perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
Skripsi
PENGARUH EFISIENSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA
KEUANGAN PERUSAHAAN PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA
EFEK INDONESIA
Dosen Pembimbing : Arif Lukman Santoso, S.E., MM., Ak
Disusun oleh:
Meilitasari Budyaningtyas
F0308065
Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
iv
HALAMAN PERSEMBAHAN
Kupersembahkan skripsi ini untuk :
Kedua orang tuaku tersayang, Bapak.Alm dan Ibu, Adik-Adik perempuanku, Seluruh keluarga besar, kerabat, dan sanak saudara,
Semua teman-temanku di mana pun berada,
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
v
HALAMAN MOTTO
Butuh perjalanan untuk meraih kesuksesan maka mulailah melangkah (Yusuf Mansur)
Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu,
karena waktu tidak akan pernah tepat bagi mereka yg menunggu.
Jadilah pribadi yg bahagia dengan kehidupanmu sendiri.
Manfaatkan dirimu tuk jadi pribadi berprestasi. Percaya dirimu!
Jangan menyerah atas impianmu. Impian memberimu tujuan hidup.
Ingatlah, sukses bukan kunci kebahagiaan. Semangat!
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
vi
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan skripsi dengan judul PENGARUH EFISIENSI MANAJEMEN
TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PUBLIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.
Adapun skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam mencapai Gelar
Sarjana Ekonomi pada Program S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Sebelas Maret. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak akan selesai
tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, untuk itu dengan segala kerendahan
dan ketulusan hati penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. R. Karsidi, M. S., selaku Rektor Universitas Sebelas
Maret Surakarta.
2. Dr. Wisnu Untoro, M.S, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
3. Drs. Santoso Tri Hananto, M.Si, Ak., selaku Ketua Jurusan Akuntansi
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
vii
4. Arif Lukman Santoso, SE.,MM.,Ak., selaku pembimbing skripsi yang
telah meluangkan waktu, perhatian, dan kesabarannya ketika membimbing
dari awal hingga akhir penyelesaian skripsi ini.
5. Prof.,Dr., Bambang Sutopo, M.Com.,Ak. dan Sri Murni, SE, M.Si., Ak.,
selaku tim penguji pendadaran yang memberikan pengalaman dalam
menghadapi ujian dan akhirnya meluluskan penulis untuk maju ke tahap
selanjutnya.
6. Drs., Hanung Tri Atmoko,M. Si., Ak., selaku pembimbing akademik yang
telah mengarahkan dari awal perkuliahan hingga penulis menyusun
skripsi.
7. Bapak alm. dan Ibu tercinta, terima kasih buat doa dan kepercayaan yang
telah diberikan, Lita akan berusaha melakukan yang terbaik untuk
membahagiakan kalian..
8. Nita dan Mita, yang selalu bisa dijadikan mainan saat sedang bosan di
rumah.
9. Saudara 0121, yang selalu cerewet dimanapun berada dan selalu jadi
ketua tim sukses untuk segala agenda, terima kasih untuk selalu ada dan
bertahan di segala suasana.
10.Tince dan kakak-kakak bluhoz lain yang dulu selalu berisik tapi sekarang
entah dimana, terima kasih sudah jadi kakak yang baik dari awal sampai
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
viii
11.Tias, pika, mariska, dan semua temen-temen Akuntansi B yang selalu
woyo-woyo dimana dan kapan saja, terima kasih sudah memperkenalkan
dan mengajari hal-hal yang baru.
12.Lepi, terima kasih karena selalu memberikan hiburan di saat bosan,
menemani di saat kosan sepi, dan bertahan melawan virus sampai akhir
serta membantu penyelesaian skripsi ini.
13.Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu per satu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan
saran yang membangun sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini bermanfaat
bagi pembaca.
Surakarta, 1 Juni 2012
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
x
BAB III METODE PENELITIAN ... 21
3.1 Desain Penelitian ... 21
3.2 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel ... 21
3.3 Data dan Metode Pengumpulan ... 22
3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 28
3.5.2 Uji Asumsi Klasik ... 28
3.5.2.1 Uji Normalitas ... 28
3.5.2.2 Pengujian Multikolonieritas ... 29
3.5.2.3 Pengujian Autokorelasi ... 30
3.5.2.4 Pengujian Heteroskedastisitas ... 30
3.5.3 Uji Hipotesis ... 31
3.5.3.1 Uji Ketepatan Perkiraan (Uji R2) ... 32
3.5.3.2 Pengujian Signifikansi F ... 33
3.5.3.3 Pengujian Signifikansi-t ... 34
BAB IV PEMBAHASAN MASALAH ... 35
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
xi
4.2 Hasil Pengumpulan Data ... 35
4.3 Analisis Data ... 37
4.3.1 Statistik Deskripsi ... 37
4.3.2 Uji Asumsi Klasik ... 39
4.3.2.1 Uji Normalitas ... 39
4.3.2.2 Uji Multikolonieritas ... 39
4.3.2.3 Uji Autokorelasi ... 40
4.3.2.4 Uji Heteroskedastisitas ... 41
4.3.3 Pengujian Hipotesis ... 43
4.3.3.1 Uji Ketepatan Perkiraan (Uji R2) ... 43
4.3.3.2 Pengujian Signifikansi-F ... 44
4.3.3.3 Uji Signifikansi t ... 45
BAB V PENUTUP ... 49
5.1 Simpulan ... 49
5.2 Keterbatasan Penelitian ... 50
5.3 Saran ... 51
DAFTAR PUSTAKA ... .... 52
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Hasil Pengambilan Sampel ... 36
Tabel 4.2 Statistik Deskripsi ... 37
Tabel 4.3 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ... 39
Tabel 4.4 Hasil Uji Multikolinearitas ... 40
Tabel 4.5 Runs Test ... 40
Tabel 4.6 Model Summary ... 44
Tabel 4.7 ANOVAb ROA ... 44
Tabel 4.8 ANOVAb ROE ... 45
Tabel 4.9 ANOVAb Tobins’Q ... 45
Tabel 4.10 Coefficientsa ROA ... 46
Tabel 4.11 Coefficientsa ROE ... 47
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran ... 19
Gambar 4.1 Uji Heteroskedastisitas-Scatterplot ROA ... 42
Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas-Scatterplot ROE ... 42
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Data Penelitian ... 56
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
xv
PENGARUH EFISIENSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PUBLIK
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Meilitasari Budyaningtyas
F0308065ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh efisiensi manajemen terhadap kinerja keuangan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Untuk tujuan tersebut penelitian ini menggunakan 124 sampel data perusahaan manufaktur dan lainnya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Dalam pengujian data, penelitian ini menggunakan model regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan software komputer untuk statistik SPSS versi 17.0.
Pengujian data dilakukan meliputi uji asumsi klasik terdiri dari normalitas data, autokorelasi, multikolinier, dan heteroskedastisitas sebagai syarat uji regresi berganda. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa data telah bebas dari asumsi klasik. Dalam pengujian regresi berganda, hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi manajemen berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil pengujian ini mengindikasikan bahwa seluruh hipotesis penelitian diterima.
