• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Validitas dan Reliabilitas 1 Uji Validitas Instrumen

Dalam dokumen Pengaruh Budaya Organisasi dan Kompetens (Halaman 59-68)

METODOLOGI PENELITIAN

III.7. Pengujian Validitas dan Reliabilitas 1 Uji Validitas Instrumen

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam bidang ilmu sosial, alat ukur tersebut dapat berupa angket (kuesioner) maupun seperangkat alat tes. Menurut Sugiyono (2003:117), “jika nilai validitas setiap pertanyaan lebih besar dari nilai koefisien korelasi (r) 0,30 maka butir pertanyaan dianggap sudah valid”.

Menurut Ghozali (2006:49) Uji validitas dipergunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Untuk menguji ketepatan kuesioner, akan dilakukan pretest terhadap 30 orang pegawai Kantor Bank Indonesia Medan diluar responden yang dipilih

dalam penelitian ini. Uji validitas dilakukan dengan bantuan program software SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 16.0. Uji validitas dilakukan dengan metode sekali ukur (one shot methods), dimana pengukuran dengan metode ini cukup dilakukan satu kali.

III.7.1.1. Uji Validitas Instrumen Variabel Budaya Organisasi

Hasil uji validitas instrument variabel budaya organisasi dapat dilihat pada Tabel 3.5 berikut:

Tabel 3.5. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Budaya Organisasi Iterasi Pertama

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Rasa independensi dalam rangka 0.448 0.000 Valid tanggung jawab terhadap pekerjaan

2. Toleransi atas pekerjaan beresiko 0.547 0.000 Valid 3. Melakukan pembaharuan dalam 0.436 0.000 Valid

pekerjaan untuk mencapai hasil kerja secara lebih efektif dan efisien

4. Tingkat kecermatan dalam bekerja 0.646 0.000 Valid 5. Kemampuan dalam menganalisis yang 0.442 0.000 Valid

diimplementasikan dalam pekerjaan

6. Upaya dalam mencapai hasil kerja 0.535 0.000 Valid yang lebih baik

7. Kejelasan tentang sasaran organisasi 0.253 0.028 Tidak Valid 8. Kejelasan tentang harapan organisasi 0.280 0.130 Tidak Valid 9. Dukungan organisasi kepada pegawai 0.250 0.205 Tidak Valid 10.Jumlah pengaturan dan pengawasan 0.409 0.000 Valid

langsung untuk pengendalian perilaku

11. Pentingnya Kerjasama dalam tim kerja 0.416 0.000 Valid 12. Pentingnya kekompakan dalam tim 0.257 0.031 TidakValid

13. Pentingnya sikap saling percaya 0.318 0.000 Valid 14. Pentingnya komunikasi yang baik 0.524 0.000 Valid 15. Tingkat keagresifan dalam menyele- 0.749 0.000 Valid

saikan pekerjaan

16. Memiliki pegawai yang cekatan 0.639 0.000 Valid 17. Organisasi mempertahankan status 0.614 0.000 Valid

Pegawai

18. Organisasi menjaga stabilitas kondisi 0.489 0.000 Valid pegawai

Sumber : Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 3.5 menunjukkan bahwa dari kedelapan belas butir pertanyaan yang terdapat pada variabel budaya organisasi hanya empat belas butir yang menunjukkan koefisien korelasi yang lebih besar dari 0.30 . Untuk itu perlu dilakukan iterasi kedua untuk menaikkan nilai koefisien korelasi butir – butir pertanyaan yang lain.

