2.3 Tersedianya meubelair perwakilan BPKP tipe B
unit 0
2.4 Tersedianya Alat Rumah tangga BPKP unit 0
2.5 Terlaksananya rehabilitasi kantor perwakilan BPKP
unit 0
2.6 Tersedianya sarana prasarana BPKP unit 0
2.7 Terlaksanannya Pembangunan Konstruksi
Gedung
unit 0
2.8 dst unit 0
A. Pengukuran Kinerja
1. Indikator Kinerja dan Pengukuran Kinerja Indikator
Kinerja & Pengukuran Kinerja
Indikator kinerja yang digunakan dalam mengukur kinerja meliputi input, output, dan outcome. Penetapan indikator kinerja didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan program yang ditetapkan serta data pendukung yang ada.
Indikator kinerja input yang digunakan adalah dana dengan satuan Rupiah (Rp), sumber daya manusia yang bertanggung jawab atas terlaksananya kegiatan, waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan, serta sarana dan prasarana.
Indikator proses menggunakan ketepatan Rencana Mulai Pemeriksaan (RMP) dan Rencana Penerbitan Laporan (RPL). Penggunaan RMP dan RPL sekaligus sebagai kontrol atas pelaksanaan kegiatan apakah telah sesuai dengan rencana atau tidak.
29 Indikator output bervariasi sesuai dengan apa yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan, begitu pula indikator outcome bervariasi tergantung dari output yang dihasilkan.
Indikator kinerja program diidentifikasi untuk mengukur hasil yang hendak dicapai dari program yang bersangkutan.
Indikator ini diselaraskan dengan kegiatan yang mendukung program dikaitkan dengan indikator outcome pada program yang bersangkutan, dengan perumusan formula sebagai berikut:
1. Sasaran Program 1: Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara.
1.1. Indikator 1: Perbaikan Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern Pengelolaan Program Nasional.
Indikator 1 terdiri dari 3 (tiga) bidang, yakni:
1.1.1. Bidang Perekonomian dan Kemaritiman.
Jumlah Tindak Lanjut HP
Jumlah Rekomendasi Strategis HP x %
1.1.2. Bidang Polhukam dan PMK.
Jumlah Tindak Lanjut HP
Jumlah Rekomendasi Strategis HP x %
1.1.3. Bidang Keuangan Daerah.
Jumlah Pemda LKPD Opini WTP Jumlah Pemda di Papua Barat x %
Hasil perhitungan Indikator 1 diperoleh dari hasil rata-rata ketiga bidang diatas yaitu:
% Bid. Perekonomian + % Bid.Polhukam PMK + % Bid Keu Daerah
x %
1.2. Indikator 2: Persentase tindak lanjut rekomendasi tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern pengelolaan korporasi, dengan formula sebagai berikut:
Jumlah Tindak Lanjut HP
Jumlah Rekomendasi Strategis HP x %
30 2. Sasaran Program 2: Meningkatnya efektivitas hasil
pengawasan keinvestigasian.
