• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran a. Beban Pegawai

Dalam dokumen MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA (Halaman 154-162)

PENDAPATAN PNBP

A. Pendapatan LRA 1. Definisi

3. Pengukuran a. Beban Pegawai

Beban Pegawai dicatat sebesar resume tagihan belanja pegawai dan/ atau tagihan kewajiban pembayaran belanja pegawai berdasarkan dokumen kepegawaian, daftar gaji, peraturan perundang-undangan, dan dokumen lain yang menjadi dasar pengeluaran negara kepada pegawai dimaksud yang telah disetujui KPA/PPK.

b. Beban Persediaan

Beban persediaan dicatat sebesar pemakaian persediaan berdasarkan transaksi mutasi keluar penggunaan persediaan, dan pada akhir tahun beban persediaan dilakukan penyesuaian dalam hal berdasarkan hasil inventarisasi fisik terdapat perhitungan perbedaan pencatatan persediaan.

c. Beban Barang dan Jasa

Beban barang dan jasa dicatat sebesar resume tagihan belanja barang dan jasa, tagihan kewajiban pembayaran belanja barang dan jasa oleh pihak ketiga yang telah disetujui KPA/PPK, dan/ atau perhitungan akuntansi belanja modal yang tidak memenuhi kapitalisasi aset.

d. Beban Pemeliharaan

Beban pemeliharaan dicatat sebesar resume tagihan belanja pemeliharaan, tagihan kewajiban pembayaran belanja pemeliharaan oleh pihak ketiga yang telah disetujui KPA/PPK danjatau pemakaian persediaan untuk pemeliharaan berdasarkan transaksi mutasi keluar penggunaan persediaan untuk pemeliharaan.

150 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri e. Beban Perjalanan Dinas

Beban perjalanan dinas dicatat sebesar resume tagihan belanja perjalanan dinas dan/

atau tagihan kewajiban pembayaran belanja perjalanan dinas oleh pihak ketiga yang telah disetujui KPA/ PPK.

f. Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat

Beban barang untuk diserahkan kepada masyarakat dicatat sebesar resume tagihan belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat, tagihan kewajiban pembayaran belanja barang diserahkan kepada masyarakat yang telah disetujui KPA/PPK danjatau pemakaian persediaan untuk barang yang diserahkan kepada masyarakat berdasarkan transaksi mutasi keluar penggunaan persediaan yang diserahkan kepada masyarakat.

g. Beban Penyusutan dan Amortisasi

Beban penyusutan dan amortisasi dicatat sebesar perhitungan akuntansi atas perlakuan penyusutan masingmasing jenis aset tetap dalam operasional dan tidak dalam operasional (kecuali tanah) dan amortisasi aset tidak berwujud.

h. Beban Penyisihan Piutang Tidak Tertagih

Beban penyisihan piutang tidak tertagih dicatat sebesar perhitungan akuntansi atas perlakuan penyisihan piutang tidak tertagih dengan memperhatikan masing-masing kualitas piutang.

4. Pencatatan

Saldo beban pada Laporan Operasional berasal dari:

a. Perekaman transaksi berjalan

Transaksi berjalan ditandai dengan adanya SPM dan SP2D, dan terhadap dokumen tersebut, Satker cukup melakukan satu kali perekaman pada aplikasi SAIBA dan setelah dilakukan validasi dan posting, maka akan terbentuk jurnal standar aplikasi SAIBA.

Jenis beban yang berasal dari kegiatan operasional, jenis transaksi yang menimbulkan saldo beban bersangkutan pada Laporan Operasional, dan jurnal standar Aplikasi SAIBA masing-masing beban disajikan sebagai berikut:

1) Beban pegawai

Beban pegawai berasal dari perekaman SP2D belanja pegawai pada aplikasi SAIBA.

a) Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja pegawai adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

51XXXX Beban Pegawai XXX

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain XXX

b) Ilustrasi

Pada tanggal 1 September 20x1 diterbitkan SP2D belanja pegawai senilai Rp15.000.000,00.

151 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri

Jurnal otomatis pada aplikasi SAIBA atas perekaman SP2D belanja pegawai sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

511111 Beban Gaji Pokok PNS 15.000.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 15.000.000

2) Beban Persediaan

Beban Persediaan dicatat sebesar pemakaian Persediaan dan akun Beban Persediaan hanya diperhitungkan untuk Persediaan yang sifatnya umum, tidak termasuk Persediaan yang berasal dari belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat dan belanja bantuan sosial. Beban Persediaan tahun berjalan termasuk di dalamnya Persediaan yang masih ada di gudang dengan kondisi rusak atau usang.

