AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran dan Analisis Hasil Capaian Kinerja
Akuntabilitas Pengukuran Hasil kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas. Pengukuran Kinerja digunakan sebagai dasar untuk penelitian keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang dimaksud, yang ditetapkan dalam Visi dan Misi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan.
Indikator kinerja utama merupakan acuan ukuran kinerja yang akan digunakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka menetapkan rencana kinerja tahunan, rencana kerja dan anggaran, menyusun dokumen penetapan kinerja, menyusun laporan akuntabilitas kinerja, serta melakukan evaluasi pencapaian kinerja di lingkungkungan Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan.
Adapun hasil pengukuran kinerja terhadap tingkat capaian kinerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan jangka waktu 1 (satu) tahun dapat digambarkan dalam tabel berikut :
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
29 Tabel 10.
Sasaran Strategis 1. .
Meningkatnya kualitas dan ketersediaan bimbingan dan fasilitasi keagamaan
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Jumlah penyuluh dan tenaga teknis keagamaan Islam yang difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan
2. Jumlah penyuluh dan tenaga teknis keagamaan Kristen yang difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan
3. Jumlah penyuluh dan tenaga teknis keagamaan Katolik yang difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan
4. Jumlah penyuluh dan tenaga teknis keagamaan Hindu yang difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan
5. Jumlah penyuluh dan tenaga teknis keagamaan Buddha yang difasilitasi dalam pembinaan dan pengembangan
6. Persentase lembaga sosial keagamaan Islam yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas
pelayanannya
7. Persentase lembaga sosial keagamaan Kristen yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya 8. Persentase lembaga sosial
keagamaan Katolik yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya 40 Orang 50 Orang 40 Orang 14 Orang 15 Orang 100 % 100 % 100 % 76 Orang 50 Orang 75 Orang 14 Orang 15 Orang - 100 % 100 % 190 % 100 % 187,5 % 100 % 100 % - 100 % 100 %
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
30
Indikator Kinerja Target Realisasi %
9. Persentase lembaga sosial
keagamaan Hindu yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas
pelayanannya
10. Persentase lembaga sosial keagamaan Buddha yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya 100 % 100 % - 100 % - 100 %
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 1. 97,75 %
Penyuluh agama merupakan salah satu ujung tombak dalam upaya peningkatan pemahaman dan pengamalan ajaran agama kepada masyarakat. Untuk meningkatkan peran penyuluh, Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan telah memberikan bantuan berupa tunjangan bulanan, dan bantuan sarana dan prasarana seperti kendaraan bermotor roda dua. Selain itu juga dilakukan berbagai orientasi dan konsultasi penyuluh agama sebagai bentuk peningkatan kompetensi bagi para penyuluh agama. Jumlah penyuluh agama yang ada di provinsi Kalimantan Selatan berjumlah 1.469 orang, terdiri dari penyuluh agama Islam PNS sebanyak 255 orang, penyuluh agama Kristen sebanyak 1 orang, penyuluh agama Katolik sebanyak 4 orang, penyuluh agama Hindu sebanyak 3 orang dan penyuluh agama Buddha belum ada.
Sedangkan penyuluh agama Non PNS agama Islam berjumlah 1.169 orang, penyuluh agama Kristen 50 orang, penyuluh agama Katolik 27 orang,
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
31 penyuluh agama Hindu sebanyak 10 orang dan penyuluh agama Buddha 50 orang.
Berdasarkan perhitungan target - realisasi terhadap pelaksanaan capaian Sasaran Strategis 1 dengan capaian Outcome dapat dinilai “sangat baik” yaitu berjumlah 97,75 % jika dibandingkan dengan capaian tahun 2015 yaitu hanya mencapai 60,79 % atau meningkat sebanyak 36,96 %.
Tabel 11.
Sasaran Strategis 2. .
Meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Jumlah dialog kerukunan untuk meningkatkan kerukunan intern umat beragama
15 Kegiatan 11 Kegiatan 73,33 %
2. Jumlah FKUB pada tingkat kabupaten dan Kota
13 Lembaga 13 Lembaga 100 %
3. Persentase fasilitasi sarana dan prasarana Sekber FKUB yang memenuhi standar
100 % 38,46 % 38,46%
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 2. 70,60 %
Pemerintah Provinsi dan khususnya Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan telah berupaya memfasilitasi program maupun kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan dan memelihara kerukunan umat beragama melalui kemitraan dengan seluruh komponen masyarakat, yang terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh perempuan, insan jurnalis, serta unsur pemuda. Dan dari hasil evaluasi yang dilakukan selama ini, kehadiran
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
32 tokoh perempuan dan unsur pemuda semakin memperkuat upaya pembangunan kerukunan.
FKUB telah terbukti mampu menjadi media yang efektif untuk meningkatkan dialog antar umat beragama dan menekan terjadinya konflik. Karenanya keberadaan FKUB terus dipertahankan dan diberdayakan untuk membantu pemerintah dalam memelihara dan mengendalikan kerukunan antar umat beragama. Sampai saat ini FKUB telah terbentuk pada 13 Kabupaten dan Kota se-Provinsi Kalimantan Selatan. Tetapi baru 5 buah FKUB yang sudah memeliki gedung Sekretariat Bersama sehingga ada 8 buah FKUB lagi yang belum memeliki gedung ini dikarenakan adanya moratorium.
Tabel 12.
Sasaran Strategis 3. .
Meningkatnya kualitas pelayanan kehidupan beragama
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Jumlah rumah ibadah yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya
15 Lembaga 13 Lembaga 86,67 %
2. Jumlah KUA yang memenuhi standar pelayanan
25 Lembaga 14 Lembaga 56,00 %
3. Jumlah Kitab Suci yang dicetak dan didistribusikan 6.370 Exemplar 5.850 Exemplar 91,83 %
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
33 Salah satu kebijakan kebijakan utama pemerintah yang telah dilakukan selama ini adalah pemenuhan akses umat beragama terhadapat rumah ibadah. Pemenuhan rumah ibadah terutama dilakukan melalui pemberian bantuan sebagai stimulasi bagi masyarakat dalam mewujudkan rumah-rumah ibadah yang baik dan nyaman dalam penggunaannya. Bantuan diberikan untuk pembangunan atau rehab serta bantuan biaya operasional rumah ibadah. Selain itu juga dilakukan pembinaan dan pemberdayaan rumah ibadah yang diarahkan pada peningkatan fungsi rumah ibadah sebagai pusat pembinaan umat. Tahun 2016 target jumlah rumah ibadah yang difasilitasi untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya sebanyak 15 lembaga dan realisasi sebesar 13 lembaga, kekurang tersebut dikarenakan keterbatasan pagu anggaran.
Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama yang menempati posisi terdepan dalam pelayanan administrasi keagamaan umat Islam. Jumlah KUA pada Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016 adalah 153 KUA. Untuk menunjang pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat, sejak tahun 2014 KUA memperoleh Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebesar Rp.3.000.000,- perbulan.
Upaya peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan agama dilakukan melalui pengembangan sarana ibadah, antara lain pemberian kitab suci umat beragama. Jumlah kitab suci yang telah dicetak Kementerian Agama RI dan didistribusikan di wilayah Provinsi Kalimantan
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
34 Selatan sebanyak 6.070 exampler, terdiri dari kitab suci agama Islam berjumlah 5.850 exampler, kitab suci agama Hindu berjumlah 220 exampler sedangkan kitab suci agama Kristen, Katolik dan Buddha tidak ada pengadaan.
Tabel 13.
Sasaran Strategis 4. .
Meningkatnya kualitas dan akuntabilitas pengelolaan potensi ekonomi keagamaan
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Dana Zakat yang terhimpun 40.000.000.000 7.440.092.918 17,72 %
2. Jumlah lembaga zakat yang memenuhi standar pelayanan minimal.
14 Lembaga 15 Lembaga 107,14 %
3. Persentase tanah wakaf bersertifikat.
83,00 % 82,00 % 98,80 %
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 4. 74,55 %
Salah satu nilai ajaran agama yang diajarkan adalah pentingnya mengembangkan sikap saling berbagi dan membantu diantara umat manusia. Mekanisme yang digunakan dalam melakukan kebaikan terhadap sesama ajaran agamanya, salah satunya adalah melalui penyisihan sebagian harta atau asetnya agar dapat diberikan kepada sesamanya yang lebih membutuhkan. Dana zakat yang sudah terkumpul di provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp. 7.440.092.918 (tujuh miliar empat ratus
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
35 empat puluh juta sembilan puluh dua ribu sembilan ratus delapan belas rupiah).