2.1. Indikator 1: Persentase hasil pengawasan keinvestigasian yang dimanfaatkan di persidangan.
Jumlah Laporan PKA yang Diserahkan ke APH Jumlah Penugasan PKA x %
2.2. Indikator 2: Persentase hasil pengawasan keinvestigasian yang dimanfaatkan oleh APH.
Jumlah Laporan yang Diserahkan ke APH
Jumlah Penugasan AI/PKKN/Permintaan APH x %
2.3. Indikator 3: Persentase hasil pengawasan keinvestigasian yang dimanfaatkan oleh K/L/P/K.
Jumlah Laporan yang Diserahkan ke K/L/P/K
Jumlah Penugasan AI Non APH + Jumlah Penyusunan Kajian Pengawasan x %
2.4. Indikator 4: Persentase hasil audit penyesuaian harga yang dimanfaatkan oleh K/L/P/K.
Jumlah Laporan Audit Penyesuaian Harga yang Diserahkan ke K/L/P/K Jumlah Penugasan Audit Penyesuaian Harga x %
2.5. Indikator 5: Persentase hasil audit klaim yang dimanfaatkan oleh K/L/P/K.
Jumlah Laporan Audit Klaim yang Diserahkan ke K/L/P/K Jumlah Penugasan Audit Klaim x %
3. Sasaran Program 3: Meningkatnya penyelesaian hambatan pelaksanaan pembangunan nasional.
3.1. Indikator 1: Persentase penyelesaian hambatan kelancaran pembangunan.
Jumlah Laporan Hambatan Kelancaran Pembangunan
Jumlah Penugasan Hambatan Kelancaran Pembangunan x %
4. Sasaran Program 4: Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintah dan korporasi dalam pencegahan korupsi.
4.1. Indikator 1:Persentase K/L/P/K yang mengimplementasikan FCP (termasuk FRA).
Jumlah Laporan FCP
Jumlah Penugasan FCP x %
5. Sasaran Program 5: Meningkatnya kepedulian K/L/P/K dan masyarakat terhadap korupsi.
5.1. Indikator 1: Persentase Komunitas Pembelajar Anti
31 Korupsi (KPAK) yang mengimplementasikan sistem pengaduan masyarakat.
Jumlah Laporan Sospak
Jumlah Penugasan Sospak x %
6. Sasaran Program 6: Meningkatnya kualitas penerapan SPIP Pemda/korporasi.
6.1. Indikator 1: Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi Level
Jumlah Pemerintah Provinsi Level x %
6.2. Indikator 2: Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah Pemda Kabupaten/Kota yang Telah Level
Jumlah Pemda Kabupaten/Kota x %
6.3. Indikator 3: Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 2), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi Level Jumlah Pemerintah Provinsi Level x %
6.4. Indikator 4: Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 2), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah Pemda Kabupaten/Kota yang Telah Level
Jumlah Pemda Kabupaten/Kota x %
6.5. Indikator 5: Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 1), dengan formula sebagai berikut:
Rencana – Realisasi – Rencana
Rencana x %
6.6. Indikator 6: Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 1), dengan formula sebagai berikut:
Rencana – Realisasi – Rencana
Rencana x %
6.7. Indikator 7: Pesentase BUMD yang kinerjanya minimal berpredikat baik dari BUMD yang dibina, dengan formula sebagai berikut:
Jumlah BUMD yang Berpredikat Baik Jumlah BUMD yang Dibina x %
6.8. Indikator 8: Pesentase BLUD yang kinerjanya minimal
32 berpredikat baik dari BLUD yang dibina, dengan formula sebagai berikut:
Jumlah BLUD yang Berpredikat Baik Jumlah BLUD yang Dibina %
7. Sasaran Program 7: Meningkatnya Kapabilitas Pengawasan Intern Pemerintah Daerah.
7.1. Indikator 1: Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah ���� �� � � ℎ � � � � �
Jumlah ���� �� � � ℎ � � � x %
7.2. Indikator 2: Kapabilitas APIP Pemerintah
Kabupaten/Kota (Level 3), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah ���� �� � � ℎ � / � �
Jumlah ���� �� � � ℎ � / x %
7.3. Indikator 3: Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 2), dengan formula sebagai berikut:
Jumlah ���� �� � � ℎ � � � � �
Jumlah ���� �� � � ℎ � � � x %
7.4. Indikator 4: Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 2) dengan formula sebagai berikut:
Jumlah ���� �� � � ℎ � / � �
Jumlah ���� �� � � ℎ � / x %
7.5. Indikator 5: Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 1), dengan formula sebagai berikut:
Rencana – Realisasi – Rencana
Rencana x %
7.6. Indikator 6: Kapabilitas Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 1) dengan formula sebagai berikut:
Rencana – Realisasi – Rencana
Rencana x %
2. Sistem Pengumpulan Data Kinerja Sistem
Pengumpulan Data Kinerja
Penyusunan serta pengembangan sistem pengumpulan data kinerja pada Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat
33 diarahkan untuk mendapatkan data kinerja yang akurat, lengkap dan konsisten mengenai capaian kinerja dalam rangka proses pengambilan keputusan bagi perbaikan kinerja, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keseimbangan biaya dan manfaat serta efisiensi, keekonomisan dan efektivitas.
