Diagram Jaringan Pelayanan Informasi Kementerian Pertanian
2. Dalam rangka pengumpulan data dan mewujudkan Pusdatin sebagai Data Center, maka telah dikembangkan Basisdata Statistik Komoditas dan non
Komoditas Pertanian, Indikator Pembangunan Pertanian,SistemInformasi Eksekutif. Semua Basisdata tersebut dapat diakses melaui website KementerianPertanian.
Guna mendukung pengumpulan data, juga telah dikembangkan sistem entry dan pengiriman data secara Elektronik meliputi : Subsektor Tanaman Pangan, Hortikultura Peternakan dan Perkebunan.
Dalam rangka perbaikan kulaitas data pertanian, telah ditandatangni Nota Kesepahaman Nomor :02/MOU/RC.110/M/3/2011 dan Nomor 04/KS/03-III/2011antara Kementerian Pertanian dengan Badan Pusat Statistik merupakan terobosan yang signifikan dalam pengembangan Statistik Pertanian yang mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan untuk peningkatan kualitas, akurasi dan kelengkapan data pertanian bagi pengambilan kebijakan ditingkat pimpinan. Implementasi dari MOU tersebut, sejak tahun 2012 telah dilaksanakan “ Upaya Percepatan Data dan Kualitas Data Tanaman Pangan Berkesinambungan Pada Skala Nasional”yaitu percepatan alir data dari daerah ke pusat dan sebaliknya, dengan pemanfaatan Teknologi Informasi terkini sehingga dapat memperpendek waktu pengumpulan data dari n-4 bulan menjadi n-1bulan. Diharapkan ketersediaan data akan dapat diperoleh secara berkesinambungan, sehingga informasi perkembangan kondisi tanaman padi,
91 kedelai, Jagung di lapang dapat dipantau sehingga pengambilan kebijakan dapat diambil dengan segera.
Dalam rangka penyajian data, telah diterbitkan publikasi dalam bentuk hard copy berupa laporan/buku/buletin meliputi:periode bulanan, indikator makro sektor pertanian, analisis perkembangan harga komoditas, periode terbit triwulan: expor impor, PDB sektor pertanian, buku saku statistik makro sektor pertanian, terbit semester Analisis perkembangan harga internasional, Buku Kinerja Perdagangan komoditas pertanian, Buletin Produksi Tanaman PanganAnalisis Perkembangan Harga Internasional Sektor Pertanian, terbit tahunan: Statistik Data Tenaga Kerja, Statistik Data Organisme Pengganggu Tanaman/situasi penyakit Hewan dan Bencana Alam, Statistik Data Benih Pupuk Pestisida Irigasi dan Potensi Pencetakan Sawah, Statistik Data Penduduk dan Kemiskinan, Statistik Data Iklim dan AlsintanBuku Analisis Data Lahan, Statistik Makro Sektor Pertanian, Statistik Harga Komoditas Pangan, Hasil Analisis PDB Sektor Pertanian, Database Konsumsi Pangan, Statistik Pertanian, Outlook Komoditas data Sub sektor (Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan)
92 (2) Pengembangan Sistem Informasi Pertanian
Dikeluarkannya Inpres No. 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan Strategi Nasional Pengembangan e-Government menuntut setiap instansi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Melalui pengembangan e-government dilakukan penataan sistem manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah dengan mengoptimalkan pemanfaatan TIK yang meliputi (1) pengolahan data, pengelolaan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronis; (2) pemanfaatan kemajuan TIK agar pelayanan publik dapat diakses secara mudah dan murah oleh masyarakat di seluruh wilayah negara.
Setjen Itjen BPPSDMP PPHP Bakorluh Dinas Provinsi Dinas Kabupaten UPT Masyarakat Peternakan Database Ja ri ngan K ant or P usa t PSP BKP Perkebunan BKP Barantan
SISTEM JARINGAN INFORMASI PERTANIAN PUSAT - DAERAH
Balitbang Tan. Pangan Hortikultura
Jaringan Kantor Pasar Minggu
Kabel FO
Internet
93 Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Pertanian bertujuan untuk merawat, mengawal, menerapkan, mensosialisasikan, dan mengembangkan sistem informasi di lingkungan Kementerian Pertanian dengan sasaran beroperasinya seluruh sub sistem dari sistem informasi pertanian yang mampu menunjang kegiatan pembangunan pertanian.
Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Pertanian kurun waktu 2004 s/d 2012 ini meliputi:
a) Penyediaan Layanan Sistem Jaringan Komputer
Layanan ini berfungsi sebagai penyedia infrastruktur dasar dari sistem informasi dan komunikasi Kementan. Jenis layanan ini antara lain:
Penyediaan Data Center (Grafik 4.) dan Disaster Recovery Center (DRC);
Network Operation Center guna memudahkan pengelola memantau kondisi sistem jaringan komputer sehingga jika terjadi gangguan dapat segera ditindaklanjuti;
Koneksi internet yang setiap tahun kapasitasnya ditingkatkan sesuai dengan pertambahan user (Grafik 1. dan Grafik 2.);
Pendaftaran subdomain deptan.go.id (Grafik 3.) Sistem komunikasi dan kolaborasi (Grafik 2.) dan Koneksi jaringan komunikasi lokal.
Seluruh layanan ini akan digunakan sebagai media dalam mendistribusikan layanan dasar aplikasi TIK Kementerian Pertanian yang didukung dengan Standar Operasional Prosedur Penyelenggaraan TIK yang selalu diperbaiki sesuai kebutuhan dan perkembangan TIK terkini.
Selain itu tersedia 2 kelas Lab Komputer dengan kapasitas masing-masing 20 unit komputer yang dapat digunakan untuk pelatihan dan magang bagi pegawai lingkup Kementan maupun mahasiswa.
94 Layanan Koneksi Internet
Grafik 1. Peningkatan Kapasitas Bandwidth Kementan
Kementerian Pertanian pertama kali menyewa bandwidth dedicated dari ISP (internet service provider) adalah pada tahun 2004, dengan bandwidth sebesar 384 Kbps. Kemudian pada tahun 2009 dimulai era 2 ISP untuk kebutuhan pembagian beban (load balancing) bandwidth antar ISP, sehingga jika salah satu ISP mengalami gangguan maka masih ada ISP yang menangani layanan koneksi tersebut. Dengan koneksi 2 ISP ini jumlah komputer yang terkoneksi meningkat sangat pesat (Grafik 2.), dengan koneksi 2 ISP ini dapat mengurangi gangguan koneksi yang kerap kali sering terjadi sehingga user dapat lebih mudah mengakses internet. Seiring dengan terus meningkatnya jumlah komputer yang terkoneksi ke internet, pada tahun 2010 ditingkatkan menjadi 10 Mbps dan dengan semakin murahnya harga bandwith per-Mbps, maka peningkatan dilakukan hingga 40 Mbps di tahun 2012. Hingga 2013 telah dilakukan penambahan kapasitas bandwidth hingga 60 Mbps, sehingga total bandwidth yang dimilki Kementerian Pertanian saat ini adalah sebesar 100 Mbps untuk melayani kurang lebih 4000 user. Koneksi internet ini dilakukan monitoring secara teratur oleh Pusdatin melalui fasiltas NOC (Network Operating Center) yang ada di Data Center Kementan gedung D lantai 4. 384 1000 1000 2000 5000 8000 10000 20000 40000 100000 0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Bandwidth (Kbps)
95 Layanan e-Mail Kementan
Grafik 2. Peningkatan Jumlah Komputer dan Account Email di Kementan
Email adalah singkatan dari “Electronic Mail”, yaitu sarana kirim mengirim surat/pesan secara elektronik yaitu melalui jalur internet. Surat tersebut dapat berupa teks saja, maupun gabungan dengan lampiran (attachment). Pada tahun 2004 email Kementerian Pertanian yang memiliki alamat domain @deptan.go.id telah digunakan oleh 1005 user dengan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet ada saat itu adalah 1000 unit. Perkembangan jumlah komputer yang terkoneksi ke internet mengalami peningkatan pesat pada tahun 2009 sebanyak 3015 unit dengan user e-mail bertambah 2400 user dan hingga tahun 2013 user e-mail telah bertambah hingga 3062 user. Kapasitas mailbox yang dimiliki oleh tiap user saat ini adalah 60 MB dengan fasilitas attachment 5 MB. 0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 komputer 1000 1025 1243 1238 1298 3015 4032 4105 4302 4500 account email 1005 1030 2366 2301 2333 2400 2618 2931 3042 3062 Ju m lah