Penelitian ini dilakukan dengan berbagai keterbatasan yang
dimungkinkan berpengaruh terhadap hasil penelitian, yaitu variabel independen hanya efisiensi manajemen dan dua variabel control ukuran perusahaan dan leverage, selain itu penelitian ini menggunakan periode penelitian empat tahun dan menggunakan sampel penelitian perusahaan selain perusahaan keuangan yang terdiri dari perusahaan manufaktur dan lainnya.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
xvi
THE INFLUENCE OF MANAGEMENT EFFICIENCY TO FINANCIAL PERFORMANCE PUBLIC COMPANIES
LISTED IN INDONESIAN STOCK EXCHANGE
Meilitasari Budyaningtyas
F0308065ABSTRACT
This study aims to obtain empirical evidence relating the influence of management efficiency to financial performance listed on the Indonesia Stock Exchange. For the purpose of this study using the 124 sample data of the manufacturing and other firms listed in Indonesia Stock Exchange selected by using purposive sampling. In the test data, this study used multiple linear regression model with the help of computer software for statistical SPSS version 17.0.
The test data include the classical assumption of data normality, autocorrelation, multikolinier, and heteroscedasticity as a regression test conditions. The results showed the classical assumption that the data has been free from classical assumptions. In regression testing, test results show that management efficiency effect on the financial performance of companies listed in Indonesia Stock Exchange. The results indicate that all the research hypothesis is accepted.
The research was conducted with various limitations that may affect the results of research, namely the independent variables only institutional ownership and two control variable firm size and leverage, in addition, this study uses the period four years of research and use the sample of all company except finance firm which is consist of manufacturing and other firms.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Informasi tentang produktivitas perusahaan tercermin dalam laporan
keuangan yang disajikan setiap tahunnya. Sering kali penurunan produktivitas
kerja terjadi pada suatu perusahaan karena karyawan tidak mampu mengikuti
standar produktivitas yang diinginkan oleh pimpinan. Oleh karena itu suatu
mekanisme atau cara dibutuhkan agar produktivitas kerja bisa dicapai dan
dilaksanakan oleh seluruh karyawan dan divisi perusahaan. Salah satu cara yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan adalah dengan
efisiensi. Persaingan bisnis yang semakin ketat memaksa suatu perusahaan untuk
meningkatkan efisiensi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Manajemen sebagai pihak yang dikontrak oleh pemegang saham untuk
mengelola perusahaan demi kepentingan para pemegang saham mempunyai andil
besar dan tanggung jawab dalam upaya peningkatan efisiensi tersebut.
Manajemen perusahaan harus selalu mengendalikan biaya yang dikeluarkan untuk
menjalankan setiap fungsinya agar tercapai efisiensi dan tingkat produktivitas
yang tinggi. Melalui efisiensi manajemen, perusahaan dapat memahami dan
mengevaluasi sumber daya yang telah digunakan, memperhitungkan biaya yang
dikeluarkan, serta mengetahui biaya–biaya operasional apa yang sebenarnya tidak
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
2
Jika manajemen secara efektif dapat mengevaluasi efek dari sumber daya
yang telah digunakan, maka manajemen dapat menggunakan hasil dari evaluasi
tersebut sebagai acuan dalam pengalokasian sumber daya di periode selanjutnya
dan dapat menjadi referensi dalam pembuatan keputusan strategis. Bagaimanapun,
perusahaan yang mengelola sumber daya atau modal dengan baik dan
menggunakannya secara efisien akan meningkatkan nilai perusahaan itu sendiri
serta memperlihatkan kinerja keuangan yang baik kepada pemegang saham.
Pemeriksaan efisiensi perbankan menjadi isu penting bagi publik dan
pembuat kebijakan. Di Singapura, kebijakan dan keputusan yang diambil oleh
manajemen yang efisien dalam rangka proses penyusunan laporan keuangan akan
mempengaruhi penilaian kinerja keuangan perusahaan. Laporan keuangan tidak
hanya mencerminkan kondisi suatu perusahaan pada periode lalu tetapi juga dapat
digunakan untuk memprediksi kondisi keuangan suatu perusahaan pada periode
yang akan datang. Efisiensi laba adalah suatu metrik dalam kinerja keuangan yang
mengukur bagaimana kinerja keuangan suatu bank jika dibandingkan dengan best
practice frontier (Akhigbe,et.al., 2006).
Beberapa penelitian yang menghubungkan efisiensi manejemen dan kinerja
keuangan telah dilakukan oleh beberapa negera. Phillips (1999) meneliti tentang
pengaruh rumah sakit not-for-profit di Amerika yang melaksanakan efisiensi
manajemen dan tanggung jawab sosial terhadap kinerja keuangan jangka panjang
sebelum rumah sakit itu melakukan akuisisi. Di Taiwan, Lin, et.al. (2005) juga
meneliti tentang evaluasi efisiensi kinerja dengan menggunakan indikator
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
3
Beberapa studi empiris menunjukan bahwa evaluasi kinerja di Shipping Industry
dapat lebih komprehensif jika rasio keuangan juga dipertimbangkan.
Perusahaan pertanian di Rusia juga menjadi objek penelitian Epshtein
(2005) untuk mengetahui pengaruh efisiensi dan kinerja keuangan. Selama masa
transisi di Rusia, perusahaan sektor pertanian dipandang publik sebagai
perusahaan yang tidak menguntungkan dan inefficient. Oleh karena itu banyak
perusahaan yang melaporkan kerugian, bahkan mengalami kebangkrutan.
Efek dari mekanisme pengawasan eksternal lebih signifikan daripada
mekanisme pengawasan internal. Hal itu menjadi dasar asumsi Liao, et.al. (2010)
untuk menginvestigasi perubahan produktivitas sekuritas di perusahaan sekuritas
Taiwan. Jika perusahaan sekuritas terdaftar dengan pertumbuhan produktivitas
positif, maka krisis keuangan Asia dapat terpengaruh efisiensi dan penghasilan
dari industri sekuritas tersebut karena industri sekuritas di Taiwan memainkan
peran penting di emerging market. Penelitian Rangan, et.al. dalam Sutawijaya dan
Lestari (2009) menyatakan bahwa ukuran bank berpengaruh positif terhadap
efisiensi. Hal tersebut berarti semakin besar suatu bank, maka akan semakin
efisien, karena bank dapat memaksimalkan skala dan lingkup ekonomisnya.
Terlepas dari filosofi yang mendasari sebuah bank, keberlanjutan jangka panjang
bank tergantung pada efisiensi ekonomi bank tersebut (Hassan, 2006).
Sebuah pendekatan non-parametrik multidimensional yang biasa digunakan
untuk mengidentifikasi tidak hanya best performers tetapi juga suatu hubungan
kompleks, termasuk multiple input dan output yang ada dalam suatu industri
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
4
digunakan oleh decision making unit (DMU) untuk membandingkan hasil output
dengan penggunaan input. DEA sebagai teknik non-parametrik tidak
membutuhkan detail yang tersirat dari hubungan input-output yang mendasari
suatu penelitian. Pengukuran DEA dilakukan untuk mengetahui pos–pos sumber
daya mana yang perlu digunakan untuk menghasilkan output yang optimal.
Pengukuran DEA juga digunakan untuk analisis laporan keuangan guna
menyediakan informasi tambahan yang tidak tersedia dalam analisis rasio
individual bagi market participants (Athanassopoulos dalam Feroz, et.al., 2005).
