• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISIKO TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERSEROAN DALAM PROSPEKTUS

C. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan Akta Keputusan Rapat No. 23 Tanggal 7 Mei 2021 dibuat di hadapan Dharma Akhyuzi S.H., Notaris di Jakarta dan telah diterima pelaporannya berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.AHU.AH.01.03-0299250 tanggal 7 Mei 2021, yang telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0085814.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal 7 Mei 2021, adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama (Independen) : Ir. Ronald Waas*)

Komisaris Independen : Robertus Soedaryatmo Yosowidagdo

Komisaris : Ali Gunawan**)

Direksi

Direktur : Harry Abbas

Direktur : Arief Tendeas

Direktur : Ari Yanuanto Asah

Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah diangkat sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan OJK No.33/2014.

Bahwa saat ini Perseroan telah mengangkat Sdr. Ari Yanuanto Asah untuk menjabat sebagai Plt. Direktur Utama Perseroan sebagaimana surat Perseroan No.095/BHI.OJK/V/2021 tanggal 24 Mei 2021.

*) Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Komisaris Utama (independen) Perseroan yaitu Ir. Ronald Waas telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya tersebut berdasarkan surat tanggal 24 Juni 2021 sehubungan dengan adanya rangkap jabatan yang bersangkutan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan OJK No.55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum. **) Pada Tanggal Prospektus ini diterbitkan komisaris Perseroan yaitu Ali Gunawan sampai dengan saat ini masih dalam tahap uji penilaian kemampuan dan kepatutan dari Pengawas Perbankan OJK. Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai Dewan Komisaris Perseroan:

Dewan Komisaris

R. Soedaryatmo Yosowidagdo Komisaris Independen

Kelahiran Solo, 29 Desember 1943. Menyelesaikan pendidikan formal Ekonomi Akuntansi Universitas Indonesia (1969). Awal meniti karir sebagai Staff Pembukuan PT All Indonesian Enterprises (Allient) (1964-1971), Staff Pengawasan Internal Bank Ekspor Impor Indonesia (1970-1973), PT Private Development Finance Company of Indonesia (1973-1982), Instruktur Manajemen Accounting & Keuangan IMPM (1983-1985), General Manager Finance & Accouting PT Nutricia Indonesia (1988-1990), dengan bekal pengalaman sejak awal karir, mengantarkan menjadi Managing Director PT Deraya Air Service (1990-1992), Business Development Director PT Mayatex (1995-1996); Wakil Direktur Utama PT Bogor Ventura (1996-1997), Presiden Direkur PT Indocitra Finance (1997-2001) dan sejak tahun 2001 hingga sekarang menjabat sebagai Senior Consultant Keuangan & HRD. Bergabung dengan Bank BHI sejak tahun 2007 dan hingga sekarang menjabat sebagai Komisaris Independen. Telah mengikuti Sertifikasi Manajemen Risiko level III. Ali Gunawan

Komisaris

Warga Negara Indonesia, lahir pada tanggal 21 Juli 1963. Mendapatkan gelar Sarjana EKonomi Akuntansi dari Universitas Trisakti Jakarta. Mengawali karir sebagai staff auditor pada Kantor Akuntan Publik (KAP) Arthur Andersen/Ernst & Young mulai tahun 1986 hingga tahun 2004 dengan jabatan akhir sebagai partner. Beberapa pengalaman kerja selama di KAP yang relevan dengan jasa keuangan bank antara lain adalah sebagai Ketua Tim Pemberesan 7 Bank Beku Operasi dan penutupan beberapa bank sesuai penugasan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional, konsultan keuangan pada merger Bank Danamon dan Bank Permata serta penanggung jawab audit keuangan atas beberapa bank sebagai client. Selanjutnya bergabung dengan kelompok usaha CT Corpora sejak tahun 2004 hingga sekarang sebagai Group Financial Director, Direktur Mega Corpora dan Direktur/Komisaris di beberapa perusahaan dalam kelompok usaha CT Corpora. Bergabung dengan PT Bank Harda Internasional Tbk sejak tanggal 7 Mei 2021.

Direksi

Harry Abbas Direktur

Setelah menyelesaikan pendidikannya pada sebuah akademi manajemen di Jakarta, Sdr. Harry Abbas antara tahun 1993 sampai 2016 bekerja pada beberapa Bank yang merupakan anak perusahaan (subsidiary) dari Bank kelas dunia (prime bank) diantaranya PT. Korea Exchange Bank Danamon (1993-1995), PT. Bank IBJ Indonesia (1995-2001), PT Bank Mizuho Indonesia (2001-2009) dan PT Bank ICBC Indonesia (2009-2016). Pada akhir 2016, Sdr Harry Abbas bergabung dengan PT Bank Harda Internasional Tbk sebagai Direktur Kepatuhan.

