• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Pengukuran Kinerja

Berdasarkan hasil evaluasi kinerja dari target – target kinerja yang telah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengukuran kinerja sebagai berikut :

Terwujudnya organisasi birokrasi pertanian dengan visi, misi, tugas dan fungsi yang jelas dan dengan struktur yang proporsional dengan beban tugasnya.

1. Penataan Organisasi Kementerian Pertanian

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut ditetapkannya Peraturan Menteri Pertanian No. 61/Permentan/OT.140/10/2010 tanggal 14 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian, telah dilakukan beberapa kegiatan sebagai berikut :

a. Sosialisasi Permentan No. 61 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara regional di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur dengan total jumlah peserta 90 orang

b. Penetapan Peraturan Menteri Pertanian tentang rincian tugas eselon IV sebanyak 12 buah yang terdiri dari masing – masing eselon I lingkup Kementerian Pertanian.

Dilihat dari indikator input (masukan), bahwa dana yang tersedia untuk kegiatan ini sebesar Rp. 430.500.000,-.Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 395.034.700,-. Personil yang terlibat selain berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian juga dari unit-unit kerja eselon I dan pusat, dan semuanya telah memberikan kontribusi baik

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 40 pemikiran. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 91,76 %.

2. Penataan Organisasi UPT Kementerian Pertanian

Pelaksanaan kegiatan ini telah menghasilkan beberapa output kegiatan yaitu :

a. Penataan UPT lingkup Ditjen Tanaman Pangan; telah ditetapkan dengan 3 (tiga) buah permentan tentang penataan pada 3 UPT lingkup Ditjen Tanaman Pangan yaitu Balai Besar Peramalan Organisme Penggangu Tumbuhan, Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman, Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura.

b. Penataan UPT lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

 Penetapan 4 buah Permentan tentang Penataan UPT pada pusat penelitian dan pengembangan perkebunan sebagai dampak perubahan kelembagaan Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) yaitu Balai Penelitian Tanaman Palma, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat, Balai Penelitian Tanaman Rampah dan Obat, dan Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar.

 Penetapan Permentan tentang pembentukan 2 (dua) UPT baru di Provinsi Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat yaitu Loka Pengkajian Teknologi Pertanian

 Penetapan 2 Permentan tentang Pembentukan UPT pada pusat penelitian dan pengembangan peternakan yang dilakukan guna mendukung pelaksanaan swasembada daging yaitu Loka Penelitian Kambing Potong dan Loka Penelitian Sapi Potong.

 Penetapan Permentan tentang penambahan satu unit kerja eselon Va pada pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan yaitu Loka Penelitian Penyakit Tungro.

c. Penetapan UPT lingkup Badan Karantina Pertanian.

Penetapan Permentan Nomor 28 Tahun 2011 tentang rincian tugas pekerjaan eselon IV Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian.

Dalam rangka pembentukan UPT Satuan Kerja Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2549 Tahun 2011 tanggal 20 Mei 2011 tentang pendelegasian wewenang kepada Sekretaris Jenderal Untuk menandatangani persetujuan Dokumen Administratif Satuan Kerja Pengelola Keuangan Badan Layanan Umum Lingkup Kementerian Pertanian.

Dilihat dari indikator input (masukan), bahwa dana yang tersedia untuk kegiatan ini

sebesar Rp. 203.750.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 155.852.470,- Personil yang terlibat selain dari Biro Organisasi dan Kepegawain.

dan Badan Litbang Pertanian, juga berasal dari Menpan sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab atas penataan kelembagaan instansi pemerintah, dan semuanya telah memberikan konstribusinya baik pemikiran maupun penyelesaian

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 41 administrasinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 76,49 %.