Pemakaian Persediaan akan dicatat sebagai Beban Persediaan dengan cara mendebet akun Beban Persediaan dan mengkredit akun Persediaan. Proses pembentukan jurnal ini terjadi secara otomatis pada Aplikasi Persediaan. Saldo Beban Persediaan baru akan tersaji pada Laporan Operasional setelah entitas melakukan pengiriman data dari aplikasi Persediaan ke aplikasi SIMAK BMN lalu dari aplikasi SIMAK BMN (yang turut membawa data persediaan) ke aplikasi SAIBA.

a) Jurnal otomatis yang terbentuk pada aplikasi Persediaan atas pemakaian Persediaan adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

593XXX Beban Persediaan XXX

1171XX Persediaan XXX

b) Ilustrasi

Pada bulan September 20X1 terdapat pemakaian persediaan berupa ATK sebesar Rp4.000.000,00 dan Bahan untuk Pemeliharaan sebesar Rp1.500.000,00.

Jurnal yang terbentuk pada aplikasi Persediaan atas perekaman pemakaian Persediaan tersebut adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

593111 Beban Persediaan 4.000.000

117111 Barang Konsumsi 4.000.000

Akun Keterangan Debit Kredit

593113 Beban Persediaan 1.500.000

117113 Bahan untuk Pemeliharaan 1.500.000

3) Beban Barang dan Jasa

Beban Barang dan Jasa berasal dari perekaman SP2D belanja barang operasional yang tidak menghasilkan Persediaan (kelompok akun 5211 dan 5212) dan belanja jasa (kelompok akun 5221).

152 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri

a) Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja barang operasional yang tidak menghasilkan Persediaan adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

521XXX Beban Barang XXX

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain XXX

Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja jasa adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

522XXX Beban Jasa XXX

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain XXX

b) Ilustrasi

Pada tanggal 3 September 20X1 diterbitkan SP2D belanja langganan daya dan jasa listrik bulan Agustus 20X1 sebesar Rp700.000,00 dan SP2D belanja konsumsi rapat untuk bulan Agustus 20X1 sebesar Rp2.000.000,00.

Jurnal untuk belanja langganan daya dan jasa listrik pada Aplikasi SAIBA, adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

522111 Beban Langganan Listrik 700.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 700.000

Jurnal untuk belanja konsumsi rapat pada aplikasi SAIBA adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

521111 Beban Keperluan Perkantoran 2.000.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 2.000.000

4) Beban Pemeliharaan

Beban Pemeliharaan berasal dari perekaman SP2D belanja pemeliharaan (kelompok akun 523) pada aplikasi SAIBA.

a) Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja pemeliharaan adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

5231XX Beban Pemeliharaan XXX

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain XXX

b) Ilustrasi

Pada tanggal 3 September 20X1 diterbitkan SP2D belanja pemeliharaan kendaraan operasional sebesar Rp350.000,00.

153 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri

Jurnal yang terbentuk secara otomatis pada aplikasi SAIBA atas perekaman transaksi tersebut adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

523121 Beban Pemeliharaan Peralatan dan Mesin

350.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 350.000

5) Beban Perjalanan Dinas

Beban Perjalanan Dinas berasal dari perekaman SP2D belanja perjalanan dinas (kelompok akun 524) pada aplikasi SAIBA.

a) Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja perjalanan dinas adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

524XXX Beban Perjalanan Dinas XXX

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain XXX

b) Ilustrasi

Pada tanggal 3 September 20X1 diterbitkan SP2D atas belanja perjalanan dinas dalam negeri sebesar Rp15.000.000,00 dan belanja perjalanan dinas luar negeri sebesarn Rp150.000.000,00.

Jurnal yang terbentuk secara otomatis pada aplikasi SAIBA atas perekaman SP2D belanja perjalanan dinas dalam negeri:

Akun Keterangan Debit Kredit

524111 Beban Perjalanan Dinas Biasa 15.000.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 15.000.000

Jurnal yang terbentuk secara otomatis pada Aplikasi SAIBA atas perekaman SP2D belanja perjalanan luar negeri adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

524211 Beban Perjalanan Dinas Biasa – Luar Negeri

150.000.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 150.000.000 6) Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat

Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat berasal dari perekaman SP2D belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/Pemda (kelompok akun 526) pada aplikasi SAIBA.

a) Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat/Pemda adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

526XXX Beban Barang untuk Diserahkan kepada Masyarakat/Pemda

XXX

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain XXX

154 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri b) Ilustrasi

Pada tanggal 3 September 20X1 diterbitkan SP2D atas belanja kendaraan bermotor roda dua sebanyak 10 unit untuk diserahkan kepada pemda. Nilai total belanja tersebut adalah sebesar Rp175.000.000,00.

