• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pengukuran dan Pelaporan Keuangan CV. Daeng Group

Usaha Mikro kecil dan menengah ( UMKN ) pada umumnya dikelolola dengan segala ketebatasan, baik keterbatasan dana, ruang lingkup maupun keterbatasan sumber daya manusianya. Keterbatasan inilah yang merupakan salah satu faktor sulitnya perkembangan penerapan pencatatan terutama pencatatan keuangan perusahaan. Salah satu ciri usaha yang profesional adalah perusahaan yang mengelola pencatatan akuntansi dan keuangannya dengan cara yang tepat

Konsumen Kasir Administrasi :

Pembukuan Pelaporan Gambar 5.2 Alur Pencatatan Transaksi

dan benar sesuai dengan sistim dan prosedur yang berlaku. Salah satu contoh pengeloaan keuangan yang profesional adalah dengan melakukan pembuatan suatu sistem pencatatan akuntansi yang berujung pada pembuatan laporan keuangan. Hal tersebut harus disikapi secara cerdas oleh para pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, terutama di kota Makassar.

Penelitian ini memilih Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang ada di Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan, karena jumlah UMKM di Makassar dan sekitarnya cukup besar dari segi jumlah UMKM yang ada di Sulawesi Selatan yaitu sebesar sebesar 751.802 atau ± 66,6% UMKM dari seluruh usaha yang ada di Sulawesi Selatan. Perkembangan dan pertumbuhan UMKN di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar dapat dilihat seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 5.1.

Sumber : Pusat data statistic Sul-Sel

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat memberikan informasi bahwa jumlah UMKN yang ada di Kota Makssar dan sekitarnya sangat besar dan berpotensi untuk dilakukan penerapan sistim akuntansi yang mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan ( SAK ) atau Standar Akuntansi Keuangan-Entitas

Tanpa Akuntan Publik ( SAK-ETAP ). Para pengusaha dan pelaku UMKN tersebut harus berupaya lebih agresif dalam mencari dan mengimplementasikan pengelolaan sistem keuangan mereka agar menjadi lebih akuntabel dan sehat. Hal ini karena pada umumnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah belum memiliki suatu sistem pencatatan akuntansi yang baik, sehingga sulit untuk mengevaluasi apakah Usaha tersebut sehat atau tidak.

CV. Daeng Group sebagai salah satu UMKN yang ada kota Makssar yang merupakan sampel penelitian penulis adalah usaha jasa yang bergerak dibidang pelayanan jasa kuliner terutama kuliner khas Makassar. Pengelolaan usaha ini sudah menggunakan sistim manajemen organisasi yang terstruktur, dimana tiap-tiap outlet dipimpin oleh seorang manajer outlet. Sedangkan pengelolaan Keuangannya, terutama pencatatan akuntansi masih dilakukan secara sederhana dengan pendekatan sentralisasi. Tentu saja dengan model pencatatan yang diterapkan oleh CV. Daeng Group masih sulit untuk menjelaskan bagaimana agar para pemilik Usaha Mikro, Kecil dan Menengah ini mendapat informasi yang lebih akurat dan akuntanbel mengenai prestasi dan perkembangan usahanya.

Sistem pencatatan berdasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan-Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik dan disesuaikan dengan kebutuhan usaha perusahaan akan dapat banyak membantu para owners atau pemilik usaha sehingga pengusaha-pengusaha tersebut dapat lebih mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya dari perusahaan mereka. Inilah salah satu manfaat dari sekian banyak manfaat atas pencatatan akuntansi dengan pendekatan SAK ETAB.

Sistim pencatatan akuntansi yang sederhana yang digunakan pada CV.

Daeng Group adalah sistim pencatatan tunggal yaitu pencatatan yang hanya mencatat penerimaan dan pengeluaran saja denga satu kolom yaitu kolom jumlah dan belum menerapkan pencatatan dengans sistim berpasangan yaitu Debet-Kredit. Berikut ini adalah salah satu bentuk formulir pencatatan yang digunakan oleh CV. Daeng Group

Tabel 5.2.

