HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Sistim Pencatatan Akuntansi CV. Daeng Group
Sebagai salah satu usaha resto yang masih berskala kecil CV. Daeng Group selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi pelanggan setianya.
Pelayanan yang baik yang diberikan tentu akan berdampak pula pada sistim administrasi keuangannya yang semakin hari semakin baik dan tentu saja mengikuti sistim pencatatan keuangan yang up to date minimal mengadopsi sistim pencatatan dan pembukuan berpasangan. Hal ini bisa kita lihat disemua outlet resto Daeng Group diberbagai area, sistim pembayaran dikasir tidak lagi menggunakan sistim manual, akan tetapi sudah berbasisi tehnologi informasi termasuk mesin kas register.
Ruang ingkup aktivitas usaha CV. Daeng Group yang mencakup pemberian jasa pelayanan berbagai macam makanan dan minuman sangat berpotensi untuk dikembangkan dimasa yang akan datang, sehingga bentuk pencatatan akuntansi keuangan dan pelaporanya mau tidak mau harus mengikuti perkembangan usaha tersebut. Perkembangan pencatatan inilah harus memperhatikan semua aspek yang terkait dengan kemajuan dan kontinuitas usaha, baik eksternal maupun internal perusahaan itu sendiri. Tata cara pengelolaan masih dilakukan oleh pemilik sendiri yaitu dalam hal pembelian stock barang, personalia dan laporan keuangan. Pemilik usaha mengetahui bahwa pencatatan keuangan suatu usaha penting untuk dilakukan. Dengan melakukan pencatatan keuangan dapat diketahui seberapa besar pemasukan dan pengeluaran sehingga nantinya dapat menghitung laba yang diperoleh dan dapat mengetahui bagaimana kinerja usahanya, seperti yang tercermin dalam kutipan wawancara dengan owners bapak Bapak Ahmad Tonang sebagai pemilik usaha resto daeng group sebagai berikut :
“ Pencatatan keuangan itu memang sangat perlu, penting sekali, biar kita tau berapa pendapatan dan pengeluaran itu ya,….. tapi kadang-kadang bingung juga tidak tau, tidak mengerti begitu bagaimana pencatatan yang baik …. Yang penting tidak seperti pepatah gitu …lebih besar pasak dari pada tiang gitu ya… makanya saya perlu catat keadaan keuangannya ”
Pemilik (Owner) Bapak Ahmad Tonang Hal senada juga diungkapkan oleh Bapak Supriadi selaku manajer usaha resto menyatakan “ untuk mengetahui peningkatan usaha kita, untuk mengetahui pengeluaran dan pemasukan seberapa, balance atau nggak”
Namun demikian dalam implementasinya sistem informasi akuntansi yang dilakukan oleh pemilik usaha resto Daeng Grroup masih sangat sederhana dan proses pencatatan yang dilakukan masih dengan cara manual. Alasan pemilik usaha resto daeng group melakukan pencatatan keuangan semata-mata untuk mengetahui keadaan keuangan usahanya, apakah mengalami kerugian atau memperoleh keuntungan. Berdasarkan atas hasil pengamatan dan wawancara nampak bahwa pengalaman Bapak Ahmad Tonang selaku pemilik usaha selama
±10 tahun sebagai pengusaha telah membuat informan mengerti akan pentingnya melakukan pencatatan atas setiap transaksi usahanya. Keinginan atau niat yang dimiliki informan untuk mengembangkan usaha, untuk mempermudah dalam penggajian telah memotivasi informan untuk selalu melakukan pencatatan.
Pencatatan dilakukan dengan alasan untuk mengetahui peningkatan dan penurunan pendapatan jasa yang terjadi pada usahanya serta untuk mengetahui bonus yang diberikan kepada karyawannya. Hal ini sejalan dengan teori perilaku beralasan (Theory of Reasoned Action). Teori ini menyatakan bahwa seseorang dapat melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tergantung dari niat yang dimiliki oleh orang tersebut. Dalam pencatatan akuntansi pada usaha resto daeng group, bentuk pencatatan yang kini diterapkan di usaha resto daeng group karena dipengaruhi oleh niat dari pemilik usaha. Niat atau keinginan pemilik usaha untuk mengembangkan usahanya telah membuat pengusaha tersebut termotivasi untuk melakukan pencatatan atas setiap transaksinya dengan rapi. Meskipun format yang digunakan berbeda dan tidak melakukan penjurnalan seperti pencatatan transaksi pada akuntansi, karena pengusaha ini membuat catatan menurut
pemahamannya pribadi dan pengalaman yang dimiliki tanpa mempelajari pencatatan transaksi pada akuntansi. Pencatatan akuntansi yang diterapkan pada usaha resto daeng group masih jauh dari SAK ETAP sehingga informasi yang diperoleh dari catatan yang dibuat belum dapat sepenuhnya mendukung atau bermanfaat untuk pengambilan keputusan yang lebih menyeluruh dari kegiatan operasional perusahaan. Manfaat dan keputusan usaha yang dapat dijalankan berdasarkan akuntansi dan laporan akuntansi berdasarkan atas kepentingan usaha semata antara lain :
