• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisa Data

1. Pengujian Prasyarat Analisa Data

a. Pengujian Normalitas

Pengujian normalitas dimaksudkan untuk mengetahui normal atau

tidaknya distribusi variabel masa kerja, jenjang pendidikan, status

pengujian normalitas berdasarkan uji satu sampel dari Kolmogorov Smirov (lampiran 7, hal 138)

Tabel 5.11

Rangkuman Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari Masa Kerja

kurang 1 th 1-5 th 6-10 th 11-15 th Lebih 15 th N 9 30 15 20 85 Normal Parameters(a,b) Mean 143.67 141.57 141.53 137.10 125.71 Std. Deviation 14.177 12.099 12.165 14.246 19.369 Most Extreme Differences Absolute .352 .155 .135 .131 .169 Positive .352 .155 .116 .131 .089 Negative -.248 -.100 -.135 -.085 -.169 Kolmogorov-Smirnov Z 1.057 .849 .521 .585 1.558 Asymp. Sig. (2-tailed) .214 .467 .949 .884 .061

Tabel 5.12

Rangkuman Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari Jenjang Pendidikan

D1 D2 D3 S1 S2 N 18 4 44 91 2 Normal Parameters(a,b) Mean 120.94 129.50 132.05 136.04 144.50 Std. Deviation 17.349 11.561 19.137 15.546 26.163 Most Extreme Differences Absolute .248 .336 .232 .107 .260 Positive .123 .182 .104 .088 .260 Negative -.248 -.336 -.232 -.107 -.260 Kolmogorov-Smirnov Z 1.050 .671 1.540 1.021 .368 Asymp. Sig. (2-tailed) .220 .758 .071 .248 .999

Tabel 5.13

Rangkuman Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari Status Guru

PNS GTY GB GH N 101 19 6 33 Normal Parameters(a,b) Mean 129.92 132.53 144.83 139.42 Std. Deviation 17.864 24.548 8.658 14.463 Most Extreme Differences Absolute .153 .149 .213 .172 Positive .071 .091 .205 .168 Negative -.153 -.149 -.213 -.172 Kolmogorov-Smirnov Z 1.535 .649 .522 .988

Tabel 5.14

Rangkuman Pengujian Normalitas Variabel Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari Golongan Jabatan Guru

Tdk ada

golongan IIIa IIIb IIIc IIId IVa

N 56 10 5 12 37 38 Normal Parameters(a,b) Mean 137.21 141.60 139.80 133.75 132.84 121.97 Std. Deviation 16.588 17.011 23.026 11.458 15.091 21.032 Most Extreme Differences Absolute .173 .179 .302 .238 .156 .212 Positive .141 .117 .228 .180 .103 .110 Negative -.173 -.179 -.302 -.238 -.156 -.212 Kolmogorov-Smirnov Z 1.296 .567 .675 .826 .951 1.309 Asymp. Sig. (2-tailed) .070 .905 .752 .502 .326 .065

Hasil pengujian sebagaimana tersaji dalam tabel 5.11 menunjukkan

bahwa nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap

kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari masa kerja kurang

dari 1 tahun adalah 0,214 >

α

= 0,05, maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai

probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum tingkat

satuan pendidikan ditinjau dari masa kerja 1-5 tahun adalah 0,467 >

α

= 0,05, maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel

persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau

dari masa kerja 6-10 tahun adalah 0,949 >

α

= 0,05, maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian

menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru

terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari masa

distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari masa kerja lebih dari 15 tahun

adalah 0,061 >

α

= 0,05, maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian sebagaimana tersaji dalam tabel 5.12

menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru

terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari jenjang

pendidikan D1 adalah 0,220 >

α

= 0,05, maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai

probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum tingkat

satuan pendidikan ditinjau dari jenjang pendidikan D2 adalah 0,758 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel

persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau

dari jenjang pendidikan D3 adalah 0,071 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian

menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru

terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari jenjang

pendidikan S1 adalah 0,248 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai

probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum tingkat

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian sebagaimana tersaji dalam tabel 5.13 menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari status guru PNS adalah 0,081

