• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 PENGUKURAN DAN ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA

Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat selama kurun waktu tahun 2015 - 2019.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan realisasi capaian dengan rencana tingkat capaian (target) pada setiap indikator sehingga diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian setiap indikator.

Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut, dapat diperoleh informasi menyangkut masing-masing indikator sehingga dapat ditindaklanjuti dalam perbaikan perencanaan program/kegiatan di masa yang akan datang.

Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan misi organisasi dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam dokumen Renstra/Penetapan Kinerja.

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, melaksanakan kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dengan sasaran strategis meningkatnya upaya peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, meningkatnya pembiayaan kegiatan promotif dan preventif dan meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat..

Dalam mencapai Sasaran Strategis tersebut dan sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2017, maka ditetapkan Indikator Kinerja Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai berikut:

Tabel 3.1 Target dan Realisasi Indikator Kinerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2017

No Sasaran Program Idikator

Kinerja

Target

2017 Realisasi

2017 % Capaian 1 Penyusunan Regulasi dan

Kebijakan Pembinaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jumlah

Kabupaten/Kota yang

melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan

Masyarakat Hidup Sehat.

100 117 117%

2 Sosialisasi/Orientasi/Pelatihan Pembinaan Promosi

Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat

Persentase

Posyandu Aktif 50% 57,15% 114%

3 Koordinasi Peningkatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

4 Pembinaan Promosi Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat 5 Penyebarluasan Informasi

Pembinaan Promosi Kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat Dukungan Administrasi Pembinaan Promosi Kesehatan

Pengadaan Sarana Prasarana Pembinaan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Ket *) : Laporan Provinsi per Januari 2018

B. Analisis Akuntabilitas Kinerja

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada tahun.

Pengukuran keberhasilan dalam pencapaian target indikator kinerja kegiatan adalah dengan membandingkan antara output dan input melalui analisis deskriptif terhadap pelaksanaan kegiatan dan sub kegiatan. Analisis dilakukan dengan berdasarkan kepada definisi operasional indikator, kriteria

keberhasilan, kondisi yang dicapai, capaian kinerja, permasalahan yang dihadapi, serta potensi yang dimanfaatkan untuk memecahkan permasalahan.

Uraian kinerja Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan adalah:

1. Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melibatkan seluruh komponen bangsa seperti pemeritah, swasta, akademisi, LSM dan sektor-sektor lainnya agar dapat berperan dalam pembangunan kesehatan dengan menekankan pada upaya promotive dan preventif.

Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bertujuan antara lain 1) Menurunkan beban penyakit menular dan penyakit tidak menular, baik kematian maupun kecacatan; 2) Menghindarkan terjadinya penurunan produktivitas penduduk; 3) Menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan karena menigkatnya penyakit dan pengeluaran kesehatan serta 4) Penguatan system kesehatan; Pendekatan siklus hidup;

Jaminan kesehatan nasional (JKN) dan berfokus pada pemerataan layanan. Hal ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan kesehatan lebih mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitative.

Dalam rangka mempercepat dan mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif dan untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, maka Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden No. 1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (terlampir), dengan menginstruksikan para Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah non Kementerian, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan Gubernur dan Bupati Walikota untuk menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

Salah satu amanat dari Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Salah satu upaya yang dilakukan dalam pelaksanaan Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah melalui kegiatan penyebarluasan informasi 5 tema atau sasaran Gerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui minimal 3 saluran media

Perbandingan Target dan Realisasi Indikator Kinerja

Capaian Indikator Kinerja Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada tahun 2017 sebanyak 117 (seratus tujuh belas) Kabupaten/Kota.

Kompilasi laporan dari provinsi berdasarkan Surat Permintaan Data Capain Indikator Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tanggal 9 Januari 2018 No. PR.05.01/5/0194/2018 perihal Permintaan Capaian Indikator kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Seluruh Indonesia. Hasil ini menunjukkan bahwa target Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tahun 2017 telah tercapai 117%.

