi

 Perbandingan benda uji Beton Normal dan Penambahan admixture

 Perhitungan benda uji Beton Normal dan Penambahan admixture

Mulai

Penarikan kesimpulan dan saran

Selesai Perumusan Masalah

Perhitungan Bahan Studi Literatur Terkait

Pembuatan Sampel Beton :

 Pembuatan sampel Beton Normal dalam bentuk silinder

Pembuatan sampel Beton Plus Admixture dalam bentuk silinder

Pengujian Beton meliputi :

Pengujian Slump Flow

 Pengujian Penetrasi Beton

 Pengujian Kuat Tekan Sampel Beton Normal dan Beton Plus admixture dalam bentuk silinder pada umur 1, 3, 7, 14, 28 hari

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 HASIL PENGUJIAN BETON

4.1.1 Slump Flow Beton

Slump Flow beton pada dasarnya merupakan salah satu pengetesan sederhana untuk mengetahui workability beton segar. Nilai slump dari variasi beton yang telah dilaksanakan dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini:

Tabel 4.1 Hasil pengujian slump awal

No. Beton Keterangan T 50

2 Beton penambahan Mastersure 0.8%

D1 8 583

3 Beton penambahan Mastersure 1%

D2 4.8 676

4 Beton penambahan Mastersure 1.2%

D3 4.8 650

5 Beton penambahan Mastersure 1.4%

D4 4.3 685

6 Beton penambahan Mastersure 1.6%

D5 3.9 690

Tabel 4.2 Hasil pengujian slump awal setelah 1-4 jam

Tabel 4.3 Hasil pengujian slump awal setelah 5-8 jam

4.1.2 Penetrasi Beton

Pengukuran Penetrasi Beton dilakukan untuk mengetahui waktu pengikatan awal dan pengikatan akhir ditentukan dari grafik hubungan ketahanan penetrasi terhadap waktu tempuh dengan mengacu pada aturan yang ditetapkan dalam ASTM C403. Nilai Penetrasi dapat dilihat pada tabel dan gambar dibawah ini :

Tabel 4.4 Nilai penetrasi beton normal

Keterangan

Initial Setting Final Setting Waktu

Grafik 4.1 Grafik nilai penetrasi beton normal

15, 240

Tabel. 4.5 Nilai penetrasi beton admixture MasterSure® 1007 (variasi 0,8%)

Keterangan Initial Setting Final Setting

Waktu

Grafik 4.2 Grafik nilai penetrasi beton admixture Mastersure® 1007 (variasi 0,8%)

Tabel. 4.6 Nilai penetrasi beton admixture MasterSure® 1007 (variasi 1%)

Keterangan Initial Setting Final Setting

Waktu

Grafik 4.3 Grafik nilai penetrasi beton admixture Mastersure® 1007 (variasi 1%)

600, 412 602.87, 500

Tabel. 4.7 Nilai penetrasi beton admixture MasterSure® 1007 (variasi 1,2%)

Keterangan Initial Setting Final Setting

Waktu

Grafik 4.4 Grafik nilai penetrasi beton admixture Mastersure® 1007 (variasi 1,2%)

700 720 740 760 780 800 820 840 860

Menit (t)

Penetrasi (psi)

Tabel. 4.8 Nilai penetrasi beton admixture MasterSure® 1007 (variasi 1,4%)

Keterangan Initial Setting Final Setting

Waktu

Grafik 4.5 Grafik nilai penetrasi beton admixture Mastersure® 1007 (variasi 1,4%)

880 900 920 940 960 980 1000 1020 1040

Menit (t)

Penetrasi (psi)

Tabel. 4.9 Nilai penetrasi beton admixture MasterSure® 1007 (variasi 1,6%)

Keterangan Initial Setting Final Setting

Waktu

Grafik 4.6 Grafik nilai penetrasi beton admixture Mastersure® 1007 (variasi 1,6%)

1600 1620 1640 1660 1680 1700 1720 1740 1760 1780

Menit (t)

Penetrasi (psi)

