• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Teknik Pengujian Instrumen

2. Pengujian Reliabilitas

Uji reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis Cronbach Alpha. Suatu kuesioner dapat dikatakan reliabel apabila mempunyai alpha ≥ 0,6. Hasil uji reliabilitas disajikan dalam tabel V.1

Tabel V.2

Rangkuman Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Alpha Status

Reliability (X1.1) 0,692 Reliabel

Responssiveness (X1.2) 0,678 Reliabel

Assurancce (X1.3) 0,619 Reliabel

Tangibles (X1.4) 0,602 Reliabel

Empathy (X1.5) 0,612 Reliabel

Minat Beli Ulang (Y) 0,623 Reliabel

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2016.

B. Teknik Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis secara deskriptif variabel penelitian yang digunakan. Teknik analisis deskriptif dibagi menjadi dua yaitu:

a. Deskripsi Karakteristik Responden

Pada sub bab ini karakteristik responden yang digunakan untuk mengukur gambaran tentang responden yang diteliti kemudian dilakukan perhitungan menggunakan statistik deskriptif. Adapun karakteristik responden diklasifikasikan sebagai berikut :

1) Usia

Dalam klasifikasi ini, usia dikelompokkan menjadi tiga kelompok, seperti yang tecantum pada tabel berikut ini :

Tabel V. 3

Karakteristik Responden berdasarkan Usia

Usia Jumlah Presentase

16-25 67 67%

26-35 28 28%

>35 5 5%

Jumlah 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa 67 dari 100 responden berusia 16 hingga 25 tahun dengan persentase sebesar 67%, 28 responden berusia 26 hingga 35 tahun dengan persentase sebesar 28% dan 5 responden berusia 35 tahun keatas dengan persentase sebesar 5%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Legend Coffee memliki konsumen yang segmentasinya berkisar pada usia 16 sampai 25 tahun. 2) Jenis Kelamin

Dalam klasifikasi ini, jenis kelamin dikelompokkan menjadi dua kelompok, seperti yang tecantum pada tabel berikut ini :

Tabel V.4

Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Presentase

Pria 47 47%

Wanita 53 53%

Jumlah 100 100%

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa kebanyakan konsumen Legend Coffee Yogyakarta berjenis kelamin wanita yaitu sebesar 53 dengan presentase sebesar 53%. Sedangkan konsumen yang berjenis kelamin pria berjumlah 47 dengan presentase sebesar 47%.

3) Pendidikan

Dalam klasifikasi ini, pendidikan saat ini dikelompokkan menjadi lima kelompok, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini

Tabel V.5

Karakteristik Responden berdasarkan Pendidikan

Pendidikan Jumlah Presentase

SMA 31 31% DIPLOMA 5 5% S1 54 54% S2 10 10% S3 0 0% Jumlah 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2016

Berdasarkan tabel diatas disimpulkan bahwa konsumen Legend Coffee yang berpendidikan SMA sebanyak 31 dengan presentase 31%, DIPLOMA 5 responden dengan presentase 5%, mahasiswa S1 sebanyak 54 dengan presentase 54%, dan mahasiswa S2 sebanyak 10 dengan presentase 10%.

4) Pekerjaan

Dalam klasifikasi ini, pekerjaan dikelompokkan menjadi enam kelompok, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini

Tabel V.6

Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah Presentase

Pelajar/Mahasiswa 63 63% Pegawai Negeri 2 2% TNI/POLRI 1 1% Wiraswasta 16 16% Dosen / Guru 1 1% Lainnya 17 17% Jumlah 100 100%

Berdasarkan tersebut dapat disimpulkan bahwa 63 calon konsumen Legend Coffee dari 100 responden adalah mahasiswa dengan persentase 64%, 2 responden adalah pegawai negeri dengan persentase sebesar 2%, 1 responden adalah TNI/POLRI dengan persentase 1%, 16 responden adalah wiraswasta dengan persentase sebesar 16%, 17 responden adalah bagian dari kelompok pekerjaan lainnya,seperti karyawan swasta, dengan persentase sebesar 17. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa konsumen Legend Coffee memiliki peluang yang besar pada segmentasi berdasarkan pekerjaannya yaitu pelajar, mahasiswa, karyawan swasta, dan wiraswasta.

5) Pendapatan / Uang Saku/bulan

Dalam klasifikasi ini, pendapatan atau uang saku/bulan dikelompokkan menjadi lima kelompok, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel V.7

Karakteristik Responden berdasarkan Pendapatan/Uang Saku

Pendapatan / Uang Saku/bulan Jumlah Presentase

Rp 500.000,- 12 12% Rp 500.000,- s/d Rp 1.000.000,- 28 28% Rp 1.000.001,- s/d Rp 1.500.000,- 22 22% Rp 1.500.001,- s/d Rp 2.000.000,- 11 11% >Rp 2.000.000,- 27 27% Jumlah 100 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2016. 6) Frekuensi Berkunjung

Dalam klasifikasi ini, pendidikan saat ini dikelompokkan menjadi empat kelompok, seperti yang tercantum pada tabel berikut ini:

Tabel V.8

Karakteristik Responden berdasarkan Frekuensi Berkunjung

Frekuensi Berkunjung/Bulan Jumlah Presentase

1 kali 52 52%

2 kali 34 34%

3 kali 9 9%

>3 kali 5 5%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2016.

