• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASILDAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data

4.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Dalam penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, kualitas pengumpulan data sangat ditentukan oleh kialitas instrument atau alat pengumpul data yang digunakan. Suatu instrument penelitian dikatakan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya.

4. 2. 1 Pengujian Validitas Instrumen

Pengujian validitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui keakuratan atau ketepatan data dari setiap variabel yang diteliti. Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada pernyataan pada angket yang dianggap tidak valid sehingga perlu dibuang. Menguji validitas angket untuk setiap butir pernyataan angket dilakukan dengan mengkorelasikan skor pada tiap-tiap butir pernyataan dengan skor total jawaban responden. Untuk menganalisisnya digunakan r Product

MomentCorrelation, dengan kriteria:

Apabila rhitung > rtabel dengan taraf signifikansi 5% maka butir pernyataan tersebut adalah valid.

Apabila rhitung < rtabel dengan taraf signifikansi 5%, dan df = n – k, maka butir pernyataan tersebut adalah tidak valid.

Dimana: df = degree of freedom

n = jumlah sampel k = banyaknya variabel

Pengujian validitas instrumen variabel X dan Y dilakukan dengan menganalisis uji coba instrumen yaitu dengan angket. Jumlah butir pernyataan yang diuji coba untuk variabel X adalah sebanyak 22 butir pernyataan, dan Y sebanyak 17 butir pernyataan.

Setiap butir pernyataan yang diketahui valid atau tidaknya maka data harus dikonversikan ke rtabel. Nilai rtabel diperoleh dari df = n – 2 yaitu df = 30 – 2 = 28 maka rtabel = 0,361 pada taraf signifikansi 5%. Jika nilai Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,361 maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan valid. Adapun hasil pengujian validitas untuk setiap variabel adalah seperti yang tertera pada tabel 4.1. perhitungan dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 20.0

Tabel 4.1 Ringkasan Hasil Pengujian Validitas

Variabel Butir Pernyataan rtabel rhitung Kesimpulan Pendidikan Pemakai (X) 1 0.361 0,674 Valid 2 0.361 0,312 Drop 3 0.361 0,745 Valid 4 0.361 0,831 Valid 5 0.361 0,126 Drop 6 0.361 0,279 Drop 7 0.361 0,632 Valid 8 0.361 0,251 Drop 9 0.361 0,494 Valid 10 0.361 0,518 Valid 11 0.361 0,512 Valid 12 0.361 0,124 Drop 13 0.361 0,745 Valid 14 0.361 0,599 Valid 15 0.361 0,766 Valid 16 0.361 0,195 Drop 17 0.361 0,595 Valid 18 0.361 0,412 Valid 19 0.361 0,-482 Drop 20 0.361 0,226 Drop 21 0.361 0,118 Drop 22 0.361 0,599 Valid Pemanfaatan Perpustakaan (Y) 1 0, 361 0,803 Valid 2 0, 361 -0,044 Drop 3 0, 361 0,234 Drop 4 0, 361 0,558 Valid 5 0, 361 0,036 Drop 6 0, 361 0,422 Valid 7 0, 361 -0,03 Drop 8 0, 361 0,479 Valid 9 0, 361 0,404 Valid 10 0, 361 0,425 Valid 11 0, 361 0,398 Valid 12 0, 361 -0,051 Drop 13 0, 361 0,334 Drop 14 0, 361 0,69 Valid 15 0, 361 0,38 Valid 16 0, 361 0,219 Drop 17 0,361 0,283 Drop

Dari tabel 4.1 di atas dan berdasarkan hasil perhitungan tersebut yang dilakukan terhadap 30 responden ternyata dari 22 butir pernyataan angket pada variabel X diperoleh 13 butir pernyataan yang valid serta 9 butir pernyataan yang drop atau ditolak yaitu nomor 2,5,6,8,12,16,19,20, dan 21, sementara untuk variabel Y dari 17 butir pernyataan angket diperoleh 9 butir pernyataan yang valid serta 9 butir pernyataan yang drop atau ditolak yaitu nomor 2,3,5,7,12,13,16, dan 17.

4. 2. 2 Pengujian Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Setelah semua butir pernyataan dinyatakan valid, maka uji selanjutnya adalah menguji reliabilitas (kehandalan) instrumen. Reliabilitas instrumen digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama.