3. Forum Koordinasi UPT Kementerian Pertanian

Forum Koordinasi Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian telah diselenggarakan pada tanggal 9 – 11 November 2011 di Surabaya. Pertemuan ini dihadiri oleh 105 peserta yang terdiri dari Kepala UPT dan Pejabat Struktural lainnya dengan tema pertemuan “Peningkatan Pelayanan Publik Melalui Penerapan Sistem Manajemen Mutu Berstandar Internasional”. Tujuan pertemuan ini agar semua UPT Kementerian Pertanian dapat menerapkan Sistem Manajemen Mutu Pelayanan (ISO 17025:2008 dan ISO 9001:2008)

Dilihat dari indikator Input (masukan), bahwa dana yang tersedia kegiatan ini sebesar Rp. 90.375.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 82.355.700,-. Personil yang terlibat selain dari Biro Organisasi dan Kepegawain. adalah pemerintah daerah setempat. semuanya telah memberikan konstribusinya baik pemikiran maupun penyelesaian administrasinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 91,13 %.

4. Penataan Organisasi Perangkat Daerah Bidang Pertanian

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah penyampaian konsep indikator variabel teknis bidang pertanian dalam rangka penyusunan kriteria organisasi perangkat daerah bidang pertanian melalui surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Nomor 2214 Tahun 2011 tanggal 12 September 2011 prihal usulan Indikator Variabel Teknis Bidang Pertanian.

Dilihat dari indikator Input (masukan), bahwa dana yang tersedia kegiatan ini sebesar Rp. 204.575.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 194.703.000,-.

Personil yang terlibat selain dari Biro Organisasi dan Kepegawain adalah UPT yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian. Semua personil telah memberikan konstribusinya baik pemikiran maupun penyelesaian administrasinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 95,41 %.

Terwujudnya profesionalisme pegawai melalui pengembangan jabatan fungsional.

1. Penyusunan Pedoman Juklak/Juknis Jabatan Fungsional Rumpun IlmuHayat

Proses penyempurnaan pedoman jabatan fungsional selalu melibatkan unsur teknis internal Kementerian Pertanian, unsur dari Kementerian PAN dan RB, serta unsur Badan Kepegawaian Negara. Berikut hasil penyempurnaan pedoman, juklak, dan juknis pada tahun 2011 ;

a. Penetapan Permen PAN dan RB Nomor 2 Tahun 2011 tentang jabatan fungsional pengawas bibit ternak dan angka kreditnya

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 42 b. Rancangan Permen PAN dan RB tentang jabatan fungsional medik veteriner

dan angka kreditnya (sudah memperoleh pertimbangan teknis Kepala Badan Kepegawaian Negara)

c. Peraturan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 59 Tahun 2011 dan Nomor 38 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Benih Tanaman dan Angka Kreditnya

d. Peraturan bersama Menteri Pertanian dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 60 Tahun 2011 dan Nomor 39 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Bibit Ternak dan Angka Kreditnya Saat ini juga sedang difokuskan pengembangan jabatan fungsional bidang pelayanan informasi pasar yang akan disusun menjadi Jabatan Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian (APHP). Rancangan Permen PAN dan RB tentang Jabfung APHP dan angka kreditnya telah disampaikan kepada Menteri Pan dan RB melalui surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Nomor 2213 Tahun 2011. Saat ini rancangan peraturan tsb sedang dalam proses penerbitan pertimbangan teknis dari kepala BKN.

Dalam pelaksanaannya jabatan fungsional membutuhkan pedoman pendukung agar kualitas dan kuantitas pejabat fungsional dapat dipenuhi. Beberapa pedoman pendukung yang telah diselesaikan antara lain : Penetapan Permentan Nomor 72 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Formasi untuk Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian; dan penetapan Permentan Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah bagi Pejabat Fungsional RIHP

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini telah

tersedia sebesarRp. 277.000.000,- Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 255.892.000,- Personil yang terlibat dalam kegiatan ini selain berasal dari Biro

Organisasi dan Kepegawaian, juga berasal dari unit kerja eselon I dan Pusat, dan semuanya telah memberikan kontribusi pemikiran. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 92,38 %.