Sebagai langkah penataan dan penguatan kelembagaan pada tahun 2014 telah dilakukan proses Seleksi Calon Anggota Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa kerja 2015-2020 dari unsur masyarakat Provinsi dan BAZNAS Kabupaten dan Kota untuk mengembangkan sistem informasi manajemen zakat yang terintegrasi, integrasi database muzakki dan nomor pokok wajib zakat (NPWZ), database BAZNAS, LAZ, dan UPZ, pemetaan mustahik, serta perluasan sosialisasi dan konsultasi zakat.
Kementerian Agama telah melakukan pengembangan Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) sebagai database aset wakaf, dan pemetaan dan identifikasi potensi harta wakaf di seluruh tanah air termasuk juga provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf bahwa persentase tanah wakaf yang sudah bersertifikat mencapai 98,80 % dari target yang telah ditetapkan yaitu 83,00 % dan tercapai 82,00 %.
Tabel 14.
Sasaran Strategis 5. .
Meningkatnya mutu/kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang transparan efisien dan akuntabel
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Jumlah jemaah haji yang dilayani 3.050 Orang 3.036 Orang 99,54 % 2. Jumlah pembimbing haji bersertifikat 40 Orang 28 Orang 70,00 %
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
36 Saat ini perkembangan umat Islam Indonesia untuk menunaikan Ibadah Haji mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, khususnya masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan sampai saat sekarang jumlah pendaftar haji yang terdaftar di Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan sebagai daftar tunggu (waiting list) sebanyak 91.999 calon jamaah haji reguler (per tanggal 6 Januari 2017 jam 10.24 wita).
Data tersebut menunjukkan animo masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan yang sangat tinggi sekali, jika dibanding dengan jumlah kouta yang diberikan Pemerintah hanya berjumlah 3.050 orang. Sehingga dapat diperhitungkan dan diperkirakan perlu waktu 30 tahun untuk memberangkatkan semua calon jamaah tersebut. Tahun 2016 dengan target indikator Jumlah jemaah haji yang dilayani adalah 3.050 orang dan terealisasi sebanyak 3.036 orang atau 99,54%.
Sedangkan Pembimbing Haji Bersertifikat di Kalimantan Selatan jumlah yang ditargetkan tahun 2016 yaitu 40 orang dan terealisasi sejumlah 28 orang atau 70,00%. Sehingga rata-rata capaian kinerja kedua indikator berjumlah 84,77 %.
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
37 Tabel 15.
Sasaran Strategis 6. .
Terselenggaranya tatakelola pembangunan bidang agama yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Persentase temuan BPK, BPKP dan Itjen yang ditindaklanjuti
100 % 78,31 % 78,31 %
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 6. 78,31 %
Tahun 2016 saldo temuan BPK RI sebanyak 15 peristiwa dan telah diselesaikan sebanyak 10 peristiwa atau (66,67%), dan saldo temuan BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 10 peristiwa dan 9 peristiwa sudah ditindaklanjuti atau (90,00%) sedangkan temuan tim Itjen sebanyak 161 kejadian dan yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 126 kejadian atau (78,26%).
Sehingga total temuan pada Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan baik dari BPK RI, BPKP Perwakilah Kalimantan Selatan dan Tim Itjen Kementerian Agama RI berjumlah 186 peristiwa dan yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 145 peristiwa. Sehingga kalaunya dipersentasekan hasil capaian kinerja sasaran strategis pada indikator persentase temuan BPK, BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan dan Tim Itjen yang ditindaklanjuti sebesar 145 kejadian atau 78,31 %.
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
38 Tabel 16.
Sasaran Strategis 7. .
