Sebelum melakukan pengukuran pastikan komponen yang akan diukur dalam kondisi bersih agar pada saat melakukan pengukuran mendapat hasil yang benar. Pengukuran pada komponen front idler dan link height menggunakan alat ukur jangka sorong. Pada pengukuran keausan front idler dan link height mengambil ukuran diameter untuk bagian tread wear. Dari hasil pengukuran akan didapatkan hasil berupa ukuran diameter dalam bentuk satuan millimeter (PT United Tractors TBK, 2011).
18 3.7 Pengolahan Data
Data yang diperoleh adalah ukuran front idler dan link height, umur komponen 2500 jam saat pengukuran pertama, pengukuran dilakukan sebanyak 5 kali untuk 1 komponen dengan jedah waktu pengukuran 56 jam atau 1 minggu jam kerja alat. Setelah mendapatkan data lanjut ke tahap yang berikut yaitu pengolahan data dengan cara melakukan perhitungan tingkat keausan dengan menggunakan persamaan (2.1) dan menghitung sisa umur komponen dengan menggunakan persamaan (2.2) serta menganalisa faktor keausan menggunakan metode FMEA. Setelah itu lanjut ke tahap berikut melakukan analisis dari hasil yang didapat untuk mengetahui komponen mana yang akan lebih dulu mencapai tingkat keausan 100%.
19 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Pelaksanaan Penelitian
Penelitian yang dilakukan berfokus pada komponen front Idler dan link height pada excavator Hyundai PC-200LC. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan telah mendapatkan data pengukuran komponen, umur komponen, ukuran baru dan ukuran maksimal keausan komponen, serta harga K untuk komponen –komponen undercarriage. Pengukuran dimulai pada tanggal 2 April 2020 untuk pengukuran pertama, 9 April 2020 untuk pengukuran kedua, 16 April 2020 untuk pengukuran ketiga, 23 April untuk pengukuran keempat, dan 30 April 2020 untuk pengukuran kelima. Untuk melengkapi data dilakukan metode wawancara atau interview dengan kepala mekanik yang bertanggung jawab atas unit yang diteliti, dan juga mengambil dari buku serta jurnal mengenai undercarriage excavator.
4.1.2 Data Hasil Penelitian
Pengukuran komponen front idler dilakukan pada bagian tread wearnya, umur front idler 2500 jam pada tanggal 2 April 2020. Pengukuran dilakukan setiap 56 jam dengan jam kerja unit 8 jam perhari. Karena hasil pengukuran bagian kiri dan kanan tidak beda jauh maka saya melakukan rata-rata untuk bagian kiri dan kanan. Alasan saya mengambil hasil rata-rata pada front idler yaitu karena untuk setiap penggantian komponen front idler pada bagian kiri dan kanan harus diganti secara bersamaan, jadi semisal yang sudah harus diganti bagian kiri maka untuk bagian kanan juga harus diganti. Jadi dengan melakukan rata-rata bisa mendapatkan hasil yang lebih tepat. Data pengukuran dilampirkan pada Tabel 4.1.
20
Tabel 4.1 Data Pengukuran Rata-rata Front Idler
Kiri Kanan
pertama 02-Apr-20 2.500 23,1 23,2 23,15
kedua 09-Apr-20 2.556 23,2 23,2 23,25
ketiga 16-Apr-20 2.612 23,4 23,4 23,4
keempat 23-Apr-20 2.668 23,5 23,6 23,55
kelima 30-Apr-20 2.724 23,8 23,9 23,85
Rata-rata hasil pengukuran front idler
Pengukuran Tanggal Pengukuran Umur Unit (Jam)
Hasil Pengukuran (mm) Hasil Rata-rata kiri dan kanan (mm)
Pengukuran link height dilakukan pada bagian tread wear dengan mengabaikan bagian tread side face wear, pin boss top face wear, cracking, dan side face wear, karena bagian utama keausan pada komponen terletak pada bagian tread wear. Dengan umur link height 2500 jam pada tanggal 2 April 2020. Pengukuran dilakukan setiap 56 jam kerja excavator dengan jam kerja unit 8 jam perhari. Karena hasil pengukuran pada bagian kiri dan kanan tidak beda jauh maka saya melakukan rata-rata untuk bagian kiri dan kanan. Alasan saya mengambil hasil rata-rata pada link height yaitu karena untuk setiap penggantian komponen link height pada bagian kiri atau bagian kanan itu diganti bersamaan, jadi jika yang diganti bagian kiri maka untuk bagian kanan juga harus diganti. Jadi dengan melakukan rata-rata bisa mendapatkan hasil yang lebih tepat. Pada Tabel 4.2 dilampirkan hasil pengukuran link height.