Data kinerja yang digunakan telah ada dan dikembangkan terus-menerus untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut diperoleh melalui program Integrated Performance Management System (IPMS), SKI, SIMA, Sistem Informasi Manajemen Hasil Pengawasan (SIMHP), KM12, laporan bulanan dan laporan lainnya yang kemudian dicocokkan dengan sumber data dari bidang/bagian.
B. Sasaran Kinerja Sasaran kinerja tahun 2017 terdiri dari 8 (delapan) sasaran program dan 6 (enam) sasaran kegiatan, dimana 7 (tujuh) sasaran program dan 4 (empat) sasaran kegiatan berfokus pada program pengawasan sedangkan 1 (satu) sasaran program dan 2 (dua) sasaran kegiatan berfokus pada program dukungan pengawasan, dijelaskan sebagai berikut:
34
35 P
Prrooggrraamm PPeennggaawwaassaann
Tingkat keberhasilan program pengawasan tergambar dalam 7 (tujuh) sasaran program, yaitu:
SP 1 Perbaikan pengelolaan program prioritas nasional dan pengelolaan keuangan negara Sasaran program tersebut didukung oleh 2 (dua) indikator kinerja program sebagai berikut:
1.1. Perbaikan tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern pengelolaan program nasional, dengan target sebesar 55%.
1.2. Persentase tindak lanjut rekomendasi tata kelola, manajemen risiko dan pengendalian intern korporasi, dengan target sebesar 55%.
SP 2 Meningkatnya efektivitas hasil pengawasan keinvestigasian Sasaran program tersebut didukung oleh 5 (lima) indikator kinerja program sebagai berikut:
2.1. Persentase hasil pengawasan keinvestigasian yang dimanfaatkan di persidangan, dengan target sebesar 40%.
2.2. Persentase hasil pengawasan keinvestigasian yang dimanfaatkan oleh APH, dengan target sebesar 70%.
2.3. Persentase hasil pengawasan keinvestigasian yang dimanfaatkan oleh K/L/P/K, dengan target sebesar 60%.
2.4. Persentase hasil audit penyesuaian harga yang dimanfaatkan oleh K/L/P/K, dengan target sebesar 0%.
2.5. Persentase hasil audit klaim yang dimanfaatkan oleh K/L/P/Kdengan target sebesar 0%.
SP 3 Meningkatnya penyelesaian hambatan pelaksanaan pembangunan nasional Sasaran program tersebut didukung oleh 1 (satu) indikator
36 kinerja program sebagai berikut:
3
3..11.. Persentase penyelesaian hambatan kelancaran pembangunan, dengan target sebesar 70%.
SP 4 Meningkatnya kualitas tata kelola pemerintah dan korporasi dalam pencegahan korupsi Sasaran program tersebut didukung oleh 1 (satu) indikator kinerja program sebagai berikut:
4.1. Persentase K/L/P/K yang mengimplementasikan FCP (termasuk FRA), dengan target sebesar 50%.
SP 5 Meningkatnya kepedulian K/L/P/K dan masyarakat terhadap korupsi Sasaran program tersebut didukung oleh 1 (satu) indikator kinerja program sebagai berikut:
5.1. Persentase Komunitas Pembelajar Anti Korupsi (KPAK) yang mengimplementasikan sistem pengaduan masyarakat, dengan target sebesar 60%.
SP 6 Meningkatnya kualitas penerapan SPIP Pemda/korporasi Sasaran program tersebut didukung oleh 8 (delapan) indikator kinerja program sebagai berikut:
6
6..11.. Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 3), dengan target sebesar 100%.