Tabel 3.6. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Budaya Organisasi Iterasi Kedua

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Rasa independensi dalam rangka 0.477 0.000 Valid tanggung jawab terhadap pekerjaan

2. Toleransi atas pekerjaan beresiko 0.624 0.000 Valid 3. Melakukan pembaharuan dalam 0.462 0.000 Valid

pekerjaan untuk mencapai hasil kerja secara lebih efektif dan efisien

4. Tingkat kecermatan dalam bekerja 0.687 0.000 Valid 5. Kemampuan dalam menganalisis yang 0.400 0.000 Valid

diimplementasikan dalam pekerjaan

6. Upaya dalam mencapai hasil kerja 0.350 0.000 Valid yang lebih baik

7. Jumlah pengaturan dan pengawasan 0.427 0.000 Valid langsung untuk pengendalian perilaku

8. Pentingnya Kerjasama dalam tim kerja 0.492 0.000 Valid 9. Pentingnya sikap saling percaya 0.404 0.000 Valid 10. Pentingnya komunikasi yang baik 0.534 0.000 Valid 11.Tingkat keagresifan dalam menyele- 0.679 0.000 Valid saikan pekerjaan

12.Memiliki pegawai yang cekatan 0.587 0.000 Valid 13.Organisasi mempertahankan status 0.675 0.000 Valid

pegawai

14.Organisasi menjaga stabilitas kondisi 0.572 0.000 Valid pegawai

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Hasil iterasi tahap kedua menunjukkan, apabila keempat butir pertanyaan pada variabel budaya organisasi dihilangkan, maka nilai koefisien korelasi pada setiap butir pertanyaan menjadi semakin tinggi, yang artinya setiap butir pertanyaan sudah valid, dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1 – tailed) seluruh instrument yang lebih kecil dari nilai α sebesar 5%.

III.7.1.2. Uji Validitas Instrumen Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia Hasil uji validitas instrumen variabel kompetensi sumber daya manusia dapat dilihat pada tabel 3.7 berikut:

Tabel 3.7. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kompetensi Sumber Daya Manusia

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Melaksanakan tugas-tugas rutin 0.575 0.000 Valid sesuai standar di tempat kerja

2. Menggunakan keterampilan untuk 0.549 0.000 Valid menyelesaikan tugas

3. Kemampuan untuk mengelola tugas 0.763 0.000 Valid yang berbeda yang muncul dalam

pekerjaan

4. Kemampuan untuk mengarahkan diri 0.829 0.000 Valid sendiri dalam mengelola tugas yang

disesuaikan dengan skala prioritas

5. Memiliki inisiatif dalam menyelesaikan 0.758 0.000 Valid masalah di dalam pekerjaan

6. Menggunakan keterampilan untuk 0.798 0.000 Valid menyelesaikan masalah

7. Kemampuan dalam berpikir secara 0.834 0.000 Valid analitis

8. Memiliki kemampuan untuk bekerja 0.701 0.000 Valid sama

9. Menjaga kenyamanan kondisi ling- 0.437 0.000 Valid kungan kerja

10.Mampu beradaptasi dalam ling- 0.377 0.000 Valid kungan kerja yang baru

11.Memiliki fleksibilitas terhadap 0.418 0.000 Valid lingkungan kerja

12.Memiliki kemampuan mengenda- 0.402 0.000 Valid likan diri dalam beradaptasi ter-

hadap lingkungan kerja baru

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 3.7 diperoleh bahwa hasil pengujian instrument dari variabel kompetensi sumber daya manusia memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel kompetensi sumber daya manusia yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1 – tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai α sebesar 5%.

III.7.1.3. Uji Validitas Instrumen Variabel Kinerja Pegawai

Hasil uji validitas instrumen variabel kinerja pegawai dapat dilihat pada Tabel 3.8 berikut:

Tabel 3.8. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kinerja Pegawai Iterasi Pertama