Adapun Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat tahun 2017 adalah :

No Kabupaten/Kota Tema Saluran Media 1 Kab. Rejang

Lebong

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Kawasan Tanpa Rokok

 Aktivitas Fisik

 IVA test

 ASI Ekslusif

 Gemar Makan Sayur dan Buah

 Cek Kesehatan Rutin

 Aktivitas Fisik

 Kawasan Tanpa Rokok

 Penggunaan Jamban (STBM)

 Cek Kesehatan Rutin

 Aktifitas Fisik

 ASI Eksklusif

 Cek Kesehatan Rutin

 Aktifitas Fisik

 Kawasan Tanpa Rokok

 Cek Kesehatan Rutin

 Makan Buah & Sayur

 Cuci Tangan

 Kawasan Tanpa Rokok

 Cek Kesehatan Rutin

 Aktifitas Fisik

 Rokok

 Cek Kesehatan Rutin

 Aktifitas Fisik

 Kawasan Tanpa Rokok

 Makan Buah dan Sayur

 Aktivitas Fisik

 Cek Kesehatan Rutin

 Media Online

 Aktivitas Fisik

 Cek Kesehatan Rutin

 Rokok

11 Kab. Kepahiang  Calon Pengantin

 Makan Buah dan Sayur

 Kawasan Tanpa Rokok

 Desa ODF

 Cuci Tangan Pakai Sabun

 Olah Raga Teratur

 Menu Seimbang

 Jaminan Kesehatan

 Radio

Sayur

 Pemeriksaaan Kesehatan Rutin

 Gema Cermat Obat

 3 M Plus

 Keamanan Pangan

 Media Cetak

 Keluarga Sehat

 TV

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Cuci Tangan Pakai Sabut

 Cek Kesehatan Rutin

 TV

 Media Cetak

 Media Luar Ruang

 Tidak Merokok

 KB

 Tenaga Kesehatan 18 Kab. Natuna  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Tidak Merokok

 KB

 Cek Kesehatan Rutin

 Tidak Merokok

 ASI Ekslusif

20 Kab. Donggala  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Tidak Merokok

 ASI Ekslusif

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Tidak Merokok

 ASI Ekslusif

 Cek Kesehatan Rutin

 Radio

 TV

 Surat Kabar

 Media Luar

 Tidak Merokok

 ASI Ekslusif

Ruang

23 Kota Pekanbaru  Budayakan Makan Ikan

 Cek Kesehatan Secara Rutin

 Bijak Memilih Makanan

 Masih Mau Merokok

 Persalinan di Fasilitas

 Radio

 Pameran

 Media Cetak

24 Kab. Kampar  Budayakan Makan Ikan

 Cek Kesehatan Secara Rutin

 Bijak Memilih Makanan

 Masih Mau Merokok

 Persalinan di Fasilitas Kesehatan

 Budayakan Makan Ikan

 Cek Kesehatan Secara Rutin

 Bijak Memilih Makanan

 Masih Mau Merokok

 Persalinan di Fasilitas

 Radio

 Gizi Seimbang

 Radio

 Surat Kabar

 Media Luar Ruang

 Media Cetak

27 Kab. TTU  Aktifitas Fisik

 Makan Sayur dan Buah

 Cek Kesehatan secara Berkala

 Melakukan aktifitas fisik

29 Kota Banjar Baru  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

34 Kab. Balangan  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

35 Kab. Tabalong  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

36 Kab. Tanah Laut  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

37 Kab. Kotabaru  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Ibu dan Anak

 Imunisasi Rutin

 PHBS

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin secara berkala

 Kesehatan Jiwa

 Sehat Mudik

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin secara berkala

 Kesehatan Jiwa

 Sehat Mudik

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin secara berkala

 Kesehatan Jiwa

 Sehat Mudik

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin secara berkala

 Kesehatan Jiwa

 PHBS Rumah Tangga

 PHBS Sekolah

 Bahaya Narkoba

 Radio

 Pencegahan HIV 44 Kab. Pidie Jaya  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin secara berkala

