• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

4.2. Pengolahan Data

4.2.5. Pengukuran Produktivitas Kerja

Produktivitas kerja dapat dihitung dengan menggunakan rumus:

Produktivitas = Jumlah jam kerja karyawan - Jumlah jam kerja hilang karyawan Total jam kerja karyawan

a. Pada tahun 2019

Produktivitas = 2271984,3-867,1 2271984,3

= 0,99962

49,76 hari

31,27 hari

25,26 hari

0,00 10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00

2019 2020 2021

Tingkat Keparahan S

Tahun

IV-31

Dari hasil yang diperoleh ditunjukkan bahwa produktivitas kerja PTPN IV Unit Usaha Adolina mengalami peningkatan setiap tahunnya dari tahun 2019 hingga tahun 2021.

Produktivitas kerja tersebut dapat digambarkan seperti pada Gambar 4.11.

Gambar 4.11. Diagram Batang Produktivitas Kerja PTPN IV Unit Usaha Adolina Tahun 2019-2021

0,99962

Dari diagram tersebut dapat dilihat bahwa produktivitas kerja di PTPN IV Unit Usaha Adolina mengalami peningkatan setiap tahunnya dari tahun 2019 hingga tahun 2021.

4.2.6. Fault Tree Analysis (FTA)

Berdasarkan data kecelakaan kerja yang terjadi di PTPN IV Unit Usaha Adolina dari tahun 2019 hingga tahun 2021, dapat dianalisis akar penyebab kecelakaannya dengan menggunakan fault tree analysis. Dalam membangun FTA dilakukan dengan cara wawancara terhadap ketua bagian P2K3. FTA untuk masing-masing kecelakaan kerja secara rinci dapat dilihat pada Gambar 4.12 sampai Gambar 4.19.

IV-33

Sepeda motor rusak

Luka Jatuh dari Sepeda Motor

Saat Melangsir TBS, Pengecekan TBS, Pindah Ancak/

Blok

Pekerja kurang

berhati-hati Jalan yang rusak Pekerja tidak menggunakan APD (sarung tangan, helm, sepatu bot, dan

baju lengan panjang)

APD yang rusak Kampas rem

belakang aus

Ban luar sepeda motor

aus

Pekerja mengantuk

Pekerja

melamun Jalan licin Jalan

berlubang Pekerja tidak terbiasa

Kurangnya pemeriksaan

APD

Perusahaan tidak menyediakan APD

cadangan

Gambar 4.12. FTA Luka Akibat Jatuh dari Sepeda Motor

IV-34 Pekerja kurang

berhati-hati

Pinggang Terkilir Saat Penyortiran TBS

Tidak sesuai dengan

prosedur kerja Pekerja terpeleset

Pekerja tergesa-gesa

Pekerja melamun

Pekerja kelebihan

beban

Tidak menggunakan peralatan kerja

(tojok)

Permukaan tanah licin

Tidak menggunakan

APD (sepatu bot) Pekerja

mengantuk

Gambar 4.13. FTA Pinggang Terkilir

IV-35

Luka Jari Tangan Terkena Konveyor Saat Proses Perbaikan Mesin, dan Luka Terkena Ularan Konveyor Pada Saat Mesin Sedang dalam Kondisi Menyala.

Luka Tangan dan Dahi Akibat Tangan Terlilit Tali Seling dan Menghantam Kotak Panel Saat Penarikan Buah Rebusan.

Pekerja kurang berhati-hati

Pekerja tidak menggunakan APD (sarung tangan, sepatu bot, safety

helmet)

APD yang rusak Pekerja

mengantuk

Pekerja

melamun Pekerja

kegerahan

Kurangnya pemeriksaan

APD

Perusahaan tidak menyediakan APD

cadangan Pekerja tidak

mengikuti prosedur kerja

Gambar 4.14. FTA Luka Akibat Terkena Konveyor dan Terlilit Tali Seling

IV-36 Mata Terkena Bunga Sawit, Sampah Sawit, Abu

Ketel, Racun/Pestisida, dan Brondolan Sawit

Pekerja kurang

berhati-hati Pekerja tidak menggunakan APD

(kacamata safety)

APD yang rusak Pekerja

mengantuk

Pekerja

melamun Pekerja tidak

terbiasa menggunakan

APD

Kurangnya pemeriksaan

APD

Perusahaan tidak menyediakan APD

cadangan

Gambar 4.15. FTA Mata Terkena Bunga Sawit, Brondolan Sawit dan Sampah Sawit

IV-37 Luka Kejatuhan Pelepah Sawit, TBS Dan

Brondolan Sawit Saat Proses Panen

Pekerja kurang berhati-hati

Pekerja tidak mengikuti prosedur kerja

Pekerja tidak menggunakan APD (sarung tangan, sepatu bot, pakaian

lengan panjang, dan safety helmet)

APD yang rusak

Gambar 4.16. FTA Luka Akibat Kejatuhan Pelepah Sawit dan Berondolan Sawit

IV-38

Luka Terkena Parang (Pembuatanan Pancang), Luka Terkena Kapak, Pisau Egrek, Gagang Fiber

dan Gancu Saat Proses Panen

Pekerja kurang berhati-hati

Pekerja tidak menggunakan APD (sarung tangan, sepatu bot, dan

safety helmet)

APD yang rusak Pekerja

mengantuk

Pekerja

melamun Pekerja tidak

terbiasa

Kurangnya pemeriksaan

APD

Perusahaan kurang dalam penyediaan

APD cadangan Pekerja

tergesa-gesa

Gambar 4.17. FTA Luka Akibat Terkena Parang, Kapak, Pisau Egrek, Gagang Fiber dan Gancu