Tabel 4.2 Data Pengukuran Rata-rata link height
Kiri Kanan
pertama 02-Apr-20 2.500 125,28 125,26 125,27
kedua 09-Apr-20 2.556 122,79 122,86 122,83
ketiga 16-Apr-20 2.612 122,61 122,64 122,62
keempat 23-Apr-20 2.668 122,50 122,53 122,51
kelima 30-Apr-20 2.724 120,11 120,07 120,09
Umur Unit (jam)
Rata-rata hasil pengukuran link height
Hasil Rata-rata kiri dan kanan (mm) Tanggal
Pengukuran
Pengukuran Hasil Pengukuran (mm)
Untuk menghitung sisa umur pemakaian dari komponen undercarriage diperlukan nilai konstanta K yang sesuai, dikarenakan
21
masing-masing komponen undercarriage memiliki nilai K yang berbeda-beda. Pada Tabel 4.3 menunjukan nilai K pada setiap komponen undercarriage.
Tabel 4.3 Nilai K Untuk Komponen Undercarriage
No Komponen Nilai "K"
4.2.1 Tingkat Keausan Front Idler
Front idler pada dasarnya memiliki ukuran baru dan ukuran maksimal keausan, untuk ukuran baru dari front idler adalah 20 mm dan untuk ukuran maksimal keausannya adalah 26 mm (PT. United Tractors 2011). Pada perhitungan tingkat keausan akan diperoleh nilai (%) dari pengukuran pertama sampai pengukuran kelima. Untuk perhitungan tingkat keausan digunakan persamaan (2.1).
% Keterangan:
: Tingkat Keausan
: Ukuran Standart Komponen : Hasil Pengukuran
: Ukuran Maksimal Keausan
22 Tingkat keausan pengukuran pertama : Diketahui:
Dapat dilihat dari perhitungan diatas didapatkan tingkat keausan (wear rate) pada front idler adalah 52,50% dari pengukuran awal.
Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Tingkat Keausan Front Idler.
pertama 02-Apr-20 2.500 52,50 Pengukuran Tanggal Pengukuran Umur Unit
(jam) Tingkat Keausan (%)
4.2.2 Sisa Umur Front Idler
Dalam menghitung sisa umur pemakaian Front Idler memerlukan nilai dari tingkat keausan front idler dan nilai K front idler serta umur front idler saat pengukuran. Untuk nilai K front idler adalah 1.8. Dalam menghitung sisa umur komponen digunakan persamaan (2.2).
Sisa umur pemakian front idler pengukuran pertama adalah:
Apabila keausan 100%, maka = jam operasinya sebagai berikut:
23
Jika dibulatkan menjadi 3576 jam.
Sisa umur front idler adalah 3576 - 2500 = 1076 jam lagi dari saat pengukuran.
Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Sisa Umur Front Idler.
pertama 02-Apr-20 2.500 1076 135
kedua 09-Apr-20 2.556 1037 130
ketiga 16-Apr-20 2.612 969 121
keempat 23-Apr-20 2.668 903 113
kelima 30-Apr-20 2.724 761 95
Pengukuran Tanggal Pengukuran Umur Unit (jam) Sisa Umur (jam) Perhitungan Sisa Umur
Hari
Untuk sisa hari komponen didapatkan dari hasil bagi sisa umur komponen dibagi dengan delapan, dimana delapan adalah waktu beroprasinya excavator selama satu hari. Dari hasil perhitungan sisa umur link height pada pengukuran kelima tanggal 30 April 2020 sisa hari yang diperoleh adalah 95 hari, maka penggantian front idler akan dilakukan pada tanggal 03 Agustus 2020, (30 April 2020 + 95 hari) perhitungan untuk menentukan tanggal penggantian front idler.
4.2.3 Tingkat Keausan Link Height
Pada dasarnya link height memiliki ukuran baru dan ukuran maksimal keausan, ukuran baru dari link height adalah 129 mm dan ukuran keausan maksimalnya adalah 117 mm (PT.United Tractors 2011). Untuk perhitungan tingkat keausan digunakan persamaan (2.1).