 Kesehatan Jiwa

 PHBS

 Difteri

 CTPS

 Tidak Merokok

 DBD

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Jamban Sehat

 Tidak merokok

 Radio

 Cek Kesehatan Rutin

 Jamban Sehat

 Tidak merokok

 Radio

 Cek Kesehatan Rutin

 Jamban Sehat

 Tidak merokok

 Radio

 TV

 Media Luar Ruang

48 Kota Palembang  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 ASI Ekslusif

 Tidak Merokok

 Radio

 Cek Kesehatan Rutin

 ASI Ekslusif

 Tidak Merokok

 Radio

 Cek Kesehatan Rutin

 ASI Ekslusif

 Tidak Merokok

 Radio

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 ASI Ekslusif

 Tidak Merokok

 Radio

 Cek Kesehatan Rutin

 ASI Ekslusif

 Tidak Merokok

 Surat Kabar

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 ASI eksklusif

 Tidak Rokok

 Keehatan Lingkungan

 Penyakit Menular

 Imunisasi

 Kesehatan Remaja dan Usia Lanjut

 DBD

55 Kab. Barito Utara  Germas (aktifitas fisik, konsumsi sayur dan buah, pemeriksaan

 KTR

 PTM

 Penyakit menular

 GIZI seimbang

 ASI Eksklusif

 Kesling 56 Kab. Barito

Selatan

 CTPS

 Bahaya Merokok

 CERDIK

 STBM

 PHBS

 Gizi Seimbang

 Surat Kabar

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Merkuri

 Tumbuh Kembang Anak

 PHBS

 Depresi

 Basmi Sarang Nyamuk

 Bahaya Merokok

 CTPS

 Cek Kesehatan Rutin

 Bahaya Merokok

 Surat Kabar

 Media Luar Ruang

 Media Online

 Pameran

 CTPS

 Bahaya Merokok

 Cek Kesehatan Rutin

 Makan Buah dan Sayur

 Aktvitas Fisik

 TB

 Jamban Sehat

 HPS

 KTR

 Filariasis

 Keluarga Sehat

 DBD

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Bulan Vit. A

 Persalinan di Faskes

 Posyandu

 Aktivitas Fisik

 Aktivitas Fisik

 Pemeriksaan

 Aktivitas Fisik

 Pemeriksaan

 Aktivitas Fisik

 Pemeriksaan

 Aktivitas Fisik

 Aktivitas Fisik

 Pemeriksaan

 Aktivitas Fisik

 Pemeriksaan

 Aktivitas Fisik

 Pemeriksaan

69 Kab. Buleleng  Aktivitas Fisik

 Konsumsi Buah dan

 Radio

 TV

Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

70 Kab. Jembrana  Aktivitas Fisik

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

73 Kota Denpasar  Aktivitas Fisik

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

 Media Tradisional

75 Kab. Klungkung  Aktivitas Fisik

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Radio

 TV

 Surat Kabar

76 Kab. Bangli  Aktivitas Fisik

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

 Aktivitas Fisik

 Konsumsi Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Berkala

 Anemia

 Obesitas

 Pengendalian PTM

 Tidak Merokok

 Pemberantasan

 Media Tradisional

78 Kota Mataram  Cek Kesehatan secara  Radio

berkala

 Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari

 Makan buah dan sayur

 Bayi mendapatkan ASI Exlusif selama 6 bulan

 Tidak ada anggota keluarga yang merokok

 TV

 Media Luar Ruang

79 Kota Bima  Cek Kesehatan secara berkala

 Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari

 Makan buah dan sayur

 Bayi mendapatkan ASI Exlusif selama 6 bulan

 Tidak ada anggota keluarga yang merokok

 Radio

 TV

 Media Luar Ruang

80 Kab. Bima  Cek Kesehatan secara berkala

 Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari

 Makan buah dan sayur

 Bayi mendapatkan ASI Exlusif selama 6 bulan

 Tidak ada anggota keluarga yang merokok

 Radio

 TV

 Media Luar Ruang

81 Kota Mamuju  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 TB

 Cek Kesehatan Rutin

 TB

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 TB

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

Sayur

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

93 Kab.Solok  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

94 Kab Sijunjung  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Cek Kesehatan Rutin,

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Tidak Merokok

 Jamban

 Pameran

101 Kota Sawahlunto  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan

 Cek Kesehatan

 ASI Eksklusif

 Bahaya Merokok

 Radio

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan

 PHBS

 Bahaya Merokok

 Radio

 Cek Kesehatan

 PHBS

 Radio

 TV

 Media Luar Ruang

 Bahaya Merokok 106 Kota Serang  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Radio