Meningkatnya akses masyarakat tidak mampu terhadap Program Indonesia Pintar pada pendidikan dasar-menengah
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Jumlah siswa MI/Ula yang diberikan KIP
72.401 Siswa 68.763 Siswa 94.98 % 2. Jumlah siswa MTs/Wustha 69.569 Siswa 67.472 Siswa 96.99 % 3. Jumlah siswa MA/Ulya 28.174 Siswa 29.398 Siswa 104.34 %
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 7. 97,35%
Capaian Indikator Kinerja Program (IKP) /Outcome dalam Sasaran Strategis 7 dicapai melalui realisasi kegiatan Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan dan Subsidi RA/BA dan Madrasah, dengan sasaran /Output : Meningkatnya akses pendidikan madrasah, yang diukur melalui 3 (tiga) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) pada Program Pendidikan Islam yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah dan Kegiatan Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan dan Subsidi Pendidikan Keagamaan Islam pada Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, dengan sasaran /Output : Meningkatkan akses pendidikan diniyah dan pondok pesantren melalui 3 (tiga) Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) sebagaimana pada tabel 16a dibawah ini :
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
39 Tabel 16a
Capaian Kinerja Output .
No Sasaran Kegiatan / Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian % 1. Meningkatkan akses pendidikan diniyah dan pondok pesantren
1.a Jumlah santri pada Pendidikan Diniyah Formal/satuan pendidikan muadalah/ Program Persamaan Lulusan/Program Wajar Dikdas tingkat Ula serta Paket A yang mendapatkan Bantuan KIP
Santri 500 500 100%
1.b Jumlah santri pada Pendidikan Diniyah Formal/satuan pendidikan muadalah/ Program Persamaan Lulusan/Program Wajar Dikdas tingkat Wustha serta Paket B yang mendapatkan Bantuan KIP
Santri 1.181 1.181 100%
1.c Jumlah santri pada Pendidikan Diniyah Formal/satuan pendidikan muadalah/ Program Persamaan Lulusan/Program Wajar Dikdas tingkat Uyla serta Paket C yang mendapatkan Bantuan KIP
Santri 701 701 100%
2. Meningkatnya akses pendidikan madrasah
2.a Jumlah Siswa MI Penerima KIP Siswa 14.960 9.570 63.97% 2.b Jumlah Siswa MTs Penerima KIP Siswa 20.260 9.521 46.99% 2.c Jumlah Siswa MA Penerima KIP Siswa 10.548 7.361 69.79%
Rata-rata Capaian Kinerja Output 48.150 28.834 59.88%
Pada kegiatanProgram Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019), Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebelumnya. KIP diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
40 agar anak mendapat bantuan Program Indonesia Pintar apabila anak mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan Formal (sekolah/madrasah) atau lembaga pendidikan Non Formal (Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Lembaga Pelatihan/Kursus dan lembaga pendidikan non formal lainnya dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.
Capaian Program Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019), Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) yang berasal dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Program Indonesia Pintar melalui KIP merupakan penyempurnaan dari Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebelumnya. KIP diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan agar anak mendapat bantuan Program Indonesia Pintar apabila anak mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan Formal (sekolah/madrasah) atau lembaga pendidikan Non Formal (Pondok Pesantren, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Lembaga Pelatihan/Kursus dan lembaga pendidikan non formal lainnya dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama.
Hasil penilaian analisis capaian kinerja program dan kegiatan dilakukan dalam rangka menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja, dapat dijabarkan sebagai berikut :
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
41 a) Capaian Sasaran Program /Outcome :
Capaian Sasaran Strategis 7 yang merupakan capaian outcome pada Program Pendidikan Islam Tahun 2016, dapat dinilai “baik” dalam skala (80-100) yaitu sebesar 97.35% dan terjadi kenaikan sebesar 0.92% dari capaian sasaran program /outcome pada Tahun 2015.
b) Capaian Sasaran Kegiatan /Output :
Berdasarkan verifikasi data siswa terhadap jumlah siswa miskin yang diharapkan mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk tahun 2016, sesuai dengan pernyataan kinerja yang tercantum dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) terdapat 48.150 siswa/santri yang dinyatakan layak menerima KIP namun dalam realisasi hanya 59.88% yang terpenuhi atau sebanyak 28.834 siswa/santri. Rendahnya pemenuhan kuota siswa/santri penerima KIP disebabkan karena KIP didistribusikan oleh pusat dengan kuota terbatas.
Walaupun capaian sasaran output dikategorikan “cukup” (50-79), namun tetap memberikan dukungan atas tercapainya sasaran outcome yang melampaui capaian pada Tahun 2015.
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
42 Tabel 17.
Sasaran Strategis 8. .