b. Deskriptif Variabel

1) Kualitas Pelayanan

Kuesioner pada variabel kualitas pelayanan menggunakan 5 indikator, yaitu Keandalan, Daya Tanggap, Jaminan, Bukti Fisik, dan Empati. Dari kelima indikator ini, terdapat skor rata-rata terendah dan skor rata-rata tertinggi. Adapun tabel skor rata-rata dari masing-masing indikator adalah sebagai berikut:

Tabel V. 9

Tabel Skor Rata-Rata Kualitas Pelayanan di Legend Coffee Yogyakarta

Varibel Dimensi Item Skor Total Skor Rata-Rata Kualitas Pelayanan Keandalan 1 334 3,34 2 350 3,50 3 310 3,10 4 353 3,53 Daya Tanggap 5 339 3,39 6 309 3,09 7 317 3,17 8 342 3,42 Jaminan 9 361 3,61 10 369 3,69 11 354 3,54 Bukti Fisik 12 310 3,10 13 352 3,52 14 271 2,71 15 332 3,32 Empati 16 360 3,60 17 353 3,53 18 369 3,69

Dari data diatas dapat dilihat bahwa setiap dimensi memiliki skor rata-rata tertinggi dan skor rata-rata terendah. Skor rata-rata tertinggi pada dimensi keandalan (reliability) item nomor 2, yaitu 3,53

yang termasuk dalam kategori “Tinggi”. Ini menunjukkan bahwa karyawan Legend Coffee melaksanakan berbagai kegiatan pelayanan sesuai dengan pesanan konsumen. Pada dimensi daya tanggap (responssiveness), skor rata-rata tertinggi adalah pada item nomor 5, yaitu 3,39 yang termasuk ke dalam kategori “Cukup”. Ini yang berarti bahwa karyawan di Legend Coffee cukup siap dan sigap dalam pelayanannya. Pada dimensi jaminan (assurance), skor rata-rata tertinggi adalah 3,69 di item nomor 9, yang termasuk ke dalam kategori

“Tinggi” ini berarti karyawan Legend Coffee memiliki pengetahuan tentang produk yang ditawarkan. Pada dimensi bukti fisik (tangibles), skor rata-rata tertinggi terdapat pada item nomor 13 sebesar 3,52 yang

termasuk kedalam kategori “Tinggi” ini berarti bahwa karyawan Legend Coffee berpenampilan menarik. Sedangkan untuk dimensi empati (empathy) skor rata-rata yang tertinggi di item nomor 18 sebesar 3,69 yang yang termasuk kedalam kategori “Tinggi” ini berarti bahwa karyawan Legend Coffee dapat berkomunikasi dengan baik dan jelas.

Sedangkan untuk skor rata-rata yang terendah, pada dimensi keandalan (reliability) terdapat di item nomor 3 yaitu 3,10 yang

termasuk dalam kategori “Cukup”, ini berarti bahwa karyawan Legend Coffee kurang menyapa konsumen yang datang. Untuk dimensi daya

tanggap (responssiveness) skor rata-rata terendah di item nomor 7 yaitu 3,17 yang termasuk kedalam kategori “Cukup”, yang berarti bahwa karyawan Legend Coffee menerima keluhan dari konsumen dan memperbaikinya. Pada dimensi jaminan (assurance) skor rata-rata terendah di item nomor 9 yaitu 3,61 yang berarti karyawan Legend Coffee mempunyai pengetahuan yang cukup tentang produk Legend Coffee. Untuk skor rata-rata yang terendah dalam dimensi bukti fisik (tangibles) item nomor 14, yaitu 2,71, yang berkategori “Cukup”, ini menunjukkan bahwa konsumen Legend Coffee merasa lahan parkir Legend Coffee kurang memadai karena lahan parkir yang tersedia saat ini kurang luas. Dan untuk skor rata-rata terendah dimensi empati (empathy) item nomor 27 yaitu 3,53, yang termasuk dalam kategori

“Tinggi”, ini berarti bahwa menurut konsumen, Legend Coffee selalu berusaha memenuhi kebutuhan konsumen.

2) Minat Beli Ulang

Kuesioner pada variabel minat beli ulang menggunakan 3 indikator, yaitu menginformasikan kepada orang lain, merekomendasikan kepada orang lain, dan keinginan atau hasrat untuk membeli ulang. Dari ketiga indikator ini, terdapat nilai skor rata-rata terendah dan tertinggi. Adapun tabel skor rata-rata dari masing-masing indikator adalah sebagai berikut:

Tabel V. 10

Tabel Skor Rata-Rata Minat Beli Ulang di Legend Coffee Yogyakarta

Variabel Item Skor Total Skor Rata-Rata Minat Beli

Ulang

1 310 3,10

2 334 3,34

3 350 3,50

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2016.

Dari tabel diatas, pada variabel minat beli ulang memiliki skor rata-rata tertinggi 3,50 yaitu pada item nomor 3 yang menunjukkan klas atau range 4 yang termasuk ke dalam kategori “Tinggi” yang berarti bahwa konsumen berminat untuk membeli jasa dan produk yang ditawarkan oleh Legend Coffee kembali. Sedangkan skor rata-rata terendah 3,10 yaitu pada item nomor 1 yang berkategori “Cukup”

menunjukkan bahwa konsumen Legend Coffee cukup senang dalam membicarakan produk-produk dari Legend Coffee kepada orang lain.

C. Analisis Regresi Linier Sederhana

Analisis regresi sederhana dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

Dokumen terkait