6.6.22.. Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3), dengan target sebesar 38,46%.
6.6.33.. Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 2), dengan target sebesar 0%.
6.6.44.. Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 2), dengan target sebesar 61,54%.
6.6.55.. Maturitas SPIP Pemerintah Provinsi (Level 1), dengan target sebesar 0%.
6
6..66.. Maturitas SPIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 1), dengan target sebesar 0%.
37 6
6..77.. Persentase BUMD yang kinerjanya minimal berpredikat baik dari BUMD yang dibina dengan target sebesar 33,33%.
6
6..88.. Persentase BLUD yang kinerjanya minimal baik dari BLUD yang dibina dengan target sebesar 66,67%.
SP 7 Meningkatnya kapabilitas pengawasan intern Pemda Sasaran program tersebut didukung oleh 6 (enam) indikator kinerja program sebagai berikut:
7.1. Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 3), dengan target sebesar 100%.
7.2. Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 3), dengan target sebesar 15,38%.
7.3. Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 2), dengan target sebesar 0%.
7.4. Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 2), dengan target sebesar 69,24%.
7.5. Kapabilitas APIP Pemerintah Provinsi (Level 1), dengan target sebesar 0%.
7.6. Kapabilitas APIP Pemerintah Kabupaten/Kota (Level 1), dengan target sebesar 15,38%.
Untuk mendukung pencapaian 7 (tujuh) sasaran program pengawasan, maka ditetapkan 4 (empat) sasaran kegiatan yakni tersedianya informasi hasil pengawasan pada Perwakilan BPKP.
SK 1 Tersedianya Informasi Hasil Pengawasan pada Perwakilan BPKP Tingkat keberhasilan kegiatan tersedianya informasi hasil pengawasan pada perwakilan BPKP diukur atau tergambar dalam 10 (sepuluh) indikator kinerja kegiatan, yaitu:
38 1.1. Jumlah Laporan Hasil Audit dalam rangka
Penghitungan Kerugian Keuangan Negara
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 58.820.000
Hari Efektif Hari 235
Output Jumlah Laporan Laporan 3
1.2. Jumlah Laporan Pemberian Keterangan Ahli
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 18.440.000
Hari Efektif Hari 50
Output Jumlah Laporan Laporan 5
1.3. Jumlah Laporan Hasil Audit Investigatif
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 64.880.000
Hari Efektif Hari 170
Output Jumlah Laporan Laporan 2
1.4. Jumlah Laporan FCP
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
39 Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 50.720.000
Hari Efektif Hari 150
Output Jumlah Laporan Laporan 2
1.5. Jumlah Laporan Hasil Audit Penyesuaian Harga Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 0
Hari Efektif Hari 0
Output Jumlah Laporan Laporan 0
1.6. Jumlah Laporan Hasil Audit Klaim
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 0
Hari Efektif Hari 0
Output Jumlah Laporan Laporan 0
1.7. Jumlah Laporan Evaluasi Hambatan Kelancaran Pembangunan
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 22.494.844
Hari Efektif Hari 115
Output Jumlah Laporan Laporan 1
1.8. Jumlah Laporan Kajian Pengawasan
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan
40 mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 33.680.000
Hari Efektif Hari 150
Output Jumlah Laporan Laporan 2
1.9. Jumlah Laporan Hasil Sosialisasi
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 26.500.000
Hari Efektif Hari 120
Output Jumlah Laporan Laporan 2
1.10. Jumlah laporan hasil pengawasan dalam rangka pemberian rekomendasi strategis
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 0
