BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 PENGUKURAN DAN ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat selama kurun waktu tahun 2015 - 2019.
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan realisasi capaian dengan rencana tingkat capaian (target) pada setiap indikator sehingga diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian setiap indikator.
Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut, dapat diperoleh informasi menyangkut masing-masing indikator sehingga dapat ditindaklanjuti dalam perbaikan perencanaan program/kegiatan di masa yang akan datang.
Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan misi organisasi dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra/Penetapan Kinerja.
Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dengan sasaran strategis meningkatnya upaya peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, meningkatnya pembiayaan kegiatan promotif dan preventif dan meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat..
Dalam mencapai Sasaran Strategis tersebut dan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2017, maka ditetapkan Indikator Kinerja Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai berikut:
Tabel 3.1 Target dan Realisasi Indikator Kinerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2017
No Sasaran Program Idikator
Kinerja
Target
2017 Realisasi
2017 % Capaian 1 Penyusunan Regulasi dan
Kebijakan Pembinaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Jumlah
Kabupaten/Kota yang
melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan
Masyarakat Hidup Sehat.
100 117 117%
2 Sosialisasi/Orientasi/Pelatihan Pembinaan Promosi
Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat
Persentase
Posyandu Aktif 50% 57,15% 114%
3 Koordinasi Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
4 Pembinaan Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat 5 Penyebarluasan Informasi
Pembinaan Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat Dukungan Administrasi Pembinaan Promosi Kesehatan
Pengadaan Sarana Prasarana Pembinaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
Ket *) : Laporan Provinsi per Januari 2018
B. Analisis Akuntabilitas Kinerja
Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada tahun.
Pengukuran keberhasilan dalam pencapaian target indikator kinerja kegiatan adalah dengan membandingkan antara output dan input melalui analisis deskriptif terhadap pelaksanaan kegiatan dan sub kegiatan. Analisis dilakukan dengan berdasarkan kepada definisi operasional indikator, kriteria
keberhasilan, kondisi yang dicapai, capaian kinerja, permasalahan yang dihadapi, serta potensi yang dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan.
Uraian kinerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan adalah:
1. Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melibatkan seluruh komponen bangsa seperti pemeritah, swasta, akademisi, LSM dan sektor-sektor lainnya agar dapat berperan dalam pembangunan kesehatan dengan menekankan pada upaya promotive dan preventif.
Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bertujuan antara lain 1) Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; 2) Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; 3) Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena menigkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan serta 4) Penguatan system kesehatan; Pendekatan siklus hidup;
Jaminan kesehatan nasional (JKN) dan berfokus pada pemerataan layanan. Hal ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan kesehatan lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative.
Dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif dan untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, maka Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (terlampir), dengan menginstruksikan para Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Gubernur dan Bupati Walikota untuk menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Salah satu amanat dari Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah melalui kegiatan penyebarluasan informasi 5 tema atau sasaran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui minimal 3 saluran media
Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja
Capaian Indikator Kinerja Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada tahun 2017 sebanyak 117 (seratus tujuh belas) Kabupaten/Kota.
Kompilasi laporan dari provinsi berdasarkan Surat Permintaan Data Capain Indikator Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tanggal 9 Januari 2018 No. PR.05.01/5/0194/2018 perihal Permintaan Capaian Indikator kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Seluruh Indonesia. Hasil ini menunjukkan bahwa target Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tahun 2017 telah tercapai 117%.