Uji reliabilitas dapat dilakukan bersama-sama terhadap seluruh butir pernyataan untuk lebih dari satu variabel, namun sebaiknya uji reliabilitas dilakukan pada masing-masing variabel sehingga dapat diketahui konstruk variabel mana yang tidak reliabel. Suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.

Hasil pengujian reliabilitas instrumen ditunjukkan pada tabel 4.2 berikut ini. Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Instrumen Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan Pendidikan pemakai 0,714 Reliabel Pemanfaatan Perpustakaan 0,705 Reliabel Sumber: Hasil Penelitian 2014

Dari tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa nilai Cronbach Alpha dari setiap instrumen variabel pada penelitian ini memiliki nilai > 0,60. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa setiap instrumen variabel pendidikan pemakai dan pemanfaatan perpustakaan adalah reliabel.

4.3 Analisis Deskriptif

4.3.1 Karakteristik Responden

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Adapun jumlah pernyataan adalah seluruhnya adalah 22 pernyataan yang terdiri dari 13 butir untuk pernyataan variabel X dan 9 butir untuk variabel Y. Sebagaimana tujuan dari penelitian ini, angket disebar kepada responden yang berisikan pernyataan-pernyataan mengenai pengaruh pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan Perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang. Dari angket tersebut juga diperoleh gambaran umum responden pada penelitian ini.

4.3.2 Gambaran Responden

Gambaran responden berdasarkan fakultas dapat dilihat pada table 4.3 Di bawah ini.

Tabel 4.3

Gambaran Umum Responden

No Fakultas Jumlah Persentase

1 Adab 13 13,2% 2 Ushuludin 20 20,3% 3 Dakwah 17 17,1% 4 Tarbiyah 27 27,2% 5 Syariah 22 22,2% Jumlah Populasi 99 100

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden fakultas ilmu Adab sebanyak 13 orang (13,2%), fakultas Ushuludin 20 orang (20,3%), Fakultas Dakwah sebanyak 17 orang (17,1%), Fakultas Tarbiyah sebanyak 27 orang (27,2%), dan Fakultas Syariah sebanyak 22 orang (22,22%).

Berdasarkan uarian di atas dapat disimpulkan bahwa responden Fakultas Tarbiyah yang paling banyak memanfaatkan perpustakaan IAIN IB Padang.

4.3.3 Tanggapan Responden Terhadap Pendidikan Pemakai (Variabel X)

Variabel Pendidikan pemakai yang diukur berdasarkan indikator tujuan pendidikan pemakai, metode pendidikan pemakai, materi pendidikan pemakai,

manfaat pendidikan pemakai, peran pustakawan, program pendidikan pemakai. Untuk mengetahui tanggapan responden mengenai pendidikan pemakai pada perpustakaan IAIN IB Padang dapat diketahui melalui jawaban responden pada pernyataan angket nomor 1 (satu) sampai 13 (tigabelas).

4.3.3.1 Tanggapan Responden Terhadap Tujuan Pendidikan Pemakai

Pendapat responden terhadap indikator tujuan pendidikan pemakai pada perpustakaan IAIN IB Padang dapat dilihat dari jawaban responden pada Tabel 4.4 sampai dengan Tabel 4.5

Tabel 4.4

Meningkatkan Keterampilan Temu Balik Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Tujuan Sayan mengikuti program pendidikan pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan keterampilan temuk balik informasi

Sangat Setuju 13 13,1

Setuju 35 35,4

Kurang Setuju 18 18,2

Tidak Setuju 27 27,3

Sangat Tidak Setuju 6 6,1

Total 99 100

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa tujuan mengikuti program pendidikan pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan temu balik informasi yaitu sebanyak 13 responden (13,1%) menyatakan sangat setuju, 35 responden (35,4%) menyatakan setuju, 18 responden (18,2%) menyatakan kurang setuju, dan 27 responden menyatakan tidak setuju (27,3%), serta 6 responden menyatakan sangat tidak setuju (6,1 %).

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.4, responden yang menyatakan setuju bahwa dengan mengikuti program pendidikan pemakai perpustakaan dapat meningkatkan temu balik informasi adalah sebesar 48,5% dan angka tersebut bahwa hampir setengah dari responden merasakan hal demikian. Hal ini disebabkan karena

dengan mengikuti pendidikan pemakai dapat meningkatkan temu balik informasi dari pengguna agar mampu memanfaatkan kemudahan dan sumber daya perpustakaan secara mandiri.

Tabel 4.5

Meningkatkan Dalam menemukan Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%)

Dokumen terkait