Hari Efektif Hari 0
Output Jumlah Laporan Laporan 0
SK 2 Terlaksananya monitoring evaluasi atas program prioritas yang dilaksanakan di daerah Tingkat keberhasilan kegiatan terlaksananya monitoring evaluasi atas program prioritas yang dilaksanakan di daerah diukur atau tergambar dalam 1 (satu) indikator kinerja kegiatan, yaitu:
1.11. Laporan Hasil Pengawasan BPKP Perwakilan
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan
41 sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 931.014.930
Hari Efektif Hari 5.235
Output Jumlah Laporan Laporan 57
SK 3 Terlaksananya asistensi dan penilaian untuk meningkatkan level maturitas penyelenggaraan SPIP di Provinsi/Kota/Kab Tingkat keberhasilan kegiatan terlaksananya asistensi dan penilaian untuk meningkatkan level maturitas penyelenggaraan SPIP di Provinsi/Kota/Kab diukur atau tergambar dalam 2 (dua) indikator kinerja kegiatan, yaitu:
2.1. LHP Pembinaan SPIP BPKP Perwakilan
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 284.580.000
Hari Efektif Hari 1.290
Output Jumlah Laporan Laporan 18
2.2. Surat Kepala Perwakilan BPKP kepada Pemda, menyampaikan rekomendasi hasil asistensi dan penilaian maturitas penyelenggaraan SPIP di Provinsi/Kab/Kota
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
42 Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 0
Hari Efektif Hari 36
Output Jumlah Surat Surat 14
SK 3 Terlaksananya Bimtek dan penilaian kapabilitas APIP di Provinsi/Kota/Kab Tingkat keberhasilan kegiatan terlaksananya Bimtek dan penilaian kapabilitas APIP di Provinsi/Kota/Kab diukur atau tergambar dalam 2 (dua) indikator kinerja kegiatan, yaitu:
3.1. LHP Peningkatan Kapabilitas APIP BPKP Perwakilan Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 178.287.226
Hari Efektif Hari 758
Output Jumlah Laporan Laporan 11
3.2. Surat Kepala Perwakilan BPKP kepada Pemda, menyampaikan rekomendasi hasil bimtek dan penilaian kapabilitas APIP di Provinsi/Kab/Kota
Tahun 2017 indikator kinerja kegiatan ini ditargetkan sebanyak 100%. Adapun kegiatan yang akan mendukung pencapaian indikator kinerja ini adalah sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 0
Hari Efektif Hari 36
Output Jumlah Surat Surat 14
P
Prrooggrraamm DDuukkuunnggaann PPeennggaawwaassaann
Tingkat keberhasilan program dukungan pengawasan diukur atau tergambar dalam 1 (satu) sasaran program, yaitu:
43 SP 8 Tersedianya Dukungan Teknis Kepuasan atas Pelayanan Sekretariat Utama Sasaran program tersebut didukung oleh 1 (satu) indikator kinerja program yaitu Persepsi kepuasan layanan Sekretariat Utama (skala likert 1-10), dengan target sebesar 7 skala likert.
Untuk mendukung pencapaian 1 (satu) sasaran program dukungan pengawasan, maka ditetapkan 2 (dua) sasaran kegiatan yakni tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan layanan dantermanfaatkannya aset secara optimal.
SK 5 Tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan layanan Tingkat keberhasilan kegiatan tersedianya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dalam mencapai kepuasan layanan diukur atau tergambar dalam 1 (satu) indikator kinerja kegiatan, yaitu Jumlah layanan Dukungan Manajemen Perwakilan BPKP, dengan rincian sebagai berikut:
Indikator Kinerja Satuan Target Kinerja
Input Dana Rp. 12.664.732.00
Output Jumlah Laporan Laporan 80
SK 6 Termanfaatkannya Aset secara optimal Pada Perjanjian Kinerja 2017 tidak terdapat target kinerja pada sasaran kegiatan Termanfaatkannya Aset Secara Optimal.