2. Sosialisasi Peraturan Jabatan Fungsional Rumpun Ilmu Hayat

Pada tahun ini telah dilakukan sosialisasi tentang Jabatan Fungsional Pengawas Bibit Ternak yang diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari UPT Pusat Bidang Perbibitan, Dinas Provinsi Lingkup Peternakan (Sekitar 30 Provinsi) serta unsur Badan Kepegawaian Daerah. Adapun penyelenggaraannya dilaksanakan di 2 wilayah yaitu :

 16 – 18 Maret 2011 di DI. Yogyakarta

 6 – 8 April 2011 di Surabaya

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini telah tersedia sebesarRp. 279.500.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 234.621.600,- Personil yang terlibat dalam kegiatan ini adalah dari intern Biro Organisasi dan Kepegawaian yang telah memberikan kontribusinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 83,94 %.

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 43 3. Koordinasi Pembinaan Jabatan Fungsional Lingkup Kementerian Pertanian

Pada tahun ini telah diselenggarakan koordinasi dengan melibatkan anggota Sekretariat Tim Penilai Jabatan Fungsional Rumpun Ilmu Hayat dan Jabatan Fungsional Non Rumpun Ilmu Hayat, kegiatan koordinasi ini dilaksanakan dua kali pada :

 25 – 27 April 2011 dengan peserta para anggota Sekretariat Tim Penilai Jabatan Fungsional Rumpun Ilmu Hayat, dan

 25 – 27 April 2011 dengan peserta Sekretariat Tim Penilai Jabatan Fungsional Non Rumpun Ilmu Hayat

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp. 210.260.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 172.382.800,- Personil yang terlibat dalam kegitan ini berasal dari intern Biro Organisasi dan Kepegawaian dan unit kerja terkait yang kesemuanya telah memberikan kontribusinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 81,99 %.

4. Bimbingan Teknis Jabatan Fungsional

Pada tahun 2011 ini telah diselenggarakan Bimbingan Teknis Tim Penilai Jabatan Fungsional yang melibatkan anggota tim penilai (Pusat dan Kementerian) dari 8 jenis Jabatan Fungsional Rumpun Ilmu Hayat Pertanian yang dihadiri oleh 170 peserta yang terdiri dari pejabat struktural dan pejabat fungsional Lingkup Kementerian Pertanian.

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini sebesar Rp. 394.100.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 363.237.050,-

Personil yang terlibat dalam kegitan ini berasal dari intern Biro Organisasi dan Kepegawaian dan unit kerja terkait yang kesemuanya telah memberikan kontribusinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 92,17 %.

5. Forum Komunikasi Pejabat Fungsional

Pada tahun ini telah dilaksanakan forum diskusi antara pejabat fungsional dengan pengelola kepegawaian dari unit pembina guna memperoleh titik temu/ kesepakatan tentang hal – hal yang masih menimbulkan misinterpretasi dalam proses penilaian.

Melalui forum ini diharapkan proses penilaian DUPAK jabatan fungsional akan semakin objektif. Forum ini telah dilaksanakan pada tanggal 26 – 27 September 2011 dengan peserta sebanyak 50 (lima puluh) orang yang merupakan perwakilan pejabat fungsional non rumpun ilmu hayat yang berasal dari 21 (dua puluh satu) jenis jabatan.

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini sebesar Rp. 230.500.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 152.812.200,-

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 44 Personil yang terlibat dalam kegitan ini berasal dari intern Biro Organisasi dan Kepegawaian dan unit kerja terkait yang kesemuanya telah memberikan kontribusinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 66,30 %.

6. Pemantauan dan Evaluasi Jabatan Fungsional

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan efektifitas pelaksanaan jabatan fungsional di daerah sehingga semakin membangun motivasi para pejabat fungsional dalam pelaksanaan tugas. Kegiatan ini telah dilaksanakan di 5 wilayah yaitu :

 Jambi tanggal 6 Oktober 2011

 Ambon tanggal 13 Oktober 2011

 Palangkaraya tanggal 20 Oktober 2011

 Manado tanggal 27 Oktober 2011

 Surabaya tanggal 3 November 2011

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini sebesar Rp. 354.800.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 276.561.850,- Personil yang terlibat dalam kegitan ini berasal dari intern Biro Organisasi dan Kepegawaian dan unit kerja terkait yang kesemuanya telah memberikan kontribusinya. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 77,95 %.