Terdapat suatu asumsi yang menyatakan bahwa implementasi langsung
DEA tidak dapat digunakan untuk menilai efisiensi suatu perusahaan yang
menghasilkan output dalam suatu periode melalui konsumsi output pada periode–
periode sebelumnya. Hal itu membuat waktu produksi perusahaan tidak dapat
diketahui pasti. O’zpeynirci dan Ko’ksalan (2007) mengembangkan sebuah
metodologi untuk membuktikan adanya jeda waktu (time lags) antara konsumsi
input dan hasil output dan mencoba untuk memahami hubungan input-output
tersebut melalui beberapa model untuk memperkirakan efisiensi DMU
perusahaan.
DEA dapat digunakan untuk mengukur tingkat kinerja atau produktifitas
perusahaan dan mengevaluasi efisiensi relatif dari beberapa unit organisasi. DEA
dirancang khusus untuk mengukur efisiensi relatif dimana terdapat beberapa input
dan output yang menggunakan cara objektif dalam menggabungkan input atau
output menjadi sebuah indeks dari efisiensi produktif suatu perusahaan (Lewis
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
5
dihasilkan walaupun perusahaan melakukan penghematan sumber daya (input),
atau sebaliknya peningkatan jumlah output yang mungkin dihasilkan tanpa perlu
dilakukan penambahan sumber daya.
DEA digunakan untuk estimasi bank service efficiency dan efisiensi dalam
menghasilkan profit (Kirkwood dan Nahm, 2006). Keberhasilan manajemen
dalam mengelola perusahaan dapat dilihat dari pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya, salah satunya adalah memperoleh laba yang besar.
Keberhasilan perusahaan tersebut dapat ditujukan oleh nilai rasio profitabilitas
yang dicapai perusahaan.
Feroz, et.al. (2005) mendemostrasikan DEA sebagai alat analisis efisiensi
yang berfokus pada kinerja manajerial di level perusahaan individual pada basis
tahun pertahun. Analisis firm-level tahun per tahun mengindikasikan kinerja
manajerial perusahaan yang melakukan merger biasanya meningkat pada periode
setelah merger dilakukan. Indikator dari kualitas manajemen merupakan elemen
kunci kinerja dari suatu institusi keuangan. Kebanyakan indikator tentang
penilaian kualitas manajemen menjadi subjek situasi ekonomi suatu negara
(Jayamaha dan Mula, 2011).
Berdasarkan uraian diatas, penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh
efisiensi manajemen yang berasal dari sudut pandang teknik Data Envelopment
Analysis (DEA) terhadap kinerja keuangan karena salah satu cara untuk mengukur
kinerja perusahaan adalah melalui efisiensi yang tercermin dari input dan output
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
6
sampel pada perusahaan manufaktur go public yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah disebutkan, penelitian ini dibuat untuk
menjawab pertanyaan berikut :
Apakah ada pengaruh positif signifikan antara cost efficiency terhadap
kinerja keuangan pada perusahaan go public di Indonesia?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.3.1 Tujuan Penelitian
Didasari oleh beberapa penelitian sebelumya, penelitian ini mempunyai
tujuan untuk menemukan bukti empiris mengenai praktik efisiensi manajemen
dan pengaruhnya secara langsung terhadap kinerja keuangan yang khususnya
terjadi pada perusahaan go public di Indonesia.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh atau diharapkan dari hasil penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Dapat menjadi dasar dalam pengembangan penelitian-penelitian
selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan efisiensi manajemen.
2. Bagi manejemen, penelitian ini diharapkan dapat penelitian ini dapat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
7
manajemen di perusahaan go public di Indonesia dan seberapa besar
pengaruhnya terhadap penilaian kinerja keuangan. Selain itu juga dapat
menjadi bahan koreksi kinerja manajemen.
3. Bagi investor, penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam keputusan investasi terutama terkait dengan informasi pengaruh efisiensi manajemen terhadap kinerja keuangan perusahaan, dengan
demikian keputusan investasi yang diambil dapat lebih akurat dan
memungkinkan investor untuk mengoptimalkan keuntungannya.
1.4 Sistematika Penulisan
Untuk kejelasan dan ketepatan arah pembahasan dalam skripsi ini, maka
penyusunan skripsi ini dibagi dalam 5 bagian dengan sistematika pembahasan.
Bagian pertama berisi pendahuluan, yang menguraikan latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.
Bagian kedua adalah tinjauan pustaka, berisi landasan teori tentang efisiensi
manajemen dan kinerja keuangan serta penelitian-penelitian terdahulu sebagai
pertimbangan, selanjutnya berisi kerangka pemikiran dan hipotesis yang
memberikan batasan dalam penelitian. Bagian ketiga, metode penelitian, bab ini
menjelaskan desain penelitian, populasi dan teknik pengambilan sampel, data dan
metode pengumpulan, pengukuran variabel, serta metode analisis data yang
digunakan.
Bagian keempat berisi pembahasan, pada bab ini dijelaskan mengenai
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
8
penelitian, analisis uji asumsi klasik, serta analisis data pengujian hipotesis dan
pembahasan yang memaparkan hasil dari pengujian dan pembahasan keseluruhan
penelitian. Bagian kelima adalah penutup, bab ini memaparkan kesimpulan,
keterbatasan dan saran untuk penelitian selanjutnya berdasarkan hasil pembahasan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
9
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Efisiensi Manajemen
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai tujuan
perusahaan secara efektif dan efesien (Griffin, 2004). Efektif berarti tujuan
perusahaan dapat dicapai sesuai perencanaan. Sedangkan efisien berarti aktivitas
perusahaan dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai jadwal.
Efisiensi harus dilakukan untuk kelangsungan hidup perusahaan. Efisiensi
yang dimaksud adalah technical efficiency dan allocative efficiency. Perusahaan
yang melakukan technical efficiency akan memaksimalkan output dengan
mengkonsumsi input dalam jumlah tertentu. Sedangkan perusahaan yang
melakukan allocative efficiency akan memanfaatkan dan meminimalisasi
konsumsi input secara optimal. Sebuah bank dikatakan efisien secara ekonomi
jika bank tersebut beroperasi dengan kedua efisiensi yaitu efisiensi teknis dan
efisiensi harga (Hassan, 2006). Perusahaan yang memproduksi output lebih
banyak dengan input yang sama adalah perusahaan yang secara teknis efisien.
Sedangkan perusahaan disebut melakukan efisiensi harga apabila perusahaan
tersebut memaksimalkan profit.
Efisiensi biaya didefinisikan sebagai ukuran tentang sejauh mana biaya bank
yang perlu dikeluarkan untuk praktik bank terbaik jika bank tersebut ingin
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
10
(Hassan, 2006). Efisiensi biaya timbul akibat pengukuran aktivitas dan konsumsi
sumber daya serta pemanfaatan keterbatasan sumber daya yang dimiliki
semaksimal mungkin (Ciptani, 2001). Menurut pendapat Berger dan Mester
(1997), konsep profit efficiency lebih baik dari konsep efisiensi biaya dalam
mengevaluasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Efisiensi biaya
mengevaluasi kinerja dengan menjaga tingkat output tetap konstan, sedangkan
profit efficiency berdasarkan perbandingan praktik terbaik yang dapat dilakukan
perusahaan untuk memaksimalkan profit.
