BAB III METODE PENELITIAN
E. Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah awal dalam melaksanakan penelitian karena tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data. Dalam penelitian kualitatif secara umum, teknik pengumpulan data diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti dengan dibantu alat bantu seperti pedoman
wawancara dan alat-alat lain yang diperlukan secara insidental. Pembahasan tentang macam teknik pengumpulan data dipaparkan sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan sesuatu obyek dengan sistematika fenomena yang diselidiki. Obeservasi dapat dilakukan sesaat atau mungkin dapat diulang8. Observasi dapat dilakukan secara partisipatif dan non pasrtisipatif. Dalam observasi partisipatif, pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Sedangkan dalam observasi non partisipatif, pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, dia hanya berperan mengamati kegiatan.
Melalui observasi ini, peneliti mengadakan pengamatan ke obyek penelitian yaitu SMA Negeri 1 Malang dan SMA Negeri 3 Malang. Selanjutnya untuk menjaga kevalidan metode ini, peneliti menggunakan buku catatan lapangan. Hal ini peneliti lakukan dengan asumsi bahwa berbagai peristiwa yang ditentukan di lapangan dicatat dengan segera. Walaupun begitu, pengamatan ini sedapat mungkin hanya ditikberatkan pada data dan fakta yang relevan dengan masalah penelitian.
2. Wawancara
Dalam pengumpulan data melalui wawancara, peneliti menggunakan pedoman wawancara. Wawancara digunakan dengan asumsi bahwa instrumen ini dapat mengarahkan dan mempermudah peneliti mengingat pokok-pokok permasalahan yang diwawancarakan dengan interview.
8 Sukandarrumudi. Metodologi Penelitian Petunjuk Praktis Untuk Peneliti Pemula. (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2006), 69
Dengan begitu, kegiatan wawancara menjadi terfokus pada permasalahan sehingga berbagai hal yang kemungkinan terlupakan akan diminimalisasi.
Instrumen yang peneliti gunakan adalah tape recorder yang berisi peta rekaman untuk merekam pembicaraan selama waawancara berlangsung. Dalam penelitian ini, wawancara diarahkan kepada sumber data, interviewee (informan) yang diasumsikan memiliki keterkaitan langsung dengan obyek penelitian melalui pertimbangan-pertimbangan:
a) Mengetahui atau menguasai dengan baik masalah yang diteliti b) Terlibat langsung dengan obyek penelitian
c) Tidak sulit ditemui dalam arti berada dalam jangkauan.
Informan yang dipilih antara lain: Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Malang dan SMA Negeri 3 Malang dan siswa SMA Negeri 1 Malang dan SMA Negeri 3 Malang. Dengan menggunakan pedoman seperti yang telah tertera dalam kerangka konseptual yakni mewawancari tentang pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler yang meliputi komponen pembelajaran antara lain: tujuan, isi/ materi, metode, media, dan evaluasi serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI dalam SKS K-13 di kedua SMA. Berikut adalah tabel wawancara yang dilakukan kepada guru dan siswa:
Tabel 3.1 Pedoman Wawancara
No. Fokus Penelitian Sumber Data Pertanyaan
1. Pembelajaran
Intrakurikuler PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13 (UKBM)
Guru PAI SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Malang
a. Bagaimana perencanaan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13 (UKBM)? Bagaimana dengan silabus dan RPP PAI dan Budi Pekerti yang digunakan dalam SKS K13
(UKBM)? Bagaimana teknisnya di dalam kelas? b.Materi apa saja yang
disampaikan? Adakah buku khusus untuk
pembelajaran?
c. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13? (Kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup), d.Metode apa saja yang
digunakan?
e. Media apa saja yang digunakan?
f. Bagaimana penilaian pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13? (penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan) Apakah ada formatnya? g.Bagaimana pengawasan
pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13? h.Berapa jumlah sks PAI dan
Budi Pekerti yang harus ditempuh?
i. Bagaiamana cara
menentukan sks tersebut? j. Bagaimana perbedaan SKS
dengan sistem paket yang dahulu digunakan? Adakah pengaruhnya terhadap proses pembelajaran yang berlangsung?
Siswa-siswi SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Malang
a. Menurut anda seberapa penting PAI dan Budi Pekerti?
b.Bagaimana pelaksanaan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam kelas?
c. Materi apa saja yang sudah dipelajari?
d.Apakah metode yang digunakan bervariatif? e. Media apa saja yang
biasanya digunakan? f. Bagaimana penilaian
pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam kelas?
g.Bagaimana perbedaan SKS dengan sistem paket yang dahulu digunakan? 2. Pembelajaran
Ekstrakurikuler PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13
Guru PAI SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Malang
a. Bagaimana proses pembelajaran
ekstrakurikuler PAI dalam SKS K13, apakah masih tetap berjalan?
b.Adakah kegiatan keagamaan yang wajib dilakukan?
c. Apa saja program kegiatan harian yang dilakukan? d.Apa saja program kegiatan
mingguan yang dilakukan? e. Apa saja program kegiatan
bulanan yang dilakukan? f. Apa saja program kegiatan
tahunan yang dilakukan? g.Kegiatan ekstrakurikuler
PAI apa saja yang diterapkan di sekolah? h.Bagaimana perencanaan kegiatan ekstrakurikuler PAI? i. Bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler PAI? j. Bagaimana penialaian kegiatan ekstrakurikuler PAI? k.Bagaimana pengawasan kegiatan ekstrakurikuler PAI? Siswa-siswi SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Malang a. Dalam SKS K13 ini, apakah kegiatan
ekstrakurikuler PAI masih tetap berjalan?
b.Kegiatan ekstrakurikuler PAI apa yang anda ikuti? c. Adakah kegiatan
bersifat wajib?
d.Menurut anda, seberapa penting kegiatan
ekstrakurikuler PAI? e. Adakah penilaian dalam
kegiatan ekstrakurikuler PAI tersebut?
3. Faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13 Guru SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Malang serta Siswa-siswi SMAN 1 Malang dan SMAN 3 Malang a. Apakah kendala diterapkannya SKS K13 dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti?
b.Apakah faktor pendukung dan penghambat
pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13 (UKBM)?
c. Adakah kendala yang dihadapi?
d.Apakah faktor pendukung dan penghambat
pembelajaran
ekstrakurikuler PAI dan Budi Pekerti dalam SKS K13 (UKBM)?
3. Dokumentasi
Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan metode dokumentasi untuk mendapatkan bahan-bahan dokumenter. Hal ini diadasarkan pada asumsi bahwa di lembaga pendidikan ini tersimpan bahan-bahan dokumenter. Data-data dokumnetasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara.
Adapun dokumen-dokumen yang akan peneliti gunakan daam penelitian ini meliputi: dokumen profil sekolah, dokumen data guru, dokumen data siswa, dokumen RPP pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, program-program waka kurikulum yang berkaitan
dengan pembelajaran intrakurikuler dan ekstrakurikuler PAI, dan dokumen lain yang berkaitan dengan fokus penelitian.