Terwujudnya pelayanan prima dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada unit kerja pelayanan publik bidang pertanian, dan budaya kerja.

1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Bidang Pertanian

Bentuk dari kegiatan ini adalah memberikan penilaian pada Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) berprestasi dengan mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB No 7 Tahun 2010. Pada tahun ini sudah dilakukan sesuai dengan proses yang selama ini berlaku. Peserta ekspose sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) UPT, terdiri atas 4 (empat) UPT Pusat dan 35 (tiga puluh lima) UPTD. Dari jumlah tersebut 5 (lima) memperoleh piala dan sisanya plakat, dengan perincian sebagai berikut :

 UPTD Bidang Penyuluhan Pertanian 7 (tujuh)

 UPTD Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan 14 (empat belas)

 UPTD Bidang Perbenihan 12 (dua belas)

 UPTD Unit Pelayanan Terpadu 2 (dua)

 UPT Pusat 4 (empat)

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 45 Hasil penilaian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4638/Kpts/KP.450/11/2011 tentang Pemberian Penghargaan Abdibhaktitani Kepada Unit Kerja Pelayanan Publik berprestasi di bidang pertanian tahun 2011.

Dilihat dari indikator input (masukan), bahwa dana yang tersedia sebesar Rp.

320.775.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 314.510.300,- Personil yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian dan eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 98,05 %.

2. Peningkatan Kualitas Budaya Kerja Kementerian Pertanian

Pada tahun 2011 in telah dilakukan pengukuran kualitas budaya kerja aparatur melalui survey IPNBK Lingkup Kementerian pertanian dengan hasil sebagai berikut :

a. Pengukuran kualitas budaya kerja Lingkup Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Tahun 2011 dan pelaksanaan ekspose kualitas budaya kerja sebagai hasil pengukuran kualitas IPNBK Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian Tahun 2011. Ekspose tersebut dihadiri oleh semua unit kerja Biro dan Pusat Lingkup Sekretariat Jenderal sebagai Narasumber dan unit kerja lingkup Eselon I sebagai pembahas. Pada tahun ini Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian memperoleh indeks sebesar 3,43 dengan nilai kualitas budaya kerja 68,60 masuk kedalam klasifikasi kualitas budaya kerja BAIK.

b. Tahun 2011 ini Kementerian Pertanian memperoleh IPNBK = 3.46 dengan nilai kualitas budaya kerja = 69.16 yang berarti bahwa nilai kualitas budaya kerja di lingkungan Kementerian Pertanian berkategori BAIK. Hasil pengukuran kualitas budaya kerja lingkup Kementerian Pertanian dapat dirinci sebagai berikut : b.1 Sekretariat Jenderal 3.43/ 68.60 (Baik)

b.2 Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian 3.40/ 68.60 (Baik) b.3 Ditjen Tanaman Pangan 3.54/ 70.77 (Baik)

b.4 Ditjen Hortikultura 3.33/ 66.60 (Baik) b.5 Ditjen Perkebunan 3.38/ 67.51 (Baik)

b.6 Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan 3.67/ 73.30 (Baik)

b.7 Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian 3.43/ 68.50 (Baik) b.8 Inspektorat Jenderal 3.46/ 69.19 (Baik)

b.9 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 3.50/70.00 (Baik)

b.10 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian 3.43/ 68.70 (Baik)

b.11 Badan Ketahanan Pangan 3.53/ 70.60 (Baik) b.12 Badan Karantina Pertanian 3.47/ 69.40 (Baik)

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 46

Dilihat dari indikator input (masukan), bahwa dana yang tersedia sebesar Rp. 272.887.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 266.678.000,-

Personil yang terlibat berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian dan Eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 97,72 %.