Laporan saldo kas

Tanggal Uraian Kode Nama Akun Debet Kredit Saldo

04-Mar-16 saldo awal Rp2,046,000

04-Apr-16

TAMBAHAN

KAS 200 Tambahan Kas Rp124,000 Rp2,170,000

06-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp15,000 Rp2,155,000

07-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp22,000 Rp2,133,000

07-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,123,000

09-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp12,000 Rp2,111,000

09-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,101,000

10-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp12,000 Rp2,089,000

11-Apr-16

TAMBAHAN

KAS 200 Tambahan Kas Rp81,000 Rp2,170,000

11-Apr-16 KRAN AIR 107 Biaya Perbaikan Rp15,000 Rp2,155,000

11-Apr-16 ISOLASI PIPA 107 Biaya Perbaikan Rp5,000 Rp2,150,000

12-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp12,000 Rp2,138,000

14-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp22,000 Rp2,116,000

16-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,106,000

17-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp12,000 Rp2,094,000

19-Apr-16

TAMBAHAN

KAS 200 Tambahan Kas Rp76,000 Rp2,170,000

19-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp22,000 Rp2,148,000

19-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,138,000

21-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp22,000 Rp2,116,000

21-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,106,000

24-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp12,000 Rp2,094,000

24-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,084,000

25-Apr-16

TAMBAHAN

KAS 200 Tambahan Kas Rp86,000 Rp2,170,000

25-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,160,000

26-Apr-16 BENSIN 105 Biaya Transportasi Rp10,000 Rp2,150,000

27-Apr-16 PULSA 110 Biaya Pulsa Rp22,000 Rp2,128,000

Sumber : CV. Daeng group.

Laporan tersebut diatas sebagi tempat mencatat transaksi yang terjadi setiap hari dan dibuat dalam rangkap 2 (dua) dengan distribusi rangkap 1(satu) untuk kasir dan rangkap ke 2(dua) untuk bagian orderan (kitchen). Berdasarkan laporan saldo kas, kasir akan membuat daftar penerimaan kas untuk tiap langganan dan mereviwnya setiap hari dalam bentuk laporan penerimaan kas harian. Laporan tersebut akan diterus di pusat atau di kantor CV. Daeng group untuk di proses adminitrasi.

Setiap akhir periode laporan-laporan dari masing-masing outlet akan dibuatkan ringkasan berupa laporan Laporan Kuangan Gabungan dan akan dievaluasi kinerja masing-masing outlet. Laporan Kuangan Gabungan yang diterapkan pada CV. Daeng Group seperti Nampak pada tabel berikut :

Tabel 5.3.

Pendapatan Bersih Rp84,628,000 93.18% 11.50%

HARGA POKOK PENJUALAN

Stock Barang Rp78,303,318 86.22% 29.72%

Belanja Barang (Supplier) Rp38,363,965 42.24% -6.00%

Barang Logistik Rp34,901,214 38.43% -80.58%

Stock Barang Rp101,571,208 111.84% -12.62%

Pemakaian Rp49,997,289 55.05% 11.33%

LABA KOTOR Rp34,630,711 38.13% 11.75%

BEBAN BIAYA

Beban Gaji Karyawan Rp10,711,148 11.79% -1.07%

Beban Gaji Office Rp1,254,805 1.38% -1.42%

Beban PDAM Rp230,133 0.25% 0.00%

Beban PLN Rp571,943 0.63% 0.00%

Belanja Kas Rp524,600 0.58% 131.26%

Belanja Kas Office Rp0 0.00%

Subsidi makan Rp98,000 0.11% 23.06%

Beban Sampah Rp43,333 0.05% 0.00%

Sewa Tempat Rp173,611 0.19% 0.00%

Total Beban Biaya Rp13,607,573 14.98% 30.71%

LABA BERSIH Rp21,023,138 23.15% -0.52%

Sumber : Bag. Adminitrasi CV. Daeng Group

Tahap terakhir dari pengelolaan akuntansi dan keuangan CV. Daeng Group adalah dengan menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan ini adalah bentuk laporan keuangan yang lasim digunakan oleh kebanyakan UMKN yaitu laporan yang bemberikan informasi akan jumlah pendapatan yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu, kemudian membandingkan dengan biaya-biaya yang terjadi selama periode tersebut, sehingga diperoleh informasi mengenai kinerja usaha yaitu berapa tingkat keuntungan yang diperoleh selama periode tertentu tersebut. Bentuk laporan laba-rugi yang digunakan oleh CV.

Daeng Group adalah sebagai berikut :

Tabel 5.4.

Sebagai salah satu UMKN yang ada kota Makssar yang merupakan sampel penelitian penulis adalah usaha jasa yang bergerak dibidang pelayanan jasa kuliner terutama kuliner khas Makassar.