Meningkatnya Angka Partisipasi Penduduk Usia Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Tinggi
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. APK RA 8,42 % 8,42 % 8,42 % 2. APK MI/Ula 13,12 % 13,12 % 13,12 % 3. APM MI/Ula 10,71 % 10,71 % 10,71 % 4. APK MTs/Wustha 22,07 % 22,07 % 22,07 % 5. APM MTs/Wustha 18,12 % 18,12 % 18,12 % 6. APK MA/Ulya 8,61 % 8,61 % 8,61 % 7. APM MA/Ulya 5,81 % 5,81 % 5,81 %
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 8. 118,70 %
Capaian Indikator Kinerja Program (IKP) /Outcome dalam Sasaran Strategis 8 : Meningkatnya Angka Partisipasi Penduduk Usia Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Tinggi. Pencapaian sasaran strategis tersebut dapat dicapai melalui dukungan atas pencapaian realisasi kegiatan-kegiatan pada Program Pendidikan Islam yang dilaksanakan oleh Bidang Pendidikan Madrasah dan Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Tahun Anggaran 2016, melalui kegiatan : (1) Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan dan Subsidi Pendidikan Keagamaan Islam, dengan sasaran kegiatan (SK.01a) “Meningkatnya akses
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
43 pendidikan diniyah dan pondok pesantren”, (2) Peningkatan Akses, Mutu, Kesejahteraan dan Subsidi RA/BA dan Madrasah, yang memiliki sasaran kegiatan (SK.02a) “Meningkatnya akses pendidikan madrasah”, dengan capaian Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) /Output sebagai berikut :
Tabel 17a
Capaian Kinerja Output .
No Sasaran Kegiatan / Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian % 1. Meningkatnya akses pendidikan diniyah dan pondok pesantren
1.a Jumlah santri pada Pendidikan Diniyah Formal/satuan pendidikan muadalah/ Program Persamaan Lulusan/Program Wajar Dikdas tingkat Ula serta Paket A yang mendapatkan Biaya Operasional Santri (BOS)
Santri 1.758 1.758 100.00%
1.b Jumlah santri pada Pendidikan Diniyah Formal/satuan pendidikan muadalah/ Program Persamaan Lulusan/Program Wajar Dikdas tingkat Wustha serta Paket B yang mendapatkan Biaya Operasional Santri (BOS)
Santri 10.600 10.600 100.00%
1.c Jumlah santri pada Pendidikan Diniyah Formal/satuan pendidikan muadalah/ Program Persamaan Lulusan/ Program Wajar Dikdas tingkat Uyla serta Paket C yang mendapatkan Biaya Operasional Santri (BOS)
Santri 975 975 100.00%
2. Meningkatnya akses pendidikan madrasah 2.a Jumlah Siswa RA yang menerima Bantuan
Biaya Operasional (BOP)
Siswa 14.843 14.843 100.00% 2.b Jumlah Siswa MI Penerima BOS Siswa 69.451 69.451 100.00% 2.c Jumlah Siswa MTs Penerima BOS Siswa 69.569 68.972 99.14% 2.d Jumlah Siswa MA Penerima BOS Siswa 28.174 28.057 99.58%
Rata-rata Capaian Kinerja Output 195.370 194.656 99.63%
APK MI/Ula (7-12) = Σ penduduk 7-12 Bersekolah : Σ penduduk umur 7─12 tahun) X 100 APK MTs/Wushta (7-12) = Σ penduduk 13-15 Bersekolah : Σ penduduk umur 13-15 tahun) X 100 APK MA/Ulya (7-12) = Σ penduduk 16-18 Bersekolah : Σ penduduk umur 16-18 tahun) X 100
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
44 Angka Partisipasi Kasar (APK), menunjukkkan partisipasi penduduk yang sedang mengenyam pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Angka Partisipasi Kasar (APK) merupakan persentase jumlah penduduk yang sedang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (berapapun usianya) terhadap jumlah penduduk usia sekolah yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut.
APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan. APK merupakan indikator yang paling sederhana untuk mengukur daya serap penduduk usia sekolah di masing-masing jenjang pendidikan.