Jurnal yang dibentuk otomatis oleh aplikasi SAIBA pada saat perekaman SP2D belanja kendaraan bermotor roda dua tersebut adalah sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

526112 Beban Peralatan dan Mesin untuk Diserahkan kepada

Masyarakat/Pemda

175.000.000

313111 Ditagihkan ke Entitas Lain 175.000.000 7) Beban Penyusutan dan Amortisasi

Beban Penyusutan dan Amortisasi pada Laporan Operasional berasal dari menu penyusutan dan amortisasi yang dilakukan pada Aplikasi SIMAK BMN dan nilai penyusutan/amortisasi tersebut dihitung secara otomatis oleh aplikasi.

Pembahasan terkait Beban Penyusutan dan Amortisasi dapat dilihat pada Bab 7 Aset Tetap.

8) Beban Penyisihan Piutang Tidak Tertagih

Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih berasal dari perekaman jurnal manual atas total Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada suatu periode pelaporan. Perekaman jurnal manual dimaksud dilakukan pada Aplikasi SAIBA. Pembahasan terkait Beban Penyisihan Piutang Tak Tertagih dapat dilihat pada Bab 4 Piutang Bukan Pajak.

b. Jurnal penyesuaian

Selain berasal dari perekaman SP2D atas belanja, saldo beban pada Laporan Operasional juga dapat berasal dari jurnal penyesuaian yang direkam manual pada aplikasi SAIBA. Jenis-jenis penyesuaian yang dapat memengaruhi saldo beban pada Laporan Operasional adalah:

a. Belanja Dibayar Di Muka

Belanja Dibayar Di Muka digunakan untuk mencatat pengeluaran yang telah dapat ditentukan penggunaannya, namun belum menerima manfaat baik berupa barang/jasa atas pengeluaran tersebut. Dan atas pengeluaran tersebut telah terpenuhinya bukti-bukti legal/dokumen yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan dari pihak ketiga seperti kwitansi, invoice, dll.

Pembahasan terkait Belanja Dibayar Di Muka dapat dilihat pada Bab 3 Belanja Dibayar Di Muka.

b. Belanja yang Masih Harus Dibayar

Belanja yang Masih Harus Dibayar digunakan untuk mencatat utang karena belanja yang telah selesai dilaksanakan oleh Pemerintah berasal dari kontrak/perolehan barang/jasa yang sampai dengan tanggal pelaporan belum dibayar.

155 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri

Pembahasan terkait Belanja yang Masih Harus Dibayar dapat dilihat pada Bab 12 Kewajiban.

c. Koreksi Antar Beban

Koreksi Antar Beban adalah koreksi atas beban yang terlanjur dicatat pada akun yang salah menjadi akun beban yang seharusnya. Misalnya: Satker mencatat pembayaran jasa (522xxx) dengan menggunakan akun pemeliharaan (523xxx).

Atas kesalahan tersebut, maka jurnal penyesuaian yang dilakukan adalah untuk mengurangi saldo Beban Pemeliharaan (dari belanja 523xxx) dan menambah saldo Beban Jasa (dari belanja dengan akun yang seharusnya 522xxx), sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

522XXX Beban Jasa XXX

5231XX Beban Pemeliharaan XXX

Catatan:

Jurnal penyesuaian hanya perlu dilakukan apabila ralat SPM/SP2D atas kesalahan pembebanan tersebut tidak dapat lagi dilakukan.

d. Koreksi Antar Beban dan Aset

Koreksi aset menjadi beban atau sebaliknya, beban menjadi aset, dapat dilakukan apabila terjadi kesalahan pembebanan akun belanja yang tidak dapat lagi dilakukan ralat SPM/ SP2D. Ketidaksesuaian akun belanja yang dapat menyebabkan timbulnya persediaan/aset yang belum diregister di dalam neraca atau timbulnya beban di dalam LO yang tidak tereliminasi secara otomatis.

Terhadap ketidaksesuaian tersebut seharusnya dilakukan revisi anggaran/ralat dokumen realisasi.

Apabila sampai akhir periode pelaporan tidak dilakukan revisi anggaran/ralat dokumen realisasi belanja, maka perlu dilakukan koreksi akuntansi untuk mengeliminasi akun aset yang belum diregister dari neraca dan akun beban dari LO. Koreksi dilakukan untuk beberapa ketidaksesuaian penggunaan akun sebagai berikut:

• Akun belanja barang persediaan yang digunakan bukan untuk pengadaan barang persediaan, tetapi untuk beban yang lain.