C. Anggaran Rencana Kinerja Untuk melaksanakan kegiatan Tahun 2017, Perwakilan BPKP Papua Barat mendapatkan dan merencanakan
44 alokasi penggunaan dana sebesar Rp14.334.149.000,00 yang berasal dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor: DIPA-089.01.2.689291/2017 tanggal 07 Desember 2016. Alokasi anggaran tersebut direncanakan berdasarkan jumlah dan volume kegiatan yang ada dengan mempertimbangkan plafon anggaran yang tersedia, dengan rincian sebagai berikut:
No. Program Anggaran
( Rp ) 1 Pelaksanaan Pengawasan Intern
Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan SPIP
1.669.417.000,00
2 Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis BPKP 12.043.749.000,00 3 Fasilitas Dukungan Manajemen
Perwakilan BPKP 620.983.000,00
4 Pengadaan dan Penyaluran Sarana
dan Prasarana -
Jumlah 14.334.149.000,00
D. SDM dan Sarana Penunjang Lainnya SDM dan Sarana
Penunjang Lainnya
Pelaksanaan Rencana Kinerja tahun 2017 didukung dengan sarana penunjang berupa Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana penunjang lainnya, sebagia berikut:
1. Sumber Daya Manusia 1) Keadaan Pegawai Posisi
Pegawai Posisi pegawai Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat per 31 Desember 2016 sebagai berikut:
45 No. Jenjang Jabatan
Posisi per
Mutasi 2016 Posisi per
31/12/2015 31/12/2016
Gedung kantor yang dimiliki oleh Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat seluas 700 m2, terletak di Jalan Angkasa Mulyono, Amban Manokwari. Fasilitas gedung kantor sudah cukup memadai.
46 2) Rumah Dinas Rumah
Dinas
Rumah dinas (Rumah Dinas Gol II tipe D Permanen) yang dimiliki oleh Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat per 31 Desember 2017 seluruhnya berjumlah 2 unit yang berlokasi di Manokwari dengan total nilai sebesar Rp306.378.550,00.
3) Kendaraan Dinas
Jumlah kendaraan dinas pada tahun 2017 mengalami penambahan sebanyak 1 buah minibus Toyota Kijang Inova jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan dinas tahun 2016.
Saldo nilai kendaraan dinas yang dimiliki oleh Perwakilan BPKP Propinsi Papua Barat per 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp709.594.500,00.
4) Barang Inventaris
Barang Inventaris Barang inventaris yang dimiliki oleh Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat per 31 Desember 2016 seluruhnya telah tercantum dalam Daftar Inventaris.
Saldo nilai barang inventaris per 31 Desember 2016 selain tanah, bangunan dan kendaraan dinas sesuai dengan Laporan Barang Milik Negara tahun 2016 sebesar Rp1.884.538.403,00, dengan jumlah kuantitas sebanyak 467 unit barang.
Jenis/Tipe Kendaraan Jumlah ( Unit )
Keterangan (Kondisi)
Kendaraan Roda – 4
Minibus Toyota Kijang Inova
2 Baik
Minibus Daihatsu Terios 1 Baik
Kendaraan Roda – 2
- Honda Beat 2 Baik
- Honda Spacy 1 Baik
- Honda Supra 125 1 Baik
Sub Jumlah 7
47 BAB 4
ENUTUP
R
encana kinerja memberikan gambaran lebih mendetail mengenai sasaran dan strategi pencapaiannya yang memuat program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan didukung dengan kebijakan yang berlaku. Indikator-indikator kinerja sasaran dan kegiatan (berupa input, output, dan outcome) dituangkan dalam dokumen ini sehingga diharapkan sasaran dan kegiatan-kegiatan tersebut dapat diukur capaian kinerjanya.Untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan Rencana Kinerja Tahun 2017 ini hendaknya seluruh anggota organisasi Perwakilan BPKP Provinsi Papua tetap memperhatikan strategi pemecahan masalah yang telah dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKj) Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat dan berkomitmen untuk mencapai kinerja semaksimal mungkin.
Setelah akhir periode tahun anggaran 2017 pelaksanaan kinerja Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat diukur dengan rencana kinerja ini dan akan dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2017.
BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN BPKP PROVINSI PAPUA BARAT
Jalan Angkasa Mulyono, Amban – Manokwari Telepon (0986) 2217087, Faksimile (0986) 2217088 Web: http://www.bpkp.go.id, email:[email protected]