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Proses kerja dan kondisi pekerjaan 0.522 0.000 Valid 2. Waktu yang digunakan atau lama- 0.308 0.000 Valid

nya melaksanakan pekerjaan

3. Ketepatan dalam bekerja 0.697 0.000 Valid 4. Kualitas pekerjaan 0.606 0.000 Valid 5. Tingkat kemampuan dalam meng- 0.585 0.000 Valid

analisis data

6. Tingkat kemampuan dalam bekerja 0.614 0.000 Valid 7. Tingkat kemampuan dalam dalam 0.707 0.000 Valid

menggunakan berbagai peralatan

8. Tingkat kemampuan dalam bekerja 0.682 0.000 Valid sama

9. Tingkat kemampuan dalam menye- 0.550 0.000 Valid suaikan diri dalam pekerjaan

10.Pengetahuan atas pekerjaan 0.493 0.000 Valid 11.Pemahaman atas tugas dan tanggung 0.141 0.380 Tidak Valid jawab

12.Semangat dalam melaksanakan tugas 0.293 0.257 Tidak Valid baru

13.Inisiatif dalam menyelesaikan 0.456 0.000 Valid pekerjaan

14.Kemampuan dalam menyimpulkan 0.286 0.000 Tidak Valid tugas

15.Kesadaran akan kehadiran 0.314 0.000 Valid 16.Kemampuan dalam berhubungan 0.288 0.231 Tidak Valid secara lisan dengan orang lain

17.Tingkat pengetahuan teknis yang 0.295 0.243 Tidak Valid dimiliki

18.Kemampuan untuk memperbaiki 0.366 0.000 Valid diri sendiri

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 3.8 menunjukkan bahwa dari kedelapan belas butir pertanyaan yang terdapat pada variabel budaya organisasi hanya tiga belas butir yang menunjukkan koefisien korelasi yang lebih besar dari 0.30 .

Untuk itu perlu dilakukan iterasi kedua untuk menaikkan nilai koefisien korelasi butir – butir pertanyaan yang lain.

Tabel 3.9. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Kinerja Pegawai Iterasi Kedua

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Proses kerja dan kondisi pekerjaan 0.724 0.000 Valid 2. Waktu yang digunakan atau lama- 0.635 0.000 Valid

nya melaksanakan pekerjaan

3. Tingkat ketepatan dalam bekerja 0.821 0.000 Valid 4. Tingkat kualitas pekerjaan 0.749 0.000 Valid 5. Tingkat kemampuan dalam meng- 0.860 0.000 Valid

analisis data

6. Tingkat kemampuan dalam bekerja 0.806 0.000 Valid 7. Tingkat kemampuan dalam dalam 0.841 0.000 Valid

menggunakan berbagai peralatan

8. Tingkat kemampuan dalam bekerja 0.622 0.000 Valid sama

9. Tingkat kemampuan dalam menye- 0.614 0.000 Valid suaikan diri dalam pekerjaan

11.Inisiatif dalam menyelesaikan 0.860 0.000 Valid pekerjaan

12.Kesadaran akan kehadiran 0.841 0.000 Valid 13.Kemampuan untuk memperbaiki 0.821 0.000 Valid diri sendiri

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Hasil iterasi tahap kedua menunjukkan, apabila kelima butir pertanyaan pada variabel kinerja pegawai dihilangkan, maka nilai koefisien korelasi pada setiap butir pertanyaan menjadi semakin tinggi, yang artinya setiap butir pertanyaan sudah valid, dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1 – tailed) seluruh instrument yang lebih kecil dari nilai α sebesar 5%.

III.7.1.4. Uji Validitas Instrumen Perencanaan Karir

Hasil uji validitas instrument variabel perencanaan karir dapat dilihat pada tabel 3.10 berikut:

Tabel 3.10. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Perencanaan Karir

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Keadilan dalam pemberian kesem- 0.641 0.000 Valid patan atas kenaikan jabatan dan

golongan

2. Pentinganya pelaksanaan aturan 0.534 0.000 Valid mengenai jenjang karir pegawai

3. Pentingnya strategi organisasi 0.586 0.000 Valid dalam mengisi kelowongan

jabatan

4. Pentingnya informasi mengenai 0.511 0.000 Valid berbagai peluang promosi

5. Kesesuaian antara pangkat dan 0.588 0.000 Valid jabatan

6. Kesesuaian antara jalur promosi 0.567 0.000 Valid dengan bidang pekerjaan

7. Kesesuaian antara tuntutan peker- 0.534 0.000 Valid jaan dengan keahlian

8. Kesesuaian antara minat dan kemam- 0.640 0.000 Valid puan yang dimiliki

9. Kesesuaian antara latar belakang 0.599 0.000 Valid pendidikan dan keahlian dengan

jabatan

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 3.10 diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel perencanaan karir memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel perencanaan karir yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1 – tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai α sebesar 5%.