1. Penilaian kinerja usaha dan sebagai bahan evaluasi untuk yang akan datang.
2. Berguna sebagai dasar pertimbangan pembelian bahan baku untuk memenuhi kebutuhan kuliner dan alat-alat yang dibutuhkan.
3. Keputusan mengenai harga, misalnya penentuan tarif harga jual, pengurangan harga, kenaikan harga makanan dan pelayanan jasa lainnya.
4. Mengajukan permohonan pembiayaan kepada pihak bank.
5. Untuk pengembangan usaha, keputusan untuk membuka atau menutup outlet.
6. Penambahan dan pengembangan sumber daya manusia, meningkatkan penghasilan karyawan, pemberian bonus kepada karyawan.
7. Penyusunan anggaran untuk periode berikutnya.
8. Penambahan asset usaha.
9. Promosi usaha.
Pengelolaan keuangan melalui pencatatan ini memang sangat memerlukan informasi tentang kinerja usaha dan informasi tentang posisi keuangannya.
Penyajian laporan keuangan yang kontinyu pada usaha kecil harus memperhatikan
prinsip konsistensi sehingga laporan dari periode sebelumnya dapat dibandingkan (komparabilitas) dengan periode berikutnya. Prinsip daya banding (komparabilitas) dapat memberikan informasi perkembangan usaha yang dilakukan selama ini. Apakah usaha tersebut menguntungkan ataukah hanya asal berjalan saja, tanpa memperoleh keuntungan, atau bahkan merugi.
Prinsip lain yang harus dipegang dengan baik, tanpa toleransi adalah prinsip kesatuan usaha. Jadi kepentingan pemilik usaha dan usahanya harus dipisahkan, seperti dalam hal keuangannya, keuangan perusahaan terpisah dengan keuangan pemiliknya. Prinsip kesatuan usaha sangat sulit dijalankan, karena cakupan yang kecil dengan nilai uang yang relatif sedikit. Selain beberapa hal diatas yang relative tidak ditemukan pada usaha mikro-kecil dan menengah.
Teknis mengerjakan akuntansi juga dianggap sulit diterapkan karena rumit bagi pemilik ataupun manajer perusahaan, tidak sebanding dengan modal yang berputar pada usaha kecil tersebut yang relative sedikit.
Berdasarkan hasil penelitian, pada usaha Resto Daeng Group kegiatan yang dilakukan perusahaan selama ini yang berhubungan dengan pencatatan yaitu melakukan aktivitas antara lain:
a. membeli dan memesan Barang ke supplier, b. memberikan treatment kepada konsumen,
c. mencatat barang masuk (pembelian) dan barang keluar (penjualan), d. pembayaran hutang kepada supplier serta
e. pembayaran gaji karyawan
Prosedur pencatatan transaksi pendapatan usaha daeng group diawali dari setelah pemberian pelayanan awal kepada pelanggan, maka stylist/ karyawan yang menangani pelanggan tersebut akan membuatkan nota rangkap dua, yang nantinya satu lembar nota akan diberikan kepada pelanggan dan satu lembarnya lagi akan digunakan sebagai alat order dibagian produksi/penyedia kuliner yang juga berfungsi sebagai arsip. Pada nota tersebut terdapat informasi mengenai identitas perusahaan, nomor urut nota, tanggal, nama stylist, jenis pelayanan yang dilakukan, jumlah satuan, harga satuan, jumlah dan total tagihan, serta bonus setiap harnyai, nota-nota yang ditumpuk selama satu hari, kemudian dipindahkan ke buku besar. Alur pencatatan transaksi yang ada pada usaha resto daeng group tergambar pada gambar berikut ini :