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Radio

108 Kota Cilegon  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Radio

 TV

 Media Online

 Surat Kabar

109 Kab. Tangerang  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Radio

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Radio

 TV

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Media Online

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Radio

112 Kota Tangerang  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 Keluarga Sehat

 Radio

 TV

 Media Online

 Surat Kabar

113 Kota Yogyakarta  Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Kanker

 Keluarga Sehat

 Depresi

 Cek Kesehatan Rutin

 Radio

 TV

 Media Luar Ruang

 Kanker

 Keluarga Sehat

 Depresi

 Cek Kesehatan Rutin

 Kanker

 Keluarga Sehat

 Depresi

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Kanker

 Keluarga Sehat

 Depresi

 Aktivitas Fisik

 Makan Buah dan Sayur

 Cek Kesehatan Rutin

 Kanker

 Radio

 TV

 Media Luar Ruang

 Keluarga Sehat

 Depresi

 ASI Ekslusif

 Stop BAB Sembarangan

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Tahun 2016.

Capain Indikator Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat pada tahun 2017 ini tidak dapat dibandingkan dengan capain indikator yang sama pada tahun 2016 karena pada tahun 2016 karena Indikator Kinerja ini menjadi Indikator pada tahun 2017. Tetapi capaian tahun 2017 telah melebih target capaian indikator

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target tahun 2017.

 Memfasilitasi kegiatan melalui Dana Dekonsentrasi untuk Penyebarluasan Informasi melalui berbagai media

 Mendorong komitmen Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab./Kota untuk mengalokasikan APBD untuk Kegiatan Germas

 Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat memproduksi Prototype Media untuk dapat dikembangkan daerah sesuai spesifik lokal

Analisis keberhasilan pencapaian indikator

Beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi pencapain kinerja yaitu antara lain ;

 Adanya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

 Adanya komitmen Kepala-Kepala Daerah (Provinsi dan Kab./Kota) dalam pelaksanaan Germas di Daerah.

 Pelibatan lintas seperti, LSM, organisasi kemasyarakatan, Akademisi, dan Pers, untuk terlibat aktif mengkampanyekan Germas.

 Dukungan legaslatif melalui Komisi IX DPR RI terhadap kegiatan Germas.

Analisis hambatan pencapaian indikator

Beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja yaitu antara lain :

 Pedoman Umum Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang dikeluarkan oleh Bappenas baru keluar bulan Oktober 2017 sebagai pedoman bagi K/L melaksanakan amanat Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 sehingga pada tahun 2017 ini masih terlihat pelaksanaan kegiatan dalam upaya penguatan Promotif Preventif masih kurang bersinergi dan terintegrasi antar LS baik di tingkat pusat maupun di daerah

 Adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2017 pada tanggal 22 Juni 2017, tentang Efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017. Hal tersebut berakibat kepada ruang lingkup kegiatan germas khususnya kegiatan penyebarluasan informasi kesehatan yang dilakukan melalui sistem kontraktual menggunakan jasa pihak ke 3 seperti : Stasiun TV, Radio, dan Surat Kabar.

Alternatif Solusi yang Dilakukan.

 Meningkatkan upaya koordinasi dengan LP/LS tingkat Pusat dan Daerah terkait pelaksanaan germas.

 Medorong Lintas Sektor baik di Pusat untuk mengeluarkan kebijakan untuk mendukung Germas di lingkupnya.

 Mendorong upaya pemilihan saluran media yang efektif

Analisis efisiensi terhadap capaian indikator Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat terlihat dari pencapaian indikator Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sesuai dengan target walaupun terjadi efisiensi anggaran.

Penyerapan anggaran mencapai 91,76% atau sebesar Rp 148.728.586.000,-.

2. Persentase Posyandu Aktif

Posyandu adalah salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat. Keberadaan posyandu sangat diperlukan dalam mendekatkan upaya promotif dan preventif kepada masyarakat, utamanya terkait dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat serta kesehatan ibu. Posyandu secara umum dapat dibedakan menjadi 4 (empat) tingkat yaitu :

 Posyandu Pratama Posyandu Pratama adalah Posyandu yang belum mantap, yang ditandai oleh kegiatan bulanan Posyandu belum terlaksana secara rutin serta jumlah kader terbatas yakni kurang dari 5 (lima) orang. Penyebab tidak terlaksananya kegiatan rutin bulanan Posyandu, disamping jumlah kader yang terbatas, dapat pula karena belum siapnya masyarakat. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah memotivasi masyarakat serta menambah jumlah kader.