Adapun Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tahun 2017 adalah :
No Kabupaten/Kota Tema Saluran Media 1 Kab. Rejang
Lebong
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Kawasan Tanpa Rokok
Aktivitas Fisik
IVA test
ASI Ekslusif
Gemar Makan Sayur dan Buah
Cek Kesehatan Rutin
Aktivitas Fisik
Kawasan Tanpa Rokok
Penggunaan Jamban (STBM)
Cek Kesehatan Rutin
Aktifitas Fisik
ASI Eksklusif
Cek Kesehatan Rutin
Aktifitas Fisik
Kawasan Tanpa Rokok
Cek Kesehatan Rutin
Makan Buah & Sayur
Cuci Tangan
Kawasan Tanpa Rokok
Cek Kesehatan Rutin
Aktifitas Fisik
Rokok
Cek Kesehatan Rutin
Aktifitas Fisik
Kawasan Tanpa Rokok
Makan Buah dan Sayur
Aktivitas Fisik
Cek Kesehatan Rutin
Media Online
Aktivitas Fisik
Cek Kesehatan Rutin
Rokok
11 Kab. Kepahiang Calon Pengantin
Makan Buah dan Sayur
Kawasan Tanpa Rokok
Desa ODF
Cuci Tangan Pakai Sabun
Olah Raga Teratur
Menu Seimbang
Jaminan Kesehatan
Radio
Sayur
Pemeriksaaan Kesehatan Rutin
Gema Cermat Obat
3 M Plus
Keamanan Pangan
Media Cetak
Keluarga Sehat
TV
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Cuci Tangan Pakai Sabut
Cek Kesehatan Rutin
TV
Media Cetak
Media Luar Ruang
Tidak Merokok
KB
Tenaga Kesehatan 18 Kab. Natuna Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Tidak Merokok
KB
Cek Kesehatan Rutin
Tidak Merokok
ASI Ekslusif
20 Kab. Donggala Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Tidak Merokok
ASI Ekslusif
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Tidak Merokok
ASI Ekslusif
Cek Kesehatan Rutin
Radio
TV
Surat Kabar
Media Luar
Tidak Merokok
ASI Ekslusif
Ruang
23 Kota Pekanbaru Budayakan Makan Ikan
Cek Kesehatan Secara Rutin
Bijak Memilih Makanan
Masih Mau Merokok
Persalinan di Fasilitas
Radio
Pameran
Media Cetak
24 Kab. Kampar Budayakan Makan Ikan
Cek Kesehatan Secara Rutin
Bijak Memilih Makanan
Masih Mau Merokok
Persalinan di Fasilitas Kesehatan
Budayakan Makan Ikan
Cek Kesehatan Secara Rutin
Bijak Memilih Makanan
Masih Mau Merokok
Persalinan di Fasilitas
Radio
Gizi Seimbang
Radio
Surat Kabar
Media Luar Ruang
Media Cetak
27 Kab. TTU Aktifitas Fisik
Makan Sayur dan Buah
Cek Kesehatan secara Berkala
Melakukan aktifitas fisik
29 Kota Banjar Baru Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
34 Kab. Balangan Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
35 Kab. Tabalong Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
36 Kab. Tanah Laut Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
37 Kab. Kotabaru Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Ibu dan Anak
Imunisasi Rutin
PHBS
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin secara berkala
Kesehatan Jiwa
Sehat Mudik
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin secara berkala
Kesehatan Jiwa
Sehat Mudik
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin secara berkala
Kesehatan Jiwa
Sehat Mudik
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin secara berkala
Kesehatan Jiwa
PHBS Rumah Tangga
PHBS Sekolah
Bahaya Narkoba
Radio
Pencegahan HIV 44 Kab. Pidie Jaya Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin secara berkala
Kesehatan Jiwa
PHBS
Difteri
CTPS
Tidak Merokok
DBD
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Jamban Sehat
Tidak merokok
Radio
Cek Kesehatan Rutin
Jamban Sehat
Tidak merokok
Radio
Cek Kesehatan Rutin
Jamban Sehat
Tidak merokok
Radio
TV
Media Luar Ruang
48 Kota Palembang Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
ASI Ekslusif
Tidak Merokok
Radio
Cek Kesehatan Rutin
ASI Ekslusif
Tidak Merokok
Radio
Cek Kesehatan Rutin
ASI Ekslusif
Tidak Merokok
Radio
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
ASI Ekslusif
Tidak Merokok
Radio
Cek Kesehatan Rutin
ASI Ekslusif
Tidak Merokok
Surat Kabar
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
ASI eksklusif
Tidak Rokok
Keehatan Lingkungan
Penyakit Menular
Imunisasi
Kesehatan Remaja dan Usia Lanjut
DBD
55 Kab. Barito Utara Germas (aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, pemeriksaan
KTR
PTM
Penyakit menular
GIZI seimbang
ASI Eksklusif
Kesling 56 Kab. Barito
Selatan
CTPS
Bahaya Merokok
CERDIK
STBM
PHBS
Gizi Seimbang
Surat Kabar
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Merkuri
Tumbuh Kembang Anak
PHBS
Depresi
Basmi Sarang Nyamuk
Bahaya Merokok
CTPS
Cek Kesehatan Rutin
Bahaya Merokok
Surat Kabar
Media Luar Ruang
Media Online
Pameran
CTPS
Bahaya Merokok
Cek Kesehatan Rutin
Makan Buah dan Sayur
Aktvitas Fisik
TB
Jamban Sehat
HPS
KTR
Filariasis
Keluarga Sehat
DBD
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Bulan Vit. A
Persalinan di Faskes
Posyandu
Aktivitas Fisik
Aktivitas Fisik
Pemeriksaan
Aktivitas Fisik
Pemeriksaan
Aktivitas Fisik
Pemeriksaan
Aktivitas Fisik
Aktivitas Fisik
Pemeriksaan
Aktivitas Fisik
Pemeriksaan
Aktivitas Fisik
Pemeriksaan
69 Kab. Buleleng Aktivitas Fisik
Konsumsi Buah dan
Radio
TV
Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
70 Kab. Jembrana Aktivitas Fisik
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
73 Kota Denpasar Aktivitas Fisik
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
Media Tradisional
75 Kab. Klungkung Aktivitas Fisik