>

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel

persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau

dari status guru tetap yayasan adalah 0,794 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian

menunjukkan bahwa nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru

terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan ditinjau dari status

guru bantu adalah 0,948 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai

probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum tingkat

satuan pendidikan ditinjau dari status guru honorer adalah 0,283 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil

pengujian sebagaimana tersaji dalam tabel 5.14 menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari guru yang tidak mempunyai

golongan jabatan adalah 0,070 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari guru yang mempunyai

golongan jabatan IIIa adalah 0,905 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari guru yang mempunyai

golongan jabatan IIIb adalah 0,752 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari guru yang mempunyai

golongan jabatan IIIc adalah 0,502 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari guru yang mempunyai

golongan jabatan IIId adalah 0,326 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa

nilai probabilitas untuk variabel persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari guru yang mempunyai

golongan jabatan IVa adalah 0,065 >

α

= 0,05 maka disimpulkan distribusi data adalah normal

b. Pengujian Homogenitas

Pengujian homogenitas digunakan untuk menguji kesamaan varians

populasi. Pengujian didasarkan pada uji Levene Statistic. Berikut ini disajikan tabel hasil pengujian homogenitas (lampiran 7, hal 139)

Tabel 5.15 Tabel Homogenitas

Variabel Levene

Statistic df1 df2 Sig. Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari

Masa Kerja : Kurang dari 1 th 1-5 th 6-10 th 11-15 th lebih dari 15 th 1.114 2.670 1.908 1.214 1.187 4 8 8 8 16 5 22 12 12 41 .145 .121 .123 .418 .318

Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari Jenjang Pendidikan : D1 D2 D3 S1 S2 1.450 2.345 2.680 1.581 2.431 8 2 10 22 1 10 2 17 49 1 .128 .245 .418 .092 .516 Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari

Status Guru : PNS

Guru Tetap Yayasan Guru Bantu Guru Honorer 2.142 1.212 1.567 3.650 22 4 3 7 54 15 3 16 .098 .106 .136 .097 Persepsi Guru Terhadap KTSP ditinjau dari

Golongan Jabatan Guru : Tdk ada golongan IIIa IIIb IIIc IIId IVa .690 .987 1.256 2.460 1.231 1.112 12 4 2 4 10 5 25 6 3 8 14 33 .746 .632 .091 .089 .326 .120

Tabel 5.15 menunjukkan bahwa pada variabel masa kerja kurang dari

1 tahun didapat nilai levene statistic adalah 1,114 dengan nilai

signifikansi 0,145 >

α =

0,05 . Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel masa kerja kurang dari 1 tahun adalah

sama. Variabel masa kerja 1-5 tahun didapat nilai levene statistic

demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel masa kerja dari 1-

5 tahun adalah sama. Variabel masa kerja 6-10 tahun didapat nilai

levene statistic adalah 1,908 dengan nilai signifikansi 0,123 >

α =

0,05 . Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel

masa kerja dari 6-10 tahun adalah sama. Variabel masa kerja 11-15

tahun didapat nilai levene statistic adalah 1,214 dengan nilai

signifikansi 0,418 >

α =

0,123. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel masa kerja dari 11-15 tahun adalah sama.

Variabel masa kerja lebih dari 15 tahun didapat nilai levene statistic

adalah 1,187 dengan nilai signifikansi 0,318 >

α =

0,123. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel masa kerja lebih

dari 15 tahun adalah sama. Variabel jenjang pendidikan D1 didapat

nilai levene statistic adalah 1,450 dengan nilai signifikansi 0,128 >

α

=

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel jenjang pendidikan D1 adalah sama. Variabel jenjang pendidikan D2

didapat nilai levene statistic adalah 2,345 dengan nilai signifikansi

0,245 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel jenjang pendidikan D2 adalah sama. Variabel jenjang

pendidikan D3 didapat nilai levene statistic adalah 2,680 dengan nilai

signifikansi 0,418 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel jenjang pendidikan D3 adalah sama.