Feroz, et.al. (2005) berpendapat bahwa efisiensi manajerial perusahaan
adalah sesuatu yang dapat menghasilkan output maksimal dengan mengkonsumsi
input minimal. Suatu perusahaan dikatakan sukses melakukan efisiensi apabila
melakukan tiga hal, yaitu jika perusahaan tersebut menghasilkan output yang
lebih besar dengan input yang sama, menghasilkan output yang sama tetapi
dengan input yang lebih kecil, atau menghasilkan output yang lebih besar disaat
input dinaikan.
Giulfrida dan Gravelle dalam Sutawijaya dan Lestari (2009) berpendapat
bahwa terdapat tiga sumber inefisiensi biaya. Infisiensi teknik yang terjadi jika
output yang dihasilkan sedikit dari sejumlah input yang digunakan. Inefisiensi
alokasi terjadi saat input digunakan dalam ukuran yang salah. Hal itu
menyebabkan harga dan produktivitas berada pada satu garis lurus. Terakhir
adalah skala inefisiensi yang terjadi ketika biaya total dapat dikurangi dengan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
11
Efektivitas merupakan suatu ukuran bagi perusahaan dalam meraih tujuan
atau sukses dalam mencapai apa yang sedang diupayakannya. Efektivitas
perusahaan juga berarti ketersediaan produk atau jasa untuk pelanggan.
Sedangkan efisiensi perusahaan mengacu pada jumlah sumber daya yang
digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan (Daft, 2008). Efisiensi didasari oleh
seberapa banyak konsumsi bahan baku, uang, dan sumber daya manusia yang
dibutuhkan untuk memproduksi output dalam jumlah tertentu. Tanggung jawab
penting yang dibebankan kepada manajemen adalah meraih high performance
yang didapat saat tercapainya tujuan perusahaan melalui penggunaan sumber daya
dengan cara efisien dan efektif.
Efisiensi juga menunjukan seberapa baik mekanisme internal kontrol suatu
perusahaan. Suatu mekanisme kontrol dikatakan efisien atau tidak dapat diperiksa
dari sejauh mana pengaruh pengendalian eksternal perusahaan terhadap internal
control mechanism (Walsh dan Seward, 1990). Jika pengawasan manajemen
terhadap anggaran longgar, maka karyawan cenderung tidak memiliki motivasi
untuk efisien dalam menyelesaikan tugasnya.
Usaha lain perlu diupayakan untuk memperbaiki perusahaan agar dapat
beroperasi dengan baik dan efisien. Salah satu upaya meningkatkan efisiensi
perbankan adalah dengan perbaikan manajerial. Oleh karena itu, suatu teknik
pengukuran yang tidak hanya menilai bobot kinerja tetapi juga mengukur
sumber-sumber inefisiensi sangat dibutuhkan sehingga dapat diperoleh kebijakan koreksi
internal dan eksternal oleh pihak–pihak yang terkait dengan perusahaan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
12
teknik non-parametrik dapat membantu pemilik perusahaan (shareholder) untuk
mengetahui Decision Making Unit (DMU) mana yang membutuhkan perhatian
lebih berdasarkan angka efisiensinya sehingga rencana perbaikan dapat segera
dilakukan untuk DMU yang kurang efisien tersebut.
Ide dasar dari DEA adalah untuk menghasilkan nilai efisiensi dengan cara
mengestimasi praktik terbaik dari suatu fungsi produksi (Lehmann, et.al., 2004).
DEA dapat memecahkan berbagai kasus yang tidak dapat ditangani oleh teknik
analisis lain karena adanya sifat hubungan yang kompleks (bahkan kadang tidak
diketahui) antara banyaknya input yang terlibat untuk menghasilkan sejumlah
output. Sebagai teknik non-parametrik, DEA tidak membutuhkan spesifikasi
eksplisit dari suatu hubungan antara input dan output.
Seperti telah disebutkan sebelumya bahwa DEA dapat mengetahui
hubungan antara multiple input dan multiple output yang dihasilkan oleh suatu
aktivitas perusahaan. Teknik analisis ini mengasumsikan jika perusahaan dapat
menghasilkan output pada tingkat tertentu pada suatu tingkat input, maka
perusahaan lain dengan skala yang sama juga dapat melakukan hal tersebut karena
melalui DEA dapat diketahui faktor input apa saja yang menghasilkan output,
begitu pula sebaliknya.
2.2 Kinerja Keuangan
Perusahaan membutuhkan sumber daya dalam melaksanakan setiap
aktivitasnya untuk mencapai tujuan perusahaan. Salah satu cara untuk mengetahui
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
13
rencana yang ditetapkan dan sesuai dengan tujuannya adalah dengan mengetahui
dari kinerja perusahaan tersebut. Kinerja perusahaan juga tercemin dari
penggunaan dan pengelolaan sumber daya perusahaan. Laporan keuangan sebagai
sumber informasi kinerja perusahaan haruslah mencerminkan kondisi sebenarnya
perusahaan dalam periode tertentu.
Bagi investor, informasi mengenai kinerja perusahaan berguna sebagai
pertimbangan keputusan investasi, apakah akan terus menanamkan modal di
perusahaan itu atau mencari alternatif lain. Maka dari itu, manajemen mempunyai
tekanan tersendiri agar perusahaan yang dikelolanya memiliki kinerja keuangan
yang baik dimata investor. Perusahaan yang dapat menjaga kinerja keuangan
dengan baik khususnya tingkat profitabilitas yang tinggi dan kemampuan dalam
membagikan deviden dengan baik serta prospek usahanya dapat selalu
berkembang, maka ada kemungkinan nilai sahamnya naik. Kinerja diharapkan
dapat meningkatkan kemakmuran pemegang saham (Destefanis dan Sena, 2007).
Pengukuran kinerja menggunakan satu alat ukur untuk menggambarkan
kinerja keseluruhan perusahaan yang memiliki beragam produk merupakan
tindakan yang kurang tepat. Kinerja pokok perusahaan dicerminkan oleh kinerja
keuangan perusahaan. Data pokok perusahaan yaitu data yang berasal dari laporan
keuangan perusahaan biasanya digunakan untuk mengukur kinerja keuangan
perusahaan. Pengukuran profitabilitas dapat digunakan sebagai indikator kinerja
umum karena pengukuran ini menggabungkan cost dan pendapatan dalam satu
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
14
Feroz, et.al. dalam Sun dan Duncan (2009) berpendapat bahwa pengukuran
akuntansi seperti ROA (Return on Asset) dapat menghasilkan ketidakpastian pada
hasil pengukuran kinerja, jika pengukuran tersebut menggunakan pengukuran
spesifik dan juga dapat dipengaruhi oleh nonvalue-added factors. ROA
mencerminkan kemampuan manajemen perusahaan untuk menghasilkan
keuntungan dari aset perusahaan tersebut, meskipun mungkin bias karena adanya
kegiatan off-balance-sheet (Seelanatha, 2010). Rasio ROA menunjukan
efektivitas pengelolaan aset, semakin tinggi ROA menunjukan pengelolaan aset
semakin produktif.
Artini (2006) berpendapat bahwa alat ukur keuangan yang biasa digunakan
untuk mengukur tingkat laba adalah ROI dan ROE (Return on Equity). Investor
umumnya menilai kinerja keuangan melalui laba akuntansi yang terdapat dalam
laporan keuangan perusahaan. Semakin tinggi nilai ROE maka semakin tinggi
pula tingkat pengembalian modal yang akan menghasilkan keuntungan bagi para
investor.