=
24 Keterangan:
: Tingkat Keausan
: Ukuran Standart Komponen : Hasil Pengukuran
: Ukuran Maksimal Keausan Tingkat Keausan Pengukuran Pertama:
Diketahui:
: 129 mm :125,27 mm :117 mm
=
Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Tingkat Keausan Link height
pertama 02-Apr-20 2.500 31,1
4.2.4 Sisa Umur Link height
Dalam perhitungan sisa umur pemakaian link height diperlukan nilai tingkat keausan, umur link height saat dilakukan pengukuran, dan nilai K link height. Untuk nilai K link height menggunakan nilai link height pada table 4.3 adalah 2.0. Perhitungan sisa umur dapat memakai persamaan (2.2).
Sisa umur pemakaian link height pengukuran pertama adalah:
31,1% =
25
Apabila keausan 100%, maka = jam operasinya sebagai berikut:
Jika dibulatkan mejadi 4482 jam.
Sisa umur link height adalah 4482 - 2500 = 1984 jam lagi dari saat pengukuran.
Tabel 4.7 Perhitungan Sisa Umur Link Height
Jam Hari
pertama 02-Apr-20 2.500 1984 248
kedua 09-Apr-20 2.556 1007 126
ketiga 16-Apr-20 2.612 971 121
keempat 23-Apr-20 2.668 961 120
kelima 30-Apr-20 2.724 437 55
Perhitungan Sisa Umur Pengukuran Tanggal
Pengukuran Umur Unit (jam) Sisa Umur (Jam)
Untuk sisa hari komponen didapatkan dari hasil bagi sisa umur komponen dibagi dengan delapan, dimana delapan adalah waktu beroprasinya excavator selama satu hari. Dari hasil perhitungan sisa umur link height pada pengukuran kelima tanggal 30 April 2020 sisa hari yang diperoleh adalah 55 hari, maka penggantian link height akan dilakukan pada tanggal 23 Juni 2020, (30 April 2020 + 55 hari) perhitungan untuk menentukan tanggal penggantian link height.
26
Tabel 4.8 Analisis Failuer Mode and Effect Analysis (FMEA) Front Idler dan Link Height
System : Undercarriage Start :
Type : Excavator Finish :
Model : Hyundai Robex PC-200LC By :
Year : 2013 Page :
No Component Function Failure Effect Cause S O D RPN Mitigate action
8
untuk menumpu berat unit ke landasan, tempat kedudukan pin, busing serta
track shoe, tempat
antara track roller dan carrier roller, sering beroperasi di permukaan miring, track yang terlalu
kencang.
7 7 7 343
Lakukan pengecekan berkala dan biasakan komponen dalam keadaan bersih setelah di
operasikan sebagai pengarah (guide)
track chain assembly, sliding kontak dengan track link , track terlalu kencang, impact, abrasive, manuver,
27 4.2.6 Hasil dan Pembahasan
Setiap data yang didapat dihitung presentase tingkat keausannya dan prediksi sisa umur pemakaian yang dapat dilihat pada tabel 4.9 di bawah ini.
Tabel 4.9 Hasil Perhitungan Tingkat Keausan dan Sisa Umur Pemakaian
02-Apr-20 2500 52,5 1076
09-Apr-20 2556 54,17 1037
16-Apr-20 2612 56,67 969
23-Apr-20 2668 59,17 903
30-Apr-20 2724 64,17 761
02-Apr-20 2500 31,1 1948
09-Apr-20 2556 51,5 1007
16-Apr-20 2612 53,1 971
23-Apr-20 2668 54,1 961
30-Apr-20 2724 74,1 437
Tingkat Keausan (%) Sisa Umur Pemakaian (Jam)
Front Idler
Link Height
Komponen Tanggal
Pengukuran Umur Unit
28
Berdasarkan hasil perhitungan tingkat keausan front idler diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1 Grafik Tingkat Keausan Front Idler
Gambar 4.1 menunjukkan grafik tingkat keausan front idler. Berdasarkan data pengukuran dan tabel 4.4 diperoleh tingkat keausan yang terus meningkat dan umur dari front idler. Saat front idler umur 2500 jam mengalami tingkat keausan mencapai 52,5%, hal ini terjadi karena front idler sering mendapatkan beban yang berat dan sering medapatkan gesekan antara komponen link height.
Berdasarkan dari data diatas dapat diamati bahwa umur komponen mengalami peningkatan dari umur pemakaian yang berkisar antara 2500 jam sampai 2724 jam, hal tersebut berkaitan dengan meningkatnya tingkat keausan yang terjadi pada presentase 52,5% sampai 64,17%. Tingkat keausan terjadi semakin cepat disebabkan karena excavator sering beroperasi di beberapa tempat sehingga medan yang dilalui tidak selalu rata dan track terlalu kencang ketika excavator bermanuver dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan kenaikan tingkat keausan yang tidak terprediksi.