III.7.1.5. Uji Validitas Instrumen Variabel Pelatihan

Hasil uji validitas instrument variabel pelatihan dapat dilihat pada tabel 3.11 berikut:

Tabel 3.11. Hasil Uji Validitas Instrumen Variabel Pelatihan

Pertanyaan Corrected Sig. Keterangan Item Total (1 – tailed)

Correlation

1. Pentingnya pengetahuan dan kete- 0.407 0.000 Valid rampilan dalam melaksanakan

pekerjaan

2. Kegunaan pelatihan dalam menga- 0.633 0.000 Valid dakan inovasi dan variasi dalam

penyelesaian pekerjaan

3. Kegunaan pelatihan dalam mening- 0.767 0.000 Valid katkan kemampuan pegawai

4. Kegunaan pelatihan bagi pegawai 0.710 0.000 Valid untuk memperoleh fleksibilitas

dalam bekerja

5. Kegunaan pelatihan bagi terjalin- 0.806 0.000 Valid nya komunikasi yang baik antar

pegawai

6. Kegunaan pelatihan dalam peningka- 0.625 0.000 Valid tan kecakapan dalam bekerja

7. Kegunaan pelatihan dalam meningkat- 0.749 0.000 Valid kan kegigihan pegawai

8. Kegunaan pelatihan dalam menumbuh- 0.621 0.000 Valid kan keinginan pegawai untuk memper-

luas wawasan

9. Kegunaan pelatihan dalam menumbuh- 0.718 0.000 Valid kan keinginan pegawai untuk mene-

rima informasi dan gagasan baru

10.Kegunaan pelatihan untuk membantu 0.635 0.000 Valid pegawai dalam memiliki arah hidup

yang mantap dan mandiri

11.Kesesuaian antara latar belakang 0.599 0.000 Valid pendidikan dan keahlian dengan

jabatan

Sumber: Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 3.11 diperoleh bahwa hasil pengujian instrumen dari variabel pelatihan memiliki nilai yang lebih besar dari 0.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh instrumen pertanyaan dari variabel pelatihan yang digunakan adalah valid dan dapat digunakan dalam penelitian. Kesimpulan ini diperkuat dengan nilai signifikansi (1 – tailed) seluruh instrumen yang lebih kecil dari nilai α sebesar 5%.

III.7.2. Uji Reliabilitas Instrumen

Data yang diperoleh harus menunjukkan hasil yang stabil dan konsisten bila dilakukan pengukuran kembali terhadap objek yang sama. Untuk mengetahui konsistensi dari data dilakukan dengan uji reliabilitas konsistensi internal (Sugiyono, 2003:118)

Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengujian dilakukan dengan cara mencobakan kuesioner sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu, dalam hal ini teknik yang digunakan

adalah teknik Cronbach Alpha (α) . Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60 (Ghozali, 2009:41).

Tabel 3.12. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Variabel

Variabel Cronbach`s N Keterangan

Alpha Of Items

Variabel Budaya Organisasi 0.862 14 Reliabel Variabel Kompetensi SDM 0.900 12 Reliabel Variabel Kinerja Pegawai 0.946 13 Reliabel Variabel Perencanaan Karir 0.854 9 Reliabel Variabel Pelatihan 0.903 10 Reliabel

Sumber : Hasil Penelitian, 2010 (Data Diolah)

Dalam dokumen Pengaruh Budaya Organisasi dan Kompetens (Halaman 59-68)

Dokumen terkait