Grafik 4.7 Grafik perbandingan penetrasi beton Initial Setting time ( variasi 0%) : 30,91 Menit Initial Setting time ( variasi 0.8%) :365,217 Menit Initial Setting time ( variasi 1%) :602,87 Menit Initial Setting time ( variasi 1.2%) :727,026 Menit Initial Setting time ( variasi 1.4%) :900,1747 Menit Initial Setting time ( variasi 1.6%) :1625,33 Menit

Final Setting time ( variasi 0%) : 75 Menit Final Setting time ( variasi 0.8%) : 480 Menit Final Setting time ( variasi 1%) : 720 Menit Final Setting time ( variasi 1.2%) : 840 Menit Final Setting time ( variasi 1.4%) :1020 Menit Final Setting time ( variasi 1.6%) : 1760 Menit

4.1.3 Kuat Tekan Silinder Beton

Pengujian dilakukan pada umur 1, 3, 7, 14, 28 hari, pengujian dilakukan berdasarkan ASTM C-39. Cara uji kuat tekan beton dengan benda uji silinder.

Dari tabel hasil pengujian kuat tekan, terlihat bahwa dalam 1 hari beton telah mencapai kekuatan tekan yang tinggi, terus meningkat hingga mencapai kuat tekan maksimalnya dan setelah umur 28 hari pertumbuhan kuat tekan beton mulai melambat, dengan catatan Estimasi 28 hari pada pengujian beton 1 hari.

Dari hasil pengujian kuat tekan beton dapat disimpulkan bahwa beton mutu tinggi dengan curing di dalam bak peredaman selama 1, 3, 7, 14, 28 hari. Dengan kuat tekan beton f’c 42 Mpa. Beton akan mengalami peningkatan kuat tekan sampai umur 28 hari, kemudian setelah umur 28 hari peningkatan kuat tekannya mulai melambat.

Kuat tekan beton pada umur 28 hari mencapai ≥ f’c 42 Mpa.

Dari hasil pengujian kuat tekan beton , juga diperoleh nilai konversi beton variasi curing 1 hari, 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari. Tabel konversi untuk masing-masing curing dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel. 4.10 Konversi beton normal Curing Time

(hari)

Perbandingan Kuat Tekan

Normal Mastersure

0,8 % 1% 1,2% 1,4% 1,6%

1 0.26 0.35 0.53 0.47 0.17 0.46 3 0.38 0.43 0.72 0.64 0.63 0.64 7 0.63 0.68 0.7 0.62 0.56 0.76 14 0.85 0.88 0.97 0.77 0.93 0.82

28 1 1 1 1 1 1

Grafik 4.8 Grafik perbandingan kuat tekan beton

Dari tabel hasil pengujian kuat tekan beton, terlihat bahwa nilai kuat tekan beton pada masing – umur selama 1, 3, 7, 14, 28 hari. Penjelasan kuat tekan lebih detail dipaparkan pada tabel dibawah ini:

Tabel. 4.11 Kuat tekan beton pada umur 1 hari No. Kode Benda

11 BV2 1.2% 13.32 516 176.625 34.90

Tabel. 4.12 Kuat tekan beton pada umur 3 hari No. Kode Benda

Tabel. 4.13 Kuat tekan beton pada umur 7 hari

Tabel. 4.14 Kuat tekan beton pada umur 14 hari No. Kode Benda

12 BV3 1.2% 13.38 920 176.625 63.16

Tabel. 4.15 Kuat tekan beton pada umur 28 hari No. Kode Benda

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini, maka didapat kesimpulan sebagai berikut:

1. Semakin besar dosis Admixture MasterSure® 1007 semakin menaikkan nilai slump flow. Pada fas 0.26 untuk beton penambahan MasterSure® 1007, dengan variasi berturut-turut 0,8%, 1%, 1,2%, 1,4%, dan 1,6%, nilai slump flow beton awal berturut-turut adalah 58.3 cm, 67.6 cm, 65 cm, 68.5 cm, dan 69 cm. Slump flow tertinggi awal dicapai pada variasi 1,6%.