1,581 dengan nilai signifikansi 0,092 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel jenjang pendidikan S1

adalah sama. Variabel jenjang pendidikan S2 didapat nilai levene

statistic adalah 2,431 dengan nilai signifikansi 0,516 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel jenjang

pendidikan S2 adalah sama. Variabel status guru PNS didapat nilai

levene statistic adalah 2,142 dengan nilai signifikansi 0,098 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel

status guru PNS adalah sama. Variabel status Guru Tetap Yayasan

didapat nilai levene statistic adalah 1,212 dengan nilai signifikansi

0,106 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel status guru tetap yayasan adalah sama. Variabel status Guru

bantu didapat nilai levene statistic adalah 1,567 dengan nilai

signifikansi 0,136 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel status guru bantu adalah sama. Variabel

status Guru honorer didapat nilai levenestatistic adalah 3,650 dengan

nilai signifikansi 0,097 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel status guru honorer adalah sama. Dan

pada variabel golongan jabatan guru yang tidak mempunyai golongan

didapat nilai levene statistic adalah 0,690 dengan nilai signifikansi

0,746 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel guru yang tidak mempunyai golongan jabatan adalah sama.

Variabel golongan jabatan guru IIIa didapat nilai levene statistic

adalah 0,987 dengan nilai signifikansi 0,632 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel golongan jabatan

guru IIIa adalah sama. Variabel golongan jabatan guru IIIb didapat

nilai levene statistic adalah 1,256 dengan nilai signifikansi 0,091>

α

=

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel golongan jabatan guru IIIb adalah sama. Variabel golongan jabatan

guru IIIc didapat nilai levene statistic adalah 2,460 dengan nilai

signifikansi 0,089 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel golongan jabatan guru IIIc adalah sama.

Variabel golongan jabatan guru IIId didapat nilai levene statistic

adalah 1,231 dengan nilai signifikansi 0,326 >

α =

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel golongan jabatan

guru IIId adalah sama. Variabel golongan jabatan guru IVa didapat

nilai levene statistic adalah 1,112 dengan nilai signifikansi 0,120 >

α

=

0,05. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel golongan jabatan guru IVa adalah sama.

c. Pengujian Hipotesis

Pengujian Hipotesis penelitian ini menggunakan Analysisof Variance (ANOVA) (Sugiono, 1999:163-165) :

1. Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Ditinjau dari Masa Kerja.

a. Rumusan Hipotesis I

Ho = Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari

Masa Kerja.

Ha = Ada perbedaan persepsi guru terhadap Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari Masa Kerja.

b. Menguji hipotesis dengan menentukan nilai statistika

berdasarkan uji F.

Pengujian dengan ANOVA dan dikerjakan menggunakan

program SPSS for Windows Versi 13,0. Dari hasil perhitungan didapat nilai F hitung = 8,252 dengan nilai

signifikansi 0,000. Sedang untuk F tabel pada tingkat

signifikansi 0,05 (95%) dengan numerator ( jumlah variabel –

1) = 4, dan denumerator (jumlah cacah/ kasus – jumlah

variabel) = 154 adalah 2,428.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, selanjutnya

dimasukkan dalam tabel Anova persepsi guru terhadap KTSP

Tabel 5.13

Tabel ANOVA Persepsi Guru terhadap KTSP Ditinjau dari Masa Kerja

Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between

Groups 9351.843 4 2337.961 8.252 .000 Within

Groups 43630.547 154 283.315 Total 52982.390 158

c. Membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dan menarik

kesimpulan

Dari hasil perhitungan di atas didapat F hitung = 8,252 > F

tabel = 2,428. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan

bahwa ada perbedaan persepsi guru terhadap kurikulum

tingkat satuan pendidikan ditinjau dari masa kerja.

2. Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Ditinjau dari Jenjang Pendidikan.

a. Rumusan Hipotesis I

Ho = Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari

Jenjang Pendidikan.

