BAB IV PEMBAHASAN MASALAH
4.3 Analisis Data
4.3.3 Pengujian Hipotesis
4.3.3.2 Pengujian Signifikansi-F
Hasil dari pengujian signifikansi F akan diperlihatkan tabel dibawah ini.
Tabel 4.7 ANOVAb ROA
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression .029 3 .010 8.383 .000a
Residual .136 120 .001
Total .165 123
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 45 Tabel 4.8 ANOVAb ROE Model Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression .219 3 .073 10.481 .000a
Residual .837 120 .007
Total 1.057 123
Sumber: hasil pengolahan data
Tabel 4.9 ANOVAb Tobins’Q
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 3.704 3 1.235 9.440 .000a
Residual 15.694 120 .131
Total 19.398 123
Sumber: hasil pengolahan data
Pada tabel diatas terlihat bahwa nilai F untuk ROA, ROE, dan Tobins’Q sebesar 8,383, 10,481, dan 9,440. Oleh karena nilai F untuk ROA dan ROE lebih besar dari 4 dan memiliki signifikansi F lebih kecil dari α = 5 %, maka variabel independen efisiensi manajemen yang digunakan dalam model regresi secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
4.3.3.3 Uji Signifikansi t
Dari hasil pengujian signifikansi t dapat dilihat apakah variabel independen secara individual mempengaruhi variabel terikat dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Tabel berikut menunjukan pengaruh variabel efisiensi manajemen terhadap variabel kinerja keuangan yang diukur berdasarkan ROA.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 46 Tabel 4.10 Coefficientsa ROA Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.160 .055 -2.918 .004 Leverage -.033 .016 -.180 -2.096 .038 LogSize .012 .004 .229 2.691 .008 CE .091 .022 .342 4.068 .000
Sumber: hasil pengolahan data
Untuk variabel independen Cost Efficiency (CE)nilai p-value adalah sebesar 0,000. Nilai p-value tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa efisiensi manajemen berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diukur berdasarkan rasio ROA. Sedangkan nilai p-value variabel kontrol Leverage dan LogSize adalah sebesar 0,038 dan 0,008. Nilai tersebut menunjukan bahwa leverage berpengaruh negatif signifikan dan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diukur berdasarkan rasio ROA.
Tabel berikut menunjukan pengaruh variabel efisiensi manajemen terhadap variabel kinerja keuangan yang diukur berdasarkan ROE.
Tabel 4.11 Coefficients ROE Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.440 .136 -3.239 .002 Leverage .011 .039 .023 .271 .787 LogSize .026 .011 .196 2.359 .020 CE .264 .055 .393 4.777 .000
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
47
Tabel diatas menunjukan nilai p-value untuk variabel independen Cost Efficiency adalah sebesar 0,000. Nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa efisiensi manajemen berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur berdasarkan rasio ROE. Variabel kontrol LogSize positif signifikan dengan nilai p-value 0,020 sedangkan Leverage tidak signifikan karena memiliki nilai p-value diatas 0,05 yaitu sebesar 0,787.
Tabel berikut menunjukan pengaruh variabel efisiensi manajemen terhadap variabel kinerja keuangan yang diukur berdasarkan Tobins’Q.
Tabel 4.12 Coefficients Tobins’Q Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -1.398 .588 -2.376 .019 CE -.469 .239 -.163 -1.962 .052 Leverage .558 .170 .280 3.290 .001 LogSize .153 .048 .271 3.219 .002
Sumber: hasil pengolahan data
Tabel diatas menunjukan nilai variabel independen Cost Efficiency dalam penelitian ini memiliki nilai p-value sebesar 0,052 dimana nilai tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05. Tetapi nilai p-value variabel Cost Efficiency akan menjadi signifikan pada tingkat signifikansi 0,1. Hal itu berarti bahwa efisiensi manejemen berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan yang diukur berdasarkan rasio Tobins’Q. Sedangkan nilai p-value variabel kontrol Leverage dan LogSize adalah sebesar 0,001 dan 0,002. Nilai p-value tersebut lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa rasio leverage dan ukuran perusahaan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
48
berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diukur berdasarkan rasio Tobins’Q.