ROA dan ROE termasuk dalam pengukuran kinerja berdasarkan
profitabilitas perusahaan. Rasio profitabilitas menilai kemampuan perusahaan
dalam mencari keuntungan dan memberikan ukuran tingkat keefektivan
manajemen perusahaan. Rasio profitabilitas merupakan salah satu rasio yang
dapat digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan karena rasio ini
menghubungkan dua data keuangan satu dengan lainnya (Asyikin dan Tanu,
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
15
Kinerja keuangan perusahaan yang baik akan diikuti oleh kinerja pasar yang
baik pula yang tercermin dalam harga saham perusahaan. Kenaikan nilai saham
tersebut menjadi indikator meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat pada
perusahaan tersebut. Seberapa besar pengaruh aset tidak berwujud terhadap
kinerja perusahaan yang menyebabkan adanya perbedaan antara nilai pasar dan
nilai buku perusahaan yang ada di pasar modal dapat dinilai dengan Tobin’s q.
Penilaian kinerja menggunakan Tobin’s q memiliki kelebihan yaitu dapat
diketahuinya nilai pasar perusahaan yang menjadi cerminan keuntungan masa
depan perusahaan (Morck et.al. dan McConnell dalam Wulandari, 2006).
Rasio keuangan menyediakan cara cepat yang relatif sederhana untuk
mengetahui kondisi keuangan suatu perusahaan. Dengan menghitung setiap rasio,
perusahaan dapat memberi gambaran tentang posisi keuangan dan kinerja
perusahaan (Mahmoud, 2008). Penilaian financial performance menjadi salah satu
tugas manajemen sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap pemegang saham
dan menjadi tolak ukur prestasi kerja yang telah dicapai perusahaan dalam periode
tertentu yang mencerminkan tingkat keberhasilan pelaksanaan aktivitas operasi
perusahaan.
2.3 Penelitian Terdahulu
Lee, et.al (2008) membandingkan nilai efisiensi dan financial performance
perusahaan manufaktur di Taiwan sebelum dan setelah sertifikasi ISO 14000.
Hasilnya, perusahaan mengalami peningkatan signifikan pada Overall Technical
Efficiency (OTE) dan sales volume per employee profit margin setelah sertifikasi.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
16
EPS rendah setelah sertifikasi ISO 14000 dilakukan. Penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa ISO 14000 dapat menjadi strategic planning perusahaan
manufaktur untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mempertahankan
keunggulan kompetitif perusahaan terutama perusahaan kecil dan menengah yang
98% mendominasi di Taiwan.
Pemantauan ketat shareholder dapat memaksa manajemen untuk beroperasi
pada level efisiensi tinggi yang kemudian dapat menghasilkan kinerja perusahaan
yang tinggi pula. Lehmann, et.al (2004) yang meneliti tentang governance
structure, efisiensi multidimensional, dan profitabilitas perusahaan di Jerman
menemukan bahwa perusahaan yang beroperasi dengan pareto efisien dalam
menghasilkan growth dan investasi, memiliki tingkat pengembalian aktiva yang
tinggi (return on asset).
Perubahan harga saham merupakan refleksi dari cost efficiency walaupun
dengan tingkat reaksi yang rendah. Sufian dan Majid (2007) yang
menghubungkan efisiensi perbankan dengan stock return, menemukan bahwa
bank komersial yang listed di Singapura menunjukan rata–rata efisiensi
keseluruhan sebesar 95,4% dan pemborosan input sebesar 4,6%. Lebih lanjut,
mereka juga menemukan statistical relationship antara efisiensi biaya (cost
efficiency) dan share price performance menggunakan analisis regresi panel.
Mahmoud (2008) menyimpulkan tidak ada perbedaan signifikan antara
rata-rata rasio efisiensi kinerja keuangan seperti return on investments, net profit to
total assets, net profit to surplus, total liabilities to total assets, dan underwriting
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
17
Perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik menunjukan efisiensi
operasional perusahaan yang tinggi yaitu sebanyak 32 perusahaan atau 38,1% dari
total perusahaan. Sedangkan perusahaan yang memiliki kasus moderat-efisiensi
adalah 23 perusahaan atau 27,4% dari total kasus. Sisanya, perusahaan memiliki
efisiensi rendah sebanyak 34,5% dari total kasus.
Berger dan Mester (1997) melakukan penelitian tentang perbedaan konsep
efisiensi yang biasa digunakan, metode pengukuran untuk mengestimasi efisiensi,
dan hubungan antara sejumlah bank, pasar, serta karakteristik peraturan yang
dapat menjelaskan suatu perbedaan efisiensi setelah organisasi tersebut
mengendalikan konsep efisiensi dan metode pengukurannya. Penelitian ini
meninjau literatur tentang sumber efisiensi pada bank-bank komersial dan
menggunakan data bank-bank komersial yang beroperasi di Amerika Serikat dari
tahun 1990-1995. Hasilnya, perbedaan konsep efisiensi tidak memberikan
tambahan informasi yang independen. Keputusan memilih teknik pengukuran,
bentuk fungsional, dan variabel lain akan memberikan sedikit perbedaan dalam
rata-rata efisiensi industri. Penelitian ini menyatakan bahwa sebagian besar
varians efisiensi yang diukur untuk masing-masing konsep efisiensi tetap tidak
dapat dijelaskan karena kemampuan manajerial bank tidak dapat diukur.
Tsai dan Yang (2008) melakukan penelitian tentang hubungan efisiensi
operasional terhadap praktik merger perusahaan audit di Taiwan. Hasil empiris
penelitian ini menunjukan besarnya pengaruh tindakan merger terhadap cost
efficiency pada skala ekonomi. Secara keseluruhan, nilai technical efficiency,
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
18
lebih besar daripada perusahaan non-merger. Hal itu menunjukan bahwa
perusahaan yang melakukan merger membutuhkan internal organizational cost
lebih banyak dari sebelumnya, biaya tersebut sebanding dengan manfaat yang
diperoleh dari skala ekonomi setelah perusahaan melakukan merger.
Liao, et.al. (2010) melakukan investigasi mengenai perubahan
produktivitas di perusahaan sekuritas Taiwan tahun 1992-2007. Penelitian
tersebut menghasilkan temuan bahwa krisis finansial Asia terpengaruh oleh
efisiensi dan earnings industri sekuritas di Taiwan. Produktivitas perusahaan
sekuritas menurun pada saat krisis keuangan dan sesudah reformasi keuangan
sebesar 0,9701 dan 0,9444. Liao, et.al. (2010) menyarankan suatu perusahaan
yang meningkatkan efisiensinya dapat memperluas skup ekonomisnya dan
diversifikasi di masa depan.
Hassan (2006) meneliti efisiensi relatif menggunakan teknik parametrik
(cost and profit efficiency) dan nonparametrik (data envelopment analysis) pada
industri perbankan islam selama periode 1995-2001. Lima pengukuran efisiensi
DEA seperti nilai cost, allocative, technical, pure technical,dan scale efficiency
dihitung dan dihubungkan dengan pengukuran kinerja akuntansi konvesional.
Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa rata-rata industri perbankan islam
relatif kurang efisien dibandingkan bank konvensional lainnya. Hasil
penelitiannya juga menunjukan bahwa pengukuran efisiensi yang dilakukannya
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
19
2.4 Kerangka Pemikiran
Berdasarkan tinjauan literatur diatas, maka bisa dibuat suatu kerangka
teoritis yang dapat digambarkan dalam bentuk diagram skematik sebagai berikut:
Gambar 2.1. Kerangka Pemikiran
Variabel Independen Variabel Dependen
Variabel Kontrol
Cost efficiency berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diukur
berdasarkan ROA dan ROE (Hassan, 2006). Operating Efficiency berpengaruh
negatif terhadap kinerja keuangan yang diukur berdasarkan Tobins’Q (Dybvig
dan Warachka, 2011). Nilai efisiensi disusun berdasarkan technical efficiency,
scale efficiency, dan cost efficiency yang menggambarkan operating efficiency
perusahaan (Tsai dan Yang, 2008). Bank size berpengaruh positif terhadap kinerja
keuangan bank (Seelenatha, 2010). Leverage yang diukur dengan rasio debt to
equity berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (Wulandari, 2006).
2.5 Pengembangan Hipotesis
Perusahaan harus mengeluarkan biaya-biaya untuk memproduksi output
yang dibutuhkan konsumen (Horngren dalam Ciptani, 2001). Setiap aktivitas
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
20
biaya yang dibutuhkan untuk suatu jenis aktivitas dapat dilakukan dengan
pengukuran waktu dan pergerakan setiap aktivitas yang dilakukan perusahaan.
Efisiensi biaya memberikan ukuran tentang biaya bank yang dibutuhkan agar
diperoleh jumlah biaya bank terbaik yang dapat dikeluarkan untuk memproduksi
output dalam volume sama pada kondisi yang sama pula (Berger dan Mester,
1997).
Mahmoud (2008) dalam penelitiannya menyatakan bahwa terdapat
hubungan antara efisiensi dengan kinerja perusahaan asuransi di Yunani.
Perusahaan sektor publik merepresentasikan kinerja keuangan yang efisiensinya
rendah sebesar 66,7%, sedangkan perusahaan sektor privat merepresentasikan
kinerja keuangan yang efisiensinya tinggi sebesar 47,6%. Penelitian Yao, Jin, dan
Jia (2008); Lehmann, et.al (2004); Tsung dan Chung (2008); dan Liao, Yang, dan
Liu (2010) juga menghasilkan kesimpulan yang sama.
Berdasarkan penelitian-penelitian diatas, penulis menyusun hipotesis
berikut:
H1 : Efisiensi manajemen berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
21
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Penelitian ini didesain untuk menguji hipotesis yang diajukan penulis
mengenai pengaruh efisiensi manajemen yang direpresentasikan oleh cost
efficiency terhadap kinerja keuangan yang direpresentasikan oleh ROA, ROE dan
Tobins’ q perusahaan publik di Indonesia.
3.2 Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi penelitian ini adalah perusahaan publik di Indonesia, sedangkan
sampel yang digunakan adalah perusahaan selain bank yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive
sampling. Metode ini digunakan penulis karena berdasarkan pertimbangan
mengenai kelengkapan data, kejelasan data serta ketersediaan data yang akan
dikumpulkan. Adapun penggunaan metode purposive sampling dalam penelitian ini adalah perusahaan yang memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Data laporan keuangan tersedia lengkap secara keseluruhan terpublikasi dari tahun 2007 sampai tahun 2010.
2. Perusahaan selain bank yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan untuk periode 31 Desember 2007-2010 yang dinyatakan dalam
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
22
3. Data yang tersedia lengkap dan tersedia pada publikasi periode 2007-2010, baik data mengenai efisiensi manajemen maupun data yang
diperlukan untuk menghitung rasio kinerja keuangan.
Berdasarkan dimensi waktu dan urutan waktu, penelitian ini bersifat
cross-sectional dan time series, karena selain mengambil sampel waktu dan kejadian
pada suatu waktu tertentu juga mengambil sampel berdasar urutan waktu.
3.3 Data dan Metode Pengumpulan
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan
perusahaan go public yang terdaftar di BEI dan dapat diakses langsung dari situs
www.idx.co.id. Populasi yang digunakan sebagai sample frame penelitian ini
adalah perusahaan selain bank yang terdaftar di BEI, seperti. Alasan penelitian ini
menggunakan sampel perusahaan tersebut adalah agar dapat mewakili kondisi
industri di Indonesia dan dapat diperoleh jumlah sampel dan observasi yang
representatif.
3.4 Pengukuran Variabel
3.4.1 Variabel Dependen
Dalam penelitian ini, kinerja keuangan diukur dengan menggunakan
Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Tobins’ q.
3.4.1.1 Return On Asset
Rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
23
dengan biaya-biaya untuk mendanai asset tersebut. Semakin besar rasio ROA
perusahaan menunjukan makin besar tingkat keuntungan yang didapat perusahaan
dan semakin baik pula posisi perusahaan dari segi penggunaan aset. ROA menurut
Hassan (2006) diukur sebagai berikut:
ROA = Laba Bersih/Total Aset
3.4.1.2 Return On Equity
ROE menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola modal
yang tersedia untuk mendapatkan net income. Semakin tinggi return semakin baik
karena berarti dividen yang dibagikan atau ditanamkan kembali sebagai retairned
earning juga akan semakin besar. ROE menurut Hassan (2006) diukur sebagai
berikut:
ROE = Laba Bersih/Total Ekuitas
3.4.1.3 Tobin’s q
Tobin’s q digunakan untuk mengukur tingkat peluang investasi perusahaan.
Tobin’s q berdasarkan evaluasi investor terhadap profitabilitas perusahaan di
masa yang akan datang dan tingkat keuntungan yang dapat diperoleh pada periode
sekarang. Semakin tinggi rasio q menunjukan bahwa perusahaan berhasil
menggunakan dana investasi untuk mengembangkan perusahaan sehingga bernilai
lebih di pasar dibanding nilai bukunya.
Menurut Wolfe dan Sauaia (2003), tobins’q merupakan rasio yang
membandingkan nilai pasar aset perusahaan dan nilai pergantian aset tersebut
yang diukur dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
24
dimana,
MVE : harga penutupan saham pada akhir tahun buku x banyaknya saham biasa
yang beredar.
DEBT : (total kewajiban + nilai buku persediaan) – aset lancar
TA : nilai buku total aset.
3.4.2 Variabel Independen
Data Evelopment Analysis (DEA) yang didasari oleh teknik pemrograman
linier menghitung efisiensi manajemen yang menggunakan input m untuk
menghasilkan output s. Efisiensi perusahaan berdasarkan Lehmann, et.al. (2004).
diukur sebagai berikut :
(1)
dimana:
adalah efisiensi perusahaan k
merupakan jumlah output r yang diproduksi oleh bank k
adalah jumlah input i yang digunakan oleh bank k
merupakan bobot output r yang dihasilkan oleh bank k
adalah bobot input i yang diberikan oleh bank k, dan r dihitung dari 1 ke s
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
25
Rasio jumlah agregat output dan jumlah agregat input dapat dimaksimalkan
dengan program pecahan. Memaksimalkan fraksi dari rumus diatas (1) dapat
diraih dengan meminimalkan penyebut pecahan dan menormalkan nominator
menjadi 1.