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Radio
TV
Surat Kabar
76 Kab. Bangli Aktivitas Fisik
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
Aktivitas Fisik
Konsumsi Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Berkala
Anemia
Obesitas
Pengendalian PTM
Tidak Merokok
Pemberantasan
Media Tradisional
78 Kota Mataram Cek Kesehatan secara Radio
berkala
Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari
Makan buah dan sayur
Bayi mendapatkan ASI Exlusif selama 6 bulan
Tidak ada anggota keluarga yang merokok
TV
Media Luar Ruang
79 Kota Bima Cek Kesehatan secara berkala
Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari
Makan buah dan sayur
Bayi mendapatkan ASI Exlusif selama 6 bulan
Tidak ada anggota keluarga yang merokok
Radio
TV
Media Luar Ruang
80 Kab. Bima Cek Kesehatan secara berkala
Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari
Makan buah dan sayur
Bayi mendapatkan ASI Exlusif selama 6 bulan
Tidak ada anggota keluarga yang merokok
Radio
TV
Media Luar Ruang
81 Kota Mamuju Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
TB
Cek Kesehatan Rutin
TB
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
TB
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Sayur
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
93 Kab.Solok Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
94 Kab Sijunjung Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Cek Kesehatan Rutin,
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Tidak Merokok
Jamban
Pameran
101 Kota Sawahlunto Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan
Cek Kesehatan
ASI Eksklusif
Bahaya Merokok
Radio
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan
PHBS
Bahaya Merokok
Radio
Cek Kesehatan
PHBS
Radio
TV
Media Luar Ruang
Bahaya Merokok 106 Kota Serang Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Radio
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Radio
108 Kota Cilegon Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Radio
TV
Media Online
Surat Kabar
109 Kab. Tangerang Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Radio
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Radio
TV
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Media Online
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Radio
112 Kota Tangerang Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Keluarga Sehat
Radio
TV
Media Online
Surat Kabar
113 Kota Yogyakarta Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Kanker
Keluarga Sehat
Depresi
Cek Kesehatan Rutin
Radio
TV
Media Luar Ruang
Kanker
Keluarga Sehat
Depresi
Cek Kesehatan Rutin
Kanker
Keluarga Sehat
Depresi
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Kanker
Keluarga Sehat
Depresi
Aktivitas Fisik
Makan Buah dan Sayur
Cek Kesehatan Rutin
Kanker
Radio
TV
Media Luar Ruang
Keluarga Sehat
Depresi
ASI Ekslusif
Stop BAB Sembarangan
Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Tahun 2016.
Capain Indikator Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada tahun 2017 ini tidak dapat dibandingkan dengan capain indikator yang sama pada tahun 2016 karena pada tahun 2016 karena Indikator Kinerja ini menjadi Indikator pada tahun 2017. Tetapi capaian tahun 2017 telah melebih target capaian indikator
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target tahun 2017.
Memfasilitasi kegiatan melalui Dana Dekonsentrasi untuk Penyebarluasan Informasi melalui berbagai media
Mendorong komitmen Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab./Kota untuk mengalokasikan APBD untuk Kegiatan Germas
Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat memproduksi Prototype Media untuk dapat dikembangkan daerah sesuai spesifik lokal
Analisis keberhasilan pencapaian indikator
Beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi pencapain kinerja yaitu antara lain ;
Adanya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
Adanya komitmen Kepala-Kepala Daerah (Provinsi dan Kab./Kota) dalam pelaksanaan Germas di Daerah.
Pelibatan lintas seperti, LSM, organisasi kemasyarakatan, Akademisi, dan Pers, untuk terlibat aktif mengkampanyekan Germas.
Dukungan legaslatif melalui Komisi IX DPR RI terhadap kegiatan Germas.
Analisis hambatan pencapaian indikator
Beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja yaitu antara lain :
Pedoman Umum Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dikeluarkan oleh Bappenas baru keluar bulan Oktober 2017 sebagai pedoman bagi K/L melaksanakan amanat Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 sehingga pada tahun 2017 ini masih terlihat pelaksanaan kegiatan dalam upaya penguatan Promotif Preventif masih kurang bersinergi dan terintegrasi antar LS baik di tingkat pusat maupun di daerah
Adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2017 pada tanggal 22 Juni 2017, tentang Efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017. Hal tersebut berakibat kepada ruang lingkup kegiatan germas khususnya kegiatan penyebarluasan informasi kesehatan yang dilakukan melalui sistem kontraktual menggunakan jasa pihak ke 3 seperti : Stasiun TV, Radio, dan Surat Kabar.