Ha = Ada perbedaan persepsi guru terhadap Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari Jenjang

Pendidikan.

b. Menguji hipotesis dengan menentukan nilai statistika

Pengujian dengan ANOVA dan dikerjakan menggunakan

program SPSS for Windows Versi 13,0. Dari hasil perhitungan didapat nilai F hitung = 3,161 dengan

signifikansi 0,016. Sedang untuk F tabel pada tingkat

signifikansi 0,05 (95%) dengan numerator ( jumlah variabel –

1) = 4, dan denumerator (jumlah cacah/ kasus – jumlah

variabel) = 154 adalah 2,428.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, selanjutnya

dimasukkan dalam tabel Anova persepsi guru terhadap KTSP

ditinjau dari jenjang pendidikan berikut (lampiran 8, hal 141):

Tabel 5.14

Tabel ANOVA Persepsi Guru terhadap KTSP Ditinjau dari Jenjang Pendidikan

Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between

Groups 4019.485 4 1004.871 3.161 .016 Within

Groups 48962.905 154 317.941 Total 52982.390 158

c. Membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dan menarik

kesimpulan.

Dari hasil perhitungan di atas didapat F hitung = 3,161 > F

tabel = 2,428. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan

persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan

3. Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Ditinjau dari Status Guru.

a. Rumusan Hipotesis I

Ho = Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari

Status Guru.

Ha = Ada perbedaan persepsi guru terhadap Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari Status Guru.

b. Menguji hipotesis dengan menentukan nilai statistika dengan

uji F

Pengujian dengan ANOVA dan dikerjakan menggunakan

program SPSS for Windows Versi 13,0. Dari hasil perhitungan didapat nilai F hitung = 3,272 dengan

signifikansi 0,023. Sedang untuk F tabel pada tingkat

signifikansi 0,05 (95%) dengan numerator ( jumlah variabel –

1) = 3, dan denumerator (jumlah cacah/ kasus – jumlah

variabel) = 155 adalah 2,668.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, selanjutnya

dimasukkan dalam tabel Anova persepsi guru terhadapKTSP

Tabel 5.15

Tabel ANOVA Persepsi Guru terhadap KTSP Ditinjau dari Status Guru

Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between

Groups 3155.393 3 1051.798 3.272 .023 Within

Groups 49826.997 155 321.464 Total 52982.390 158

c. Membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dan menarik

kesimpulan

Dari hasil perhitungan di atas didapat F hitung = 3,272 > F

tabel = 2,668. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan

persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan

ditinjau dari status guru.

4. Persepsi Guru Terhadap Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Ditinjau dari Golongan Jabatan Guru.

a. Rumusan Hipotesis I

Ho = Tidak ada perbedaan persepsi guru terhadap

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari

Golongan Jabatan Guru.

Ha = Ada perbedaan persepsi guru terhadap Kurikulum

Tingkat Satuan Pendidikan Ditinjau Dari Golongan

Jabatan Guru.

b. Menguji hipotesis dengan menentukan nilai statistika dengan

Pengujian dengan ANOVA dan dikerjakan menggunakan

program SPSS for Windows Versi 13,0. Dari hasil perhitungan didapat nilai F hitung = 3, 929 dengan

signifikansi 0,001. Sedang untuk F tabel pada tingkat

signifikansi 0,05 (95%) dengan numerator ( jumlah variabel –

1) = 6, dan denumerator (jumlah cacah/ kasus – jumlah

variabel) = 152 adalah 2,159.

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, selanjutnya

dimasukkan dalam tabel Anova persepsi guru terhadap KTSP

ditinjau dari golongan jabatan guru berikut (lampiran 8, hal

141):

Tabel 5.16

Tabel ANOVA Persepsi Guru terhadap KTSP Ditinjau dari Golongan Jabatan Guru

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. Between

Groups 7113.511 6 1185.585 3.929 .001 Within

Groups 45868.879 152 301.769 Total 52982.390 158

c. Membandingkan nilai F hitung dengan F tabel dan menarik

kesimpulan.

Dari hasil perhitungan di atas didapat F hitung = 3,929 > F

tabel = 2,159. Dapat ditarik kesimpulan bahwa ada perbedaan

persepsi guru terhadap kurikulum tingkat satuan pendidikan

Dokumen terkait