(2)
Kedua perhitungan minimalisasi input atau maksimalisasi output, primal
atau dual akan memberikan hasil yang relatif sama (Sutawijaya dan Lestari,
2009). Formula yang diterapkan untuk prosedur estimasi penentuan posisi
perusahaan k relatif terhadap frontier melalui solusi yang diberikan oleh dual
program berdasarkan rumus 2 diatas adalah:
(3)
Program linier di atas harus diselesaikan semua perusahaan n. Rumus diatas
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
26
harus dipecahkan. Sebuah perusahaan disebut efisien jika nilai efisiensi sama
dengan satu. Sebaliknya, perusahaan dikatakan tidak efisien jika menunjukan
tingkat inefisiensi. Perusahaan dapat meningkatkan efisiensinya dengan
mengurangi tingkat input atau meningkatkan tingkat output dimana manajemen
memiliki kontrol untuk hal tersebut. Variabel adalah nilai efisiensi yang
menunjukan proporsi output perusahaan k yang jika meningkat maka perusahaan
k tersebut efisien.
Model DEA dapat input oriented, output oriented, atau unoriented
tergantung dari panduan manajerial yang dicari analis (Lewis dan Sexton, 2004).
Model berdasarkan input mengidentifikasi penurunan input yang mampu
membuat DMU lebih efisien. Model output oriented mengidentifikasi seberapa
besar kenaikan output untuk mencapai efisiensi. Terakhir, model unoriented akan
mengidentifikasi campuran antara penurunan input dan kenaikan output.
3.4.3 Variabel Kontrol
3.4.3.1 Leverage
Analisis leverage dilakukan untuk melihat besarnya perbandingan antara
total kewajiban dengan total aset perusahaan. Nilai rasio leverage yang besar akan
berdampak positif apabila pendapatan yang diterima dari penggunaan dana
tersebut lebih besar dari pengeluaran perusahaan. Dampak negatif nilai rasio
leverage yang semakin besar adalah semakin besar pula hutang yang harus
ditanggung perusahaan. Semakin kecil rasio leverage perusahaan maka semakin
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
27
aset yang dimiliki perusahaan sehingga mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan yang baik. Leverage diukur sebagai berikut (Sun dan Duncan, 2009):
Leverage = Total Kewajiban/Total Aset
3.4.3.2 Size
Ukuran perusahaan (size) direpresentasikan oleh nilai logaritma natural atas
total aset perusahaan sampel tersebut (Liao, et.al., 2010). Alasan penggunaan logaritma natural untuk total aset adalah untuk menghindari jumlah angka variabel yang berbeda secara ekstrim karena untuk ukuran total aset perusahaan menggunakan jumlah absolut rupiah sedangkan variabel lain menggunakan rasio dan jumlah angka. Ukuran perusahan dianggap penting dalam proses pelaporan keuangan dan berpengaruh dalam proses perkembangan perusahaan. Dalam
penelitian ini, ukuran perusahaan diambil sebagai variabel kontrol untuk
memperkuat dan melengkapi hubungan antara variabel independen dan variabel
dependen. Ukuran perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol didasarkan pada alasan bahwa perusahaan yang besar mempunyai sumber daya dan sumber dana yang lebih besar. Dengan hal tersebut memungkinkan perusahaan besar untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
3.5 Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan pengujian hipotesis
untuk menganalisis data. Untuk menganalisis data dengan analisis regresi linier
digunakan SPSS versi 17. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
28
3.5.1 Analisis Statistik Deskriptif
Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui gambaran umum
data penelitian dan dispersi serta distribusi data. Statistik deskriptif memberikan
gambaran atau deskripsi data yang dilihat dari nilai mean, standar deviasi, varian,
maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness (Ghozali, 2006). Mean
digunakan untuk menghitung rata-rata variabel yang dianalisis. Maksimum
digunakan untuk mengetahui jumlah terbesar data yang bersangkutan. Minimum
digunakan untuk mengetahui jumlah terkecil data yang bersangkutan.
3.5.2 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik dilakukan untuk menguji kelayakan model regresi yang
selanjutnya akan digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Pengujian ini
memastikan bahwa didalam model regresi tidak terdapat multikolinearitas,
heteroskedastisitas, autokorelasi serta untuk memastikan bahwa data yang
dihasilkan terdistribusi normal (Ghozali, 2006). Model regresi yang baik adalah
model yang mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal.
3.5.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi dengan membagi model regresi, variabel pengganggu, atau residual memiliki distribusi normal (Ghozali,2006). Penelitian ini menggunakan uji statistik nonparametrik dengan Kolmogorov-Smirnov (1-Sample K-S). Uji ini diyakini lebih akurat
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
29
menyesatkan, jika tidak hati-hati secara visual kelihatan normal (Ghozali, 2006).
Dasar pengambilan keputusan pada analisis Kolmogorov-Smirnov (1-Sample
K-S) adalah (Ghozali, 2006):
1) Apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) kurang dari 0,05, maka Ho
ditolak. Hal ini berarti data residual terdistribusi tidak normal.
2) Apabila nilai Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari 0,05, maka Ho
diterima. Hai ini berarti data residual terdistribusi normal.
Dalam uji normalitas ini ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual
atau variable berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji
statistik. Analisis grafik dalam penelitian dilakukan dengan cara melihat grafik
Histogram dan Normal P Plot.
3.5.2.2 Pengujian Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2006). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independennya. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model, penulis menggunakan analisis perhitungan nilai Tolerence dan Variance Infaltion Factors (VIF) dengan alat bantu program Statistical Product and Service Solution (SPSS).
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
30
umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai Tolerence < 0.10 atau sama dengan nilai VIF > 10.
3.5.2.3Pengujian Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah ini timbul karena kesalahan pengganggu tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnya. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Ghozali, 2006).
Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi, penulis menggunakan uji Run-test
pada alat bantu SPSS. Ketentuan yang digunakan pada uji ini adalah asymp sig. Apabila nilai asymp sig > 5%, maka dapat dinyatakan tidak terdapat autokorelasi dan jika lebih kecil dari 5%, maka terdapat autokorelasi dalam model regresi yang digunakan.
3.5.2.4 Pengujian Heteroskedastisitas
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
31
menyebar dengan baik maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastistas pada model regresi, sehingga model regresi layak untuk dipakai dalam memprediksi pengaruh independen variabel terhadap dependen variabel.
3.5.3 Uji Hipotesis
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model
persamaan regresi berganda untuk menguji adanya pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependen. Analisis regresi pada dasarnya dilakukan dengan
tujuan untuk mengestimasi dan atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai
rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui
(Gujarati dalam Ghozali, 2006). Analisis regresi dalam penelitian ini akan
dilakukan dengan uji koefisien determinasi dan uji signifikasi F. Sesuai dengan kerangka pemikiran dan pengajuan hipotesis di atas, maka hipotesis akan diuji dengan persamaan regresi seperti berikut ini.
=
+
+
+
+ e
Keterangan,
: Kinerja keuangan, terdiri dari:
= ROA
= ROE
= Tobin’s Q.
: Cost efficiency.
: Leverage.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
32
3.5.3.1Uji Ketepatan Perkiraan (Uji R2)
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model untuk menerangkan variasi variabel independen (Ghozali, 2006). Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh akan berkisar nol dan satu. Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Jika koefisien determinasi sama dengan nol, maka variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
Jika nilai R2 semakin mendekati satu, maka semakin kuat kemampuan variabel independen dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menjelaskan dan memprediksi variabel dependen. Akan tetapi, dalam Ghozali (2006) dijelaskan mengenai kelemahan mendasar penggunaan koefisien determinasi yaitu bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model.