3. Pembinaan Aparatur Bidang Mental dan Budaya Kerja

Kegiatan pembinaan aparatur dibidang mental dan budaya kerja yang telah dilaksanakan adalah ekspose pembinaan aparatur di bidang mental dan budaya kerja unit pelaksana teknis (UPT) sebagai hasil pengukuran indeks penerapan nilai budaya kerja (IPNBK) telah selesai dilaksanakan 3 (tiga) kali di 3 tempat, yaitu :

 Semarang pada bulan april untuk seluruh UPT yang berada di Pulau Jawa

 Medan pada bulan mei untuk seluruh UPT yang berada di pulau sumatera

 Makassar pada bulan juni untuk seluruh UPT yang berada di Indonesia Bagian Timur

Dilihat dari indikator input (masukan), bahwa dana yang tersedia sebesar Rp. 316.629.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 308.314.100,-.

Personil yang terlibat berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian dan Eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 97,37 %.

Terwujudnya sistem, prosedur dan tata kerja yang menjamin efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, serta reformasi birokrasi.

1. Penyusunan dan Penyempurnaan Sistem dan Prosedur

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari penataan organisasi Kementerian Pertanian sebagaimana yang ditetapkan dalam Permentan Nomor 61 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini pada tahun 2011 adalah

a. Penyusunan peraturan Menteri Pertanian tentang Pengalihan Pembinaan Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

b. Penyusunan peraturan Menteri Pertanian tentang Pengalihan Pembinaan Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

c. Penyusunan rancangan peraturan Menteri Pertanian tentang Standar Sarana dan Prasarana Kerja Perkantoran Di Lingkungan Kementerian Pertanian.

d. Penyusunan rancangan keputusan Menteri Pertanian tentang Penetapan Wajib Lapor Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Di Lingkungan Kementerian Pertanian.

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 47 e. Penyusunan peraturan/rancangan peraturan Menteri Pertanian di bidang

perizinan pertanian

f. Penyusunan peraturan Menteri Pertanian tentang Pendaftaran, Pengujian dan Peluncuran Varietas Komoditas Hortikultura

g. Penyusunan peraturan Menteri Pertanian tentang Pemasukan dan Pengeluaran Benih, Bibit Ternak, dan Ternak Potong.

Dilihat dari indikator input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini telah

tersedia sebesar Rp. 206.575.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 188.248.900,- Personil yang terlibat dalam kegiatan ini selain berasal dari Biro

Organisasi dan Kepegawaian, juga berasal dari unit kerja eselon I dan Pusat, dan semuanya telah memberika kontribusi pemikiran. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 91,13 %.

2. Pembinaan dan Koordinasi Penyusunan Standar Operasional Prosedur

Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui implementasi dari SOP yang sudah disusun pada unit kerja eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah

a. Melakukan evaluasi terhadap SOP yang sudah disusun disetiap Biro, dan Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal.

b. Melakukan evaluasi terhadap SOP yang sudah disusun disetiap Unit Kerja Eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian.

c. Melakukan penyusunan SOP untuk kegiatan-kegiatan fasilitatif.

d. Melakukan revisi SOP yang sudah disusun disetiap Biro, dan Pusat di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Melakukan revisi SOP yang sudah disusun Unit Kerja Eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian.

Dilihat dari indikator Input (masukan), dana yang tersedia Rp.200.000.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 187.367.625,-Personil yang terlibat dalam kegiatan ini selain berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian juga melibatkan eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 93,68 %.

3. Penyelenggaraan Bimbingan Teknis di Bidang Manajemen

Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah Laporan Pelaksanaan Bimbingan Teknis Evaluasi Jabatan di lingkungan Kementerian Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Rencana Operasional Kegiatan (ROK) Tahun Anggaran 2011 dengan mengundang narasumber dari instansi terkait, dan melibatkan unit kerja eselon I di lingkungan Kementerian Pertanian.

Dilihat dari indikator Input (masukan), dana yang tersedia Rp. 105.825.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 96.471.900,-. Personil yang terlibat dalam kegiatan ini selain berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian juga melibatkan

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 48 eselon I lingkup Kementerian Pertanian. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 91,16%.