Arief Tendeas Direktur

Kelahiran Jayapura 20 Maret 1974. Menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara (1997). Mengawali karirnya sebagai Programmer PT. Infarco Pondok Wisata (1995-1996), Kepala Bagian System Support Kartu Kredit PT. Bank Central Asia (1996-2000), System & Operation Manager PT. Trias Abadi Cemerlang (2000-2004), Kepala Divisi Card Operation and Support PT. Bank Mega Tbk (2004–2011), Kepala Divisi System Support Credit Card PT. Bank Internasional Indonesia Tbk (2011–2013) International Assignment, Business Project Manager pada IT Transformation Programme Credit Card Regionalisation Malayan Banking Berhad (Maybank), Malaysia (2013–2014), Kepala Divisi Digital Business PT. Bank Mega Tbk (2014–2021). Telah mengikuti Sertifikasi Manajemen Risiko level IV. Bergabung dengan PT Bank Harda Internasional Tbk sejak tanggal 29 Januari 2021.

Ari Yanuanto Asah Direktur

Kelahiran Purbalingga 15 Januari 1969. Menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen Sistem Informasi di Universitas Bina Nusantara (2018). Mengawali karir perbankan di PT. Bank Bali Tbk, sebagai staff Treasury Processing Dept, dengan berbagai penugasan dengan posisi terakhir sebagai Project & System Dev. Head, PT. Bank Permata Tbk (d/h PT. Bank Bali Tbk.) (1992 – 2011) Bergabung dengan PT. Bank Mega Tbk, sebagai Credit, Trade & Treasury Process Development Head, dengan jabatan terakhir sebagai Transformation Project Head (2011-2021). Telah mengikuti Sertifikasi Manajemen Risiko level IV. Bergabung dengan PT Bank Harda Internasional Tbk sejak tanggal 29 Januari 2021.

Tata Kelola Perusahaan Sekretaris Perusahaan

Dalam rangka pemenuhan Peraturan OJK No.35/POJK.04/2014 Tahun 2014 tentang Sekretaris

Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik, Perseroan telah mengangkat Sekretaris Perusahaan

berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.020/SK-DIR/V/2021 tanggal 10 Mei 2021 dengan menunjuk Kemal Suteja Sindi sebagai Sekretaris Perusahaan.

Alamat Corporate Secretary :

Asean Tower Lantai 3, Jl. K.H Samanhudi No. 10 Jakarta Telp : 021-384 1178

Faks : 021-385 2586

E-mail : [email protected]

Tugas dan kewajiban dari Sekretaris Perusahaan, sebagai berikut :

1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi:

a. keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan informasi pada Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik;

b. penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu; c. penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;

d. penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan Komisaris; dan

e. pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris. 4. Sebagai penghubung (liaison officer) antara Emiten atau Perusahaan Publik dengan pemegang saham Emiten atau Perusahaan Publik, Otoritas Jasa Keuangan atau pemangku kepentingan lainnya.

5. Membangun corporate image Perseroan melalui fungsi hubungan masyarakat, fungsi hubungan investor, dan fungsi kesekretariatan perusahaan termasuk Biro Direksi dan Dewan Komisaris serta pengelolaan hubungan/pelayanan informasi kepada para pihak yang berkepentingan (stakeholders) untuk mendukung pencapaian kinerja perusahaan sesuai visi, misi dan strategi perusahaan.

Komite Audit

Perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

Susunan anggota Komite Audit Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 025/SK-DIR/VI/2021 tanggal 25 Juni 2021, adalah sebagai berikut:

Ketua : R. Soedaryatmo Yosowidagdo Anggota : Slamet Agus Pramono

Anggota : Wan Maraden Sinaga

Tugas dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan;

2. Mengkaji kecukupan dari Pengendalian Internal bank secara menyeluruh termasuk Kepatuhan terhadap kebijakan Good Corporate Governance, Kode Etik Bank dan Hukum, serta peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal;

3. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan perusahaan seperti laporan keuangan, laporan tahunan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya;

4. Mengkaji kecukupan dari fungsi Audit Internal, termasuk jumlah auditornya, rencana kerja tahunan dan pekerjaan yang telah dilaksanakan;

5. Paling kurang melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Audit Internal, kesesuaian pelaksanaan audit oleh akuntan publik dengan standar audit yang berlaku, pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Audit Intern, akuntan publik dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Keuangan guna memberikan rekomendasi kepada Komisaris;

6. Mengkaji kompetensi dan independensi dari Auditor Eksternal dan juga merekomendasikan Auditor Eksternal dalam RUPS;

7. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan perusahaan;

8. Menyampaikan laporan atas kegiatan dari Komite Audit kepada Komisaris dan setiap tahunnya disajikan dalam Laporan tahunan Bank.

Komite Pemantau Risiko

Perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Pemantau Risiko.