Setiap tambahan satu variabel independen, maka R2 pasti meningkat tanpa mempedulikan apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, penulis menggunakan nilai Adjusted R2 untuk mengevaluasi model regresi yang terbaik karena dalam model regresi yang digunakan terdapat lebih dari dua variabel independen. Dengan menggunakan model ini, maka kesalahan penganggu diusahakan minimum sehingga R
2
mendekati 1, sehingga perkiraan regresi akan lebih mendekati keadaan yang
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
33
3.5.3.2Pengujian signifikansi-F
Pengujian ini bertujuan untuk menguji secara signifikan pengaruh variabel independen (efisiensi manajemen) terhadap variabel dependen (kinerja keuangan) secara bersama-sama dengan melihat nilai signifikan F. Uji signifikansi F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006).
Untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependen, maka peneliti menggunakan uji siginifikansi simultan dengan alat bantu program SPSS versi 17.0. Kriteria pengujiannya adalah seperti berikut ini.
(1) H0 diterima dan Ha ditolak, apabila nilai signifikansi lebih dari nilai alpha 0,05 berarti variabel independen secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel dependen atau dapat dikatakan bahwa model regresi tidak signifikan.
(2) H0 ditolak dan Ha diterima, yaitu apabila nilai signifikansi kurang dari
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
34
3.5.3.3Pengujian Signifikansi-t
Uji signifikansi-t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara parsial mempengaruhi variabel terikat dengan asumsi variabel independen lainnya konstan. Kriteria pengujiannya adalah seperti berikut ini.
(1) H0 diterima dan Ha ditolak yaitu apabila bila nilai signifikansi lebih
dari nilai alpha 0,05 berarti variabel independen secara individual tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.
(2) H0 ditolak dan Ha diterima yaitu apabila nilai signifikansi kurang dari
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
35
BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
4.1 Deskripsi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai
pengaruh efisiensi manajemen perusahaan terhadap kinerja keuangan yang
diproksikan oleh ROA, ROE dan Tobin’s Q. Teknik sampling menggunakan
metode purposive sampling, artinya sampel harus sesuai dengan kriteria yang
telah ditentukan.
Pada bab ini akan diuraikan mengenai deskripsi data, pengujian hipotesis,
dan pembahasannya. Pengujian data dengan model analisis regresi menggunakan
software SPSS release 17.0.
4.2 Hasil Pengumpulan Data
Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan publik. Penelitian ini
menggunakan data sekunder laporan tahunan perusahaan yang diakses melalui
www.idx.co.id. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, diperoleh
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
Perusahaan publik yang terdaftar di BEI per 1 Januari 2007 sampai dengan 31
Desember 2010. 354 393 399 413 1559
Perusahaan keuangan yang terdaftar di BEI per 1 Januari 2007 sampai dengan 31
Desember 2010. (65) (70) (67) (69) (271)
Perusahaan manufaktur dan lainnya 289 323 332 344 1288
Perusahaan manufaktur dan lainnya yang terdaftar di BEI dan menerbitkan laporan tahunan tetapi laporan tahunan tidak tersedia baik pada www.idx.co.id maupun
website perusahaan. (86) (164) (142) (142) (534)
203 159 190 202 754
Perusahaan manufaktur dan lainnya yang terdaftar di BEI dan menerbitkan laporan tahunan dengan informasi dan data tidak
lengkap (141) (126) (155) (162) (584)
62 33 35 40 170
outlayer (18) (3) (7) (13) (46)
Jumlah Sampel 41 30 28 25 124
Sumber : Indonesia Capital Market Directory (ICMD)
Tabel di atas menunjukkan bahwa terdapat 124 sampel data perusahaan
selain perusahaan finance yang terdaftar di BEI per 1 Januari 2007 sampai dengan
31 Desember 2010. Atas jumlah tersebut, tidak ada perusahaan yang tidak
menerbitkan laporan tahunan dan juga tidak terdaftar laporan perusahaan
manufaktur yang tidak secara lengkap mencantumkan informasi dan data yang
diperlukan dalam penelitian. Jumlah data yang dijadikan sampel sebanyak 124,
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
37
4.3 Analisis data 4.3.1 Statistik Deskripsi
Analisis statistik digunakan untuk mengetahui gambaran atau deskripsi
masing-masing variabel yang terkait dalam penelitian. Statitistik deskriptif
menggambarkan distribusi data yang terdiri dari nilai minimum, nilai maksimum,
nilai rata-rata dan nilai standar deviasi atas data variabel yang digunakan dalam
penelitian ini. Nilai statistik deskriptif variabel penelitian disajikan dalam tabel
berikut.
Tabel 4.2 Statistik Deskripsi
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CE 124 .56910 .99360 .7560750 .13820017
Size 124 10.32125 13.94909 12.1532887 .70100992
Leverage 124 .00496 .86839 .5046758 .19930970
ROA 124 -.05940 .12810 .0370621 .03662017
ROE 124 -.40534 .30097 .0804128 .09268657
TobinsQ 124 -.35040 1.49550 .3927798 .39712565
Valid N (listwise) 124
Sumber: hasil pengolahan data
Berdasarkan nilai statistik deskriptif diatas, nilai mean untuk variabel
independen efisiensi manajemen (CE) adalah sebesar 0,756075 dengan nilai
minimum sebesar 0,5691 oleh PT. Truba Alam Manunggal. Nilai maksimum
sebesar 0,9936 oleh PT United Tractor Tbk. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa sebaran data variabel CE tergolong baik karena nilai standar deviasinya
dibawah 2,5.
Nilai minimum variabel SIZE yang diproksi dengan logaritma natural
rata-perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
38
rata sebesar 12,1532887 sedangkan standar deviasinya sebesar 0.,70100992. Dari
hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebaran data variabel SIZE tergolong baik
karena nilai standar deviasi dibawah 2,5.
Nilai minimum variabel Leverage adalah sebesar 0,00496 dan nilai
maksimum sebesar 0,86839 dengan nilai rata-rata sebesar 0,5046758 sedangkan
standar deviasinya sebesar 0,19930970. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa sebaran data variabel Laverage tergolong baik karena nilai standar deviasi
dibawah 2,5.
Pengukuran statistik deskriptif selanjutnya adalah variabel kinerja keuangan
yang diukur dengan 3 variabel yaitu ROA, ROE, dan Tobins’Q. Pertama adalah
variabel ROA nilai minimum sebesar -0.05940 dan nilai maksimum sebesar
0,12810 dengan nilai rata-rata sebesar 0,0370621 sedangkan standar deviasinya
sebesar 0,03662017. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebaran data
variabel ROA tergolong baik karena nilai standar deviasinya dibawah 2,5.
Pengukuran kinerja keuangan kedua adalah ROE dengan nilai minimum
sebesar -0,40534 dan nilai maksimum sebesar 0,30097 dengan nilai rata-rata
sebesar 0,0804128. Nilai standar deviasi sebesar 0,09268657 menunjukkan bahwa
sebaran data variabel ROE tergolong baik karena nilai standar deviasinya dibawah
2,5.
Nilai rata-rata variabel Tobins’Q adalah sebesar 0,3927798 sedangkan
standar deviasinya sebesar 0,39712565. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa sebaran data varibel AC tergolong baik karena nilai standar deviasinya