2. Nilai ikat awal dan nilai ikat akhir Beton (Initial dan Final Setting Time) Pada variasi Pengginaan MasterSure® 1007 0,8%, 1%, 1,2%, 1,4%, 1,6%.

Memperoleh waktu berturut – turut adalah 360:480 , 600:720 , 720:480 , 900:1020 , 1620:1760. Waktu ikat awal dan nilai ikat akhir beton dicapai pada variasi 1,6%

3. Nilai penetrasi pada saat initial setting time beton ke Final setting time beton berlangsung selama kurang dari 2 jam.

4. Beton Self Compacting Concreate (SCC) dengan kuat tekan ≥ 42 Mpa dengan penambahan MasterSure® 1007, mencapai Kuat Tekan Hingga 77,28 Mpa dengan Variasi 1.2% pada waktu uji 28 hari

5. Pemakaian Admixture MasterSure® 1007 memberikan peningkatan pada kuat tekan beton. Untuk fas 0.26 pemakaian 0,8% Admixture MasterSure®

1007 menambah kuat tekan beton sebesar 15,36% ,untuk pemakaian 1%

menambah kuat tekan beton sebesar 34,94%, untuk pemakaian 1,2%

menambah kuat tekan beton sebesar 78,59 ,untuk pemakaian 1,4%

menambah kuat tekan beton sebesar 58,58%. dan untuk pemakaian 1,6%

menambah kuat tekan beton sebesar 60,20%. Kuat Tekan Beton maksimal dicapai pada variasi 1,2%.

5.2 Saran

Begitu banyaknya keterbatasan dalam penelitian ini, sehingga diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan hal-hal berikut:

1. Pada variasi 1,2% di dapat penekanan maksimum atau lebih dari 42 Mpa dari yang direncanakan sehingga dapat menghemat biaya dari pada menggunakan variasi 1,4% dan 1,6% yang lebih banyak membutukan biaya .

2. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya agar menambah variasi dan menambah waktu pengujian.

3. Pada penelitian selanjutnya agar mengganti jenis air curing yang berbeda.

Aer AA, Sumajouw MDJ, Pandaleke RE, 2014. Pengaruh Variasi Kadar Superplasticizer terhadap Nilai Slump Beton Geopolymer. Jurnal Sipil Statik.

vol. 2. no. 6. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jss/article/view/5821 American Concrete Institut, 2008. Building Code Requirements for Structural

Concrete (ACI 318-08) and Commentary. Farmington Hills.

http://en.fsajedi.ir/wp-content/uploads/2012/06/ACI-318-2008.pdf

BIBM, CEMBUREAU, ERMCO, EFCA, EFNARC, 2005. Specification, Production and Use. The European Guidelines for Self-Compacting Concrete. The

European Project Group.

http://www.efnarc.org/pdf/SCCGuidelinesMay2005.pdf

Brzozowski P, Horszczaruk E, Hrabiuk K, 2017. The Influence of Natural and Nano-Additives on Early Strength of Cement Mortars. Procedia Engineering 172

(2017) Phosphonate-Based Superplasticizers for Concrete. Buildings 2017, 7(3), 62.

http://www.mdpi.com/2075-5309/7/3/62

Humaidi M, Hafizh M, 2017. Pengaruh Nilai Slump Terhadap Kuat Tekan. Intekna, 11(2). http://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/intekna/article/view/68

Maryoto A, Pamudji G, 2007. Pengaruh Penggunaan Viscocrete-10 dan Serat Ban Bekas terhadap Nilai Slump dan Kuat Tekan Beton Serat. Dinamika

Rekayasa. vol. 3. no. 2.

http://dinarek.unsoed.ac.id/jurnal/index.php/dinarek/article/view/107 Mulyono T, 2003. Teknologi Beton. Andi. Yogyakarta.

Mulyono T, 2005. Teknologi Beton. Andi. Yogyakarta.