Susunan anggota Komite Pemantau Risiko Perseroan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 026/SK-DIR/VI/2021 tanggal 4 Juni 2021, adalah sebagai berikut:

Ketua : R. Soedaryatmo Yosowidagdo Anggota : Slamet Agus Pramono

Anggota : Wan Maraden Sinaga

Tugas dan tanggung jawab Komite Pemantau Risiko adalah sebagai berikut: a. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan pelaksanaan Manajemen Risiko.

b. Melakukan pemantauan dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko.

c. Melakukan evaluasi terhadap laporan pertanggungjawaban Direksi atas pelaksanaan kebijakan Manajemen Risiko, yang dilakukan sekurang-kurangnya secara triwulan.

d. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas perbaikkan atau penyempurnaan penerapan Manajemen Risiko yang dilakukan secara berkala maupun bersifat insidentil sebagai akibat dari suatu perubahan kondisi eksternal dan internal Bank yang mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko Bank dan hasil evaluasi terhadap efektivitas penerapan tersebut. e. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas penetapan (justification) atas hal-hal yang terkait

dengan keputusan-keputusan bisnis yang menyimpang dari prosedur normal (irregularities). f. Melakukan evaluasi terhadap permohonan atau usulan Direksi yang berkaitan dengan transaksi

yang memerlukan persetujuan Dewan Komisaris, dalam hal :

1. Penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Bank Umum (BMPK)

2. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank atau peraturan perundangan yang berlaku, untuk dapat digunakan oleh Dewan Komisaris sebagai dasar pengambilan keputusan.

g. Melakukan evaluasi terhadap hasil pemantauan Direksi terhadap kegiatan usaha Bank agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.

h. Melakukan evaluasi terhadap langkah yang diambil Direksi dalam rangka memenuhi Peraturan Bank Indonesia dan peraturan perundang-undangan lain yang berlaku dalam rangka pelaksanaan prinsip kehati-hatian, khususnya yang berkaitan dengan Manajemen Risiko.

Komite Remunerasi dan Nominasi

Perseroan telah memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten Atau Perusahaan Publik dengan telah memiliki Pedoman Komite Remunerasi dan Nominasi.

Susunan Anggota Komite Remunerasi dan Nominasi berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 027/SK-DIR/VI/2021 tanggal 4 Juni 2021, yakni sebagai berikut :

Ketua merangkap Anggota : R. Soedaryatmo Yosowidagdo

Anggota : Ali Gunawan

Tugas dan tanggung jawab Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut: 1. Fungsi Nominasi

a. Menganalisa, menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris dan Direksi kepada Dewan Komisaris.

b. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi kepada Dewan Komisaris.

c. Memantau pelaksanaan dan menganalisa kriteria dan prosedur seleksi bagi calon Pejabat satu tingkat di bawah Direksi.

d. Menyusun sistem Penilaian kinerja Dewan Komisaris dan Direksi.

e. Memberikan rekomendasi tentang jumlah anggota Dewan Komisaris dan Direksi.

f. Memberikan pendapat atau nasehat kepada Direksi atas keputusan Direksi untuk mutasi dan/atau pengangkatan non pekerja Perseroan menjadi pejabat satu tingkat di bawah Direksi. g. Menganalisa data pejabat satu tingkat di bawah Direksi yang disampaikan oleh Direksi

secara triwulanan dan setiap waktu jika ada perubahan.

h. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit dan anggota Komite Pengawasan Manajemen Risiko.

2. Fungsi Remunerasi

a. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi yang berlaku bagi Dewan Komisaris, Direksi dan Pekerja Perseroan.

b. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai : i. Kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi.

ii. Kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan Pekerja Perseroan secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi.

c. Memberikan rekomendasi tentang pemberian opsi kepada Dewan Komisaris, Direksi dan Pekerja Perseroan, antara lain opsi saham.

d. Memberikan rekomendasi tentang sistem pensiun bagi Pekerja Perseroan.

e. Memberikan rekomendasi tentang sistem kompensasi serta manfaat lainnya dalam pengurangan Pekerja Perseroan.

3. Lain-lain

a. Mengevaluasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris yang berkaitan dengan kebijakan ketenagakerjaan dan fungsi lainnya dalam manajemen sumber daya manusia yang memiliki dampak finansial yang signifikan dan/atau risiko hukum bagi Perseroan.

b. Memberikan rekomendasi atas penyelesaian temuan audit internal dan /atau eksternal serta hasil pengawasan Bank Indonesia, khusus mengenai kebijakan di bidang manajemen sumber daya manusia.

c. Mengadministrasikan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab Komite.