IV-39

Luka Terkena Duri, dan Lidi Saat Proses Panen dan Proses Pembabatan

Pekerja kurang berhati-hati

Pekerja tidak menggunakan APD (sarung tangan, sepatu bot, dan

kacamata safety)

APD yang rusak Pekerja

mengantuk

Pekerja

melamun Pekerja tidak

terbiasa

Kurangnya pemeriksaan

APD

Perusahaan tidak menyediakan APD

cadangan Tempat kerja

yang kotor

Gambar 4.18. FTA Luka Akibat Terkena Duri, Lidi

IV-40

Luka Terjatuh Saat Melewati Titi Akibat Titi yang Sudah Tidak Kuat Menahan Beban

Pekerja kurang

berhati-hati Kondisi Titi yang lapuk dan tidak

layak untuk digunakan lagi

P2K3 tidak segera menindaklanjuti agar dilakukan perbaikan Pekerja tahu bahwa

Titi sudah lapuk tetapi tidak

menghiraukannya

Pekerja

melamun Tidak adanya

pengecekan kondisi titi oleh

P2K3

Tidak adanya prosedur perbaikan

atau pelaporan titi yang rusak

Pekerja tidak melapor agar dilakukan tindakan

perbaikan

Gambar 4.19. FTA Terjatuh pada Saat Melewati Titi

IV-41

Berdasarkan FTA di atas maka dapat diketahui akar penyebab kecelakaan kerja yang terjadi pada PTPN IV Unit Usaha Adolina tahun 2019-2021 baik dari segi tindakan yang tidak aman (unsafe action) maupun kondisi yang tidak aman (unsafe condition) yang secara lebih rinci dapat dilihat pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13 Penyebab Kecelakaan Kerja

No. Kecelakaan Kerja Unsafe Action Unsafe Condition

1

Luka Jatuh dari Sepeda Motor Saat Melangsir TBS, Pengecekan TBS, dan Pindah Ancak/Blok

a. Pekerja mengantuk b. Pekerja melamun

c. Pekerja tidak terbiasa menggunakan APD

d. Kurangnya pemeriksaan APD

a. Kampas rem belakang sepeda motor aus

b. Ban luar sepeda motor aus

c. Jalan yang licin d. Jalan yang berlubang e. Kurang tersedianya APD

2 Pinggang Terkilir Saat Penyortiran TBS

a. Pekerja tergesa-gesa b. Pekerja melamun c. Pekerja mengantuk d. Pekerja kelebihan beban e. Tidak menggunakan

peralatan kerja (tojok) f. Tidak menggunakan APD

Permukaan tanah yang licin

3

Luka Jari Tangan Terkena Konveyor Saat Proses Perbaikan Mesin, dan Luka Terkena Ularan Konveyor Pada Saat Mesin Sedang dalam Kondisi Menyala.

Luka Tangan dan Dahi Akibat Tangan Terlilit Tali Seling dan Menghantam Kotak Panel Saat Penarikan Buah Rebusan.

a. Pekerja mengantuk b. Pekerja melamun

c. Pekerja tidak mengikuti prosedur kerja

d. Pekerja kegerahan

e. Kurangnya pemeriksaan APD

Kurang tersedianya APD

Tabel 4.13 Penyebab Kecelakaan Kerja (Lanjutan)

No. Kecelakaan Kerja Unsafe Action Unsafe Condition

4

Mata Terkena Bunga Sawit, Sampah Sawit, Abu Ketel, Racun/Pestisida, dan Brondolan Sawit

a. Pekerja mengantuk b. Pekerja melamun c. Pekerja tidak terbiasa

menggunakan APD d. Kurangnya pemeriksaan

APD

Kurang tersedianya APD

5

Luka Kejatuhan Pelepah Sawit, TBS Dan Brondolan Sawit Saat Proses Panen

a. Pekerja mengantuk b. Pekerja melamun

c. Pekerja kurang memahami penggunaan peralatan kerja d. Pekerja kurang

memperhatikan jarak aman saat bekerja

e. Pekerja tidak terbiasa menggunakan APD f. Kurangnya pemeriksaan

APD

Kurang tersedianya APD

6

Luka Terkena Parang

(Pembuatanan Pancang), Luka Terkena Kapak, Pisau Egrek, Gagang Fiber dan Gancu Saat Proses Panen

a. Pekerja tergesa-gesa b. Pekerja mengantuk c. Pekerja melamun d. Pekerja tidak terbiasa

menggunakan APD e. Kurangnya pemeriksaan

APD

Kurang tersedianya APD

IV-43

Tabel 4.13 Penyebab Kecelakaan Kerja (Lanjutan)

No. Kecelakaan Kerja Unsafe Action Unsafe Condition

7

Luka Terkena Duri, dan Lidi Saat Proses Panen dan Proses

Pembabatan

a. Pekerja mengantuk b. Pekerja melamun c. Pekerja tidak terbiasa

menggunakan APD d. Kurangnya pemeriksaan

APD

a. Tempat kerja yang kotor b. Kurang tersedianya APD

8

Luka Terjatuh Saat Melewati Titi Akibat Titi yang Sudah Tidak Kuat Menahan Beban

a. Pekerja tahu kondisi titi sudah lapuk tetapi tidak menghiraukannya

b. Pekerja melamun

c. Pekerja tidak melaporkan kondisi titi agar dilakukan perbaikan

a. Tidak adanya prosedur pengecekan kondisi titi oleh P2K3

b. Tidak adanya prosedur perbaikan atau pelaporan titi yang rusak

Sumber: Pengolahan Data

V-1 BAB V

Dokumen terkait