Nugraha P, Antoni, 2007. Teknologi Beton dari Material, Pembuatan, ke Beton Kinerja Tinggi. Andi. Yogyakarta.

Panitia Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, 2012. ASTM C 403/C 403 M-08, Standard Test Method for Time of Setting of Concrete Mixtures by Penetration Resistance. Di dalam: Metode Uji Waktu Pengikatan Campuran Beton dengan Ketahanan Penetrasi (ASTM C403 / C 403 M-08, IDT). Prosiding Standar Nasional Indonesia; Bandung, 18 Maret 2010.

Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

http://sni.litbang.pu.go.id/image/sni/isi/sni-astm-c403c403m--2012.pdf

Panitia Teknis 91-01 Bahan Konstruksi Bangunan dan Rekayasa Sipil, 2011.

AASHTO T 22-03 (ASTM C 39-99), Standard Method of Test for Compressive Strength of Cylindrical Concrete Specimens. Di dalam: Cara Uji Kuat Tekan Beton dengan Benda Uji Silinder. Prosiding Standar Nasional Indonesia; Bandung, 21 Mei 2007. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

http://staffnew.uny.ac.id/upload/132256207/pendidikan/sni-1974-2011.pdf Sumajouw MDJ, Dapas SO, Windah RS, 2014. Pengujian Kuat Tekan Beton Mutu

Tinggi. Jurnal Ilmiah Media Engineering. vol.4. no.4.

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jime/article/view/7133

Tjokrodimuljo K, 1992. Teknologi Beton. Biro Penerbit Teknik Sipil Universitas Gajah Madja. Yogyakarta.

Von Daake H, Stephan D, 2017. Adsorption Kinetics of Retarding Admixtures on Cement with Time Controlled Addition. Cement and Concrete Research. vol.

102. Elsevier. Jerman. pp. 119-126.

https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0008884616306652

LAMPIRAN I

PEMERIKSAAN BAHAN

ANALISA AYAKAN AGREGAT HALUS UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 136-84a)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 14 Februari 2018

Ukuran

1.18 (No. 16) 116.0 124.0 240.0 12.00 13.85 86.15

0.60 (No. 30) 339.0 351.0 690.0 34.50 48.35 51.65

0.30 (No. 50) 304.0 263.0 567.0 28.35 76.70 23.30

0.15 (No.

100) 185.0 187.0 372.0 18.60 95.30 4.70

Pan 37.0 57.0 94.0 4.70 100.00 0.00

Total 1000.0 1000.0 2000 100

FM = 2,37

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

BERAT JENIS DAN ABSORBSI AGREGAT HALUS UNTUK MATERIAL BETON

(ASTM C 128-88)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 14 Februari 2018

Keterangan Sampel I Sampel II Rata-rata

SSD, gram 500 500 500

Berat Piknometer + Pasir + Air, gram 960 962 961

Berat Pasir Kering, gram 490 491 490

Berat Piknometer + Air, gram 675 674 674,5

Berat Jenis Kering 2,28 2,32 2,30

Berat Jenis SSD 2,33 2,36 2,34

Berat Jenis Semu 2,39 2,42 2,40

Absorbsi, % 2,04 1,83 1,94

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

KADAR LUMPUR AGREGAT HALUS UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 117-90)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 14 Februari 2018

Keterangan Sampel I Sampel II Rata-rata

Berat pasir mula-mula, gram 500 500 500

Berat pasir kering, gram 497 496 496,5

Kandungan lumpur, gram 3 4 3,5

Persentase kandungan lumpur, % 0,6 0,8 0,7

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

KADAR LIAT AGREGAT HALUS UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 117-90)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 14 Februari 2018

Keterangan Sampel I Sampel II Rata-rata

Berat pasir mula-mula, gram 991 992 991,5

Berat pasir kering, gram 990 991,0 990,5

Kandungan liat, gram 1 1,0 1,0

Persentase kandungan liat, % 0,1 0,1 0,1

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

BERAT ISI AGREGAT HALUS UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 136-71)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 14 Februari 2018