4. Desiminasi Pelaksanaan Peningkatan Capacity Building

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyebarluasan informasi kepada para pengguna jasa informasi (user) sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan pada Biro Organisasi dan Kepegawaian. Pada tahun ini telah diterbitkan Bulletin Kegiatan Biro Organisasi dan Kepegawaian sebanyak 4 kali yang terbit secara triwulan.

Sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 4 (empat) orang yang semua berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian. Kegiatan ini dilakukan sepenuhnya di kantor pusat Kementerian Pertanian dan pada tahun ini telah diterbitkan Bulletin Biro Organisasi dan Kepegawaian sebanyak 4 buah.

Dilihat dari indikator input (masukan), bahwa dana yang tersedia Rp.108,600,000,-.

Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 93.623.950,-. Personil yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan adalah personil lingkup bagian Tatalaksana Biro Organisasi dan Kepegawaian. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 86,21 %.

5. Pembinaan Kapasitas Daerah Bidang Pertanian

Pada tahun anggaran 2011 ini telah dilakukan pemantuan dan evaluasi atas dana – dana pusat di pemeritahan provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Tebo Jambi, dan Kota Jambi. Sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 12 orang yang bertugas pada daerah yang telah ditentukan.

Hasil dari kegiatan ini adalah 4 buah laporan kegiatan pemantuan dan evaluasi.

Dilihat dari indikator Input (masukan), dana yang tersedia Rp.184.875.000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 151.701.000,-. Personil yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian yang semuanya telah memberikan kontribusinya secara aktif. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 82,06 %.

6. Penyusunan Tata Hubungan Kerja

Kegiatan ini dilakukan untuk menghasilkan kinerja yang optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah bidang pertanian dan menjaga hubungan yang harmonis dan koordinasi yang baik antara unit kerja yang terkait. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah

a. Tersusunnya peraturan Menteri Pertanian tentang Tata Hubungan Kerja Antar Kelembagaan Teknis, Penelitian dan Pengembangan, Dan Penyuluhan Pertanian Dalam Mendukung Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).

b. Tersusunnya konsep tata hubungan kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan unit

LAKIP Biro Organisasi dan Kepegawaian Tahun 2011 49 kerja terkait di lingkungan Direktorat Jenderal Perkebunan.

c. Tersusunnya konsep tata hubungan kerja Penyelia Mitra Tani (PMT).

Pada kegiatan ini telah dilakukan beberapa kunjungan ke beerapa provinsi dalam rangka mendapatkan data dan bahan yang diperlukan untuk penyusunan rancangan keputusan/ peraturan Menteri Pertanian tentang tata hubungan kerja.

Dilihat dari indikator Input (masukan), dana yang tersedia untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp. 136,750,000,-. Untuk kegiatan ini telah terserap sebesar Rp 126.351.875,-. Personil yang terlibat dalam kegiatan ini berasal dari Biro Organisasi dan Kepegawaian yang semuanya telah memberikan kontribusinya secara

aktif. Persentase realisasi anggaran terhadap target anggaran adalah sebesar 92,40 %.

7. Pembinaan Penyusunan Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK) Bidang Pertanian

Pada tahun ini telah dilakukan koordinasi penyusunan NSPK bidang pertanian dengan melibatkan pegawai dan pejabat dari keortalaan dari unit Eselon I lingkup Kementerian Pertanian serta melaksanakan kunjungan ke kantor Dinas Pertanian yang terdapat di provinsi/ daerah. Kegiatan ini telah menghasilkan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria bidang tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan, serta pendukung lainnya pada sektor pertanian.

Pelaksanakan kegiatan ini pada umumnya dilakukan di Jakarta dan Bogor – Jawa Barat selain itu dilakukan juga kunjungan ke beberapa provinsi. Pelaksanakan

Pelaksanakan kegiatan ini pada umumnya dilakukan di Jakarta dan Bogor – Jawa Barat selain itu dilakukan juga kunjungan ke beberapa provinsi. Pelaksanakan

Dokumen terkait