0.00
2,450 2,500 2,550 2,600 2,650 2,700 2,750
Tingkat Keausan (%)
Umur Komponen (Jam)
29
Berdasarkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian front idler diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.2.
Gambar 4.2 Grafik Sisa Umur Front Idler
Gambar 4.2 menunjukkan grafik sisa umur pemakaian front idler.
Berdasarkan data pengukuran dan tabel 4.5 dapat dilihat bahwa tingkat keausan yang terjadi pada front idler, hal tersebut terjadi karena tingkat keausan yang terjadi pada umur komponen 2500 jam dimana tingkat keausan front idler yaitu 52,50% sehingga untuk sisa umur yang didapat adalah 1076 jam, begitu juga pada saat umur komponen 2556 jam sampai dengan 2724 jam dimana tingkat keausan mengalami peningkatan dari 54,17% sampai 64,17% sehingga sisa umur dari komponen juga semakin sedikit waktunya dari 1037 jam sampai 761 jam.
Penyebab idler semakin lama umurnya maka semakin cepat sisa umurnya adalah tergantung dari tingkat keausan yang terjadi pada front idler. Hasil perhitungan sisa umur diperoleh tanggal penggantian front idler untuk mengetahui berapa lama front idler masih bisa digunakan, maka tanggal penggantian front idler diperoleh dari pengukuran kelima atau pada saat umur 2724 jam yaitu pada tanggal 03 Agustus 2020.
0
2,450 2,500 2,550 2,600 2,650 2,700 2,750
Sisa Umur (Jam)
Umur Komponen (Jam)
30
Berdasarkan perhitungan tingkat keausan Link Height diperoleh grafik tingkat keausan seperti pada Gambar 4.3.
Gambar 4.3 Grafik Tingkat Keausan Link Height
Gambar 4.3 menunjukkan grafik tingkat keausan pada link height.
Berdasarkan data pengukuran dan tabel 4.6 diperoleh tingkat keausan yang terus meningkat dan umur dari link height. Saat link height umur 2500 jam mengalami tingkat keausan mencapai 31.1%, hal ini terjadi karena excavator sering beroperasi di beberapa tempat sehingga medan yang dilalui tidak selalu rata dan link height sering terjadi kontak normal atau gesekan dengan front idler.
Berdasarkan dari data diatas dapat diamati bahwa umur komponen mengalami peningkatan keausan pada umur 2500 jam dan pada saat umur 2556, 2612, dan 2668 jam mengalami tingkat keausan yang tidak terlalu banyak hal ini disebabkan dari berat ringannya kerja yang dilakukan excavator dan pada saat umur 2724 jam mengalami peningkatan keausan mencapai 74,2%.
0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 50.0 60.0 70.0 80.0
2,450 2,500 2,550 2,600 2,650 2,700 2,750
Tingkat Keausan (%)
Umur Komponen (jam)
31
Berdasarkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian link height diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.4.
Gambar 4.4 Grafik Sisa Umur Link Height
Gambar 4.4 menunjukkan grafik sisa umur pemakaian pada link hight.
Berdasarkan data pengukuran dan table 4.7 dapat dilihat bahwa tingkat keausan yang terjadi pada link height terjadi karena tingkat keausan yang terjadi pada umur komponen 2500 jam dimana tingkat keausan link height yaitu 31,1%
sehingga untuk sisa umur link height yang didapat adalah 1984 jam dan pada saat umur komponen 2556, 2612 dan 2668 jam dimana mengalami tingkat keausan yang tidak terlalu banyak mulai dari 51,5%, 53,1%, dan 54,1% sehingga sisa umur yang diperolah adalah 1007, 971 dan 961 jam dan pada saat umur 2724 jam dimana tingkat keausan yang terjadi adalah 74,2% sehingga sisa umur yang diperoleh adalah 437 jam. Tanggal penggantian link height yang diperoleh dari pengukuran kelima pada saat umur 2724 jam yaitu pada tanggal 23 juni 2020.
0 500 1000 1500 2000 2500
2,450 2,500 2,550 2,600 2,650 2,700 2,750
Sisa Umur (jam)
Umur Komponen (jam)
32
Berdasarkan hasil analisis keausan dengan metode FMEA dan perhitungan sisa umur front idler dan link height diperoleh grafik hubungan seperti pada Gambar 4.5.