Suhu ruangan (0C) 28,00

Suhu air (0C) 26,00

Berat bejana kosong (kg) 0,46

Berat air (A) (kg) 1,93

Berat isi air (B) (kg/m3) 996,77

Faktor koreksi :

C =(B/A) 516,73

Diameter maksimum agregat (mm) 5,00

Keterangan

Berat

Cara Merojok Cara Menyiram

Sampel I 3,51 3,30

Sampel II 3,50 3,25

Total 7,01 6,55

Rata-rata 3,51 3,28

Berat bersih (G) 3,04 2,81

Berat Isi (G*K) [kg/m3] 1572 1454

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

ANALISA AYAKAN AGREGAT KASAR UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 136-84a)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 12 Februari 2018

Diameter

II Total (%) Tertahan Lolos

(gram) (gram) (gram) (%) (%)

38.1 mm 0,0 0,0 0,0 0,00 0,00 100,00

19.1 mm 375,0 369,0 744,0 18,60 18,60 81,40

9.52 mm 1590,0 1601,0 3191,0 79,78 98,38 1,63

4.76 mm 31,0 28,0 59,0 1,48 99,85 0,15

2.38 mm 0,0 0,0 0,0 0,00 99,85 0,15

Total 2000,0 2000,0 4000 100

FM =7,16

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

BERAT JENIS DAN ABSORBSI AGREGAT KASAR UNTUK MATERIAL BETON

(ASTM C 127-88)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 12 Februari 2018

Keterangan Sampel I Sampel II Rata-rata Berat kerikil SSD, gram 1250,0 1250,0 1250,0 Berat kerikil kering, gram 1241,0 1240,0 1240,5 Berat kerikil dalam air, gram 760,0 761,0 760,5 Berat Jenis Kering 2,53 2,54 2,53

Berat Jenis SSD 2,55 2,56 2,55

Berat Jenis Semu 2,58 2,59 2,58

Absorbsi, % 0,73 0,81 0,77

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

KADAR LUMPUR AGREGAT KASAR UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 117-90)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 12 Februari 2018

Keterangan Sampel I Sampel II Rata-rata

Berat kerikil mula-mula, gram 991 992 991,5

Berat kerikil kering, gram 990 991,0 990,5

Berat kandungan lumpur, gram 1 1,0 1.0

Persentase kandungan lumpur, % 0,1 0,1 0,1

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

KEAUSAN AGREGAT KASAR UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 535-96)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 12 Februari 2018

Sampel Benda UJi Sampel I Sampel II

Ayakan Berat Berat Berat Berat

(mm) Awal Akhir Awal Akhir

Lolos Tertahan (gr) (gr) (gr) (gr)

75,0 63,0 - - -

-Berat Tertahan ayakan No. 12 1302

-Persen keausan (%) 26,04

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

BERAT ISI AGREGAT KASAR UNTUK MATERIAL BETON (ASTM C 29/C 29M-90)

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Tanggal Pengujian : 12 Februari 2018

Suhu ruangan (0C) 28,00

Suhu air (0C) 26,00

Berat bejana kosong (kg) 5,10

Berat air (A) (kg) 9,20

Berat isi air (B) (kg/m3) 996,77

Faktor koreksi :

C =(B/A) 108,345

Diameter maksimum agregat (mm) 25,00

Keterangan

Berat

Cara Merojok Cara Menyiram

Sampel I 19,20 18,10

Sampel II 19,19 18

Total 38,39 36,1

Rata-rata 19,195 18,05

Berat Bersih (G) 14,10 12,95

Berat Isi (G*K) [kg/m3] 1527 1403,07

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

LEMBAR DATA MIX DESIGN

Per Buah 4.073679 4.330404 6.421447 1067.698

15 Buah 61.10519 64.95606 96.3217 16015.47

Per M³ 596.15 628.65 932.215 155000

Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Bahan Tambahan MASTERSURE® 1007 0.8%