Hasil penelitian di atas mendukung hipotesis penelitian ini yang menyatakan bahwa efisiensi manajemen berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan. Kecuali kinerja keuangan yang diukur berdasarkan rasio Tobins’Q dipengaruhi secara negatif oleh efisiensi manajemen karena rasio tersebut menggambarkan kinerja keuangan perusahaan dari sudut pandang pasar seperti harga saham penutupan dan jumlah saham beredar selama setahun.
Kekurangan utama menggunakan firm market share adalah tidak
merepresentasikan tingkat produktifitas dan efisiensi keseluruhan perusahaan (Seelanatha, 2010).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 49
BAB V
PENUTUP
5.1 SimpulanHasil analisis data yang telah dilakukan mendasari pengambilan kesimpulan yang dapat dinyatakan seperti berikut ini.
1. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu efisiensi manajemen mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan publik di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima.
2. Efisiensi manajemen, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang diukur berdasarkan rasio ROA.
3. Efisiensi manajemen dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur berdasarkan rasio ROE. Besarnya nilai rasio leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan yang diukur bedasarkan rasio ROE.
4. Efisiensi manejemen berpengaruh secara negatif terhadap kinerja keuangan yang diukur berdasarkan rasio Tobins’Q. Sedangkan nilai rasio leverage dan ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan yang diukur berdasarkan rasio Tobins’Q. 5. Pada perusahaan besar, semakin baik efisiensi manajemen maka kinerja
keuangan yang dinilai menurut kemampuan manajemen perusahaan yaitu ROA dan ROE semakin baik. Kinerja keuangan yang diukur
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
50
menggunakan Tobins’Q dipengaruhi secara negatif oleh efisiensi manajemen karena Tobins’Q menilai kinerja perusahaan menurut pasar. Kekurangan utama menggunakan firm market share adalah tidak merepresentasikan tingkat produktifitas dan efisiensi keseluruhan perusahaan (Seelanatha, 2010).
5.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian dilakukan dengan beberapa keterbatasan yang dapat dinyatakan seperti berikut ini.
1. Penelitian ini hanya menggunakan satu variabel independen yaitu efisiensi manajemen yang diukur berdasarkan cost efficiency.
2. Penelitian ini hanya menggunakan perusahaan selain perusahaan finance yaitu perusahaan manufaktur dan lainnya sebagai sampel penelitian untuk menggambarkan perusahaan publik di Indonesia.
3. Penelitian ini menggunakan periode penelitian empat tahun dengan data observasi yang terbatas sejumlah 124 observasi.
4. Penggunaan pendekatan Data Envelopment Analysis untuk mendeteksi efisiensi manajemen dalam penelitian ini mungkin belum mampu mendeteksi efisiensi manajemen dengan baik sehingga masih memerlukan pembenaran pendekatan lain.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
51
5.3 Saran
Atas dasar keterbatasan dalam penelitian ini, maka penulis dapat mengajukan rekomendasi yang dapat dinyatakan seperti berikut ini.
1. Penelitian berikutnya dapat menambah jumlah variabel independen dalam penelitan seperti technical efficiency dan allocative efficiency sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang lebih mendalam.
2. Penelitian berikutnya dapat memperbanyak jenis perusahaan yang akan diteliti sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat.
3. Penelitian berikutnya dapat memperpanjang periode penelitian dan memperbanyak jumlah sampel agar didapat hasil penelitian yang lebih baik secara statistik.
4. Perlunya mempertimbangkan pendekatan berbeda yang akan digunakan
dalam menentukan efisiensi manajemen sehingga dapat melihat adanya efisiensi manajemen dengan sudut pandang yang berbeda.
5. Dalam penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan variabel seperti EVA, REVA, MVA, dan FVA untuk mengukur kinerja berdasarkan Value Based yang mungkin dipengaruh oleh efisiensi manajemen.