Ilustrasi:

Satker ABC terlanjur merevisi seluruh akun 521111 ke akun 521811 termasuk di dalamnya anggaran untuk membayar honor petugas keamanan dan karena pertimbangan manajemen tidak dilakukan revisi (perbaikan) lagi, sehingga satker ABC membayar honor petugas keamanan menggunakan akun 521811.

Apabila tidak dilakukan koreksi, maka pada neraca akan muncul akun persediaan yang belum diregister, sehingga perlu dilakukan jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

521111 Beban Keperluan Perkantoran XXX

117911 Persediaan yang Belum Diregister XXX

• Akun belanja modal yang digunakan untuk menghasilkan aset ekstrakomptabel.

156 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri Ilustrasi:

Pada tanggal 17 Desember 20X1, Satker ABC melakukan pembelian kursi yang memiliki nilai di bawah nilai kapitalisasi. Seharusnya pembelian tersebut dibebankan pada akun 521111, tetapi oleh satker ABC dibebankan pada akun 532111. Apabila tidak dilakukan koreksi, maka pada neraca akan muncul aset tetap yang belum diregister, sehingga perlu dilakukan jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

595112 Beban Aset Ekstrakomtabel Peralatan dan Mesin

XXX 132211 Peralatan dan Mesin Belum

Diregister

XXX

• Akun belanja modal yang digunakan bukan untuk perolehan atau pengembangan aset tetap/aset lainnya.

Ilustrasi:

Pada satuan kerja ABC terjadi kesalahan penerbitan SPM/SP2D dimana pengeluaran untuk pengecatan gedung yang seharusnya dibebankan pada akun belanja barang pemeliharaan (523XXX), dibebankan pada akun belanja modal (53XXXX), dan tidak dapat lagi dilakukan ralat SPM/SP2D. Karena tidak dapat dilakukan ralat, maka pada neraca akan muncul akun aset tetap yang belum diregister. Untuk memperbaikinya, maka dilakukan jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

523111 Beban Pemeliharaan Gedung dan Bangunan

XXX 133211 Gedung dan Bangunan Belum

Diregister

XXX

• Akun belanja yang seharusnya tidak menghasilkan persediaan/aset tetap/aset lainnya tetapi digunakan untuk perolehan/pengembangan persediaan/aset tetap/aset lainnya

Ilustrasi:

Satker ABC melakukan pengadaan persediaan/aset tetap/aset lainnya dengan belanja 521111. Seharusnya pengadaan tersebut dibebankan pada akun 5218XX atau 52XXXX. Apabila tidak dilakukan koreksi, maka pada neraca akan muncul persediaan/aset tetap/aset lainnya yang belum diregister dan pada LO akan muncul beban keperluan perkantoran, sehingga perlu dilakukan jurnal penyesuaian sebagai berikut:

Akun Keterangan Debit Kredit

13XXXX Persediaan/aset tetap/aset lainnya yang belum diregister

XXX

521111 Beban Keperluan Perkantoran XXX

Catatan:

Jurnal penyesuaian hanya perlu dilakukan apabila ralat SPM/SP2D atas kesalahan pembebanan tersebut tidak dapat lagi dilakukan.

157 Petunjuk Teknis Akuntansi Kementerian Luar Negeri 5. Pengungkapan

Beban disajikan pada Laporan Operasional dan dikelompokkan menjadi:

a. Beban yang berasal dari kegiatan operasional

Beban yang berasal dari kegiatan operasional adalah beban yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan rutin sesuai tugas dan fungsi entitas. Pada sistem akuntansi Pemerintah Pusat, saldo Beban yang berasal dari kegiatan operasional pada Laporan Operasional berasal dari perekaman transaksi berjalan dan jurnal penyesuaian.

b. Beban yang berasal dari kegiatan non operasional

Beban yang berasal dari kegiatan non operasional adalah beban yang timbul dari kegiatan yang tidak rutin, contohnya penjualan asset non lancar, penyelesaian kewajiban jangka panjang, atau kegiatan non operasional lainnya.

c. Beban yang berasal dari kejadian luar biasa

Beban yang berasal dari kejadian luar biasa mempunyai karakteristik antara lain kejadian yang tidak dapat diramalkan terjadi pada awal tahun anggaran, tidak diharapkan terjadi berulang-ulang, dan kejadian diluar kendali entitas pemerintah.

Penjelasan secara sistematis mengenai rincian, analisis dan informasi lainnya yang bersifat material harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan sehingga menghasilkan informasi yang andal dan relevan.

MENTERI LUAR NEGERI

Dalam dokumen MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA (Halaman 154-162)