Per Buah 4.073679 4.330404 6.421447 1067.698 32.85225

15 Buah 61.10519 64.95606 96.3217 16015.47 492.7838

Per M³ 596.15 628.65 932.215 155000 476920

Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Bahan Tambahan

Per Buah 4.073679 4.330404 6.421447 1067.698 32.85225

15 Buah 61.10519 64.95606 96.3217 16015.47 7391.756 Per M³ 596.15 628.65 932.215 155000 596150

Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Bahan Tambahan MASTERSURE® 1007 1.2%

Per Buah 4.073679 4.330404 6.421447 1067.698 32.85225

15 Buah 61.10519 64.95606 96.3217 16015.47 8870.108 Per M³ 596.15 628.65 932.215 155000 715.38

Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Bahan Tambahan

Per Buah 4.073679 4.330404 6.421447 1067.698 32.85225

15 Buah 61.10519 64.95606 96.3217 16015.47 10348.46 Per M³ 596.15 628.65 932.215 155000 834620

Komposisi Pengecoran Silinder Menggunakan Bahan Tambahan MASTERSURE® 1007 1.6%

Per Buah 4.073679 4.330404 6.421447 1067.698 32.85225

15 Buah 61.10519 64.95606 96.3217 16015.47 11826.81 Per M³ 596.15 628.65 932.215 155000 953850

LEMBAR DATA

PENGUJIAN NILAI SLUMP FLOW CAMPURAN BETON

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Hasil pengujian slump flow awal

No. Beton Keterangan Diameter (mm)

1 Beton Non Admixture D0 -

2 Beton penambahan Mastersure 0.8% D1 583 3 Beton penambahan Mastersure 1% D2 676 4 Beton penambahan Mastersure 1.2% D3 650 5 Beton penambahan Mastersure 1.4% D4 685 6 Beton penambahan Mastersure 1.6% D5 690

Hasil pengujian slump setelah 1 - 4 jam

Hasil pengujian slump setelah 5 - 8 jam

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

LEMBAR DATA

PENGUJIAN PENETRASI BETON ASTM C403:2012

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Nilai penetrasi beton normal

Keterangan

Initial Setting Final Setting

Waktu

Nilai penetrasi beton admixtre MasterSure® 1007 (variasi 0,8%)

Keterangan

Initial Setting Final Setting

Waktu

Nilai penetrasi beton admixtre MasterSure® 1007 (variasi 1%)

Keterangan

Initial Setting Final Setting

Waktu

Nilai penetrasi beton admixtre MasterSure® 1007 (variasi 1,2%)

Keterangan

Initial Setting Final Setting

Waktu

Nilai penetrasi beton admixtre MasterSure® 1007 (variasi 1,4%)

Keterangan

Initial Setting Final Setting

Waktu

Nilai penetrasi beton admixtre MasterSure® 1007 (variasi 1,6%)

Keterangan

Initial Setting Final Setting

Waktu (menit)

Penetrometer Test (Psi)

Waktu (menit)

Penetrometer Test (Psi)

Sampel

60 - 1700 2460

120 - 1760 4000

300 -

1620 360

Mengetahui

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

LEMBAR DATA

PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON SNI 03-1974-2011

Nama : Moses Hasiholan Septian Tampubolon

Nim : 14 0404 087

Benda Uji : Beton Normal dan Beton Tambah Admixture Waktu Pengujan : Berdasarkan Metode Perawatan

Kuat tekan beton pada umur 1 hari

No.

Kuat tekan beton pada umur 3 hari

Kuat tekan beton pada umur 7 hari

No.

14 BV2 1.4% 12.88 562 176.625 38.40

Kuat tekan beton pada umur 14 hari

No.

Kuat tekan beton pada umur 28 hari

Asisten Lab. Beton Teknik Sipil USU

Eka Fadli Rasyid

Persiapan Material

Proses Pengecoran

Proses Penambahan admixture MasterSure® 1007

Proses Penuangan Beton Segar

Proses Slump Flow

Proses Pembuatan benda uji

Proses Penyaringan beton

Penetrasi Test

Pengujan Kuat Tekan

Kru Pembantu

Dokumen terkait