 Posyandu Madya

Posyandu Madya adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun, dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 orang atau lebih, tetapi cakupan kelima kegiatan utamanya masih rendah yaitu <

50%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk perbaikan peringkat adalah meningkat cakupan dengan mengikut sertakan tokoh masyarakat sebagai motivator serta lebih menggiatkan kader dalam mengelola kegiatan Posyandu

 Posyandu Purnama

Posyandu Purnama adalah Posyandu yang sudah melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata jumlah kader sebanyak 5 (lima) orang atau lebih.

Cakupan utamanya > 50% serta mampu menyelenggarakan

program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola oleh masyarakat yang pesertanya masih terbatas yakni kurang dari 50% KK di wilayah kerja Posyandu.

 Posyandu Mandiri

Posyandu Mandiri adalah Posyandu yang sudah dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali per tahun dengan rata-rata kader sebanyak 5 (lima) orang atau lebih. Cakupan dari kegiatan utamanya > 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan serta telah memperoleh sumber pembiayaan dari dana sehat yang dikelola masyarakat yang pesertanya lebih dari 50% KK yang bertempat tinggal di wilayah kerja Posyandu Intervensi yang dilakukan bersifat pembinaan termasuk pembinaan dana sehat, sehingga terjamin kesinambungannya.

Berdasarkan klasifikasi strata posyandu tersebut, yang masuk ke dalam kategori posyandu aktif adalah Posyandu Purnama dan Posyandu Mandiri

Perbandingan Target dan Realisasi Kinerja

Capaian persentase posyandu aktif pada tahun 2017 mencapai 57,15%

dari target yang telah ditentukan sebesar 50%. Kompilasi laporan dari provinsi berdasarkan Surat Permintaan Data Capain Indikator Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dari Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Tanggal 9 Januari 2018 No. PR.05.01/5/0194/2018 perihal Permintaan Capaian Indikator kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Seluruh Indonesia.

Capaian Persentase posyandu aktif ini mencapai 114% dari target 100%

yang ditetapkan. Adapun Provinsi yang capaian posyandu aktif terbanyak pada tahun 2017 adalah Papua Barat (85,71%), Sumatera Selatan (85.07 dan Daerah Istimewa Yogyakarta (77,33%).

Posyandu Aktif Per-provinsi Tahun 2017

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2017 dengan Tahun 2016 Capain Indikator posyandu aktif pada tahun 2017 ini tidak dapat dibandingkan dengan capain indikator posyandu aktif pada tahun 2016 karena pada tahun 2016 karena Indikator Kinerja ini menjadi Indikator pada tahun 2017. Tetapi capaian tahun 2017 telah melebih target capaian indikator.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai target tahun 2017

 Mendorong pembiayaan Penguatan Posyandu melalui berbagai sumber pembiayaan seperti Dana Dekonsentrasi, Dana Alokasi Khusus baik Fisik dan Non Fisik dan Dana Desa

 Pemenuhan Sarana di Posyandu salah satunya Dacin yang merupakan salah satu sarana esensial terkait pemantauan tumbuh kembang anak.

 Penguatan Fungsi Pokjanal Posyandu di tingkat pusat maupaun daerah.

Analisis keberhasilan pencapaian indikator

Beberapa faktor pendukung yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja yaitu adalah :

 Dukungan Komitmen Pemerintah tingkat Pusat dan Daerah terhadap pemenuhan kebutuhan sosial dasar masyarkat dengan melibatkan peran serta masyarakat melalui penguatan UKBM.

 Adanya sistem pencatatan dan pelaporan kegiatan UKBM melalui Sistem Informasi Puskesmas.

Analisis hambatan pencapaian indikator

Beberapa faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencapain kinerja yaitu antara lain :

 Belum seluruh Puskesmas memiliki Petugas Promosi Kesehatan, dimana Promosi Kesehatan merupakan salah satu Pelayanan

 Belum seluruh Puskesmas memiliki Petugas Promosi Kesehatan, dimana Promosi Kesehatan merupakan salah satu Pelayanan

Dokumen terkait