Piagam Audit Intern

Untuk memenuhi POJK No. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal dan Peraturan Bank Indonesia No.1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum (“SPFAIB”) yang kemudian diperbaharui dengan Peraturan Bank Indonesia No.13/2/PBI/2011 tanggal 12 Januari 2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum sebagai ukuran minimal yang harus dipatuhi oleh Bank sebagai perusahaan publik serta untuk memastikan terselenggaranya fungsi audit intern Bank yang efektif melalui kesamaan pemahaman dan dukungan komitmen mengenai visi, misi, struktur dan kedudukan, kewenangan, fungsi, tugas, tanggungjawab, independensi dan ruang lingkup pekerjaan audit intern Bank, Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menetapkan Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter).

Kepala Satuan Kerja Audit Internal

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 010/SK-DIR/III/2021, tanggal 10 Maret 2021, tentang Penempatan Karyawan Sebagai Kepala Satuan Kerja Audit Internal, dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:

Terhitung mulai tanggal 1 April 2021 menempatkan Sdr. Jo Agus Mudafir sebagai Pelaksana Tugas Satuan Kerja Audit Internal Division Head.

1. Fungsi dan Ruang Lingkup Tugas

Fungsi SKAI adalah memberikan jasa assurance dan consulting yang independen dan obyektif guna memberikan nilai tambah dan perbaikan operasional bank. SKAI membantu bank dalam mencapai tujuannya melalui penggunaan metode yang sistematis dalam mengevaluasi dan meningkatkan kecukupan dan efektivitas risk management, internal control dan governance

process.

SKAI akan menjaga, meningkatkan dan menciptakan nilai tambah bagi stakeholders melalui penyelarasan aktivitas pengawasan intern dengan business objective Bank, dengan target utama adalah untuk meyakinkan dan menelaah proses manajemen risiko, pengendalian intern dan tata kelola yang dirancang oleh manajemen serta kecukupan fungsi organisasi dalam menjamin: a. Membantu tugas Direktur Utama dan Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan

dengan cara menjabarkan secara operasional baik perencanaan, pelaksanaan, maupun pemantauan hasil audit.

b. Identifikasi dari kelayakan atau kepantasan risiko dan pengelolaannya.

c. Berinteraksi dengan tata kelola yang dijalankan dan kebutuhan perbaikan atas tata kelola yang tidak berjalan.

d. Membuat analisis dan penilaian di bidang keuangan, akuntansi, operasional, dan kegiatan lain melalui audit.

e. Relevansi, keakuratan, keandalan, ketersediaan dan ketepatan waktu atas pengelolaan informasi keuangan yang signifikan dan operasional Bank yang

didukung dengan sistem informasi yang mampu menjaga kerahasiaan data para nasabah. f. Mengidentifikasi segala kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan efisiensi

penggunaan sumber daya dan dana.

g. Menelaah kepatuhan atas kebijakan, sistem operasional prosedur dan penerapan aturan atau ketentuan hukum yang berlaku.

h. Menerapkan perencanaan dan prosedur pemeriksaan sesuai dengan tujuan pemeriksaan yang ingin dicapai.

i. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkatan manajemen.

j. Membantu proses peningkatan kualitas internal control, manajemen risiko dan tata kelola yang berkelanjutan.

k. Membantu perbaikan pengendalian manajemen untuk meningkatkan profitabilitas selama melakukan pemeriksaan dan mengkomunikasikannya kepada auditee.

l. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektifitas di bidang keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi dan aktivitas lainnya serta kualitas kinerja organisasi.

m. Mengevaluasi atas pelaksanaan pengendalian dengan unit kerja yang melakukan fungsi pengendalian.

2. Wewenang

Kepala SKAI dan auditor berwenang untuk melakukan hal dibawah ini dalam kaitan memastikan fungsi audit berjalan efektif, yaitu :

a. Mengakses seluruh informasi dan data, dokumen, dan catatan-catatan administrasi perusahaan yang berhubungan dengan fungsi pemeriksaan.

b. Memiliki akses penuh dan bebas kepada Komite Audit dan Dewan Komisaris apabila diperlukan.

c. Menyelenggarakan rapat secara berkala dan insidentil dengan Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit serta mengikuti rapat yang bersifat strategis.

d. Melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada berbagai pihak terkait, baik pihak internal maupun eksternal untuk memperoleh keyakinan yang memadai serta bukti yang cukup untuk mendukung hasil pemeriksaan.

e. Menetapkan ruang lingkup, metode, cara, teknik dan pendekatan audit yang perlu dilakukan. f. Memperoleh bantuan staf yang dibutuhkan dari unit organisasi yang diaudit, serta layanan

spesialis lainnya, baik dari dalam maupun luar organisasi. g. Melakukan koordinasi kegiatan dengan auditor ekstern

Audit internal Perseroan mempunyai peran yang sangat penting dalam implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan dalam pelaksanaan audit ke seluruh objek audit, audit intern telah mengimplementasikan audit berdasarkan risiko (risk based audit).