Alternatif Solusi yang Dilakukan.
Meningkatkan upaya koordinasi dengan LP/LS tingkat Pusat dan Daerah terkait pelaksanaan germas.
Medorong Lintas Sektor baik di Pusat untuk mengeluarkan kebijakan untuk mendukung Germas di lingkupnya.
Mendorong upaya pemilihan saluran media yang efektif
Analisis efisiensi terhadap capaian indikator Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat terlihat dari pencapaian indikator Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sesuai dengan target walaupun terjadi efisiensi anggaran.
Penyerapan anggaran mencapai 91,76% atau sebesar Rp 148.728.586.000,-.
2. Persentase Posyandu Aktif
Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat. Keberadaan posyandu sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta kesehatan ibu. Posyandu secara umum dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tingkat yaitu :
Posyandu Pratama Posyandu Pratama adalah Posyandu yang belum mantap, yang ditandai oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana secara rutin serta jumlah kader terbatas yakni kurang dari 5 (lima) orang. Penyebab tidak terlaksananya kegiatan rutin bulanan Posyandu, disamping jumlah kader yang terbatas, dapat pula karena belum siapnya masyarakat. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah memotivasi masyarakat serta menambah jumlah kader.
Posyandu Madya
Posyandu Madya adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi cakupan kelima kegiatan utamanya masih rendah yaitu <
50%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah meningkat cakupan dengan mengikut sertakan tokoh masyarakat sebagai motivator serta lebih menggiatkan kader dalam mengelola kegiatan Posyandu
Posyandu Purnama
Posyandu Purnama adalah Posyandu yang sudah melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 (lima) orang atau lebih.
Cakupan utamanya > 50% serta mampu menyelenggarakan
program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK di wilayah kerja Posyandu.
Posyandu Mandiri
Posyandu Mandiri adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata kader sebanyak 5 (lima) orang atau lebih. Cakupan dari kegiatan utamanya > 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola masyarakat yang pesertanya lebih dari 50% KK yang bertempat tinggal di wilayah kerja Posyandu Intervensi yang dilakukan bersifat pembinaan termasuk pembinaan dana sehat, sehingga terjamin kesinambungannya.
Berdasarkan klasifikasi strata posyandu tersebut, yang masuk ke dalam kategori posyandu aktif adalah Posyandu Purnama dan Posyandu Mandiri
Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja
Capaian persentase posyandu aktif pada tahun 2017 mencapai 57,15%
dari target yang telah ditentukan sebesar 50%. Kompilasi laporan dari provinsi berdasarkan Surat Permintaan Data Capain Indikator Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tanggal 9 Januari 2018 No. PR.05.01/5/0194/2018 perihal Permintaan Capaian Indikator kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Seluruh Indonesia.
Capaian Persentase posyandu aktif ini mencapai 114% dari target 100%
yang ditetapkan. Adapun Provinsi yang capaian posyandu aktif terbanyak pada tahun 2017 adalah Papua Barat (85,71%), Sumatera Selatan (85.07 dan Daerah Istimewa Yogyakarta (77,33%).
Posyandu Aktif Per-provinsi Tahun 2017
Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Tahun 2016 Capain Indikator posyandu aktif pada tahun 2017 ini tidak dapat dibandingkan dengan capain indikator posyandu aktif pada tahun 2016 karena pada tahun 2016 karena Indikator Kinerja ini menjadi Indikator pada tahun 2017. Tetapi capaian tahun 2017 telah melebih target capaian indikator.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target tahun 2017
Mendorong pembiayaan Penguatan Posyandu melalui berbagai sumber pembiayaan seperti Dana Dekonsentrasi, Dana Alokasi Khusus baik Fisik dan Non Fisik dan Dana Desa
Pemenuhan Sarana di Posyandu salah satunya Dacin yang merupakan salah satu sarana esensial terkait pemantauan tumbuh kembang anak.
Penguatan Fungsi Pokjanal Posyandu di tingkat pusat maupaun daerah.
Analisis keberhasilan pencapaian indikator
Beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja yaitu adalah :
Dukungan Komitmen Pemerintah tingkat Pusat dan Daerah terhadap pemenuhan kebutuhan sosial dasar masyarkat dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui penguatan UKBM.
Adanya sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan UKBM melalui Sistem Informasi Puskesmas.
Analisis hambatan pencapaian indikator
Beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja yaitu antara lain :
Belum seluruh Puskesmas memiliki Petugas Promosi Kesehatan, dimana Promosi Kesehatan merupakan salah satu Pelayanan
Belum seluruh Puskesmas memiliki Petugas Promosi Kesehatan, dimana Promosi Kesehatan merupakan salah satu Pelayanan