Nilai APK bisa lebih dari 100%. Hal ini disebabkan karena populasi murid yang bersekolah pada suatu jenjang pendidikan mencakup anak berusia di luar batas usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Sebagai contoh, banyak anak-anak usia diatas 12 tahun, tetapi masih sekolah di tingkat SD/MI atau juga banyak anak-anak yang belum berusia 7 tahun tetapi telah masuk SD/MI.
Sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) adalah persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai dengan usianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia sekolah yang bersangkutan Bila APK digunakan untuk mengetahui seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan di suatu jenjang pendidikan
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
45 tertentu tanpa melihat berapa usianya, maka Angka Partisipasi Murni (APM) mengukur proporsi anak yang bersekolah tepat waktu.
Bila seluruh anak usia sekolah dapat bersekolah tepat waktu, maka APM akan mencapai nilai 100. Secara umum, nilai APM akan selalu lebih rendah dari APK karena nilai APK mencakup anak diluar usia sekolah pada jenjang pendidikan yang bersangkutan. Selisih antara APK dan APM menunjukkan proporsi siswa yang terlambat atau terlalu cepat bersekolah. Keterbatasan APM adalah kemungkinan adanya under estimate karena adanya siswa diluar kelompok usia yang standar di tingkat pendidikan tertentu.
Hasil penilaian analisis capaian kinerja program dan kegiatan dilakukan dalam rangka menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja, dapat dijabarkan sebagai berikut :
a) Capaian Sasaran Program /Outcome :
Capaian Sasaran Strategis 8 yang merupakan capaian outcome pada Program Pendidikan Islam Tahun 2016, dapat dinilai “sangat baik” dalam skala (≥100) yaitu sebesar 118.70% dan terjadi kenaikan sebesar 6.56% dari capaian sasaran program /outcome pada Tahun 2015.
b) Capaian Sasaran Kegiatan /Output :
Dalam merealisasikan tercapainya target sasaran kegiatan berupa output yang menunjang pencapaian sasaran program, sesuai dengan pernyataan kinerja yang tercantum dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) ditarget sebesar 195.370 siswa menjadi sasaran penerima
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
46 Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dijenjang pendidikan dasar dan menengah, dan mulai Tahun Anggaran 2015 telah dialokasi anggaran untuk pengembangan mutu Raudatul Athfal (RA) melalui program bantuan operasional bagi RA se-Kalimantan Selatan. Berdasarkan perhitungan target - realisasi terhadap pelaksanaan Program Pendidikan Islam Tahun 2016, diperoleh pencapaian sasaran kegiatan /output sebanyak 194.656 siswa/santri yang menerima BOS/BOP dengan capaian sasaran terhadap indikator kegiatan terukur sebesar 99.63%, dengan analisa output capaian dikategorikan “baik” (80-100).
Tabel 18.
Sasaran Strategis 9. .
Menurunnya jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan
Indikator Kinerja Target Realisasi %
1. Angka putus sekolah MI/ULA 0,05 % 0,002 % 106.25 % 2. Angka putus sekolah MTs / Wustha 0,15 % 0,040 % 134.67 % 3. Angka putus sekolah
MA/Ulya/SMTK
0,03 % 0,014 % 180.57 %
Rata-rata Capaian Kinerja Sasaran Strategis 9. 128.57 % (Analisa : Jumlah siswa TP.2015/2016 - TP. 2016/2017)
Hampir di setiap tempat banyak anak-anak yang tidak mampu melanjutkan pendidikan. Pendidikan putus di tengah jalan disebabkan karena berbagai kondisi yang terjadi dalam kehidupan, salah satunya disebabkan oleh kondisi ekonomi orang tua yang memprihatinkan. Disadari
Laporan Kinerja Kanwil Kemenag. Prov. Kalimantan Selatan Tahun 2016
47 bahwa kondisi ekonomi seperti ini menjadi penghambat bagi seseorang untuk memenuhi keinginannya dalam melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan. Kondisi ekonomi seperti ini disebabkan berbagai faktor, di antaranya orang tua tidak mempunyai pekerjaan tetap, tidak mempunyai keterampilan khusus, keterbatasan kemampuan dan faktor lainnya.
Hasil penilaian analisis capaian kinerja program, sebagaimana tabel 18 dengan sasaran program “Menurunnya jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan” diperoleh capaian sebesar 128.57% yang dapat dikategorikan dengan “sangat baik”. Hal ini tidak terlepas dari dukungan