Gambar 4.5 Grafik Hubungan RPN Dengan Sisa Umur
Gambar 4.5 menunjukkan grafik perbandingan antara nilai RPN dengan presentase usia pakai dari masing-masing komponen. Dapat dilihat front idler memiliki nilai RPN yang tinggi yaitu 512 , sedangkan untuk link height memiliki nilai RPN sebesar 343. Sehingga front idler memiliki tingkat resiko yang tinggi dan sudah melebihi nilai dari presentase usia pakai sehingga komponen front idler sudah harus diganti, hal ini disebabkan karena front idler menopang berat track link dan grouser height sehingga mengalami gesekan dengan link height yang menyebabkan tingkat keausannya front idler lebih besar dibandingkan link height, sedangkan untuk link height memiliki nilai (343) yang masih dibawah nilai presentase usia pakai. Maka untuk kedua komponen tersebut harus diganti agar tidak terjadi perbedaan ukuran dari setiap komponen dan dapat menyebabkan kegagalan-kegagalan lain yang tidak diinginkan.
512
33 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang didapatkan tentang analisa front idler dan link height undercarriage excavator hyundai PC-200LC diperoleh beberapa kesimpulan:
1. Tingkat keausan pada komponen front idler pada saat umur 2724 jam telah mencapai 64,17% dan untuk komponen link height saat umur 2724 jam telah mencapai 74,2%.
2. Sisa umur untuk komponen front idler yang didapat yaitu 1076 jam dan untuk link height sisa umur yang didapat yaitu 1948 jam.
3. Tanggal penggantian front idler dilakukan pada tanggal 03 Agustus 2020 dan untuk link height dilakukan pada tanggal 23 Juni 2020.
4. Hasil analisis menggunaka metode FMEA diperoleh nilai RPN untuk front idler yaitu 512 sedangkan untuk link height yaitu 343. Berdasarkan hasil menggunakan metode FMEA mendapatkan hasil komponen yang lebih berisiko mengalami kerusakan dalam waktu yaitu komponen front idler dengan nilai RPN yang lebih tinggi dari link height.
5.2 Saran
Setelah melakukan penelitian analisa keausan komponen front idler dan link height excavator hyundai PC-200, dapat diberikan saran yang dapat membantu para pembaca yang ingin melakukan penelitian dengan topic yang sama:
1. Sebaiknya jika melakukan penelitian selanjutnya disarankan unit yang diteliti lebih dari satu unit supaya bisa mendapatkan perbandingan data sehingga hasil pengukuran lebih tepat.
34
DAFTAR PUSTAKA
Sambuari, M., & Sidabutar, S. N. (2017). Analisa Umur Pakai Idler Baru dan Idler Rekondisi Unit CAT D75. Jurnal Mesin TRANSMISI, 13(1), 103-112.
Maulana, I., Ibrahim, A., & Darmein, D. (2017). Analisa Kerusakan Komponen Undercarriage Excavator Hitachi EX200 Pada Pt.
Takabeya Perkasa Group Dengan Metode Fmea. Jurnal Mesin Sains Terapan, 1(1), 32-37.
Akbar, S., & Baharuddin, R. (2019). Korekssi Nilai Konstanta “K” Dalam Perhitungan Usia Pakai Komponen Undercarriage Komatsu D375A-5. JST (Jurnal Sains Terapan), 20(1), 36-42.
Akbar, S., & Anhar, W. (2018). Kajian Hasil Pengukuran Undercarriage Bulldozer Komatsu D375A-5 di Pt. Pama Persada Nusantara Site Batukajang. JST (Jurnal Sains Terapan), 4(1), 70-75.
TIM TC UT, (2011). Basic Mechanic Course Final Drive &
Undercarriage. PT. United Tractors TBK: Jakarta.
TIM OT MTN, (2018) Undercarriage and Lower Machine, PT. Madhani Talatah Nusantara: Jakarta.
MC Dermott, R. E, Mikualak, R. J & Beauregerd, M. R. (2009). The Basics Of FMEA 2nd Edition. Taylor and Francis Grup: CRC Press.
35 LAMPIRAN
Lampiran 1. Foto Alat Penelitian
Gambar 1.1 Excavator Hyundai Robex PC-200LC
Lampiran 2. Foto Komponen Front idler dan Link Height
Gambar 2.1 Komponen Front idler
36
Gambar 2.2 Komponen Link Height
Lampiran 3. Alat Ukur Penelitian
Gambar 3.1 Jangka Sorong
( https://www.tokopedia.com/blog/how-cara-menggunakan-jangka-sorong/ )
37
Lampiran 4. Lembar Pengesahan Laporan Penelitian
38 Lampiran 5. Presensi Penelitian